Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Apakah Islam Adalah Agama Yang Paling Toleran?

Umumnya setiap orang di dunia mengharapkan toleransi di antara sesama. Terlebih toleransi antara umat beragama. Bila hal ini terjadi, maka kita akan dapat melihat lebih banyak kedamaian daripada perang. Bagaimana dengan agama Islam dan Kristen? Apakah Kristen dan Islam mengajarkan toleransi? Ajaran mana layak diikuti?

Orang Menuduh Intoleransi Islam

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Akhir-akhir ini orang di seluruh dunia menuduh Islam intoleran. Umat Islam merasa tuduhan ini tidak adil. Sebab banyak Muslim yang sangat toleran, baik hati, dan cinta damai. Walaupun tidak setuju dengan tuduhan ini, kami bisa mengerti mengapa orang menuduh Islam tidak toleran akhir-akhir ini.

Pertama, walaupun Indonesia termasuk negara Islam yang lebih toleran, hampir 1.000 gereja di Indonesia dalam 11 tahun terakhir ditutup secara paksa. Dan banyak lagi yang tidak mendapat ijin pembangunan.

Kedua, hampir setiap hari ada teroris yang bunuh diri dan membunuh orang lain dalam nama agama. Pantaskah agama mayoritas ini mendapat tuduhan tentang intoleransi ini? Silakan menjawab melalui email ini.

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan di Indonesia dalam 11 tahun terakhir ditutup secara paksa. Sayangnya mereka tidak menjelaskan dengan alasan apa gereja-gereja itu ditutup. Sedangkan menurut sebuah laporan dari Christian Broadcasting Network (CBN) pada tahun 2012 yang menggambarkan pertambahan jumlah gereja di Indonesia merupakan yang paling drastis dibandingkan di negara lain, termasuk di negara barat. Billy Njotorahardjo, pastor Gereja Bethel Indonesia mengatakan bahwa gereja di Indonesia bertambah dari hanya 400 unit menjadi lebih dari 6.000 unit dalam waktu empat tahun terakhir. Penutupan 1000 gereja dalam 11 tahun, belum ada apa-apanya bila dibandingkan dengan pertumbuhan gereja yang mencapai lebih dari 5600 unit dalam waktu empat tahun. Wakil Presiden Jusuf Kalla juga pernah mengatakan kalau pertumbuhan gereja mencapai 130 persen dalam 20 tahun, sedangkan Masjid hanya 63 persen di waktu yang sama. Dengan pertumbuhan gereja yang demikian pesat, masihkah Muslim Indonesia dapat di anggap intoleran terhadap agama lain?

Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan bahwa hampir setiap hari ada teroris di Indonesia yang bunuh diri dan membunuh orang lain atas nama agama. Hampir setiap hari ada teroris yang bunuh diri dan membunuh orang lain? Saya tidak percaya dengan apa yang mereka katakan. Mana buktinya kalau hampir setiap hari ada teroris di Indonesia yang bunuh diri dan membunuh orang lain? Di dunia saja belum tentu ada teroris yang hampir setiap hari bunuh diri dan membunuh orang lain, apalagi di Indonesia. Selain itu, korban dari kejahatan teroris di dunia bukan hanya orang-orang kafir, tetapi Muslim juga banyak yang menjadi korban. Bagaimana dapat dikatakan jihad, jika Muslim juga yang menjadi korbannya?

Jadi jihad memang salah satu amalan paling utama setelah shalat dan berbakti kepada kedua orang tua. Dalam riwayat lainnya, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah di tanya mengenai amalan yang menyamai pahala jihad. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab tidak ada amalan yang menyamai jihad, amalan jihad baru dapat dikalahkan apabila seseorang beribadah tanpa henti dan berpuasa tanpa berbuka (Shahih Bukhari: 2577). Sampai-sampai Allah berjanji kepada siapa saja yang berjihad di jalan-Nya, bila dia wafat maka akan dimasukkannya ke surga atau bila dia selamat maka dia akan pulang dengan membawa pahala atau ghanimah (Shahih Bukhari: 2579). Namun ingat  tidak semua orang kafir boleh diperangi. Hanya orang kafir harbi yang boleh diperangi. Mereka adalah seluruh orang musyrik dan Ahli kitab yang menampakkan permusuhan dan menyerang kaum Muslimin. Golongan ini diperangi, apabila ia atau negaranya telah menampakkan atau menyatakan perang terhadap kaum Muslimin atau kaum Muslimin terlebih dahulu mengumumkan perang terhadap mereka setelah orang-orang kafir ini menolak ajakan kepada Islam. Perlu diketahui, tidak semua kafir harbi diperangi. Dalam banyak hadits, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang membunuh orang yang tidak ikut perang seperti anak-anak, wanita, orang-orang jompo, lumpuh, banci, pendeta dan orang buta.

