Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Muslim, Warga Negara Yang Bertoleransi

Kasus yang mengatasnamakan agama semakin merobek toleransi di Indonesia. Apa yang menjadi standar toleransi umat Muslim di Indonesia dalam ajaran Al-Quran? Bagaimana seharusnya kehidupan toleransi umat Muslim di Indonesia yang beragama?

Toleransi Dalam Perbedaan

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Kita harus bangga sebagai bangsa Indonesia. Indonesia adalah bangsa yang besar. Beberapa tahun belakangan ini, terjadi kasus yang mengatasnamakan agama. Hal ini sangatlah merugikan semua pihak. Mayoritas maupun minoritas. Kasus Ahok, pembubaran paksa ibadah Natal di Bandung, kasus Meiliana, parade murid TK memakai niqab sambil membawa senjata mainan, dan kasus lainnya.

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus menyoal toleransi umat Islam Indonesia. Mereka menyebut beberapa contoh yang di anggap merobek toleransi di Indonesia. Di antaranya kasus Ahok, pembubaran paksa ibadah Natal di Bandung, kasus Meiliana, dan parade murid TK bercadar yang membaca senjata mainan.

Kafir Kristen pemuja Yesus rupanya masih belum mau move on dengan si mulut comberan Ahok. Sudah kalah di Pilkada Jakarta, di penjara pula. Mungkin ini cara mereka menghibur diri. Ahok di penjara akibat dari tidak mampunya dia menjaga mulutnya. Dalam pidatonya di hadapan warga Kepulauan Seribu, Ahok mengatakan agar warga jangan mau di bohongi pakai Surat Al Maidah ayat 51 untuk tidak memilih dirinya. Pidato Ahok tersebut tersebar di internet dan menyinggung hati banyak umat Islam. Ahok dilaporkan ke polisi dan di putus bersalah oleh majelis hakim. Pihak yang dapat disebut intoleran dalam kasus ini adalah Ahok, bukan umat Islam. Jika Ahok tidak mengatakan Surat Al-Maidah ayat 51 sebagai alat kebohongan, maka tidak akan ada umat Islam yang merasa tersinggung dan melaporkannya ke polisi. Siapa pun yang mengutip Surat Al-Maidah ayat 51 agar umat Islam tidak mengangkat pemimpin kafir, dia tidak berbohong, karena ayat tersebut memang melarang umat Islam untuk mengangkat pemimpin kafir.

Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan adanya pembubaran paksa ibadah Natal di Bandung  merobek toleransi di Indonesia. Berbeda dengan viral pemberitaan terkait aksi intoleransi yang dikabarkan telah terjadi di Bandung itu, dengan tegas pihak kepolisian justru membantah informasi tersebut. Menurut Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Yusri Yunus, kegiatan itu berakhir setelah adanya mediasi antara panitia dengan perwakilan dari Ormas. Untuk itu, dalam rilisnya secara terpisah polisi memaparkan, pada pukul 20.05 bertempat di loby gedung Sabuga, Pdt Dr Stephen Tong memberikan penjelasan kepada seluruh jemaat, yang pada intinya menjelaskan adanya surat penolakan yang dilakukan oleh ormas Islam terhadap KKR tersebut karena kesalahan prosedur. Seluruh panitia KKR disarankan agar mempelajari sehingga kesalahan serupa tidak terjadi. Kemudian pada sekitar pukul 20.21 WIB kegiatan selesai dan seluruh jemaat KKR meninggalkan gedung Sabuga dengan tertib. Perwakilan massa aksi dari kelompok PAS pun meninggalkan gedung Sabuga. Kondisi dalam keadaan aman dan kondusif. Yusri menyebutkan adanya kesalahan prosedur dalam proses kelengkapan pemberitahuan kegiatan yang dilakukan oleh pihak panitia KKR. Hal ini menjadi alasan protes yang disampaikan Pembela Ahlu Sunah (PAS) dan Dewan Dakwah Islam (DDI). Jadi tidak ada intoleransi di sini. Yang ada hanyalah protes dan teguran umat Islam karena kegiatan ibadah tidak melalui prosedur surat administrasi perizinan yang lengkap.

