Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Jika Saya Masuk Neraka, Siapakah Yang Patut Disalahkan: Allah atau Saya?

Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala adalah pihak yang patut disalahkan ketika seseorang masuk neraka. Mereka mengutip terjemahan ayat Al-Qur’an sebagai dalil pembenar atas tuduhan mereka. Yaitu Al-A'raaf: 179 yang menyatakan Allah Subhanahu wa Ta'ala mengisi neraka jahannam dengan kebanyakan  Jin dan Manusia.  Serta suroh Yunus: 99-100 yang menyatakan Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak menghendaki semua orang beriman dan Allah Subhanahu wa Ta'ala menyatakan tidak seorang pun yang beriman kecuali dengan izin dari-Nya.

Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai. (Al-A'raaf: 179)

Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya? Dan tidak ada seorang pun akan beriman kecuali dengan izin Allah; dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya. (Yunus: 99-100)

Kafir Kristen pemuja Yesus menyalahkan Allah Subhanahu wa Ta'ala ketika seseorang masuk neraka, karena Allah Subhanahu wa Ta'ala menciptakan neraka untuk di isi jin dan manusia. Padahal di ayat lainnya Allah Subhanahu wa Ta'ala juga menjadikan surga sebagai tempat kembali orang-orang beriman dan beramal shaleh. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta'ala yang artinya:

Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang beriman dan mengerjakan amal yang saleh ke dalam surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Di surga itu mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas dan mutiara, dan pakaian mereka adalah sutera. (Al-Hajj: 23)

Ketika sudah kalian ketahui bahwasanya Allah Subhanahu wa Ta'ala menyediakan surga bagi orang-orang beriman yang beramal sholeh, dan menyediakan neraka bagi orang-orang kafir lagi durhaka kepada Tuhannya. Apakah kalian akan memilih beriman dan beramal sholeh sehingga masuk surga ataukah kalian akan tetap menjadi pemuja Yesus sehingga masuk neraka? Apakah masuk akal menyalahkan Allah Subhanahu wa Ta'ala ketika kelak kalian masuk neraka, sementara sewaktu di dunia kalian tidak mau beriman dan memilih tetap kafir dengan jadi pemuja Yesus?

Jika Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak menghendaki semua manusia beriman dan masuk surga, mengapa kalian tidak memilih beriman saja sehingga menjadi salah seorang yang Allah Subhanahu wa Ta'ala kehendaki beriman dan masuk surga? Apakah masuk akal menyalahkan Allah Subhanahu wa Ta'ala ketika kelak kalian masuk neraka, sementara kalian sendiri memilih tetap kafir sehingga menjadi salah seorang yang Allah Subhanahu wa Ta'ala kehendaki tidak beriman dan masuk neraka?

Semua makhluk terjadi atas kehendak dan izin Allah Subhanahu wa Ta'ala. Termasuk jika kalian mau beriman sehingga masuk surga, atau jika kalian tetap kafir sehingga masuk neraka. Jika masuk surga atau masuk nerakanya kalian sama-sama kehendak dan Izin Allah Subhanahu wa Ta'ala, mengapa kalian tidak beriman dan beramal Sholeh saja sehingga kalian akan dikehendaki-Nya masuk surga?

Kalian tidak bisa menyalahkan Allah Subhanahu wa Ta'ala atas kekafiran kalian, itu karena kalian yang diberikan kehendak bebas untuk memilih beriman atau tetap kafir, kalian memilih untuk tetap kafir menjadi pemuja Yesus.

Kafir Kristen pemuja Yesus menyalahkan Allah Subhanahu wa Ta'ala atas kekafiran mereka, perbuatan mereka tersebut hanya mengulang perbuatan orang-orang kafir sebelum mereka. Dan Allah Subhanahu wa Ta'ala mendustakan perbuatan mereka. Perhatikan terjemah ayat Al-Qur’an berikut:

Orang-orang yang mempersekutukan Tuhan, akan mengatakan: "Jika Allah menghendaki, niscaya kami dan bapak-bapak kami tidak mempersekutukan-Nya dan tidak (pula) kami mengharamkan barang sesuatu apapun." Demikian pulalah orang-orang sebelum mereka telah mendustakan (para rasul) sampai mereka merasakan siksaan Kami. Katakanlah: "Adakah kamu mempunyai sesuatu pengetahuan sehingga dapat kamu mengemukakannya kepada Kami?" Kamu tidak mengikuti kecuali persangkaan belaka, dan kamu tidak lain hanyalah berdusta. (Al-An’am: 148)

Kafir Kristen pemuja Yesus menyalahkan Allah Subhanahu wa Ta'ala ketika mereka masuk neraka dengan alasan tidak semua manusia dikehendaki beriman. Padahal ayat-ayat Bible Perjanjian Baru sendiri, menyatakan masuk surga atau masuk neraka sudah ditetapkan Tuhan. Rupanya mereka terlalu sibuk mencari-cari kesalahan Al-Qur’an sampai tidak punya waktu untuk mencari kesalahan kitab mereka sendiri, berikut ini ayat-ayatnya;

Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorang pun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci. (Yohanes 17:12)

Mendengar itu bergembiralah semua orang yang tidak mengenal Allah dan mereka memuliakan firman Tuhan; dan semua orang yang ditentukan Allah untuk hidup yang kekal, menjadi percaya. (Kisah Rasul 13:48)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Jika Saya Masuk Neraka, Siapakah Yang Patut Disalahkan: Allah atau Saya?"

Post a comment

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik, seperti menjawab atau menyanggah isi postingan. Komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.