Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Pernyataan Nabi Islam Tentang Wanita Pembawa Malapetaka

Di zaman modern saat ini kita masih bisa menemukan adanya orang tua yang masih membedakan antara anak pria dan anak wanita. Saya bersyukur lahir di tengah-tengah keluarga yang tidak membedakan anak pria dan anak wanita. Pantaskah wanita dianggap sebagai beban, pembawa malapetaka dan pertanda buruk, seperti pernyataan nabi Islam tentang wanita? Bagaimana kebenaran firman Allah berkata tentang wanita? Orang Kristen maupun Islam penting mengetahuinya. Agar dapat memperlakukan wanita, terutama isteri sesuai dengan perintah Allah.

Pernyataan Nabi Islam Tentang Wanita

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Perhatikanlah tiga hadith berikut, yang diucapkan oleh nabi Islam: (1) Nabi berkata, tidak ditinggalkan malapetaka yang dapat merugikan kaum pria kecuali wanita (Tirmzi 2.286). (2) Jika ada pertanda buruk itulah kuda, wanita dan rumah (Bukhari 7.62.32). (3) Nabi berkata, tidak ditinggalkan penderitaan yang lebih merugikan kaum pria daripada wanita (Bukhari 7.62.33).

Mengapa nabi Islam berkata sedemikian rupa mengenai wanita. Mungkinkah ada masalah dalam rumah tangganya, misalnya pertengkaran antara sesama isterinya? Kita tahu, bila terjadi pertengkaran, baik suami maupun isteri sering mengeluh.

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan bahwa Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam menganggap wanita sebagai pembawa malapetaka. Kafir Kristen pemuja Yesus menulis tiga kalimat yang mereka sebut sebagai Hadits Nabi:

1. Nabi berkata, tidak ditinggalkan malapetaka yang dapat merugikan kaum pria kecuali wanita (Tirmzi 2.286).

2. Jika ada pertanda buruk itulah kuda, wanita dan rumah (Bukhari 7.62.32).

3. Nabi berkata, tidak ditinggalkan penderitaan yang lebih merugikan kaum pria daripada wanita (Bukhari 7.62.33)

Untuk nomor 1 dan 3, walaupun keduanya mereka sebut berasal dari Hadits Sunan Tirmidzi dan Shahih Bukhari, namun saya tidak dapat menemukan kalimat serupa pada kitab Sunan Tirmidzi dan Kitab Shahih Bukhari. Namun kalimat yang mirip dengan nomor 2, memang ada dalam kitab Shahih Bukhari. Hadits tersebut dapat Anda baca di bawah ini:

Telah menceritakan kepada kami Abudllah bin Yusuf Telah mengabarkan kepada kami Malik dari Abu Hazim dari Sahl bin Sa'dari bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sekiranya kesialan itu ada pada sesuatu, maka niscaya akan terdapat kuda, wanita dan rumah." (Shahih Bukhari: 4705)

Hadits lainnya yang semakna,

Telah bercerita kepada kami Abu Al Yaman telah mengabarkan kepada kami Syu'aib dari Az Zuhriy berkata telah bercerita kepadaku Salim bin 'Abdullah bahwa Abdullah bin 'Umar radliallahu 'anhuma berkata aku mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda; "Sesungguhnya kesialan ada pada tiga hal, pada kuda, wanita dan tempat tinggal". (Shahih Bukhari: 2646)

Imam al-Baghowi rahimahullah mengomentari Hadits di atas: “Ini adalah petunjuk Nabi shallalllahu ‘alaihi wa sallam bagi yang memiliki rumah, istri, atau kuda yang tidak menyenangkannya agar dia berpisah darinya. Kalau rumah maka dengan pindah darinya, kalau istri maka dengan menceraikannya, kalau kuda (kendaraan) maka dengan menjualnya. Dan semua ini tidaklah termasuk thiyaroh yang terlarang.”

Para ulama menyebutkan bahwa tanda kesialan pada rumah yaitu sempitnya, tetangga yang jelek, sering kena musibah (pencurian, misalnya), jauhnya dari masjid sehingga tak mendengar adzan, dan sebagainya. Tanda kesialan istri yaitu dengan kemandulannya, jelek akhlaknya, selingkuh, dan sebagainya. Adapun tanda kesialan pada kuda adalah sulit ditumpangi, lambat jalannya, dan sebagainya.

