Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Imam Besar Masjid Istiqlal: Trinitas Itu Tuhan Yang Maha Esa

“Ajaran Allah Tritunggal/Trinitas itu tidak masuk akal, bertentangan dengan Allah Yang Esa.” Itulah yang sering kami dengar. Kami maklum bila banyak orang kesulitan memahami Allah Tritunggal. Mengapa Imam Besar Masjid Istiqlal menyatakan bahwa Allah Tritunggal tidak bertentangan dengan Tuhan Yang Maha Esa?

Trinitas, Penjelasan Imam Besar Masjid Istiqal

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Prof. Dr. KH Nasarudin Umar, Imam Besar Masjid Istiqal mengakui  “Doktrin Trinitas . . . agama Kristen sama sekali tidak berbenturan dengan ketuhanan YME [Yang Maha Esa]. Doktrin Trinitas . . . menggambarkan satu Tuhan dalam tiga pribadi . . . yaitu Bapa, Anak [Isa Al-Masih] dan Roh Kudus . . . Meskipun memiliki tiga pribadi tetap satu.”

Pengertian Prof. Dr. KH Nasarudin Umar luar biasa. Benar, Allah Tritunggal terdiri dari “. . . Bapa dan Anak [Isa Al-Masih] dan Roh Kudus . . .” (Injil, Rasul Besar Matius 28:19).

Jawaban Saya: Pedoman utama umat Islam adalah Al-Qur’an dan Hadits Nabi, bukan perkataan ulama atau pakar-pakar Islam. Perkataan ulama atau pakar-pakar Islam boleh di ikuti selama tidak bertentangan dengan Al-Qur’an dan Hadits Nabi. Jika ada perkataan ulama atau pakar-pakar Islam yang bertentangan dengan Al-Qur’an dan Hadits Nabi, maka umat Islam wajib untuk tidak mengikutinya. Salah satu pendapat yang harus di tolak adalah pernyataan pakar Islam yang bernama KH Nasarudin Umar. Beliau menyatakan bahwa konsep Trinitas dalam Kristen tidak bertentangan dengan Ketuhanan Yang Maha Esa, bahkan dengan cerobohnya KH Nasarudin Umar menyamakan Trinitas dalam Kristen dengan Asmaul Husna.

Pernyataan KH Nasarudin Umar bahwa konsep Trinitas tidak bertentangan dengan Ketuhanan Yang Maha Esa adalah keliru. Kafir Kristen pemuja Yesus memang benar-benar meyakini tiga Tuhan yang sehakikat; Tuhan Bapa, Tuhan Putera dan Tuhan Roh Kudus. Tidak heran jika Allah SWT dalam Al-Qur’an melarang  orang-orang Kristen mengatakan Tuhan itu tiga, bahkan juga mengkafirkan mereka;

...Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: "(Tuhan itu) tiga", berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara. (An-Nisaa': 171)

Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan, "Bahwa­sanya Allah salah seorang dari yang tiga," padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. (Al-Maidah: 73)

Dalam agama Kristen ada konsep Tritunggal atau Trinitas. Tritunggal atau Trinitas adalah kepercayaan yang mempercayai bahwasanya Allah terdiri dari tiga oknum yang ketiganya adalah Tuhan; Tuhan Bapa, Tuhan Putra dan Tuhan Roh Kudus. Konsep ketuhanan tersebut sama sekali tidak dapat disamakan dengan Asmaul Husna yang hanya merupakan nama-nama Allah SWT. Asmaul Husna bukan pribadi atau oknum Tuhan dengan tugas dan fungsi yang berbeda-beda sebagaimana Tuhan Bapa, Tuhan Putra dan Tuhan Roh Kudus dalam keyakinan sesat Kristen. Terlihat sekali kalau KH Nasarudin Umar tidak mengenal Tuhan-tuhan Kristen dan beliau berbicara seperti itu hanya untuk menyenangkan orang-orang kafir Kristen dengan keyakinan mereka yang sesat dan menyesatkan.

Imam Besar Masjid Istiqal Menjelaskan Konsep Anak Allah

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Soal Isa Al-Masih Anak Allah, Prof. Dr. KH Nasarudin Umar prihatin dengan orang-orang non-Kristen yang mengkaitkan, “. . . kata ‘Anak’ . . . dengan anak biologis. Padahal dalam bahasa Arab kata ‘Ibn’ atau ‘Son’ dalam Bahasa Inggris tidak selamanya berarti anak biologis.”

“Kata ‘anak’ bisa berarti simbol kedekatan atau representatif. Seperti kata ‘anak-anak Indonesia di luar negeri’ berarti anak-anak yang menampilkan ciri khas dan karakteristik bangsa Indonesia. Seorang anak sering lebih mencirikan karakter bapaknya . . .,” tambahnya.

