Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Isa Bukan Tuhan! Ia Tidak Pernah Mengatakan, “Akulah Allah”!


“Isa bukan Tuhan!” Apakah ini betul? Apakah Isa tidak pernah memanggil diri-Nya Tuhan? Jawaban untuk pertanyaan ini akan menolong menyelesaikan debat yang berjalan selama 1.400 tahun. Jawaban akan menentukan sikap kita terhadap Isa Al-Masih, bukan?

Nama Apa yang Allah Utamakan bagi Diri-Nya

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Kejadian yang mendefinisikan nama Allah, terjadi tatkala Nabi Besar Musa bertemu dengan Allah di padang gurun. Allah menyatakan diri-Nya sebagai “Api” dalam semak duri. Saat itu, menurut Al-Quran, Allah berfirman, “Hai Musa, sesungguhnya Akulah Allah, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” (Qs. 27:9).

Dalam Kitab Allah (Taurat, Keluaran 3:14) pada saat itu Musa minta penjelasan mengenai nama Allah. Allah, dengan memakai Bahasa Ibrani, memberi diri-Nya nama yang sangat unik: ‘Ehyeh.

‘Ehyeh dalam bahasa Yunani = ego eimi

‘Ehyeh dalam bahasa Inggris = I am

‘Ehyeh dalam bahasa Indonesia = Akulah (aku + lah = I am)

Sebagian pakar menterjemahkannya “Aku Ada,” “Akulah Aku.  Kalau merasa mustahil Allah menamakan diri “Aku + lah,” email kami dengan alasan-alasannya.

Mengapa Allah Membatasi Nama-Nya Saat itu pada “Akulah”?
Allah tidak ingin Nabi Besar Musa menyamakan-Nya dengan makhluk atau dewa lain.

Nama “Akulah” (Aku Ada) memisahkan Allah dari semua ciptaan. Kata “Akulah” menekankan bahwa Allah tinggal di luar ruang dan waktu (sejarah). Ia tidak diciptakan, tidak mempunyai permulaan, tidak ada oknum lain seperti Dia. Nama “Akulah” (I Am) menekankan ketauhidan-Nya.

Jawaban Saya: Yesus yang dalam Injil Kristen yang tidak pernah menyatakan dirinya Allah dan meminta manusia untuk menyembahnya, telah membuat kafir Kristen pemuja Yesus merasa sangat frustasi. Bagaimana tidak, Yesus yang selama ini mereka sembah sebagai Tuhan, nyatanya Yesus sendiri tidak sekalipun menyatakan dirinya Tuhan. Ketuhanan Yesus selama ini hanya kita ketahui sebagai klaim para pemujanya saja. Tentu saja kafir Kristen pemuja Yesus tidak akan diam sampai di situ. Mereka berusaha jungkir balik untuk membuktikan kepada semua orang bahwa Yesus benar-benar Tuhan sebagaimana yang mereka Yakini. Cara-cara pembuktian yang tidak ilmiah pun sering mereka tempuh, seperti tulisan mereka kali ini. Saya rasa kebebalan kafir Kristen pemuja Yesus tersebut sangat pantas untuk diapresiasi.

Di sini kafir Kristen pemuja Yesus membuka pembahasan dengan penjelasan Kitab Keluaran 3:14. Pada ayat tersebut, Musa yang untuk pertama kalinya di utus sebagai Nabi untuk bangsa Israel bertanya kepada Tuhan, apa yang harus dia jawab kalau orang-orang Israel bertanya mengenai nama-Nya. Tuhan menjawab dengan menyebut kata “Ehyeh”, kalau diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi “Akulah”. Sebagian pakar menterjemahkannya “Aku Ada,” “Akulah Aku”. Tetapi ini hanya dari penerjemahan sebagian pakar Kristen. Jika kafir Kristen pemuja Yesus menganggap tidak mustahil bagi Tuhan menamai dirinya “Ehyeh” (Akulah), maka sudah seharusnya terjemahan sebagaian pakar tersebut diabaikan saja. Karena terjemahan tersebut telah mengubah makna sebenarnya dari kata “Ehyeh” pada ayat tersebut.

