Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Perbandingan Kisah Nabi Elia, Yesus Kristus dan Muhammad Naik Ke Surga

 

Kafir Kristen pemuja Yesus bernama Elyas Zulkifli ini membandingkan kisah naiknya Nabi Elia, Yesus dan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam ke surga. Dia mengatakan bahwa Nabi Elia dan Yesus naik ke surga di siang hari dan disaksikan oleh banyak orang, sementara Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam naik ke surga di malam hari dan tidak disaksikan oleh orang lain. Kesaksian, ini masalah klasik yang selalu di ulang-ulang Kafir Kristen pemuja Yesus. Mereka baru percaya jika suatu kisah memiliki saksi mata yang melihat. Padahal ada banyak kisah dalam Injil Kristen yang tidak disaksikan oleh saksi mata, tapi kafir Kristen dapat mempercayainya.

Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. (Matius 1:20).

Pada ayat ini, dikisahkan Yusuf bermimpi melihat Malaikat Tuhan yang berpesan kepadanya agar tidak takut mengambil Maria sebagai istri. Karena Yusuf melihat Malaikat Tuhan di dalam mimpi, tentu saja kejadian ini tidak mempunyai saksi mata. Meskipun tidak memiliki saksi mata, kisah ini bisa dipercaya oleh kafir Kristen pemuja Yesus.

Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau." Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu. Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. (Lukas 1:26-30).

Ayat ini menceritakan Gabriel yang menemui Maria untuk menyampaikan bahwa dirinya akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki. Jika Anda bertanya kepada kafir Kristen pemuja Yesus apakah mereka mempercayai kisah ini, mereka pasti akan menjawab mempercayainya. Biar pun tidak satu pun manusia yang menjadi saksi pertemuan Malaikat Gabriel itu dengan Maria.

Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis. Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus. Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti." Tetapi Yesus  menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah." Kemudian Iblis membawa-Nya ke Kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah. (Matius 4:1-5).

Ayat ini menceritakan Yesus dibawa oleh roh ke padang gurun, di sana Yesus berpuasa empat puluh hari empat puluh malam dan dicobai Iblis. Setelah itu, Iblis membawa Yesus ke kota suci dan menempatkannya di bubungan bait Allah. Di kisah ini tidak diceritakan adanya saksi mata yang melihat Yesus di bawa oleh roh ke padang gurun, dibawa oleh Iblis ke kota suci dan menempatkannya di bubungan bait suci. Meskipun begitu kafir Kristen pemuja Yesus tetap mempercayainya dan tidak pernah sekali pun mempertanyakan keberadaan saksi matanya.

Kafir Kristen pemuja Yesus mempertanyakan saksi mata ketika Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam Isra Mi’raj, sementara banyak kisah dalam Injil Kristen yang tanpa saksi mata, tetapi kafir Kristen mempercayainya dan tak pernah sekalipun mempertanyakannya. Jadi yang menjadi alasan kafir Kristen pemuja Yesus tidak mempercayai kisah isra mi’raj bukanlah karena tidak adanya saksi mata. Kafir Kristen pemuja Yesus tidak mempercayai Isra Mi’raj karena kisah ini disebutkan dalam Al-Qur’an. Seandainya kisah Isra Mi’raj ini ada dalam Injil Kristen, pastilah mereka mempercayainya tanpa mempertanyakan saksi mata.

Ada hikmah mengapa Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak menjalankan Nabi-Nya di siang hari agar dilihat banyak orang, yaitu untuk menjadi ujian keimanan bagi kaum Muslimin di saat itu. Apakah mereka akan tetap meyakini Islam. Ataukah mereka akan mengingkarinya dengan alasan tidak bisa diterima akal.

Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam Al-Qur’an yang artinya. Dan (ingatlah), ketika Kami wahyukan kepadamu: "Sesungguhnya (ilmu) Tuhanmu meliputi segala manusia". Dan Kami tidak menjadikan mimpi yang telah Kami perlihatkan kepadamu, melainkan sebagai ujian bagi manusia. (Al Israa':60). Dalam Shahih Bukhari: 3599, Ibnu Abbas berkata mengenai ayat ini, Itu adalah penglihatan mata telanjang yang diperlihatkan kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam pada malam beliau di Isra' menuju Baitulmaqdis.

Hadits serupa dikutip oleh Elyas Zulkifli dari Sunan Tirmidzi: 3059 untuk membuktikan bahwa Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam Isra’ Mi’raj melalui mimpi. Tapi karena hanya terpaku dengan terjemahan Hadits, Elyas Zulkifli pun melakukan kesalahan. Elyas Zulkifli mempertentangkan Shahih Bukhari: 3599 dan Sunan Tirmidzi: 3059, padahal pada kedua Hadits tersebut terdapat kalimat yang sama, yaitu هِيَ رُؤْيَا عَيْنٍ (Hiya ru’yaa ‘ainin), yang artinya, itu penglihatan mata. Tidak mungkin mimpi di sebut “penglihatan mata”. Jadi lain kali cobalah periksa teks arabnya, agar tidak terjadi kesalahan. Mungkin karena sudah terbiasa membaca kitab suci terjemahan.

Tidak dapat dipungkiri, memang ada perbedaan pendapat seputar Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam. Ada yang berpendapat Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam Isra’ Mi’raj dengan roh dan jasad, tapi ada juga yang berpendapat Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam Isra’ Mi’raj dengan rohnya saja atau melalui mimpi. Pendapat yang benar adalah Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam Isra’ Mi’raj dengan roh dan jasadnya, ini adalah pendapat mayoritas ulama.