Kesialan pada Hadits tersebut muncul karena adanya sifat yang tercela, bukan kesialan terlarang yang biasanya muncul karena sebab yang tidak jelas. Misalnya setelah menikah usaha menjadi bangkrut, kemudian menganggap Istri sebagai pembawa sial. Itu jelas perbuatan syirik, karena istri tidak memiliki hubungan sebab akibat dengan bangkrutnya usaha.

Adapun kenapa dikhususkan tiga hal tersebut saja? Jawabannya adalah karena tiga hal itu kebutuhan primer seorang yang selalu berkaitan dengan manusia yaitu rumah, istri, dan kendaraan. Dalam Hadits disebutkan istri adalah salah satu kesialan, itu bagi laki-laki. Bagi wanita kesialan itu suami, selain rumah dan kuda.

Firman Allah: Isteri Adalah Keuntungan

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Berbeda dengan pendapat nabi Islam tentang wanita. Lihatlah yang Kitab Allah katakan mengenai seorang isteri: “Orang yang mendapat istri, mendapat keuntungan; istri adalah karunia dari Tuhan. . . . isteri yang berakal budi adalah karunia Tuhan” (Kitab Amsal 18:22, 19:14).

Menurut Kitab Allah, wanita terlebih isteri bukan pertanda buruk, penderitaan atau malapetaka.  Sebaliknya dia adalah karunia, hadiah dari Tuhan!

Jawaban Saya: Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam tidak pernah mengatakan istri sebagai pertanda buruk, penderitaan atau malapetaka. Hadits tersebut sama sekali tidak bermaksud menganggap rumah, wanita, dan kuda sebagai sumber kesialan secara mutlak. Jika tidak ada tanda-tanda kesialan yang sudah disebutkan tadi, maka rumah, wanita atau laki-laki dan kuda, tidak membawa kesialan pada seseorang.

Jika benar Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam menganggap wanita sebagai pembawa malapetaka, apakah mungkin beliau menganggap wanita shalihah sebagai perhiasan yang keindahannya mengalahkan dunia? Apakah Yesus pernah berkata seperti Hadits di bawah ini? Di mana dan tunjukkan pada saya?!

Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Abdullah bin Numair Al Hamdani telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Yazid telah menceritakan kepada kami Haiwah telah mengabarkan kepadaku Syurahbil bin Syarik bahwa dia pernah mendengar Abu Abdurrahman Al Hubuli telah bercerita dari Abdullah bin 'Amru bahwasannya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah." (Shahih Muslim: 2668)

Baca kembali Amsal 19:14. Ayat Bible Perjanjian Lama tersebut juga tidak menganggap wanita atau istri sebagai karunia Tuhan secara mutlak. Wanita atau Istri baru dapat disebut karunia Tuhan jika dia berakal budi. Itu artinya kalau istri tidak memiliki akal budi maka dia tidak dapat disebut karunia Tuhan. Seperti jika si istri bersundal, dia bukan hanya menjadi kesialan bagi suaminya, tetapi juga menodai semua orang Israel. Baca Ulangan 22:21.

Isa Al-Masih Mengasihi Pria dan Wanita

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Dalam Kitab-Nya Allah berkata, “Namun demikian, dalam Tuhan tidak ada perempuan tanpa laki-laki dan tidak ada laki-laki tanpa perempuan” (Injil, Surat 1 Korintus 11:11). Demikian juga halnya dengan keselamatan sorgawi, pria dan wanita mempunyai hak yang sama.  Jelas pernyataan nabi Islam tentang wanita itu keliru.

Sebagaimana Isa Al-Masih berkata, “Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka [pria dan wanita] dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:28).

Saya Jawab: Korintus itu surat kiriman Paulus kepada orang-orang Korintus, sama sekali bukan kitab Allah atau firman Tuhan. Mudah sekali kafir Kristen pemuja Yesus menyebut segala surat menyurat Paulus sebagai Kitab Allah, sungguh memalukan! Kalau cuma memberi keselamatan kepada pria dan wanita, Islam juga ada. Perhatikan ayatnya:

 Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin, lelaki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di surga 'Adn. Dan keridhaan Allah adalah lebih besar; itu adalah keberuntungan yang besar. (At-Taubah: 72)  


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pernyataan Nabi Islam Tentang Wanita Pembawa Malapetaka"

Post a comment

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik, seperti menjawab atau menyanggah isi postingan. Komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.