Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Muhammad Memutarbalikkan Taurat Dari Hormati Kafir Menjadi Penggal Kepala Kafir

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Penyesatan dan provokasi yang dilakukan Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam luar biasa merusak budi pekerti umatnya, dan membuat hubungan antara pengikutnya yang setia dengan umat lainnya menjadi rusak. Mereka juga mengatakan Ajaran kafir berasal dari budaya Yahudi. Kafir artinya bukan orang Yahudi dan karena orang Yahudi bersunat sebagai bukti menjadi umat Tuhan Israel, kafir juga berarti orang yang tidak bersunat. Bagi orang Yahudi, orang asing berarti kafir karena orang asing bukan Yahudi dan tidak bersunat.

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan bahwa ajaran kafir berasal dari budaya Yahudi, itu jelas-jelas pembodohan. Kafir itu bukan ajaran. Kafir itu berasal dari bahasa Arab yang artinya yang menutup diri. Orang-orang yang menutup diri tidak mau menerima iman Islam disebut kafir oleh Al-Qur’an. Kata kafir hanya ada di Bible versi terjemahan saja, sementara Bible versi bahasa asli tidak dikenal kata kafir. Karena kata kafir dalam bahasa asli Bible tidak ditemukan, maka saya akan menggunakan pengertian kafir sebagaimana dalam Islam. Orang-orang kafir di zaman Musa adalah orang-orang yang tidak beriman dan menyembah kepada Elohim, dan tidak beriman kepada Musa.   

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Tetapi orang Yahudi diajarkan oleh Yahweh, Tuhan Israel untuk menghormati orang asing. Artinya orang Yahudi diajarkan oleh Tuhan untuk menghormati orang kafir. Perhatikan kutipan berikut ini:

Janganlah engkau memeras pekerja harian yang miskin dan menderita, baik ia saudaramu maupun seorang asing yang ada di negerimu, di dalam tempatmu. (Ulangan 24:14)

Juga sisa-sisa buah anggurmu janganlah kaupetik untuk kedua kalinya dan buah yang berjatuhan di kebun anggurmu janganlah kaupungut, tetapi semuanya itu harus kautinggalkan bagi orang miskin dan bagi orang asing; Akulah TUHAN, Allahmu. (Imamat 19:10)

Sebab TUHAN, Allahmulah Allah segala allah dan Tuhan segala tuhan, Allah yang besar, kuat dan dahsyat, yang tidak memandang bulu ataupun menerima suap; yang membela hak anak yatim dan janda dan menunjukkan kasih-Nya kepada orang asing dengan memberikan kepadanya makanan dan pakaian. Sebab itu haruslah kamu menunjukkan kasihmu kepada orang asing, sebab kamu pun dahulu adalah orang asing di tanah Mesir. (Ulangan 10:17-19)

Elohim Israel mengajarkan kepada bangsa Yahudi untuk menghormati bahkan membantu orang asing atau orang kafir yang ada di antara mereka. Ajaran itu sesuai dengan budaya kita, sesuai dengan ajaran kemanusiaan. Bayangkan apa yang anda lakukan jika menjumpai orang asing kesulitan di negeri anda, pasti anda mau membantu bukan?

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus mengutip ayat-ayat Bible Perjanjian Lama dan mengatakan bahwa Elohim Israel mengajarkan kepada bangsa Yahudi untuk menghormati bahkan membantu orang asing atau orang kafir yang di antara mereka. Itu firman Elohim Israel sesudah bangsa Yahudi merampas negeri-negeri asing dan menumpas sampai binasa orang-orangnya. Dan penumpasan tersebut atas perintah Elohim Israel. Perhatikan firman Elohim Israel berikut ini:

Tetapi dari kota-kota bangsa-bangsa itu yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu, janganlah kaubiarkan hidup apapun yang bernafas, melainkan kautumpas sama sekali, yakni orang Het, orang Amori, orang Kanaan, orang Feris, orang Hewi, dan orang Yebus, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, supaya mereka jangan mengajar kamu berbuat sesuai dengan segala kekejian, yang dilakukan mereka bagi allah mereka, sehingga kamu berbuat dosa kepada TUHAN, Allahmu. (Ulangan 20:16-18)

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Bahwa di dalam Perjanjian Lama Tuhan Israel juga memerintahkan orang Israel memerangi penduduk tanah Kanaan, perang itu bukan memerangi kafir tetapi perang dalam merebut tanah untuk negara, artinya perang dalam mendirikan negara, bukan memusuhi kafir dan Elohim Israel mengajarkan kepada orang Yahudi untuk menghormati serta membantu orang kafir. Perintah perang dari Tuhan Israel untuk mendapatkan tanah Kanaan hanya diberikan kepada orang Israel pada jaman itu, tidak berlaku untuk orang di luar orang Israel dan juga tidak berlaku untuk masa sekarang.

