Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Sakit Kena Racun Bukti Bukan Rasul Sejati Bagi Kristen?

Kafir Kristen pemuja Yesus bernama Elyas Zulkifli ini mengatakan, bahwa salah satu tanda rasul apabila rasul itu kebal terhadap racun dan apabila terkena gigitan ular tidak akan mengalami celaka atau kesakitan. Kata kafir Kristen ini, hal tersebut sudah diaplikasikan oleh Paulus. Elyas Zulkifli menyebut Markus 16:17-18 sebagai jaminan Yesus. Sekarang perhatikan baik-baik ayatnya. 

Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh. (Markus 16:17-18)

Setelah membaca ayat-ayat tersebut, saya menemukan bahwa mengusir setan-setan, dapat berbicara bahasa asing, memegang ular dan minum racun tidak mendapat celaka, dan dapat menyembuhkan orang sakit, disebut Yesus sebagai tanda-tanda orang percaya, bukan tanda-tanda rasul sejati.

Jadi jelas tidak ada hubungannya dengan kenabian Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Jika sabda Yesus di Markus 16:17-18 di anggap sebagai tanda-tanda rasul sejati, seharusnya Elyas Zulkifli mempercayai kenabian Muhammad Shallallahu alaihi wasallam, karena beliau memiliki dua tanda yang disebut Yesus dalam Markus 16:17-18, yaitu menyembuhkan orang sakit dan mengusir setan. Jika Paulus yang hanya memiliki satu tanda sudah cukup membuatnya menjadi rasul sejati, bagaimana dengan Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam yang memiliki dua tanda? Perhatikan Hadits berikut:

Sahal bin Sa'ad radliallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: "Besok, sungguh aku akan menyerahkan bendera komando ini kepada seorang laki-laki yang lewat tangannya Allah memenangkan peperangan ini". Sahal berkata; "Maka orang-orang semalaman memperbincangkan siapa di antara mereka yang akan diberikan kepercayaan itu". Pada pagi harinya, orang-orang telah berkumpul di hadapan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan masing-masing berharap diberikan kepercayaan tersebut. Beliau berkata: "Mana Ali bin Abu Thalib?". Orang-orang menjawab; "Dia sedang sakit mata, wahai Rasulullah". Beliau berkata; "Datangilah dan bawa dia kemari". Tatkala Ali datang dengan matanya yang bengkak, beliau mendo’akannya maka seketika matanya sembuh seakan tidak ada bekas sakit sebelumnya. (Shahih Bukhari nomor 3425).

Dari Jabir Rodliyallahu'anhu, ia berkata; saya keluar bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam satu perjalanan, lalu seorang perempuan bersama bayinya mencegat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, ia berkata; wahai Rasulullah sesungguhnya anak saya ini selalu diganggu syaitan setiap hari tiga kali. Jabir berkata; lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengambil bayi tersebut dan meletakannya di depan kendaraannya lalu beliau berkata; pergilah hai musuh Allah! saya adalah Rasulullah. Rasul mengucapkannya sebanyak tiga kali. Kemudian beliau mengembalikannya kepada perempuan tersebut. Tatkala kami kembali dari perjalanan, kami melewati jalan semula, dan seorang perempuan bersama anaknya telah mencegat kami bersama dua domba yang digiringnya. Kemudian ia berkata; "Wahai Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam terimalah hadiah dari saya ini, demi Dzat yang mengutus baginda dengan benar sungguh syaitan itu tidak datang lagi." (Sunan Darimi nomor 17).

Bahkan murid-murid Yesus tidak akan dapat disebut orang percaya atau disebut Rasul bila sabda Yesus di Markus pasal 16:17-18 dijadikan pegangan, karena murid-murid Yesus sendiri ketika mereka di minta untuk mengusir setan, mereka tidak dapat melakukannya. Perhatikan ayat-ayat berikut:

Ketika Yesus dan murid-murid-Nya kembali kepada orang banyak itu, datanglah seorang mendapatkan Yesus dan menyembah, katanya: "Tuhan, kasihanilah anakku. Ia sakit ayan dan sangat menderita. Ia sering jatuh ke dalam api dan juga sering ke dalam air. Aku sudah membawanya kepada murid-murid-Mu, tetapi mereka tidak dapat menyembuhkannya." (Matius 17:14-16).

Selesai sampai di situ? Ternyata tidak! Sabda Yesus di Markus pasal 16:17-18 yang dikutip Elyas Zulkifli untuk menolak kenabian Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam ternyata ayat-ayat palsu. Bagian penutup dari Injil Markus tersebut ternyata tidak terdapat dalam naskah tertua dan paling penting, yaitu naskah Vatikanus dan Sinaitikus. Karenanya sementara ahli mengandaikan bahwa bagian penutup asli hilang, entah karena apa. Maka orang menggubah bagian penutup yang sekarang ada di Markus pasal 16:9-20. Jadi, apakah dengan ayat-ayat palsu itu kamu mau menolak kenabian junjungan umat Islam, Elyas Zulkifli? Tetapi bagi kafir Kristen, ayat-ayat palsu hasil editan para penyalin Bibel seperti itu tidak akan berpengaruh terdapat iman mereka, Bibel tetaplah di anggap firman Tuhan. Hahaha.      

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Sakit Kena Racun Bukti Bukan Rasul Sejati Bagi Kristen?"

Post a Comment

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik, komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.