Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Apakah Allah Akan Mengampuni Semua Dosa Muslim Pada Bulan Ramadhan?


Bagi Muslim, Ramadhan dan Idul Fitri adalah hari yang istimewa. Bagi umat Nasrani, satu minggu yang sangat istimewa adalah kematian dan kebangkitan Isa Al-Masih. Di tahun 2019, Ramadhan mulai dua minggu setelah kebangkitan Isa. Mungkin orang beragama belum tahu, tetapi ada kesamaan di antara kedua hari raya ini. Terutama fokusnya kepada pengampunan dosa. Apakah Allah akan mengampuni semua dosa Anda di bulan Ramadhan ini?

Apakah Berpuasa Selama Ramadhan akan Mengampuni Dosa?

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Banyak ulama Islam mengajarkan bulan Ramadhan adalah bulan penuh ampunan. Dan ada beberapa amalan yang bisa dianggap “penghapus dosa.” Seperti:
  • Sholat lima waktu sehari
  • Menjalankan puasa sepanjang bulan
  • Zakat fitrah
  • Membaca Al-Quran
  • Lailatul Qadar
  • Sering berwudhu

Kebanyakan ajaran ini dalam Hadits. Misalkan, “Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah maka dosanya di masa lalu akan diampuni”(HR. Bukhari no. 38 dan Muslim no. 760). Masalahnya, adakah jaminan bahwa Allah akan mengampuni semua dosa di masa lalu, masa kini, dan masa depan? Mengapa masih banyak orang Muslim takut akan masuk neraka?

Jawaban Saya: Ada banyak sekali dalil yang menyatakan puasa Ramadhan apabila dikerjakan dengan ikhlas karena iman dan mengharap pahala akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Salah satunya yang sudah dikutip kafir Kristen pemuja Yesus di atas. Kafir Kristen pemuja Yesus kemudian bertanya, apakah puasa Ramadhan yang dilakukan umat Islam dapat menghapus dosa di masa lalu, masa kini dan masa depan? Iya, puasa Ramdhan dapat menghapus dosa masa kini dan masa depan. Dosa masa lalu dan dosa masa kini dapat terhapus dengan puasa Ramadhan. Dalilnya adalah keumuman Hadits yang telah dikutip kafir Kristen pemuja Yesus di atas. Sementara untuk dosa-dosa masa depan, puasa Ramadhan menjadi salah satu amal Shaleh yang dengannya Allah Subhanahu wa Ta'ala akan menghapus dosa-dosa masa depan, selama orang tersebut menjauhi dosa-dosa besar. Perhatikan Hadits Shahih berikut;

Telah menceritakan kepada kami Abu ath-Thahir dan Harun bin Sa'id al-Aili keduanya berkata, telah mengabarkan kepada kami Ibnu Wahab dari Abu Shakhr bahwa Umar bin Ishaq mantan budak Zaidah, telah menceritakan kepadanya, dari bapaknya dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Shalat lima waktu dan shalat Jum'at ke Jum'at berikutnya, dan Ramadlan ke Ramadlan berikutnya adalah penghapus untuk dosa antara keduanya apabila dia menjauhi dosa besar." (Shahih Muslim: 344)

Menurut Hadits Shahih di atas, puasa Ramadhan menjadi salah satu amalan yang dapat menghapus dosa orang yang mengamalkannya sampai puasa Ramadhan berikutnya, selama orang tersebut menghindarkan diri dari dosa-dosa besar. Umat Islam takut akan masuk neraka bukan karena ragu terhadap janji-janji Allah Subhanahu wa Ta'ala yang akan memasukkan orang-orang beriman dan beramal Shaleh. Bukan pula meragukan sabda Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam dalam banyak Hadits Shahih yang mengabarkan umat Islam akan menjadi mayoritas penghuni surga.

Umat Islam masih takut masuk neraka karena untuk masuk surga juga tergantung sepenuhnya bagaimana cara Muslim menjalani hidup, bukan hanya berbekal iman. itulah sebabnya umat Islam selalu berdoa dalam Shalatnya, agar Allah Subhanahu wa Ta'ala selalu memberikannya taufik. Rasa takut seorang Muslim kepada neraka, akan membuatnya sangat berhati-hati dalam menjalani hidup. Jangan sampai dia berbuat sesuatu yang akan menggugurkan iman dan amal shalehnya hingga kelak akan merugi di akhirat. Dan pada akhirnya, ketakutan seorang Muslim kepada neraka benar-benar akan membawanya masuk surga. Bagaimana pun kami lebih suka menjadi seorang Muslim walaupun tidak pasti masuk surga, dari pada menjadi seorang pemuja Yesus yang Allah SWT sudah memastikan mereka pasti masuk neraka (Al Maa'idah: 17,73,74).

Bagaimana Dengan Paskah (Kematian Isa Al-Masih)?

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Ketika merayakan hari kematian dan kebangkitan Isa Al-Masih, umat Nasrani juga memikirkan dosa-dosa mereka. Mereka percaya bahwa Isa Al-Masih wafat di kayu salib lalu bangkit tiga hari kemudian. Mengapa mereka percaya demikian? Karena kebenaran itu sesuai dengan sejarah dan Wahyu Allah.

“. . . Yesus [Isa Al-Masih] berseru dengan suara nyaring: ‘Ya Bapa [Allah], ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.’ Dan sesudah berkata demikian Iamenyerahkan nyawa-Nya . . . Adalah seorang yang bernama Yusuf . . . Ia pergi menghadap Pilatus dan meminta mayat Yesus [Isa Al-Masih] (Injil, Rasul Lukas 23:46, 50, 52).

