Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Pandangan Penafsir Al-Quran Soal Pemalsuan Alkitab


“Alkitab sudah tidak asli atau telah dipalsukan!”, mungkin kita pernah mendengar kalimat seperti itu. Mereka meragukan keaslian Alkitab (Taurat, Zabur, dan Injil). Sebaiknya kita tidak langsung percaya, melainkan menyelidiki kebenarannya. Memang ada pendapat bahwa Alktab sudah tidak asli. Tapi bagaimanakah pandangan para penafsir Muslim awal soal pemalsuan Alkitab? Benarkah pemalsuan Alkitab itu?

Al-Quran Menuliskan Alkitab Sudah Tidak Asli?

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Menurut Islam, Qs 2:75 adalah ayat Al-Quran tentang kitab Taurat dan Injil. Bunyinya,“Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui?” (Qs 2:75).

Bila mendengar ajaran soal pemalsuan Alkitab, sebaiknya kita tidak langsung percaya. Melainkan bertanya lebih jauh guna memperjelas kebenarannya. Misalnya, “Siapakah yang memalsukan?” “Bagian Alkitab mana yang dipalsukan?” “Kapan dan di mana pemalsuan itu terjadi?”

Al-Quran menuliskan, “Tak ada seorangpun yang dapat merobah kalimat-kalimat (janji-janji) Allah” (Qs 6:34). Umat Islam dan Nasrani setuju bahwa manusia tidak dapat memalsukan firman Allah/Alkitab, sebab Allah pasti menjagai firman-Nya.

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan, apabila mendengar ajaran mengenai pemalsuan Bible sebaiknya bertanya lebih jauh guna memperjelas kebenarannya. Misalnya, siapa yang memalsukannya? Bagian mana yang dipalsukan? kapan dan di mana pemalsuan itu terjadi. Bagi kami umat Islam, tanpa bertanya dengan pertanyaan-pertanyaan tersebut pun, kami telah percaya bahwa dalam kitab-kitab terdahulu banyak sekali perubahan-perubahan. Karena Allah SWT yang telah mengabarkannya dalam Al-Qur’an dan kami percaya. Sementara itu bagi kafir Kristen pemuja Yesus sudah pasti mereka tidak akan percaya jika Al-Qur’an menyatakan kitab-kitab sebelum Al-Qur’an telah banyak perubahan-perubahan. Karena mereka tidak beriman terhadap Al-Qur’an. Sehingga pantas muncul pertanyaan-pertanyaan seperti itu. Namun persoalannya bukan hanya Al-Qur’an yang menyatakan Bible telah dirubah-rubah, Bible juga menyatakan adanya pemalsuan. Karena kafir Kristen pemuja Yesus mempercayai kebenaran Bible, maka pertanyaan seperti; siapa yang memalsukannya? Bagian mana yang dipalsukan? kapan dan di mana pemalsuan itu terjadi? Tidak diperlukan lagi! Berikut ini ayat-ayatnya;

Waktu untuk bertindak telah tiba bagi TUHAN; mereka telah merombak Taurat-Mu(Mazmur 119:126) 

Bagaimanakah kamu berani berkata: Kami bijaksana, dan kami mempunyai Taurat TUHAN? Sesungguhnya, pena palsu penyurat sudah membuatnya menjadi bohong(Yeremia 8:8)

Dalam postingan Kafir Kristen pemuja Yesus yang lainnya, mereka telah mengutip Al An'aam ayat 34 untuk membuktikan bahwa semua Kitab Suci tidak mungkin di rubah. Saya telah menjawabnya dengan mengatakan ayat Al-Qur’an yang mereka kutip tidak berbicara mengenai kitab-kitab Allah SWT, tetapi berbicara mengenai janji-janji Allah SWT. Dalam surah Al An’aam: 34, Allah berjanji akan memberikan pertolongan kepada para Nabi-Nya dari pendustaan dan penganiayaan orang-orang kafir.   

Dan sesungguhnya telah didustakan (pula) rasul-rasul sebelum kamu, akan tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka, sampai datang pertolongan Allah kepada mereka. Tak ada seorang pun yang dapat merobah kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Dan sesungguhnya telah datang kepadamu sebahagian dari berita rasul-rasul itu(Al An'aam: 34)

Pendapat Penafsir Al-Quran Soal Pemalsuan Alkitab

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Apakah para penafsir awal Al-Quran menyatakan ada perubahan dalam Alkitab?