Saya melihat Tuhan tidak bermaksud memperkenalkan nama “Ehyeh” sebagai nama diri-Nya kepada Nabi Musa. Hal tersebut di tangkap oleh Nabi Musa dan seluruh bangsa Israel dengan tidak menggunakan nama “Ehyeh” sebagai nama Tuhan. Karena jika “Ehyeh” adalah nama dari Tuhan, maka bangsa Israel secara turun temurun akan menggunakan nama tersebut sebagai nama Tuhan. Nama “Ehyeh” juga pasti akan familiar di telinga orang yang hidup di sekitar orang-orang Yahudi dan Kristen, karena dalam kitab mereka banyak menyebut nama “Ehyeh”. Barangkali sama dengan familiarnya nama Allah di telinga orang yang hidup di sekitar orang-orang Kristen sekarang. Tetapi saya melihat, nama “Ehyeh” tidak pernah dipergunakan sebagai nama Tuhan oleh para Nabi dan bangsa Israel dalam Perjanjian Lama. Tidak juga digunakan oleh Yesus dan orang-orang Yahudi dalam Perjanjian Baru. Kita pun tidak pernah mendengar nama “Ehyeh” keluar dari mulut para Pastor dan Pendeta, juga dari mulut teman-teman kita yang beragama Kristen.

Sebab itu patut di duga kata “Ehyeh” adalah kata biasa yang diucapkan oleh Tuhan. Bukan nama Tuhan, apalagi disebut sebagai nama Tuhan yang sangat unik. Oleh karena “Ehyeh” adalah kata biasa yang pernah diucapkan Tuhan, maka kata tersebut dapat dipergunakan secara umum oleh semua orang tanpa konsekuensi apa pun bagi penggunanya. Seperti di anggap menyamakan dirinya dengan Tuhan karena Tuhan dalam Bible Perjanjian Lama juga menggunakan kata “Ehyeh”.  

Pernahkah Isa Menamakan Diri-Nya “Akulah,” yaitu “‘Ehyeh”?

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Satu waktu saat berdiskusi dengan para pakar agama, Isa berkata bahwa Ia datang untuk menyelamatkan manusia. Mereka wajib mendengarkan Dia.

Ia juga mengatakan Nabi Ibrahim sangat rindu melihat kedatangan-Nya. Pakar agama langsung menegur-Nya. “Engkau belum berumur 50 tahun. Bagaimana mungkin Engkau pernah melihat Nabi Ibrahim!”

Bagaimana Isa menjawab? “Sebelum Ibrahim jadi, Aku ada (Akulah Aku).” Ia memakai nama khusus Allah, ‘Ehyeh, ego eimi, yang paling unik, untuk diri-Nya (Injil, Rasul Besar Yohanes 8:56-58). Semua ahli setuju, dalam interaksi ini Isa memanggil diri-Nya, Allah.

Akibat perkataan-Nya itu, orang Yahudi ingin membunuh Dia. Mengapa? Karena Isa, menurut mereka, menghujat dengan menyamakan diri-Nya dengan Allah (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:33).

Bila Isa bukan Tuhan, mengapa Ia berani memanggil diri-Nya ego eimi berulang kali? Kirimkan tanggapan Anda!

Jawaban Saya: Seperti yang sudah saya jelaskan. Ehyeh bukanlah nama Tuhan, tetapi hanya kata biasa yang pernah di ucapkan oleh Tuhan. Yang sifatnya tidak berbeda dengan kata-kata lainnya. Karena Ehyeh hanya kata biasa yang pernah diucapkan oleh Tuhan, maka kata tersebut secara umum dapat digunakan oleh semua orang tanpa konsekuensi apa pun bagi penggunanya. Semua orang dapat mengucapkan kata tersebut sesuai kebutuhannya, tanpa perlu di anggap menyamakan diri dengan Tuhan. Tidak terkecuali Yesus. Yesus mengucapkan kata Ehyeh bukan untuk menyatakan dirinya Tuhan, karena jika Yesus bermaksud menyatakan dirinya Tuhan, dia dapat menggunakan nama Tuhan yang telah dikenal oleh bangsa Israel. Seperti “Akulah Allah” atau “Akulah Yahweh”, tetapi Yesus sekalipun tidak pernah mengatakannya. Yang benar Yesus mengucapkan kata tersebut sebatas hanya kebutuhannya untuk dapat berdialog dengan orang-orang Yahudi.

