Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Muhammad, Idola Setiap Wanita Muslim


Suatu saat saya bertanya kepada teman saya seorang Muslim, “Apa sich ciri-ciri suami yang kamu inginkan?” Dia menjawab, “Ciri fisiknya sich standar, yang paling penting sifatnya baik dan mulia, seperti Nabi Muhammad, idolaku.”

Ini adalah gambaran atau contoh konkret bagaimana wanita Muslim mengidolakan Nabi Islam. Mereka meyakini sepenuhnya dia bermoral baik dan mulia. Siapakah idola setiap wanita Muslim sebaiknya?

idola

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Sebaiknya Kita Mengidolakan Nabi Islam? Memang, ada beberapa contoh dimana Nabi Islam sangat baik. Dia mengasihi anak yatim dan membela umat-Nya. Namun, terdapat juga beberapa kisah yang membuat kita bertanya apakah sebaiknya mengidolakan Nabi Islam.

Ada cerita tentang “Ka’b ibn Ashraf dan Abu Rafi,” pria berusia 120tahun yang memberi peringatan kepada penduduk Medinah, agar tidak menerima ajaran Nabi Islam. Lalu apa yang terjadi?

Nabi Islam membunuh pria tua itu. “. . . nabi membunuh para pria yang melawan, membantai anak-anak keturunan mereka dan mengumpulkan para perempuan menjadi tawanan” (Bukhari V.5 B.59 N.512).

Ada sebuah kisah lain dalam Al-Quran. Yaitu bagaimana nabi mengatur sedemikian rupa agar dapat menikahi istri anak angkatnya.

Awalnya, Muhammad tidak menyetujui perceraian Zaid (anak angkatnya) dengan istrinya. Tetapi akhirnya dia menyetujui perceraian tersebut dengan dalih bahwa Allah-lah yang menyuruhnya. “. . . Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya (menceraikannya), Kami kawinlah kamu dengan dia (Zainab) supaya tidak ada keberatan bagi orang Mukmin untuk (mengawini) istri-istri anak-anak angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya daripada istrinya . . .” (Qs 33:37).

Apakah Anda ingin menikah dengan orang yang punya ciri-ciri demikian? Silakan menjawab di sini.

Tentu menjadi satu pemikiran bagi kita, khususnya wanita. Bukankah sang idola seharusnya memiliki sifat yang mengasihi semua orang dan memiliki hati mulia?

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus bermaksud membuktikan kepada umat Islam, bahwa Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam tidaklah tepat untuk dijadikan idola bagi Muslimah. Jika ingin benar-benar membuktikan Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam bukan idola yang baik bagi Muslimah, seharusnya Kafir Kristen pemuja Yesus lebih banyak mengutip Hadits mengenai perlakuan Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam  terhadap istri-istri Beliau. Bukan dengan mengulang tuduhan-tuduhan yang tidak ada sangkut pautnya dengan wanita. Saya tahu maksud Kafir Kristen pemuja Yesus melakukannya. Karena jika yang dijadikan contoh adalah perbuatan Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam terhadap istri-istri Beliau, maka mereka tidak akan dapat membandingkannya dengan perbuatan Yesus yang sama sekali belum menikah.

Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam memang tepat menjadi figur idola wanita Muslim dalam mencari pendamping hidup. Itu tidak lain karena akhlak Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam terhadap istri-istri Beliau. Akhlak Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam terhadap istri-istrinya tersebut tidak akan dapat Anda jumpai pada diri Yesus. Perhatikan contoh akhlak Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam terhadap istri-istrinya berikut ini;

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam tidak pernah sekalipun memukul pembantunya dan tidak pula isterinya.

Telah menceritakan kepada kami Abu Muawiyah dia berkata; telah menceritakan kepada kami Hisyam bin Urwah dari ayahnya dari Aisyah berkata; "Saya tidak pernah melihat sama sekali Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam memukul pembantunya dan tidak pula isterinya. Dan, beliau tidak pernah memukul sesuatu dengan tangannya sama sekali kecuali ketika beliau berjihad di jalan Allah. (Musnad Ahmad: 24734) 

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam tidak pernah sekalipun mencela makanan yang disediakan oleh istrinya. Jika suka suatu makanan Beliau akan memakannya dan jika tidak suka Beliau tidak akan memakannya.

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya, Zuhair bin Harb dan Ishaq bin Ibrahim, Zuhair berkata; Telah menceritakan kepada kami dan yang lainnya berkata; 'Telah mengabarkan kepada kami Jarir dari Al A'masy dari Abu Hazim dari Abu Hurairah dia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sama sekali tidak pernah mencela makanan apapun. Apabila beliau menyukai suatu makanan, maka beliau memakannya, dan apabila beliau tidak menyukainya maka dibiarkannya saja." (Shahih Muslim: 3844)

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam juga seorang yang tidak segan membantu pekerjaan istri-istrinya.