Dalam tafsirannya, Ibnu Katsir (wafat 1373 M) menuliskan, “Artinya, mereka menakwilkannya [menerangkan/menjelaskan] dengan penafsiran yang tidak semestinya.”

Al-Qasimi juga menegaskan, “Menyatakan bahwa seluruh Kitab Suci terdahulu [Taurat, Zabur, dan Injil] telah dipalsukan merupakan hal yang terlalu mengada-ada.”

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya menyatakan orang-orang Yahudi menakwilkan ayat-ayat Bible dengan penafsiran yang tidak semestinya. Penyimpangan dalam menafsirkan ayat, bukan mengubah ayat-ayat Bible. Pernyataan Ibnu Katsir tersebut sebenarnya terkait Al-Baqarah ayat 75. Sementara ayat Al-Qur’an yang menyatakan kitab-kitab terdahulu telah mengalami perubahan bukan hanya di ayat tersebut. Ayat-ayat Al-Qur’an yang menyatakan adanya perubahan dalam kitab-kitab terdahulu di antaranya;

“Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya; "Ini dari Allah", (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang mereka kerjakan”(Al Baqarah: 79)

Mengenai ayat di atas, Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya menulis: Mereka yang disebut dalam ayat ini adalah segolongan lain dari kalangan orang-orang Yahudi. Mereka adalah orang-orang yang menyerukan kepada kesesatan dengan cara pemalsuan dan berdusta kepada Allah, serta memakan harta orang lain dengan cara yang batil.

Ayat ini diturunkan berkenaan dengan tingkah laku orang-orang Yahudi, karena mereka berani mengubah isi kitab Taurat dengan menambahkan ke dalamnya apa yang mereka sukai dan menghapus apa yang tidak mereka sukai, serta mereka menghapus nama Nabi Muhammad Saw. dari kitab Taurat. Maka Allah murka terhadap mereka, mengingat merekalah penyebab dari terhapusnya sebagian kitab Taurat. Untuk itu Allah SWT berfirman: Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka karena apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka karena apa yang mereka kerjakan. (Al-Baqarah: 79)

"Sesungguhnya di antara mereka ada segolongan yang memutar-mutar lidahnya membaca Al-Kitab, padahal dia bukan dari Al-Kitab dan mereka mengatakan: "Ia (yang dibaca itu datang) dari sisi Allah, padahal ia bukan dari sisi Allah. Mereka berkata dusta terhadap Allah, sedang mereka mengetahui(Al Imran: 78)

Mengenai ayat di atas, Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya menulis: Allah Swt. memberitakan perihal sepak terjang orang-orang Yahudi —semoga laknat Allah menimpa mereka— bahwa segolongan dari mereka ada yang mengubah-ubah banyak kalimat dari tempatnya masing-masing dan mengganti Kalamullah serta menyelewengkannya dari makna yang dimaksud. Tujuan mereka adalah untuk mengelabui orang-orang bodoh hingga orang-orang yang tidak mengerti menduga bahwa itu adalah isi Kitabullah, lalu menisbatkannya kepada Allah, padahal hal itu dusta terhadap Allah. Mereka melakukan demikian dengan penuh kesadaran bahwa mereka telah berdusta serta semua yang ia bacakan itu hanyalah buat-buatan mereka sendiri.

Mujahid, Asy-Sya'bi, Al-Hasan, Qatadah, dan Ar-Rabi' ibnu Anas mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: yang memutar-mutar lidahnya membaca Al-Kitab. (Ali Imran: 78), Menurut mereka, yang dimaksud dengan memutar-mutar lidahnya ialah mengubah-ubah isi Al-Kitab.

Hal yang sama diriwayatkan oleh Imam Bukhari, dari Ibnu Abbas, bahwa mereka mengubah-ubah Al-Kitab dan menghapusnya (lalu menggantinya dengan yang lain), padahal tidak ada seorang pun dari makhluk Allah yang berani menghapus suatu lafaz dari Kitabullah. Dengan demikian, berarti makna yang dimaksud ialah mereka menyelewengkan artinya dan menakwilkannya bukan dengan takwil yang sebenarnya.