Kafir Kristen pemuja Yesus mengutip Yohanes 8:56-58, yang di dalamnya Yesus menyatakan sebelum Ibrahim jadi dirinya telah ada. Orang-orang Yahudi pun bereaksi dengan mengambil batu untuk mereka lemparkan kepada Yesus. Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan alasan orang-orang Yahudi ingin melempari Yesus dengan batu karena Yesus menyamakan dirinya dengan Allah. Itu tidak benar. Sebab sampai akhir ayat, tidak ada ucapan orang-orang Yahudi bahwasanya Yesus menyamakan dirinya dengan Allah. Anda dapat membaca sendiri ayat-ayatnya. Dalam Yohanes 10:33 memang disebutkan orang-orang Yahudi menuduh Yesus menyamakan dirinya dengan Allah. Tetapi ayat tersebut tidak ada korelasinya dengan Yohanes 8:56-58. Latar belakang Yohanes 8:56-58 itu adalah ketika Yesus menyatakan lebih dulu ada sebelum Ibrahim ada, tidak ada komentar orang-orang Yahudi bahwa Yesus menyamakan dirinya dengan Allah. Sementara latar belakang Yohanes 10:33 adalah ketika Yesus mengatakan Bapa dan dirinya adalah satu. Yang dengan kata-kata tersebut orang-orang Yahudi menuduhnya menyamakan diri dengan Allah. Jadi itu adalah kisah Yesus di dua situasi yang berbeda dan tidak dapat dicampur-adukkan. Mengenai ucapan Yesus di Yohanes 8:56-58 dan Yohanes 10:30, jangan khawatir, saya sudah menjawabnya di blog ini. Anda cukup mencari dan membacanya.     

Kali Terakhir Isa Memakai Nama “Akulah” (‘Ehyeh. Ego eimi)

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Malam sebelum penyaliban-Nya tentara Romawi ingin menahan Isa. Saat akan menangkap-Nya di Taman Getsemani, mereka bertanya apakah Ia, Isa dari Nazaret. Jawaban-Nya, “Akulah Dia” (ego eimi, ‘Ehyeh).

Saat Isa berkata demikian, semua tentara mundur dan jatuh ke tanah. Mengapa? Karena Isa adalah Allah yang menjelma menjadi manusia. Dengan mengatakan ego eimi, kemuliaan-Nya meliputi para tentara (Injil, Rasul Besar Yohanes 18:6).

Isa adalah ‘Ehyeh, ego eimi, I Am, Akulah – yaitu Allah adanya. Ia meninggalkan sorga untuk meraih keselamatan kita pada kayu salib. Semoga para Pembaca bersedia menerima hadiah keselamatan-Nya!

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan tentara Romawi mundur dan jatuh ke tanah ketika ingin menangkap Yesus. Hal tersebut mereka katakan karena Yesus adalah Allah yang menjadi manusia. Mereka juga mengatakan kemuliaan Yesus meliputi para tentara. Pernyataan kafir Kristen pemuja Yesus tersebut bertolak belakang dengan keadaan Yesus setelah itu. Mereka lupa kalau setelah itu tentara Romawi tersebut juga yang menangkap Yesus, menghadapkannya ke imam besar, di bawa ke gedung pengadilan, memakaikannya mahkota duri dan jubah ungu dan berakhir mati di salib. Apakah itu kemuliaan Yesus yang kata kalian meliputi tentara-tentara Romawi?

Ehyeh sebagai kata biasa yang lumrah digunakan oleh banyak orang, di anggap bukti ketuhanan Yesus ketika Yesus menggunakan kata tersebut. Padahal kata tersebut bukan hanya Yesus yang mengucapkannya. Ada banyak orang dalam Bible yang menggunakan kata “Ehyeh” saat mereka berbicara, namun tidak satu pun di antara mereka yang di anggap menyatakan dirinya Allah karena menggunakan kata Ehyeh. Di antaranya adalah Ribka istri Yakub mengatakan Ehyeh (Kejadian 27:13), Esau anak Yakub mengatakan Ehyeh (Kejadian 27:19), Firaun juga berkata Ehyeh kepada Yusuf (Kejadian 41:44) dan masih banyak lainnya. Bahkan Paulus sendiri mengatakan Ehyeh (1Korintus 4:15). Ehyeh di anggap sebagai nama Tuhan oleh kafir Kristen pemuja Yesus apabila Yesus yang mengucapkannya, sementara mereka menganggap Ehyeh hanya kata biasa apabila diucapkan oleh selain Yesus. Itulah kejanggalan apologi bebal kafir Kristen pemuja Yesus.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Isa Bukan Tuhan! Ia Tidak Pernah Mengatakan, “Akulah Allah”!"

Post a Comment

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik, seperti menjawab atau menyanggah isi postingan. Komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.