Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Kenapa Muslim Harus Percaya Yesus

Tanpa ragi menjelaskan perbedaan roh Allah dalam Islam dan roh Yahweh dalam Kristen. Menurutnya, roh Allah dalam Islam menampakkan diri menjadi manusia di hadapan Maryam, yang disebut Jibril. Sementara roh Yahweh dalam Kristen tidak menampakkan diri dalam bentuk manusia, melainkan dicurahkan dan hinggap secara langsung. Tunggu dulu, sebelum membandingkan Roh Allah atau Jibril dalam Islam dengan roh Yahweh dalam Kristen, harusnya tanpa ragi menjelaskan terlebih dahulu roh Yahweh yang disebut dalam Perjanjian Lama itu apa? Apakah sama dengan Malaikat? Roh dalam bahasa Ibrani adalah ruah, yang berarti angin atau napas atau kuasa ilahi. Roh Yahweh yang disebut dalam Yehezkiel 39:29 dan Yesaya 59:21 lebih tepat dipahami sebagai kuasa ilahi, bukan Malaikat sehingga tidak dapat dibandingkan dengan Roh Allah atau Jibril yang disebut Al-Qur’an. Bukan hanya Al-Qur’an yang menyebut Malaikat dapat menjelma menjadi manusia, Malaikat dalam Bibel Perjanjian Lama juga pernah diceritakan menemui Abraham dan Lot dalam wujud sebagai manusia, artinya Al-Qur’an maupun Bibel sama-sama menceritakan Malaikat dapat menampakkan diri dalam bentuk manusia. Cuma tanparagi saja yang bacanya kurang jauh. 

Tanpa ragi mengatakan bahwa Nabi dalam Kristen adalah orang yang menjadi medium untuk dihinggapi oleh roh Tuhan, orang yang hanya menerima perkataan Tuhan yang disampaikan melalui perantara Malaikat tidak disebut Nabi dalam Kristen. Padahal dalam Kristen ada orang-orang yang di anggap Nabi walaupun tidak pernah disebut dicurahkan atau dihinggapi oleh Roh Tuhan, seperti Nabi Abraham, Nabi Lot, Nabi Samuel, Nabi Natan, Nabi Elia, Nabi Elisa, Nabi Yeremia, Nabi Daniel dan Nabi Zakharia. Anda dapat memeriksanya sendiri, apakah para Nabi yang saya sebutkan ini pernah disebut dicurahkan atau dihinggapi oleh Roh Tuhan? Selain tidak pernah disebut dicurahkan atau dihinggapi oleh Roh Tuhan, Abraham adalah seorang Nabi yang menerima perkataan Tuhan melalui perantaraan Malaikat, sama seperti Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam. 

Tanpa ragi menyalahkan Muslim yang menganggap Nabi Isa Alaihis Salam adalah utusan Allah Subhanahu wa Ta'ala berdasarkan An-Nisaa: 171 karena adanya tanda kurung dalam terjemahannya. Isa Al-Masih dipanggil  “Kalimatullah” disebabkan oleh proses kejadian Nabi Isa Alaihis Salam  yang diciptakan dengan kalimat “kun” (jadilah) tanpa proses hubungan biologis pria dan wanita. Proses kejadian Nabi Isa Alaihis Salam ini sama seperti kejadian Adam yang tiada berbapa atau beribu, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala yang artinya, Sesungguhnya misal (penciptaan) ‘Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah” (seorang manusia), maka jadilah dia. (Ali Imran: 59). Oleh karena tidak ada yang salah dengan kalimat dalam tanda kurung tersebut. Jadi Al-Qur’an tidak pernah menyatakan Nabi Isa Alaihis Salam adalah firman Allah yang menjadi manusia. Nabi Isa Alaihis Salam sendiri menyatakan dirinya hamba Allah, bukan firman Allah, di beri kitab dan dijadikan seorang Nabi. Dalam Injil Kristen pun Yesus tidak pernah sekalipun menyatakan dirinya adalah firman Allah yang menjadi manusia. Kafir Kristen pemuja Yesus menyatakan Yesus adalah firman Allah yang menjadi manusia berdasarkan Yohanes 1:14, padahal ayat tersebut bukan perkataan Yesus. Yesus menurut Injil Kristen adalah Nabi yang menerima firman Tuhan dan menyampaikannya kepada umatnya. Jika benar Yesus adalah firman Tuhan yang menjadi Manusia, untuk apa dia masih menerima firman dari Tuhan? Perhatikan ayat berikut. Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. (Yohanes 17:8). 

Tanpa ragi bertanya, apakah Allah, Al-Qur’an dan Jibril adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan? Saya jawab, tidak. Allah, Al-Qur’an dan Jibril bukan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan! 

