Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Perbedaan Kristen dan Nasrani Versi Quran Menurut Elyas Zulkifli

Kafir Kristen pemuja Yesus bernama Elyas Zulkifli ini menolak Muslim menyebut dirinya Nasrani. Menurutnya Kristen itu tidak sama dengan Nasrani seperti yang disebutkan dalam Al-Qur’an. Elyas Zulkifli menyebutkan beberapa perbedaan antara Nasrani dan Kristen. Nasrani yang disebut dalam Al-Qur’an mempercayai Isa Al-Masih dan Maryam sebagai sesembahan selain Allah. Sementara itu Kristen tidak pernah menjadikan Maryam sebagai sesembahan. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta'ala yang artinya,

Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: "Hai Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: "Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?". Isa menjawab: "Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakan maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib". (Al-Maa'idah: 116).

Pada terjemahan ayat ini, Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman kepada Nabi Isa Alaihis Salam di hari kiamat di hadapan orang-orang yang menjadikan dia dan ibunya sebagai dua tuhan selain Allah. Di balik kalimat ini terkandung ancaman yang ditujukan kepada orang-orang Nasrani. Tetapi salah bila Elyas Zulkifli menganggap sebutan Nasrani itu hanya untuk mereka yang menjadikan Nabi Isa Alaihis Salam dan Ibunya sebagai sesembahan selain Allah.

Coba Elyas Zulkifli buka tafsir Ath-Thabari di surat  Al-Maa'idah: 17. Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah itu ialah Al Masih putera Maryam". Katakanlah: "Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak membinasakan Al Masih putera Maryam itu beserta ibunya dan seluruh orang-orang yang berada di bumi kesemuanya?". Kepunyaan Allahlah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya; Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Sekarang baca penjelasan imam Ath-Thabari mengenai ayat ini, Ini merupakan celaan dari Allah Subhanahu wa Ta'ala kepada orang-orang Nasrani dan agama Nasrani itu sendiri, yang tersesat dari jalan keselamatan, sekaligus hujjah dari-Nya kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam dalam hal kebohongan mereka kepada-Nya dengan mengatakan bahwa Dia memiliki anak laki-laki."

Jadi jelas ya, imam Ath-Thabari dalam tafsirnya menyatakan bahwa celaan Allah Subhanahu wa Ta'ala yang disebut dalam ayat ini ditujukan kepada orang-orang Nasrani dan agama Nasrani itu sendiri. Karena mereka mengatakan bahwa Isa Al-Masih adalah Allah dan anak Allah.

Jika masih kurang, Elyas Zulkifli juga bisa membuka tafsir Al-Qurtubi di surat Maryam: 88. Dan mereka berkata: "Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak". Siapakah mereka yang menganggap bahwa Allah mengambil anak? Disebutkan bahwa yang menganggap Allah mengambil anak adalah Yahudi dan Nasrani, Yahudi menganggap Uzair anak Allah dan Nasrani menganggap Isa Al-Masih anak Allah.

Dalam Shahih Bukhari Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, "Janganlah kalian melampaui batas dalam memujiku (mengkultuskan) sebagaimana orang Nasrani mengkultuskan 'Isa bin Maryam. Sesungguhnya aku hanyalah hamba-Nya, maka itu katakanlah 'abdullahu wa rasuuluh (hamba Allah dan utusan-Nya"). Dalam Hadits Shahih ini, Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam mencirikan orang-orang Nasrani sebagai orang-orang yang mengkultuskan Isa Al-Masih.

Elyas Zulkifli mengutip tafsir Ath-Thabari di surat at-Taubah: 31. Di ayat ini disebutkan bahwa orang-orang Nasrani menjadikan ruhban (pendeta-pendeta) mereka sebagai sesembahan. Karena Elyas Zulkifli tidak merasa menyembah pendeta-pendeta, maka dia berkesimpulan Kristen bukanlah Nasrani. Elyas Zulkifli sedang berdusta agar kemuliaan Tuhan makin melimpah seperti yang sudah Paulus ajarkan di Roma 3:7. Culas sekali kamu Elyas Zulkifli.

Padahal kalau mau, Elyas Zulkifli bisa membaca penjelasan di halaman berikutnya, apa makna dari menjadikan pendeta-pendeta sebagai sesembahan selain Allah, dijelaskan di sana. Yaitu maksudnya adalah pemimpin-pemimpin mereka selain Allah Subhanahu wa Ta'ala yang mereka taati dalam berbuat maksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Mereka menghalalkan apa yang dihalalkan oleh para pemimpin tersebut (padahal Allah Subhanahu wa Ta'ala telah mengharamkannya atas mereka), dan mengharamkan apa yang diharamkan oleh pemimpin-pemimpin tersebut (padahal Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menghalalkannya atas mereka). Surat at-Taubah: 31 ini justru menguatkan bahwa Nasrani sama dengan Kristen, karena orang-orang Kristen menghalalkan apa yang dihalalkan oleh pendeta-pendeta mereka dan mengharamkan apa yang diharamkan oleh pendeta-pendeta mereka.

Jadi kesimpulannya, yang disebut Nasrani dalam Al-Qur’an bukan hanya orang-orang yang menjadikan Isa Al-Masih dan Maryam sesembahan selain Allah. Bukan pula hanya orang-orang yang menganggap Isa Al-Masih sebagai Nabi utusan Allah. Yang disebut Nasrani dalam Al-Qur’an adalah juga siapa saja yang mengkultuskan Isa Al-Masih dengan menganggapnya sebagai anak Allah atau Allah itu sendiri. Tidak peduli apakah dia menyertakan Maryam atau Roh Kudus dalam formasi Trinitas, selama dia mengkultuskan Isa Al-Masih sebagai anak Allah atau Allah itu sendiri, maka dia termasuk Nasrani.

Karena Elyas Zulkifli menganggap Isa Al-Masih atau Yesus sebagai Allah atau anak Allah, maka dia termasuk dalam golongan Nasrani yang disebut Al-Qur’an. Tidak salah seorang Muslim menyebut orang Kristen dengan sebutan Nasrani, maka tidak ada alasan bagi Elyas Zulkifli merasa keberatan di panggil Nasrani.



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Perbedaan Kristen dan Nasrani Versi Quran Menurut Elyas Zulkifli"

Post a Comment

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik, komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.