Telah menceritakan kepada kami Hafsh bin Umar telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Al Hakam dari Ibrahim dari Al Aswad dia berkata; saya bertanya kepada Aisyah "Apakah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah ikut membantu pekerjaan rumah isterinya?" Aisyah menjawab; "Beliau suka membantu pekerjaan rumah isterinya, apabila tiba waktu shalat, maka beliau beranjak untuk melaksanakan shalat." (Shahih Bukhari: 5579)

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam juga pribadi yang sangat sabar terhadap istrinya. Pernah suatu ketika Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam berada di rumah salah satu istrinya, kemudian istri Beliau yang lain mengirim seorang utusan membawa nampan makanan. Mengetahui istri Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam yang lain mengirimkan makanan, dia memukul tangan Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam sehingga nampan tersebut jatuh dan pecah. Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam tidak marah.

Telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna telah menceritakan kepada kami Khalid telah menceritakan kepada kami Humaid telah menceritakan kepada kami Anas, dia berkata; "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah berada pada salah satu Ummul mukminin, kemudian ummul mukminin yang lain mengirimkan nampan yang berisi makanan. Kemudian dia memukul tangan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sehingga nampan tersebut terjatuh dan pecah. Lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengambil dua pecahan tersebut dan menggabungkan satu dengan yang lainnya. Kemudian beliau mengumpulkan makanan yang ada dalamnya dan bersabda: "Ibu kalian telah cemburu, makanlah, makanlah." Kemudian beliau memegang hingga ummul mukminin datang membawa nampan yang ada di rumahnya. Kemudian beliau menyerahkan nampan yang baik kepada seorang utusan dan meninggalkan nampan yang pecah di rumah isteri beliau yang memecahkannya." (Sunan Nasa’i: 3893)

Demikianlah sebagian dari akhlak Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam terhadap istri-istrinya. Yang setiap Muslimah sangat berharap memiliki suami yang mempunyai akhlak sebagaimana yang dimiliki oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam tersebut. Saya tidak perlu bertanya bagaimana akhlak Yesus terhadap istrinya, karena beliau memang tidak pernah menikah.

Tentang pembunuhan Ka’b ibn Ashraf dan Abu Rafi adalah tuduhan lama yang sudah pernah saya jawab. Mereka dibunuh bukan hanya karena tidak mau beriman. Mereka dibunuh karena menyakiti Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam dengan menolok-olok dan menghina Beliau. Tuduhan ini sudah lama saya jawab dan Anda masih dapat membaca penjelasan saya dengan membuka link yang ada.

Bukan hanya Islam saja yang memandang penghinaan terhadap seorang Nabi adalah dosa besar dan pelakunya dapat di hukum mati. Bible Perjanjian Lama pun menganggap penghinaan terhadap seorang Nabi adalah dosa besar dan pelakunya akan dibunuh. Disebutkan dalam Bible Perjanjian Lama bahwa Nabi Elisa yang sedang naik gunung di hina oleh anak-anak dengan menyebutnya botak. Nabi Elisa menoleh ke belakang, kemudian mengutuk anak-anak yang menghinanya tersebut.  Kemudian keluarlah dua beruang dari hutan mencabik-cabik anak-anak yang menghina Nabi Elisa. Kisahnya dapat Anda baca pada ayat di bawah ini;

Elisa pergi dari sana ke Betel. Dan sedang ia mendaki, maka keluarlah anak-anak dari kota itu, lalu mencemoohkan dia serta berseru kepadanya: "Naiklah botak, naiklah botak!"  Lalu berpalinglah ia ke belakang, dan ketika ia melihat mereka, dikutuknyalah mereka demi nama TUHAN. Maka keluarlah dua ekor beruang dari hutan, lalu mencabik-cabik dari mereka empat puluh dua orang anak. (2 Raja-Raja 2:23-24)

Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan bahwa dalam perang Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam membunuh pria tua dan anak-anak keturunan mereka. Itu dusta. Saya sudah memeriksa Shahih Bukhari dan tidak menemukan satu pun isi Hadits yang semacam itu. Yang ada adalah riwayat mengenai perang Khaibar, di mana Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam membunuh para pasukan perang dan menawan anak-anak mereka. Jadi tidak benar Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam membunuh pria tua dan membantai anak-anak mereka. Perhatikan Hadits berikut;

Telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Harb telah menceritakan kepada kami Hammad bin Zaid dari Tsabit dari Anas bin Malik radliallahu 'anhu berkata; bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah melaksanakan shalat Shubuh dekat Khaibar ketika hari masih gelap, kemudian bersabda: "Allahu Akbar, hancurlah Khoibar. Sesungguhnya kami apabila mendatangi perkampungan suatu kaum, (maka amat buruklah pagi hari yang dialami orang-orang yang diperingatkan tersebut)." QS Ash Shaffat; 177. Ketika penduduk Khaibar keluar dan berjalan dalam kegelapan. Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam membunuh para pasukan mereka dan menawan anak-anak mereka. Dan diantara tawanan tersebut terdapat seorang wanita bernama Shafiyah, semula ia tawanan milik Dihyah Al Kalbi lalu diberikan kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, kemudian beliau menikahinya dan menjadikan pembebasannya sebagai mahar pernikahannya." Abdul 'Aziz berkata kepada Tsabit: "Wahai Abu Muhammad, apakah kamu pernah bertanya kepada Anas, "Apa yang beliau jadikan maharnya?". Maka Tsabit menganggukkan kepalanya tanda membenarkan. (Shahih Bukhari: 3879)

Ditambah adanya sabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam yang melarang membunuh wanita dan anak-anak di dalam peperangan, menjadi bukti kepalsuan Hadits yang dikutip kafir Kristen pemuja Yesus. Perhatikan Hadits Shahih di bawah ini;

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Waki' bin Al Jarrah dari Sufyan. (dalam riwayat lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim telah mengabarkan kepada kami Yahya bin Adam telah menceritakan kepada kami Sufyan dia berkata; dan dia telah mendikte kami. (dalam riwayat lain disebutkan) Telah menceritakan kepadaku Abdullah bin Hasyim sedangkan lafadznya dari dia. Telah menceritakan kepadaku Abdurrahman bin Mahdi telah menceritakan kepada kami Sufyan dari 'Alqamah bin Martsad dari Sulaiman bin Buraidah dari ayahnya dia berkata, "Apabila Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengangkat seorang panglima atau komandan pasukan perang, beliau selalu mewasiatkan untuk selalu bertakwa kepada Allah, kemudian beliau bersabda: "Berperanglah dengan nama Allah untuk menegakkan di jalan Allah, perangilah orang-orang yang kafir kepada Allah, berperanglah kalian dan janganlah kalian menipu (dalam harta rampasan), jangan kalian mengkhianati janji, jangan membunuh seseorang dengan cara yang kejam, dan janganlah membunuh anak-anak...(Shahih Muslim: 3261)  

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Bisyr dan Abu Usamah keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Ubaidullah bin Umar dari Nafi' dari Ibnu Umar dia berkata, "Seorang wanita didapati telah terbunuh di suatu peperangan, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang untuk membunuh wanita dan anak-anak." (Shahih Muslim: 3280)

Kafir Kristen pemuja Yesus juga kembali mengulang tuduhannya terhadap Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam yang mereka katakan mengingini istri anak angkatnya yang bernama Zainab. Tuduhan ini sudah lama saya jawab dan Anda masih dapat membaca penjelasan saya dengan membuka link yang ada.

Siapakah Idola Sejati?

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Idola sejati adalah pribadi mulia, suci, menjadi suri tauladan dalam cinta kasih bagi semua orang. Tanpa memandang teman dan musuh.

Kitab Allah bersaksi bahwa Isa Al-Masih mengasihi semua orang. Termasuk wanita yang terkenal sebagai seorang berdosa (Injil, Rasul Lukas 7:37).

Bahkan karena kasih-Nya Ia rela mati di kayu salib menjadi korban tebusan bagi dosa umat manusia. Demikian Ia menyediakan jalan keselamatan yang kekal di sorga.

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia [Isa Al-Masih] telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal [kata kiasan untuk Kalimat Allah], supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:16).

Isa Al-Masih telah berkorban demi kasih-Nya kepada manusia. Seyogyanya para suami mencontoh teladan Isa: rela berkorban demi orang yang dikasihinya. “Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya” (Injil, Surat Efesus 5:25).

Jawaban Saya: Idola sejati seharusnya bukan hanya pribadi yang suci dan mulia, tetapi juga pribadi yang yang dapat menjadi teladan dan contoh konkret dalam hidup berumah tangga. Yesus mungkin pribadi “suci” dan mulia, tetapi dia bukan sosok yang dapat menjadi teladan dan contoh dalam berumah tangga. Karena hidup membujang, Yesus sama sekali tidak dapat dijadikan idola bagi kaum wanita. Yesus memang mengajarkan berbuat kasih, tetapi itu sifatnya umum, tidak spesifik sebagaimana pergaulan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam  terhadap istri-istrinya. Apalagi dengan menjadikan Yesus sebagai idola akan membuat seseorang kekal hidup di neraka. Karena dengan menjadikan Yesus sebagai idola, berarti seseorang juga harus menjadikan Yesus sebagai Tuhan dan anak Tuhan, serta menyembah kepadanya sebagaimana yang gereja ajarkan.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Muhammad, Idola Setiap Wanita Muslim"

Post a Comment

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik, seperti menjawab atau menyanggah isi postingan. Komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.