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan, Tuhan Israel memerintahkan orang Israel berperang untuk merebut tanah untuk negara, bukan memerangi kafir, mereka berdusta agar kemuliaan Tuhan semakin melimpah (Roma 3:7). Anda dapat membaca kembali ayat yang saya kutip di atas, yaitu Ulangan 20:16-18. Jelas-jelas pada ayat tersebut tertulis demikian, “supaya mereka jangan mengajar kamu berbuat sesuai dengan segala kekejian, yang dilakukan mereka bagi allah mereka, sehingga kamu berbuat dosa kepada TUHAN, Allahmu”. Artinya, perintah perang Elohim Israel bukan hanya untuk merebut tanah, tapi juga karena bangsa-bangsa itu telah kafir dengan berbuat kekejian menyembah sesembahan selain Elohim Israel, yang dikhawatirkan bangsa Israel juga berbuat kekejian juga seperti mereka. 

Perhatikan juga ayat-ayat berikut: Apabila di salah satu kota yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk diam di sana, kaudengar orang berkata:  Ada orang-orang dursila tampil dari tengah-tengahmu, yang telah menyesatkan penduduk kota mereka dengan berkata: Mari kita berbakti kepada allah lain yang tidak kamu kenal, maka haruslah engkau memeriksa, menyelidiki dan menanyakan baik-baik. Jikalau ternyata benar dan sudah pasti, bahwa kekejian itu dilakukan di tengah-tengahmu, maka bunuhlah dengan mata pedang penduduk kota itu, dan tumpaslah dengan mata pedang kota itu serta segala isinya dan hewannya. (Ulangan 13:12-15)

Ayat di atas adalah perintah Elohim Israel untuk membunuh dan menumpas penduduk kota bila ada orang-orang dursila, orang-orang kafir, yang menyesatkan penduduk kota dengan menyembah sesembahan selain Elohim Israel. Perintah pembunuhan tersebut bukan untuk merampas tanah, karena telah disebutkan kota tersebut sudah dikuasai bangsa Israel.

Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan bahwa perintah perang dari Tuhan Israel untuk mendapatkan tanah Kanaan hanya diberikan kepada orang Israel pada jaman itu, tidak berlaku untuk orang di luar orang Israel dan juga tidak berlaku untuk masa sekarang. Mereka berdusta. Jika benar perintah berperang diberikan Elohim Israel hanya untuk merampas tanah Kanaan, mengapa Yosua dan orang-orang Israel masih berperang merampas negeri-negeri kafir dan membunuh raja-rajanya? Orang-orang Israel pun sampai hari ini masih berperang, merampas tanah Palestina dan membunuh penduduknya.

Pada hari itu Yosua merebut Makeda dan kota itu dipukulnya dengan mata pedang, juga rajanya; kota itu dan semua makhluk yang ada di dalamnya ditumpasnya, tidak ada seorangpun yang dibiarkannya lolos, dan raja Makeda, diperlakukannya seperti telah diperlakukannya raja Yerikho. Kemudian Yosua dengan seluruh Israel berjalan terus dari Makeda ke Libna, lalu memerangi Libna. (Yosua 10:28-29)

Jadi tidak benar Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam memutarbalikkan Taurat, karena baik Al-Qur’an atau pun Taurat memerintahkan memerangi orang-orang kafir. Tidak benar juga ajaran Islam mengubah budi pekerti orang Indonesia yang baik menjadi orang yang membenci orang lain hanya karena Muhammad mengajarkan membenci Kafir. Buktinya orang-orang kafir di negeri ini dapat beribadah dengan tenang, bisa bekerja menghidupi anak istri tanpa rasa khawatir, bahkan orang-orang kafir di negeri ini dapat mempunyai banyak teman-teman Muslim tanpa rasa takut sewaktu-waktu akan dibunuh.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Muhammad Memutarbalikkan Taurat Dari Hormati Kafir Menjadi Penggal Kepala Kafir"

Post a Comment

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik, komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.