“. . . Mengapa kamu mencari Dia yang hidup [Isa Al-Masih] . . . Ia [Isa Al-Masih] tidak ada di sini, Ia telah bangkit” (Injil, Rasul Lukas 24:5, 6).

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus percaya bahwa Yesus wafat di kayu salib lalu bangkit tiga hari kemudian. Mereka percaya demikian karena menurut mereka sesuai dengan sejarah dan wahyu Allah.  Padahal informasi matinya Yesus di kayu salib dan bangkitnya dia setelah tiga hari bersumber dari Injil Kristen, sementara Injil Kristen bukanlah wahyu Allah. Orang-orang Kristen yang hidup di awal-awal kekristenan sekalipun tidak pernah menganggap Injil Kristen sebagai wahyu Allah atau firman Allah. Mereka menganggap Injil Kristen tidak lebih dari cerita rakyat. Faktanya Injil Kristen memang bukan wahyu Allah atau firman Allah. Injil Kristen bukan ditulis berdasarkan wahyu Allah kepada seseorang (Lukas 1:3). Injil Kristen hanyalah kumpulan kesaksian-kesaksian dari banyak orang mengenai perjalanan Yesus dalam menyampaikan firman Tuhan. Karena penulisan Injil Kristen bersumber dari kesaksian-kesaksian manusia yang tidak lepas dari kesalahan, maka sangat keliru jika Injil Kristen masih dijadikan sumber kebenaran.

Yang benar Nabi Isa 'Alaihis Salam atau Yesus tidak mati dibunuh dan tidak disalibkan. Beliau telah Allah Subhanahu wa Ta'ala selamatkan dengan diserupakan dengan orang lain ketika orang-orang Yahudi hendak membunuhnya (An Nisaa': 157). Oleh karena Nabi Isa 'Alaihis Salam atau Yesus tidak mati disalib, tentu tidak ada pula kebangkitan setelah tiga hari. Dan tidak ada pula penebusan dosa dengan sebab mempercayai kematian Yesus dikayu salib dan kebangkitannya. Itu artinya hari raya Idul Fitri dan Paskah tidak ada kesamaannya. Idul Fitri dirayakan umat Islam setelah Allah Subhanahu wa Ta'ala mengampuni semua dosa sebab berpuasa Ramadhan. Sementara itu Paskah dirayakan sebagai hari kematian Yesus, padahal Yesus tidak mati di hari itu. Dan tidak ada pula pengampunan dosa di hari itu.

Bisakah Kita Yakin Allah Akan Mengampuni Semua Dosa?

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Kitab Allah mengajarkan Allah akan mengampuni semua dosa jika seseorang mempercayai Isa Al-Masih. Setiap dosa di masa lalu, masa kini dan masa depan. Sebenarnya ada 10 hal yang Allah sudah lakukan dengan dosa setiap orang yang telah menjadi pengikut Isa.

  1. Allah telah mengampuni dosa kita
  2. Allah telah menyucikan kita dari segala kejahatan
  3. Allah telah menutupi segala dosa kita
  4. Allah telah melemparkan segala dosa jauh dari hadapan-Nya
  5. Allah telah memaafkan pelanggaran kita dari sisa-sisa milik-Nya sendiri
  6. Allah telah menginjak dosa kita
  7. Allah telah melemparkan segala dosa kita ke dalam tubir-tubir laut
  8. Allah telah menghapus segala dosa
  9. Allah telah menyembunyikan wajah-Nya terhadap dosa kita
  10. Allah tidak mengingat-ingat dosa kita

Bagaimana Allah dapat menghapus semua dosa kita? Karena Allah telah menghukum Isa Al-Masih atas setiap dosa Anda. Jadi, Anda bisa memiliki pengampunan atas semua dosa sebelum bulan Ramadhan ini!

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan bahwa Allah akan mengampuni semua dosa jika seseorang mempercayai Yesus. Memang benar. Dalam Injil Kristen, apabila Yesus mengetahui seseorang beriman kepadanya dia akan berkata; “dosamu sudah diampuni”. Ini terjadi bukan sekali tetapi sering kali. Tetapi iman kepada Yesus dikala itu tidaklah sama dengan imannya orang-orang kafir Kristen kepada Yesus di zaman ini. Orang-orang Israel dikatakan beriman ketika mereka percaya bahwa Yesus adalah seorang Nabi utusan Allah Yang Esa. Sementara iman kepada Yesus di zaman ini berarti percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan juru selamat.

Dan orang banyak itu menyahut: "Inilah nabi Yesus dari Nazaret di Galilea." (Matius 21:11)

Kafir Kristen pemuja Yesus merasa dosanya diampuni dengan sebab percaya kepada Yesus. Dasarnya memang jelas ada dalam Bible Perjanjian Baru, namun mereka tidak sanggup memahaminya. Kafir Kristen pemuja Yesus tidak tahu jika hakikat iman orang-orang Israel di zaman Yesus tidak sama dengan hakikat iman yang ada pada diri mereka. Orang-orang Israel memperoleh pengampunan dosa karena iman mereka yang lurus kepada Yesus. Kafir Kristen pemuja Yesus tidak akan memperoleh pengampunan dosa karena iman mereka kepada Yesus telah menyimpang, tidak sama dengan imannya orang-orang Israel yang disebut Yesus dosanya telah di ampuni. Jika percaya kepada Yesus tidak dapat memperoleh pengampunan dosa, mengapa masih berpikir untuk percaya kepada Yesus?

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Apakah Allah Akan Mengampuni Semua Dosa Muslim Pada Bulan Ramadhan?"

Post a Comment

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik, seperti menjawab atau menyanggah isi postingan. Komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.