Kafir Kristen pemuja Yesus juga menjadikan kasus Meiliana sebagai contoh intoleran umat Islam Indonesia terhadap minoritas. Padahal kasus yang menimpa Meiliana tidak akan terjadi jika dia menyampaikan keluhannya perihal suara Adzan dengan kata yang santun. Kafir Kristen pemuja Yesus tahunya Meiliana di penjara hanya karena keluaran suara Adzan yang menurutnya terlalu keras. Sehingga mereka menganggap itu adalah sikap intoleransi umat Islam. Padahal saat menyampaikan keluarannya tersebut, Meiliana mengucapkan kata-kata kasar mengenai Adzan. Sama halnya dengan kasus yang terjadi pada diri Ahok. Dalam kasus Meiliana ini, yang pantas di anggap telah bersikap intoleransi adalah Meiliana sendiri, bukan umat Islam. Meiliana merasa suara Adzan Masjid menggangu dirinya, sementara warga Muslim yang menjadi tetangganya tidak pernah sekalipun mengeluhkan suara bunyi-bunyi dan abu dupa yang beterbangan saat mereka ibadah.

Kafir Kristen pemuja Yesus juga menjadikan kegiatan anak-anak TK yang berhijab dengan membawa senjata mainan sebagai kasus intoleransi umat Islam. Meskipun tidak jelas maksud dan tujuan para guru mengadakan parade seperti itu, sangat tidak tepat jika peristiwa itu di anggap kafir Kristen pemuja Yesus sebagai kasus intoleransi. Karena jelas-jelas tidak ada minoritas yang mengalami intoleransi dalam kejadian tersebut.

Islam Moderat Untuk Keberagamaan

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Slogan Indonesia yakni, “Bhinneka Tunggal Ika” (berbeda-beda, tetapi tetap satu jua). Dan Pancasila dasar negara Indonesia. Mengapa para pendiri bangsa Indonesia memilih Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika?

Hal ini haruslah kita renungkan bersama. Keberagamaan suku dan agama seharusnya terus melatih bangsa ini untuk bisa saling bertoleransi dan membangun satu sama lain. Jelas, Indonesia bukanlah negara milik satu agama, suku, ras, atau golongan. Indonesia adalah milik kita semua, bukan?

Dengan saling menghargai dalam keberagaman, umat Muslim di Indonesia akan mengantarkan bangsa ini menjadi bangsa yang besar dan berdampak bagi dunia. Hal ini akan senantiasa membawa kedamaian dan kesejukan bagi bangsa Indonesia.

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus menganggap intoleransi hanya terjadi jika mayoritas tidak dapat menghargai minoritas. Atau jika minoritas yang kalah. Itu sama sekali salah. Intoleransi juga terjadi jika minoritas tidak dapat menghargai yang mayoritas. Contohnya ada pada kasus Ahok dan Meiliana. Ahok dan Meiliana tidak menghargai keyakinan agama Islam sebagai agama mayoritas di negeri ini. Mereka dengan enaknya mengucapkan kata-kata kasar yang menyinggung agama Islam dan umat Islam. Kafir Kristen pemuja Yesus menganggap Ahok dan Meiliana sebagai korban intoleransi umat Islam karena pada akhirnya di vonis bersalah di pengadilan. Padahal umat Islam tidak akan pernah melaporkan Ahok dan Meiliana jika mereka dapat bertoleransi kepada umat Islam. Ahok dan Meiliana di penjara karena kejahatannya sendiri. Sepertinya kafir Kristen tidak begitu paham dengan toleransi atau intoleransi.     

Mayoritas yang Melindungi

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Pada umumnya umat Islam mencintai kedamaian dan saling bertoleransi. Qs 9:6 menuliskan seorang Muslim harus memberikan perlindungan terhadap kaum non-Muslim yang lemah.

“Dan jika seorang diantar orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia . . .” (Qs 9:6). Inilah perintah Kitab Suci Islam!

Berdasarkan ayat di atas, seyogyanya umat Muslim di Indonesia memberi perlindungan bagi kaum non-Muslim, bukan?

Namun masih saja ada sebagian Muslim mengabaikannya. Misalnya, hasil survey UIN (2018), dalam buku pelajaran Islam, 48.95% mengajarkan siswa untuk tidak bergaul dengan orang yang berbeda agama. Hanya 12.96% mengajarkan tentang menghargai orang yang berbeda agama.