Imam Besar Masjid Istiqal itu benar. Isa Al-Masih sebagai Anak Allah bukanlah anak biologis atau jasmaniah. Melainkan Isa Al-Masih, Firman Allah itu sehakikat (sedzat) dengan Allah.

Jawaban Saya: Memang istilah “anak Allah” dalam Bible selalu bermakna kiasan atau figuratif, itu adalah kebiasaan orang-orang kafir menyebut orang-orang saleh di antara mereka dengan sebutan anak Allah. Yang harus diketahui oleh kafir Kristen, Al-Qur’an bukan hanya menyatakan Allah Subhanahu wa Ta’ala itu tidak beranak dalam arti harfiah, tetapi Al-Qur’an juga menyatakan bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala juga tidak beranak dalam arti kiasan atau figuratif. Perhatikan ayat-ayat di bawah ini:

Dia Pencipta langit dan bumi. Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai isteri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu(Al An'aam: 101)

Ayat di atas adalah bantahan Al-Qur’an terhadap orang-orang yang menganggap Allah Subhanahu wa Ta’ala memiliki anak. Yang dimaksud anak pada ayat di atas adalah anak dalam arti biologis arena dihubungkan dengan mempunyai istri. Sekarang perhatikan ayat-ayat di bawah ini.

Patutkah Dia mengambil anak perempuan dari yang diciptakan-Nya dan Dia mengkhususkan buat kamu anak laki-laki(Az Zukhruf: 16)

Dan mereka berkata: "Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak." (Maryam: 88)

Dan mereka berkata: "Tuhan Yang Maha Pemurah telah mengambil (mempunyai) anak", Maha Suci Allah. Sebenarnya (malaikat-malaikat itu), adalah hamba-hamba yang dimuliakan (Al Anbiyaa': 26).

Kafir Kristen pemuja Yesus boleh mengatakan istilah “anak Allah” dalam Kristen bermakna kiasan atau figuratif. Tetapi sebagian kafir Kristen pemuja Yesus tidak pernah menyebut bahwa yang di maksud dengan Yesus anak Allah bukanlah anak dalam arti hasil dari hubungan biologis suami-istri, melainkan dengan jujur mereka menyatakan bahwa Yesus di sebut anak Allah karena adanya ‘hubungan’ antara Maria dengan Roh Tuhan. Mereka juga mengatakan, bahwa karena Yesus lahir dari Maria sebagai manusia maka Yesus itu juga manusia, dan karena lahir dari Tuhan yang berupa Roh, maka Yesus itu disebut Anak Tuhan, Anak Allah, dan karena Anak Allah, Yesus itu juga Allah“Karena Anak Allah, Yesus itu juga Allah”, ungkapan ini dapat dinyatakan demikian kecuali hanya jika Yesus memang benar-benar anak biologis Allah. 

Bapa, Anak dan Roh Kudus, Tiga Tuhankah?

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Bapa adalah kiasan untuk Allah. Anak Allah/Isa Al-Masih “. . . adalah Firman [Kalimatullah] . . . dan Firman itu adalah Allah” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1). Dan Roh Kudus adalah Roh-Nya Allah (atau Hayatullah/Hidup-Nya Allah) (Injil, Kisah Para Rasul 5:3-).

Jadi Allah Tritunggal terdiri dari Allah, Firman-Nya dan Roh-Nya. Ketiganya satu, sebab Firman Allah dan Roh Allah bersama Allah selamanya. Adakah kesalahan ajaran Tritunggal itu, sampaikanlah kepada kami di sini.

Jawaban Saya: Tritunggal atau Trinitas adalah kepercayaan yang mempercayai bahwasanya Allah terdiri dari tiga oknum yang ketiganya adalah Tuhan; Tuhan Bapa, Tuhan Putra dan Tuhan Roh Kudus. Bapa, Putera dan Roh Kudus bukanlah sifat yang ada pada Allah sebagaimana sifat-sifat Allah SWT dalam Islam. Bapa, Putera dan Roh Kudus adalah nama tiga pribadi Tuhan yang ketiganya memiliki tugas dan fungsinya masing-masing. Bapa sebagai Tuhan pencipta, Putera atau Yesus sebagai Tuhan penebus dan Roh Kudus sebagai Tuhan penghibur atau penolong. Mencipta adalah kuasa yang hanya di miliki oleh Tuhan Bapa, menebus adalah kuasa yang hanya di miliki oleh Tuhan Putera atau Yesus dan menghibur atau menolong adalah kuasa yang hanya di miliki oleh Tuhan Roh Kudus. Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan Bapa, Putera dan Roh Kudus adalah satu,  tetapi Injil Kristen menyatakan kalau ketiganya bukanlah satu. Dalam Injil Kristen, disebutkan bahwa Yesus berkata dirinya dan Malaikat-Malaikat tidak tahu kapan kiamat akan terjadi, hanya Bapa yang tahu (Matius 24:36), itu artinya Yesus dan Bapa tidak satu, karena jika Yesus dan Bapa adalah satu maka Yesus pasti juga akan tahu sebagaimana Bapa. Dalam Injil Kristen juga disebutkan Yesus bersujud dan berdoa kepada Bapa (Matius 26:39), ayat tersebut menunjukkan kalau Yesus dan Bapa adalah dua pribadi yang berbeda, karena mustahil Yesus bersujud dan berdoa kepada Bapa kalau Yesus dan Bapa adalah satu. Bahkan setelah Yesus terangkat ke sorga, Yesus disebutkan duduk di sebelah kanan Bapa (Markus 16:19), tidak mungkin Yesus dapat duduk di sebelah kanan Bapa, kalau Yesus dan Bapa adalah satu.

