Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Pandangan Para Mukmin Dan Kristen Akan Persekusi

Dr. Fierra dan Mario menjadi viral di media karena mengalami persekusi. Keduanya melakukan suatu perbuatan yang mengakibatkan persekusi. Memang erat kaitannya antara agama Kristen, Islam dan persekusi. Ketika menderita persekusi, bagaimanakah umat Islam dan Kristen bereaksi menurut ajaran agamanya?

Bagaimana Islam Merespon Persekusi?

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: “Persekusi adalah pemburuan sewenang-wenang terhadap seorang atau sejumlah warga dan disakiti, dipersusah, atau ditumpas.” (Kamus Besar Bahasa Indonesia). Bagaimanakah kaitan Islam dan persekusi? Al-Quran mengajarkan, “Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa . . .” (Qs 42: 40). Juga, “Oleh sebab itu barang siapa yang menyerang kamu, maka seranglah ia, seimbang dengan serangannya terhadapmu” (Qs 2 : 194).

Ustad Badrul Tamam menjelaskan, “Tindakan kejahatan dibalas dengan kejahatan serupa. . . Karenanya Islam mensyariatkan qishash. Yaitu membunuh dibalas bunuh, melukai dibalas melukai yang serupa, dan selainnya.”

Orang Islam dan Kristen ingin hidup damai, rukun dan tidak membalas dendam. Ketika sadar telah melakukan kejahatan kepada seseorang, kita pasti ingin dimaafkan. Sebaliknya, kita tidak ingin orang itu membalas kita.

Maka, sikap terbaik ialah tidak membalas persekusi dengan persekusi, bukan? Sampaikan tanggapan Anda melalui email ini.

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus mengkritik hukum qishash dalam Islam dengan mengutip ayat Al-Qur’an sepotong-potong. Qishash memang di syariatkan oleh Allah SWT sebagaimana ayat yang mereka kutip. Selain qishash, Allah SWT juga menawarkan pilihan lain yang lebih baik dari pada itu. Yaitu memaafkan dan berbuat baik kepada orang yang berbuat salah. Anda tidak akan menemukan pilihan lain selain qishash, apabila tidak membaca ayatnya secara utuh. Kafir Kristen pemuja Yesus tahu akan hal itu dan berusaha untuk menutupinya dengan tidak utuh mengutip ayat Al-Qur’an. Licik. Perhatikan ayat berikut;

Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim. (Asy-Syuura: 40)

Tentang qishash, di ayat lainnya Allah SWT berfirman yang artinya; Dan dalam qishaash itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagimu, hai orang-orang yang berakal, supaya kamu bertakwa. (Al-Baqarah: 179)

Allah SWT berfirman bahwa di syariatkannya hukum qisas bagi kalian, yakni membunuh si pembunuh, terkandung hikmah yang besar, yaitu jaminan kelangsungan hidup dan terpeliharanya nyawa. Sesungguhnya seseorang itu apabila mengetahui (jika dia membunuh seseorang, maka ia akan dikenai hukuman mati), niscaya dia akan mencegah dirinya dari melakukan niatnya itu. Di dalam peraturan ini terkandung jaminan kelangsungan hidup bagi jiwa manusia.

Abul Aliyah mengatakan, Allah menjadikan hukum qisas sebagai jaminan kelangsungan hidup bagi kalian; karena berapa banyak orang dari kaum laki-laki yang hendak melakukan pembunuhan, tetapi niatnya itu dia urungkan karena takut akan terkena hukum qisas. Hal yang sama dikatakan pula oleh Mujahid, Sa'id ibnu Jubair, Abu Malik, Al-Hasan, Qatadah, Ar-Rabi' ibnu Anas, dan Muqatil ibnu Hayyan.

Persekusi Menurut Ajaran Isa Al-Masih

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Isa Al-Masih mengajarkan hukum emas (Golden rule) untuk menghentikan persekusi. “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka” (Injil, Rasul Besar Matius 6:12). Caranya ialah “. . . Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu” (Injil, Rasul Lukas 6:27).

Menurut Anda, apakah ajaran Isa Al-Masih di atas pasti melenyapkan persekusi dan menciptakan kedamaian? Jawablah via email ini.

Jawaban Saya: "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi”. Ayat tersebut ada dalam Matius 7:12, bukan Matius 6:12. Ayat tersebut menganjurkan untuk berbuat baik kepada orang lain. Saya sepenuhnya setuju dengan ayat tersebut, sebab dalam Hadits Nabi juga terdapat anjuran untuk mengasihi dan menyayangi penduduk bumi. Berikut ini Hadits Nabi yang saya maksud;

Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Amru, dari Abu Qabus, dari Abdullah bin Amru bin al Ash dan sampai kepada Nabi SHALLALLAHU 'ALAIHI WASALLAM, beliau bersabda: "Orang-orang yang mengasihi akan dikasihi oleh ar Rahman, oleh karena itu kasihilah penduduk bumi maka niscaya penduduk langit akan mengasihi kalian. Dan rasa kasihan adalah sebuah jalan dari ar Rahman, barangsiapa yang menyambungnya maka ia akan tersambung untuknya, dan barangsiapa memutuskannya maka ia akan terputus untuknya." (Musnad Ahmad: 6206)

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah dan Musaddad secara makna, keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Amru dari Abu Qabus -mantan budak (yang telah dimerdekakan oleh) Abdullah bin Amru- dari Abdullah bin Amru dan sanadnya sampai kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, (beliau bersabda): "Para penyayang akan disayangi oleh Ar Rahman. Sayangilah penduduk bumi maka kalian akan disayangi oleh siapa saja yang di langit." (Sunan Abu Daud: 4290)

