Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Sangat Tidak Mungkin Quran Yang Dihafalkan Dipelihara Dengan Akurat

Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan sangat tidak mungkin Al-Qur’an yang dihafal dapat terpelihara dengan akurat, mereka mengatakan Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam sering mengakui lupa bagian Al-Qur’an. Mereka juga mengatakan, jika Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam melupakan beberapa bagian dari wahyu tersebut, maka mustahil untuk benar-benar memverifikasi akurasi teks tersebut. 

Padahal yang hafal Al-Qur’an bukan hanya Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam, ribuan sahabat beliau juga hafal Al-Qur’an. Mustahil Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam dan ribuan sahabat beliau serempak lupa bagian Al-Qur’an, sehingga ada bagian Al-Qur’an yang hilang. Apalagi sekali dalam setahun Malaikat Jibril memeriksa ayat-ayat Al-Qur’an yang sudah diturunkan, bahkan di tahun Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam wafat, Malaikat Jibril datang dua kali. Selain di hafal, ayat-ayat Al-Qur’an juga langsung dituliskan begitu diturunkan. Ada sahabat-sahabat Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam yang ditugaskan untuk menulis wahyu. 

Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan bahwa Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam sering mengaku lupa bagian Al-Qur’an, itu tidak benar. Tidak pernah Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam disebutkan dalam Hadits sering lupa bagian Al-Qur’an. Mungkin karena Hadits tersebut banyak diriwayatkan oleh para perawi, kafir Kristen pemuja Yesus beranggapan Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam sering mengaku lupa bagian Al-Qur’an.

Kafir Kristen pemuja Yesus sengaja tidak mengutip Hadits yang dimaksud, supaya muncul anggapan Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam lupa bagian Al-Qur’an, kemudian tidak dapat mengingatnya lagi yang akibatnya ada bagian Al-Qur’an yang hilang. Anggapan tersebut terbantahkan jika Anda membaca Hadits berikut: 

Aisyah ia berkakta; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah mendengar seseorang membaca suatu surat di malam hari, maka beliau pun bersabda: "Semoga Allah merahmati si Fulan, sungguh, ia telah mengingatkanku ayat ini dan ini aku telah dilupakan dari surat ini dan ini." (Shahih Bukhari: 4650) 

Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan, Zaid menunjukkan keengganan ketika ditugaskan untuk membukukan Al-Qur’an, dan Zaid harus mencari berbagai tulisan Al-Qur’an, kata mereka itu bukti kalau Zaid tidak pernah hafal Al-Qur’an. Kalau Zaid memang benar-benar hafal Al-Qur’an, mudah bagi Zaid untuk membukukan Al-Qur’an. Saya jawab, pada awalnya Zaid bin Tsabit memang merasa enggan di minta Abu Bakar untuk membukukan Al-Qur’an, Alasannya bukan karena Zaid bin Tsabit tidak hafal Al-Qur’an, tetapi karena Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam tidak pernah melakukannya. 

Dalam usaha pembukuan Al-Qur’an, Zaid bin Tsabit tidak hanya mengumpulkan ayat-ayat Al-Qur’an dari tulisan-tulisan, tetapi juga dari hafalan manusia. Perhatikah Hadits Shahih berikut: 