Bukti tidak satunya Bapa, Putera dan Roh Kudus juga terlihat ketika suatu ketika Yesus dibaptis di sungai Yordan. Terlihat Roh Allah (Roh Kudus) menghinggapi Yesus dan terdengar suara dari Sorga (suara Bapa). Ayat ini menunjukkan pada kita bahwa Bapa, Putera dan Roh Kudus bukanlah tiga pribadi yang satu sebagaimana klaim kafir Kristen pemuja Yesus, akan tetapi tiga pribadi tersebut adalah tiga pribadi yang terpisah. Jelas sekali dalam ajaran Kristen, Tuhan memiliki tiga oknum yang sehakikat. Bapa, Putera dan Roh Kudus, mereka mempercayai ketiganya adalah Allah. Tuhan  Kristen yang terdiri dari tiga oknum, tidak dapat disebut dengan Tuhan yang Esa. Tidak mungkin Tuhan dapat dibilang Esa kalau Dia terdiri dari tiga oknum. Sangat mudah dipahami dan sudah sangat tepat jika kita mengatakan orang Kristen menyembah tiga Tuhan. Sayangnya, kafir Kristen pemuja Yesus tidak mempunyai kejujuran hati untuk mengakuinya.

Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya, lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan." (Matius 3:16-17)

Kasih Allah Tritunggal Bagi Umat Manusia

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Allah Trinitas membuktikan bahwa Allah itu kasih, pengasih dan penyayang. Sebab ketiga Pribadi – Bapa, Isa Al-Masih dan Roh Kudus – saling mengasihi dalam kekekalan. Sehingga Allah Tritunggal tidak bergantung pada ciptaan-Nya (manusia) untuk menyatakan kasih-Nya. Kasih abadi ini tidak akan nampak bila Allah hanya satu pribadi. Wujud terbesar kasih Allah Tritunggal ialah menyelamatkan manusia melalui penyaliban Isa Al-Masih untuk menanggung hukuman dosa. Supaya setiap orang yang percaya kepada Isa Al-Masih tidak binasa di neraka, melainkan beroleh hidup kekal.


Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus mensifati Allah SWT sebagaimana mereka mensifati manusia, yang kesepian jika sendirian, butuh kasih-kasihan dan sayang-sayangan. Mereka menganggap Allah SWT juga butuh teman bicara, teman ngobrol atau teman curhat seperti ABG labil zaman now. Ini adalah anggapan konyol dan kekanak-kanakan para kafir Kristen pemuja Yesus, sebagai tanda akal mereka tidak pernah tersentuh oleh wahyu Allah SWT. Allah SWT dalam Islam bukan hanya Esa dan Kekal, tetapi juga berbeda dengan makhluk-Nya. Firman Allah SWT yang artinya, “Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar dan Melihat.” (Asy Syuura: 11). Tidak berbeda dengan Tuhan dalam Bible Perjanjian Lama. Tuhan yang dikenal oleh bangsa Israel adalah Tuhan Yang Esa (Ulangan 6:4) dan berbeda dengan makhluk-Nya (1Samuel 15:29, Hosea 11:9). Itulah sebabnya, walaupun Allah SWT itu Esa dalam kekekalan, Dia tidak akan pernah mengalami kebosanan walaupun tidak punya temen bicara, temen ngobrol dan temen curhat. Itu semua sifat-sifat manusia, yang hanya manusia yang dapat mengalaminya, bukan Allah SWT. Penyaliban Yesus sama sekali tidak dapat menyelamatkan para pemujanya karena Yesus bukanlah tebusan yang sempurna

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "Imam Besar Masjid Istiqlal: Trinitas Itu Tuhan Yang Maha Esa"

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik, seperti menjawab atau menyanggah isi postingan. Komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.