Sudah saya jawab tidak. Tidak ada seorang mukmin pun, dari zaman hidupnya Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam sampai di akhir zaman nanti yang menganggap Allah, Al-Qur’an dan Jibril adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Jelasnya, tidak ada Tritunggal dalam Islam. Terserahlah kalau kamu merasa perlu untuk menyangkal doktrin Kristen akan adanya tiga Tuhan dengan mengatakan ketiganya satu kesatuan. Tapi kalau kamu mencoba mencari-cari remisan dalam Islam agar membenarkan doktrin Tritunggal, saya kasih tahu ya, pencarianmu itu pasti akan sia-sia. 

Tak ada jeranya kafir Kristen pemuja Yesus ini, lagi-lagi dia mencari remisan dalam Islam. Seolah tidak mau selalu disalahkan sendirian karena sudah menjadikan Nabi utusan Tuhan sebagai sesembahan selain Tuhannya Israel, tanpa ragi mengutip terjemahan ayat Al-Qur’an yang dia anggap menyamakan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam dengan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Tetapi untungnya akal umat Islam dalam memahami ayat-ayat Al-Qur’an tidak sesempit otak tanpa ragi. Jadi di ayat ini, Allah Subhanahu wa Ta'ala memberitahukan perihal hamba dan Rasul-Nya, yaitu Nabi Muhammad  Shallallahu Alaihi wa Sallam, bahwa barang siapa yang menaatinya, berarti ia taat kepada Allah. Barang siapa yang durhaka kepadanya, berarti ia durhaka kepada Allah. Hal tersebut tidak lain karena apa yang diucapkan Nabi dalam urusan agama bukan menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diturunkan kepadanya. Untungnya lagi tanpa ragi tidak membaca terjemahan ayat Al-Qur’an yang lain. Misalkan, Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul- Nya, dan ulil amri di antara kamu. (An Nisaa': 59). Bisa-bisa dia akan bilang ayat ini menyamakan Jokowi dengan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam, menyamakan Jokowi dengan Allah Subhanahu wa Ta'ala, ketiganya adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Apalagi jika tanpa ragi membaca Hadits berikut, Ridha Allah terdapat pada ridha seorang bapak, dan murka Allah juga terdapat pada murkanya seorang bapak. (Sunan Tirmidzi: 1821). Bisa-bisa tanpa ragi akan bilang Hadits ini menyamakan Bapak dengan Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Tanpa ragi mengatakan, bahwa Yesus bagi kafir Kristen adalah utusan Tuhan dan firman Tuhan dan roh Tuhan, seperti Muhammad di tambah Al-Qur’an, di tambah Jibril bagi umat Islam. Salah lagi. Umat Islam tidak pernah menganggap Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam adalah Al-Qur’an dan Jibril, seperti keyakinan sesat kafir Kristen kepada Yesus yang baru saja kamu jelaskan. Kalau mau sesat, sesat saja sendiri, jangan mengajak umat Islam. Kemudian tanpa ragi berusaha membenarkan doktrin inkarnasi Yahweh menjadi manusia dalam Kristen, dengan mengatakan bahwa Allah pernah menjadi pohon ketika berfirman kepada Nabi Musa Alaihis Salam (28:30). Ini tuduhan lama ya, tidak ada seorang Muslim pun percaya Allah Subhanahu wa Ta'ala pernah menampakkan diri menjadi pohon ketika berfirman kepada Nabi Musa Alaihis Salam. Kalau kita baca ayatnya, tidak akan kita temukan kesan bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala menampakkan diri sebagai pohon. Yang benar adalah Allah Subhanahu wa Ta'ala berbicara kapada Musa Alaihis Salam dari atas Arsy dan memperdengarkan firman-Nya tersebut melalui sebuah pohon sesuai dengan kehendak-Nya. Sama seperti seseorang yang memperdengarkan suaranya lewat hand phone dari jarak jauh. Tanpa ragi mengatakan Muslim diajarkan dalam suroh Al-Fatihah untuk berdoa tunjukilah kami jalan yang lurus, kemudian dia mengutip sabda Yesus di Injil Kristen yang menyatakan bahwa dirinya adalah jalan, kebenaran dan hidup. Tuduhan lama. Jawaban untuk tuduhan tersebut sudah ada dalam channel ini. 

Tanpa ragi mengutip Injil Yohanes 3:16, kemudian mengatakan kalau mau hidup yang kekal, Muslim harus mengakui Yesus. Ini bertentangan dengan ucapannya sendiri di videonya yang lain. Di videonya tersebut, tanpa ragi mengatakan bahwa keyakinan Manusia yang belum bersaksi atau dibaptis mengakui Yesus sebagai Tuhan maka dia akan masuk neraka adalah keyakinan yang populer di kalangan Kristen, tapi Alkitab tidak pernah menyebutkannya. 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kenapa Muslim Harus Percaya Yesus"

Post a Comment

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik, komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.