Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Antara at-Taubah: 31 dan Kebodohan Permanen Kafir Kristen

Kelakuan kafir Kristen dari dulu sama saja. Sebanyak apa pun jawaban kita untuk menjawab tuduhan mereka terhadap Islam, tidak membuat mereka sedikit lebih pintar. Tidak ada bedanya antara sebelum di jawab dan sesudah di jawab. Sama-sama bodohnya.

Lagi-lagi kafir Kristen pemuja Yesus mempermasalahkan at-Taubah: 31. Mereka mengatakan para ulama menutupi kebenaran Al-Qur’an dengan menambahkan kalimat dalam kurung yang kalimat di dalamnya tidak terdapat dalam teks Arabnya.

Ada lagi yang bilang, seandainya at-Taubah: 31 tidak ditafsirkan, semua umat Islam akan murtad. Betapa lucunya kafir Kristen bila mereka membuat lelucon. Seperti gereja tidak pernah menafsirkan ayat-ayat Bible saja.

Mempermasalahkan adanya kalimat dalam kurung di Al-Qur’an, seperti Bible kalian tidak ada kalimat dalam kurungnya saja. Lihatlah Injil Markus pasal 9, ayat 44 dan 46. Dua ayat berisi kalimat dalam kudung.

Dan anehnya, di Injil Markus cetakan yang lebih lama, kedua ayat tersebut kosong. Bible katolik yang diterbitkan oleh LBI cetakan Arnoldus Ende 1987, apa komentarnya tentang kedua ayat ini, "Kedua ayat ini tidak asli dan hanya mengulang ayat 48".

Apakah kalian para kafir Kristen pemuja Yesus dapat menjelaskan hilangnya ayat 44 dan 46 dalam Injil Markus pasal 9, kemudian muncul kalimat dalam kurung di kedua ayat di Injil Kristen terjemahan terbaru?

Kata dalam kurung ditambahkan dalam terjemahan ayat Al-Qur’an, agar orang awam tidak salah dalam memahami Al-Qur’an dari terjemahannya. Para ulama pun tidak asal-asalan dalam menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an.

Dan memang tidak ada yang salah dengan tambahan kalimat dalam kurung yang ada dalam terjemahan surah at-Taubah: 31. Konteks ayat menjelaskan kesesatan orang-orang Kristen. Kesesatan pertama, mereka menjadikan orang alim dan rahib-rahib sebagai Tuhan selain Allah.

Kesesatan Kedua, ada dalam kalimat selanjutnya, “Dan Al-Masih ibnu Maryam”. Para ulama menambahkan kata dalam kurung, “juga mereka mempertuhankan” agar orang awam dapat memahaminya dengan mudah.

Karena menjadikan Al-Masih ibnu Maryam sebagai Tuhan selain Allah disebut sebagai bagian dari kesesatan orang-orang Kristen oleh Allah dalam Al-Qur’an. Yang menyebabkan orang-orang Kristen menjadi kafir yang akan kekal di neraka.

Oleh karena itu penambahan kalimat dalam kurung  “juga mereka mempertuhankan” adalah tepat karena sesuai dengan konteks ayat dalam at-Taubah: 31 yang berisi celaan terhadap orang-orang Kristen.

Tafsiran tersebut juga tidak bertentangan dengan ayat sebelumnya yang menyebut orang Kristen mengikuti ucapan orang-orang kafir. Dan juga tidak bertentangan dengan kalimat di akhir ayat at-Taubah: 31 yang menyeru orang Kristen agar mereka menyembah hanya kepada Allah Yang Esa.

Justru akan terjadi pertentangan yang hebat kalau mengikuti tafsiran ngawur kafir Kristen. Bertentangan dengan ayat sebelumnya yang menyebut orang Kristen mengikuti ucapan orang kafir karena mereka mengatakan Al-Masih putera Allah.

Dan juga Bertentangan dengan kalimat di akhir ayat at-Taubah: 31 yang menyeru orang Kristen agar mereka menyembah hanya kepada Allah Yang Esa. Juga bertentangan dengan banyak ayat Al-Qur’an yang menyatakan Allah Tuhan Yang Esa tidak beranak dan diperanakkan.

Bertentangan dengan ayat Al-Qur’an yang menolak konsep Trinitas. Bertentangan dengan bantahan Al-Masih ibnu Maryam sendiri yang menyatakan bahwa dirinya memerintahkan manusia menyembah dirinya dan bertentangan dengan pernyataan Al-Masih Ibnu Maryam bahwa dirinya hanyalah hamba Allah.

Dan juga bertentangan dengan penegasan Allah dalam Al-Qur’an bahwa orang-orang Kristen telah kafir dan akan kekal di neraka karena mereka menganggap Allah punya anak. Dan karena mereka menjadikan Al-Masih ibnu Maryam sebagai sesembahan selain Allah.

Kafir Kristen yang hanya mengutip satu terjemahan ayat Al-Qur’an, itu pun kalimat tertentu saja yang jadi perhatian. Sementara kalimat terakhir yang mengajak untuk menyembah hanya kepada Allah Yang Esa dengan sengaja mereka abaikan.

Jika benar At-Taubah ayat 31 menyatakan Tuhan itu Allah dan Al-Masih ibnu Maryam, mengapa di akhir ayat hanya ada perintah untuk menyembah kepada Allah, dan tidak ada perintah menyembah kepada Al-Masih ibnu Maryam?!

Kalau kita yang Muslim mengutip ayat Bible sepotong-sepotong kafir Kristen menyuruh kita jangan cuma membaca satu ayat, tetapi harus satu periskop. Tapi kalau mereka mengutip terjemahan ayat Al-Qur'an, cuma satu ayat yang mereka kutip dan itu pun hanya kalimat tertentu dalam ayat itu yang menjadi fokus utama. Itu kebodohan yang dipamerkan.

Kafir Kristen pemuja Yesus mempermasalahkan keberadaan kalimat dalam kurung tanpa mampu membantah tafsiran para ulama di at-Taubah: 31. Bantahlah tafsiran para ulama di ayat tersebut dan tunjukkan kesalahannya di mana, kalau kalian benar-benar orang-orang berakal.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Antara at-Taubah: 31 dan Kebodohan Permanen Kafir Kristen"

Post a comment

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik, seperti menjawab atau menyanggah isi postingan. Komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.