Jawaban Saya: Dan jika seorang di antara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia ketempat yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui(At Taubah: 6)

Ayat di atas sudah pernah saya jelaskan maksudnya. Ayat tersebut diturunkan ketika kaum Muslimin dan orang-orang Musyrik Mekkah dalam keadaan saling berperang. Melalui ayat tersebut Allah SWT mensyariatkan untuk memberikan keamanan kepada orang-orang Musyrik Mekkah apabila mereka meminta perlindungan. Tujuannya agar orang-orang Musyrik dapat mendengar firman-firman Allah SWT, kemudian diharapkan akan dapat menerima Islam di kemudian hari. Kondisi sekarang berbeda dengan zaman di mana ayat itu diturunkan. Tidak ada perang. Dengan mengutip ayat tersebut, secara tidak langsung kafir Kristen pemuja Yesus mengakui bahwa mereka adalah orang-orang Musyrik. Tidak salah memang. Selain kafir mereka juga Musyrik karena mereka telah mengikut-sertakan makhluk sebagai sesembahan selain Allah. Meskipun begitu, Allah SWT dan Rasulnya memberikan jaminan keamanan kepada orang-orang kafir. Orang-orang beriman memerangi orang-orang kafir karena mereka selalu berbuat dzalim dan menebarkan fitnah di tengah-tengah kaum Muslimin. Jika orang-orang kafir tidak berbuat dzalim dengan memerangi orang-orang beriman atau mengusir orang-orang beriman dari negerinya, maka Allah SWT juga tidak melarang orang-orang beriman untuk berbuat baik kepada orang-orang kafir, sebagaimana firman Allah SWT;

Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil (Al-Mumtahanah: 8).

Sabda Nabi Muhammad SAW juga menegaskan akan keharaman membunuh orang kafir Mu’ahad, orang kafir yang memperoleh perlindungan pemerintah. Perhatikan Hadits Shahih berikut;

Telah bercerita kepada kami Qais bin Hafsh telah bercerita kepada kami 'Abdul Wahid telah bercerita kepada kami Al Hasan bin 'Amru telah bercerita kepada kami Mujahid dari 'Abdullah bin 'Amru radliallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barang siapa yang membunuh mu'ahad (orang kafir yang terikat perjanjian) maka dia tidak akan mencium bau surga padahal sesungguhnya bau surga itu dapat dirasakan dari jarak empat puluh tahun perjalanan". (Shahih Bukhari: 2930)

Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan menurut survei, dalam buku pelajaran Islam, 48.95% dan hanya 12.96% mengajarkan tentang menghargai orang yang berbeda agama. Survei macam apa lagi ini. Kalian pikir saya tidak pernah belajar agama Islam di sekolah? Salah seorang guru saya beragama Kristen, teman saya juga ada yang Kristen dan Budha. Di tempat saya kerja juga ada yang Kristen. Kami berteman akrab, tidak ada intoleransi tanpa ada intimidasi.   

Bertoleransi Terhadap Orang Yang Berbeda Iman

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Isa Al-Masih mengajarkan kepada umat-Nya untuk memperlakukan orang lain seperti dirinya sendiri. Jika Anda ingin dikasihi, maka Anda perlu mengasihi orang lain terlebih dahulu.

Isa tidak hanya mengajarkan umat-Nya perihal toleransi. Tetapi Ia memerintahkan umat-Nya untuk mengasihi semua orang tanpa membedakan imannya. “Kasihilah sesama manusia seperti kamu mengasihi dirimu sendiri” (Injil, Rasul Besar Matius 22:39).

Hal ini bukan hanya dikatakan saja tetapi telah dilakukan oleh-Nya. Karena Isa Al-Masih mengasihi Anda, Ia rela datang ke dunia, wafat, dan bangkit (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:16). Untuk menggantikan Anda dari hukuman neraka, dan sebagai bukti kasih-Nya.

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus mengutip Injil Matius 22:39 dan mengatakan Yesus memerintahkan umat-Nya mengasihi semua orang tanpa membedakan imannya. Tetapi dalam prakteknya masih terjadi intoleransi umat Kristen terhadap umat Islam. Seperti pembubaran Shalat Idul Fitri dan pembakaran Masjid, pembakaran sebelas kios serta enam rumah terjadi di Tolikara, Papua. Wilayah mayoritas Kristen. Bahkan kalian kafir Kristen pemuja Yesus penulis artikel di situs semacam isadanislam, isadanalquran dan sejenisnya, kalian juga bersikap intoleransi. Dengan menulis artikel yang memaksakan keyakinan agama kalian dengan cara mengutip sepotong-potong ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadits Nabi, serta menafsirkan keduanya dengan semau kalian sendiri, itu bukan perbuatan menghargai iman dan keyakinan agama orang lain. Tidak perlu mengajari arti toleransi kepada orang lain jika diri kalian sendiri masih acuh terhadap iman dan keyakinan agama orang lain. Cukup benahi diri sendiri dulu. Terapkan sabda Yesus untuk kalian sendiri, barulah kalian bicara masalah toleransi. 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Muslim, Warga Negara Yang Bertoleransi"

Post a Comment

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik, seperti menjawab atau menyanggah isi postingan. Komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.