Kafir Kristen pemuja Yesus bernama Elyas Zulkifli juga menyinggung perbedaan dari mana Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam memulai Isra Mi’raj. Dia mengutip tafsir Ath- Thabari yang menyebutkan sebuah riwayat bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Isra Mi’raj dari rumah Ummu Hani. Dalam riwayat ini ada seorang perawi yang bernama Muhammad bin Sa’ib yang oleh ahli Hadits di anggap seorang pendusta. Karena ada perawi pendusta maka Hadits itu tergolong dhaif dan tidak bisa dijadikan pegangan. Jadi yang benar, Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam Isra’ dari Masjidil Haram sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an surah Al-Israa’: 1.

Dalam Tafsir Ath-Thabari halaman 451, Imam Ath-Thabari mengatakan bahwa pendapat yang benar adalah yang mengatakan bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala memperjalankan hamba-Nya dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha. Beliau juga menganggap tidak beralasan pendapat yang menyatakan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam di-lsra'-kan rohnya saja tanpa jasad. Rupanya, kafir Kristen pemuja Yesus bernama Elyas Zulkifli ini sengaja menyembunyikan perkataan Imam At-Thabari dalam kitab tafsirnya agar jemaatnya tetap dalam kesesatan. Dia bilang pendapat-pendapat tersebut hanya Allah yang tahu mana yang benar, padahal ulama ahli tafsir seperti Ibnu Katsir, Al-Qurtubi dan Ath-Thabari sendiri sudah menjelaskan pendapat mana yang benar.


Beralih ke kisah diangkatnya Yesus ke sorga dalam Injil Kristen. Injil Kristen yang menceritakan kenaikan Yesus ke sorga hanya Injil Markus dan Injil Lukas. Sementara Injil Matius dan Injil Yohanes sama sekali tidak menceritakan kenaikan Yesus ke sorga. Jika kenaikan Yesus ke sorga terjadi siang hari dan disaksikan oleh banyak orang, mengapa penulis Injil Matius dan Injil Yohanes tidak menceritakan kenaikan Yesus ke sorga? Logikanya, jika kejadian naiknya Yesus ke sorga itu terjadi di siang hari dan disaksikan banyak orang, harusnya penulis Injil Matius dan Injil Yohanes juga akan menuliskannya dalam kitab mereka. Karena Injil Matius dan Injil Yohanes diklaim ditulis berdasarkan kesaksian pelayan firman yang tentunya juga akan melihat kenaikan Yesus bila kejadian itu memang benar-benar pernah terjadi.

Selain Itu, Injil Markus dan Injil Lukas yang menceritakan kenaikan Yesus ke sorga ternyata terdapat banyak sekali perbedaan. Injil Markus menceritakan Yesus terangkat ke sorga lalu duduk di sebelah kanan Allah. Sementara Injil Lukas menceritakan terangkatnya Yesus ke sorga, tetapi tidak menceritakan duduknya Yesus di sebelah kanan Allah. Injil Markus dan Injil Lukas juga berbeda dalam menyebutkan di mana Yesus terangkat ke sorga. Injil Lukas menceritakan Yesus terangkat di dekat betania. Sementara dalam Injil Markus, dikisahkan Yesus menemui murid-muridnya di Galilea dan Yesus tidak pernah mengajak murid-muridnya pergi ke luar kota sampai kemudian Yesus terangkat ke sorga. Itu artinya Yesus terangkat ke sorga ketika berada di Galilea. Jadi bohong kalau Elyas Zulkifli mengatakan tidak ada perbedaan di mana Yesus terangkat ke sorga, yaitu di dekat Betania. Begitulah, orang kafir itu memang gemar berbohong.

Jadi itulah kekacauan kisah terangkatnya Yesus ke sorga yang disebut dalam Injil-Injil Kristen. Sebetulnya masih banyak sekali perbedaan-perbedaan kisah dalam Injil Markus dan Injil Lukas di seputar kebangkitan sampai terangkatnya Yesus ke sorga. Katanya Injil-Injil Kristen ditulis berdasarkan kesaksian pelayan firman dan ilham Roh Kudus, tapi mengapa banyak perbedaan dalam menceritakan terangkatnya Yesus ke sorga? dua Injil menceritakan Yesus terangkat ke sorga, sementara dua Injil lainnya tidak menceritakan terangkatnya Yesus ke sorga? Bahkan Injil Markus dan Injil Lukas yang sama-sama menceritakan terangkatnya Yesus ke sorga juga penuh kontradiksi. Saya tidak bisa bayangkan, Roh Kudus datang kepada dua orang penulis Injil dan mengilhamkan Yesus tidak terangkat ke sorga, kemudian Roh Kudus datang kepada dua orang penulis Injil lainnya mengilhamkan Yesus terangkat ke sorga, kepada kedua penulis Injil ini, Roh Kudus mengilhamkan kisah terangkat ke sorga dengan detail yang berbeda. Kira-kita dari ke semua kontradiksi itu, manakah cerita Yesus yang benar? Atau Elyas Zulkifli bisa mengatakan hanya belzebul yang tahu.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Perbandingan Kisah Nabi Elia, Yesus Kristus dan Muhammad Naik Ke Surga"

Post a Comment

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik, komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.