Wahb ibnu Munabbih mengatakan, sesungguhnya kitab Taurat dan Injil utuh seperti ketika diturunkan oleh Allah; tiada suatu huruf pun yang diubah, tetapi mereka menyesatkan dengan menyelewengkan makna dan takwilnya. Tetapi ada kitab-kitab yang mereka tulis hasil karangan mereka sendiri, lalu mereka mengatakan seperti yang disebutkan oleh firman-Nya:

Dan mereka mengatakan bahwa ia (yang dibaca itu datang) dari sisi Allah, padahal ia bukan dari sisi Allah. (Ali Imran: 78)

Kesimpulan dari tafsir kedua ayat di atas, orang-orang Yahudi bukan hanya menyelewengkan makna dan takwilnya, tetapi juga mengubah ayat-ayat dan menghapusnya lalu menggantikannya dengan yang lain. Bahkan sebagian dari mereka juga menulis kitab-kitab karangan mereka sendiri lalu mereka katakan bahwa kitab-kitab tersebut berasal dari Allah SWT.

Jadi bukan Alkitab yang berubah, melainkan penafsirannya yang salah.

Inikah Bukti Allah Memelihara Alkitab-Nya?

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Pada tahun 1946, ada penemuan naskah kuno Alkitab, DeadSeaScrolls/Naskah Laut Mati di dekat Laut Mati, Palestina. Naskah-naskah kuno itu disalin 300-100 tahun sebelum Masehi dan lebih dari 700 tahun sebelum agama Islam.

Jadi sesuai data penemuan dan kesaksian-kesaksian di atas, Alkitab tetap terjaga kemurniannya.  Sebab Allah yang menjaganya hingga selamanya.

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan bahwa ditemukannya naskah kuno Bible, DeadSeaScrolls/Naskah Laut Mati di dekat Laut Mati, Palestina adalah bukti Allah menjaganya. Saya katakan ditemukannya DeadSeaScrolls/Naskah Laut Mati sama sekali tidak menjamin terjaga isinya dari perubahan-perubahan. Yang penting itu keaslian isi di dalamnya, bukan naskah kitabnya.

Keaslian Alkitab dan Kewajiban Manusia

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Jadi fakta-fakta di atas membuktikan bahwa Alkitab tidak pernah dipalsukan. Sejak sebelum Islam ada hingga sekarang Allah menjagai firman-Nya. Salah satu bukti Allah menjagai firman-Nya ialah penemuan naskah Alkitab di Laut Mati, yang berumur 100-300 tahun sebelum masehi. Isinya sama dengan Alkitab zaman sekarang.

Maka tepatlah penafsir awal Al-Quran mengakui  keaslian Alkitab. Sebab manusia tidak dapat mengubah firman Allah, bukan?  Kitab Zabur menyaksikan, “Untuk selama-lamanya, ya TUHAN, firman-Mu tetap teguh di sorga” (Kitab Zabur 119:89).

Karena itu, kita wajib mempelajari Alkitab, yang mengajarkan bahwa Isa Al-Masih berkuasa mengampuni dosa kita.

Jawaban Saya: Tidak ada fakta apa pun yang dapat membuktikan bahwa Bible tidak pernah dipalsukan. Yang ada justru ayat-ayat Al-Qur’an dan Bible yang menyatakan adanya perubahan dan perombakan Taurat. Penafsir Al-Qur’an juga menegaskan adanya penyelewengan makna dan takwilnya, menghapusnya lalu menggantikannya dengan yang lain dan sebagian orang-orang Yahudi menulis kitab-kitab karangan mereka sendiri lalu mereka katakan bahwa kitab-kitab tersebut berasal dari Allah SWT. Oleh karenanya tidak ada alasan bagi siapa pun untuk mempelajari Bible. Apalagi setelah Nabi Muhammad SAW di utus semua syariat dari kitab-kitab terdahulu telah dihapus. Manusia hanya wajib beriman terhadap Nabi Muhammad SAW dan menjalankan syariat yang Beliau bawa.  

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pandangan Penafsir Al-Quran Soal Pemalsuan Alkitab"

Post a Comment

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik, seperti menjawab atau menyanggah isi postingan. Komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.