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ubaidullah Abu Tsabit, telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin sa'd dari Ibnu Syihab dari Ubaid bin Sibaq dari Zaid bin tsabit mengatakan, Abu bakar mengutus seseorang menemuiku karena banyaknya korban yang gugur pada perang Yamamah, ketika itu Abu bakar bersama Umar. Abu Bakar berkata; 'Umar mendatangiku dan mengatakan; 'Korban perang telah meluas pada perang yamamah hingga merenggut qurra` (penghafal) alquran, dan saya khawatir jangan-jangan dengan meninggalnya qurra` alquran di banyak tempat, mengakibatkan sekian banyak ayat quran akan menghilang, dan saya berpendapat jika engkau perintahkan untuk mengumpulkan alquran.' Maka Saya menjawab; 'bagaimana aku lakukan sesuatu yang belum pernah Rasulullah lakukan? ' Umar kontan mengemukakan pendapatnya; 'Demi Allah, ini adalah suatu kebaikan, ' Umar tiada henti-hentinya mendorongku untuk melakukan pekerjaan ini, hingga Allah melapangkan dadaku untuk melakukan pekerjaan yang dada Umar telah lebih dahulu dilapangkan terhadapnya, dan aku sependapat dengan pendapat Umar.' Zaid mengatakan, Abu Bakar berkata; 'Sungguh engkau adalah laki-laki yang masih muda, cerdas, dan kami sama sekali tidak menyangsikan kemampuanmu, sebab engkau sudah terbiasa menulis wahyu untuk Rasulullah. Maka susurilah alquran (yang masih terpencar-pencar) dan kumpulkanlah.' Maka Zaid menjawab; "Demi Allah, sekiranya Abu bakar menugasiku untuk memindahkan sebuah gunung, itu tidak lebih berat bagiku daripada menugasiku untuk menghimpun alquran. Maka aku berkata; 'Bagaimana mungkin anda berdua melakukan sesuatu yang tidak pernah di lakukan Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam? ' Abu Bakar menjawab; 'demi Alllah, pekerjaan ini adalah kebaikan.' Tiada henti-hentinya Abu Bakar memotivasi pertimbanganku hingga Allah melapangkan dadaku untuk melakukan suatu hal yang Allah telah melapangkan dada Abu Bakar dan Umar untuk melakukannya. Dan aku sependapat dengan keduanya, maka kutelusuri alquran yang terpencar-pencar dan kuhimpun dari pelepah, kulit, tembikar, tulang dan dada para penghapal, dan kutemukan di akhir surat at taubah ayat yang berbunyi; 'Telah datang kepada kalian seorang rasul dari jenis kamu sendiri,,,, hingga akhir ayat (QS. Attaubah 128) bersama Khuzaimah atau Abu Khuzaemah, sehingga aku masukkan dalam suratnya. Kemudian shuhuf (manuskrip pencatatan asli alquran) ini berada di Abu Bakar ketika hidupnya sampai Allah mewafatkannya, kemudian keberadaan shuhuf ini pada Umar 'azza wajalla semasa hidupnya sampai Allah mewafatkannya, kemudian pada Hafshah binti Umar.' Muhammad bin Ubaidullah mengatakan; maksud al likhaf ialah tembikar (tanah liat yang dibakar). (Shahih Bukhari: 6654) 

Kafir Kristen pemuja Yesus juga mengatakan, Zaid mengumpulkan tulisan-tulisan Al-Qur’an, dia mendapati sebuah ayat yang hanya dihafal oleh satu orang. Namun, ia tetap memasukkannya ke dalam teks Quran. Dalam Hadits Shahih disebutkan Zaid bin Tsabit kehilangan satu ayat Al-Qur’an yang pernah dia dengar dari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, Kemudian Zaid bin Tsabit mendapatkannya hanya ada pada Khuzaimah bin Tsabit. Dalam Hadits ini dijelaskan Zaid bin Tsabit kehilangan ayat yang pernah dia dengar dari Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam, itu arti Zaid bin Tsabit hafal Al-Qur’an, tuduhan kafir Kristen terbantahkan,

Ayat yang ditemukan Zaid bin Tsabit hanya dimiliki Khuzaimah bin Tsabit, ini maksudnya ayat yang telah tertulis, hanya Khuzaimah bin Tsabit yang menuliskan ayat tersebut. Bukan ayat yang hanya dihafal oleh satu orang, namun sahabat Nabi lainnya tidak menghafalnya. Perhatikan Hadits Shahih berikut: 

Telah bercerita kepada kami Abu Al Yaman telah mengabarkan kepada kami Syu'aib dari Az Zuhriy. Dan diriwayatkan pula, telah bercerita kepada kami Isma'il berkata telah bercerita kepadaku saudaraku dari Sulaiman yang dianggapnya dari Muhammad bin Abi 'Atiq dari Ibnu Syihab dari Khorijah bin Zaid bahwa Zaid bin Tsabit radliallahu 'anhu berkata; "Aku menulis ayat ke dalam shuhuf lalu aku kehilangan satu ayat yang aku pernah dengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam membacanya. Kemudian aku tidak mendapatkannya kecuali ada pada Khuzaimah bin Tsabit, seorang shahabat yang persaksiannya dijadikan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam seperti persaksian dua orang. Ayat dimaksud adalah QS al-Ahzab 23 yang artinya ("Dan diantara Kaum Mu'minin ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah"). (Shahih Bukhari: 2596) 

Segala tuduhan kafir Kristen pemuja Yesus telah saya jawab, dan telah terbukti terpeliharanya Al-Qur’an dengan jalan dihafalkan oleh ribuan sahabat dan kaum Muslimin setelahnya. Berbeda dengan Injil Kristen yang ditulis puluhan hingga ratusan tahun setelah Yesus di angkat ke langit, sehingga Yesus tidak dapat memverifikasi kebenaran isinya. 

Boro-boro dihafalkan, manuskrip Injil Kristen yang lengkap saja baru ada di abad 9 dan setelahnya. Dihafal tidak dan manuskrip lengkap pun baru ada pada abad 9 dan setelahnya, bagaimana kalian menjaganya?

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Sangat Tidak Mungkin Quran Yang Dihafalkan Dipelihara Dengan Akurat"

Post a comment

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik, seperti menjawab atau menyanggah isi postingan. Komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.