Kafir Kristen pemuja Yesus mengutip ayat; Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu (Lukas 6:27). Ayat tersebut mengajarkan sesuatu yang sangat baik sekali. Yaitu mengasihi musuh dan berbuat baik kepada orang yang membenci. Saya setuju, sebab Allah SWT juga menganjurkan untuk memaafkan kesalahan orang lain dan berbuat baik kepadanya, bahkan menjanjikan pahala, sebagaimana Asy-Syuura: 40 yang telah saya kutip di atas. Tetapi ada satu hal yang janggal dari ayat kutipan kafir Kristen pemuja Yesus di atas. Untuk menunjukkan bahwa Yesus mengajarkan untuk mengasihi dan berbuat baik kepada musuh, kafir Kristen pemuja Yesus mengutip Lukas 6:27. Tetapi mengapa hanya sampai Lukas 6:27? Saya yakin mereka tahu kalau ayat “kasih” tersebut tidak hanya berhenti sampai di sana. Seumur-umur saya belum pernah melihat kafir Kristen pemuja Yesus mengutip ayat yang ada setelah Lukas 6:27. Mencurigakan sekali. Agar Anda tidak penasaran, mari kita baca ayatnya bersama-sama;

27   "Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu;

28   mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu.

29  Barangsiapa menampar pipimu yang satu, berikanlah juga kepadanya pipimu yang lain, dan barangsiapa yang mengambil jubahmu, biarkan juga ia mengambil bajumu.

30  Berilah kepada setiap orang yang meminta kepadamu; dan janganlah meminta kembali kepada orang yang mengambil kepunyaanmu. (Lukas 6:27-30)   

Dari ayat-ayat di atas dapat kita simpulkan bahwa Injil Kristen bukan hanya mengajarkan mengasihi musuh dan berbuat baik kepada yang membenci, tetapi juga mengajarkan untuk tidak membalas dan membiarkan diri terus menerus teraniaya. Bahkan jika seseorang merampas hak milik orang lain secara paksa, maka orang tersebut terlarang mengambil kembali miliknya yang dirampas. Cukup sampai di situ? Ternyata tidak! Orang yang telah dirampas hak miliknya tersebut juga harus memberikan milikinya yang lain. Kita semua patut bersyukur tidak ada satu pun negara di dunia ini yang menerapkan hukum kasih ini, tidak terkecuali di Indonesia. Coba Anda bayangkan jika hukum kasih ini diterapkan. Yang terjadi bukan hanya meningkatnya kasus persekusi. Lebih dari itu, akan terjadi hukum rimba di tengah-tengah masyarakat, yang kuat akan memangsa yang lemah. Orang jahat akan semakin jahat dan orang lemah akan semakin teraniaya. Kejahatan akan semakin meluas dan kebaikan akan musnah tak tersisa. Sudah pasti kafir Kristen pemuja Yesus sendiri tidak akan pernah mampu untuk meneladani ajaran kasih tersebut. Untuk itu mereka menafsirkan kembali ayat-ayat tersebut agar ajaran kasih terlihat lebih manusiawi dan lebih mudah dilakukan.

Isa Al-Masih Menderita Persekusi Bagi Keselamatan Kita

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Soal persekusi, Isa Al-Masih banyak mengalaminya, seperti penghinaan, permusuhan, penyiksaan, hingga penyaliban. Namun, Ia tidak membenci dan membalas para pelakunya. Sebaliknya, Ia memohonkan ampunan bagi mereka yang menyiksa-Nya. Isa rela menderita penyaliban untuk menanggung hukuman dosa manusia. Kematian-Nya itu menggantikan kematian manusia akibat dosa-dosa mereka. Tujuannya, “. . . supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal” (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:15).

Jadi Isa Al-Masih juga menderita untuk Anda. Anda pasti beroleh pengampunan dosa dan jaminan hidup kekal, jika percaya kepada-Nya.

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus menganggap Yesus mati di salib untuk menebus dosa manusia. Mereka berkata dengan percaya Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat maka manusia akan memperoleh jaminan hidup yang kekal.

Penebusan dosa oleh Yesus dalam ajaran Kristen, terkait erat dengan dosa asal. Dosa asal adalah dosa akibat dari ketidaktaatan Adam. Dosa ini hanya dapat ditebus hanya dengan mengkorbankan darah Tuhan yang telah turun dalam rupa manusia Yesus. Orang yang ingin menyucikan dirinya dari dosa asal harus menerima Yesus sebagai Tuhan, penebus dan juru selamat. Oleh karena dalam Islam tidak dikenal yang namanya dosa asal, maka seorang Muslim dapat dikatakan tidak perlu menyucikan dirinya dari dosa asal. Seorang Muslim juga tidak perlu sampai menjadikan Tuhan sebagai korban penebus dosa. Itu artinya seorang Muslim TIDAK BUTUH Yesus sebagai penebus dosa, Tuhan dan juru selamat dirinya. Selain itu, Yesus yang mereka anggap sebagai korban tebusan dosa, bukanlah korban tebusan yang sempurna. Oleh karena Yesus bukan korban tebusan yang sempurna, maka dosa mereka akan tetap ada dan mereka akan menanggungnya dengan hidup abadi di neraka.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pandangan Para Mukmin Dan Kristen Akan Persekusi"

Post a Comment

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik, seperti menjawab atau menyanggah isi postingan. Komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.