Kebanyakan yang menjadi korban teroris bukanlah tergolong kafir harbi yang boleh diperangi. Mereka hanyalah warga negara biasa yang hidup damai berdampingan dengan kaum Muslimin. Mereka harusnya di dakwahi bukannya di bunuh. Membunuh mereka hanya merugikan diri sendiri, tidak masuk surga justru dapat masuk neraka karena membunuh. Di tambah lagi pelaku membunuh orang Kristen yang tidak bersalah dengan bom bunuh diri. Padahal bunuh diri di dalam Islam haram hukumnya, sebagaimana firman Allah yang artinya;

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu(An Nisaa': 29)

Dalam hadits shahih Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: "Barangsiapa menjatuhkan diri dari gunung, hingga membunuh jiwanya (bunuh diri), maka ia akan jatuh ke neraka jahannam, ia kekal serta abadi di dalamnya selama-lamanya. Barang siapa menegak racun, hingga meninggal dunia, maka racun tersebut akan berada di tangannya, dan ia akan menegaknya di neraka jahannam, ia kekal serta abadi di dalamnya selama-lamanya. Dan barang siapa bunuh diri dengan (menusuk dirinya dengan) besi, maka besi itu akan ada di tangannya, dengannya ia akan menghujamkan ke perutnya di neraka jahannam, ia kekal dan abadi di dalamnya selama-lamanya." (Shahih Bukhari: 5333)

Apakah Islam Mengajarkan Toleransi?

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Menurut Ustadz Farid Ahmad Okbah, Islam adalah agama yang sangat menjunjung tinggi sifat toleran. Dia berkata, “. . . kita punya agama kita laksanakan, kalian punya agama silakan laksanakan agama kalian.”

Mukmin sering mengutip ayat, “Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam) . . .” (Qs 2:256) untuk menunjukkan toleransi dalam agama Islam. Penulis sangat setuju dengan pernyataan itu. Sayangnya, banyak orang beragama lebih setuju dengan ayat-ayat tentang kekerasan, seperti Qs 2:191; 9:5, 29, 123.

Memang ada ajaran toleransi dalam Islam. Tapi, adakah ajaran lain, di samping toleransi, yang lebih layak diikuti?

Jawaban Saya: Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikanlah balasan bagi orang-orang kafir. (Al-Baqarah: 191)

Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu di mana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah di tempat pengintaian. Jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi maha Penyayang. (At-Taubah: 5)

Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk. (At-Taubah: 29)

Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan dari padamu, dan ketahuilah, bahwasanya Allah bersama orang-orang yang bertaqwa. (At-Taubah: 123)

Al-Baqarah: 191 adalah ayat pertama yang memerintahkan kaum Muslimin untuk berperang. Perintah perang tersebut bukan dalam rangka memaksa orang-orang kafir Musyrik Mekkah untuk masuk agama Islam. Perintah perang di ayat tersebut turun sebagai bentuk pertahanan diri terhadap orang-orang kafir Musyrik Mekkah yang ingin memerangi kaum Muslimin. Keterangan tersebut tidak akan Anda dapati jika tidak membaca ayat sebelumnya. Perhatikan ayat ini; Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kalian, (tetapi) janganlah kalian melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas (Al-Baqarah: 190). Tidak berbeda dengan Al-Baqarah: 190, At-Taubah: 5 adalah perintah untuk memerangi orang-orang kafir Musyrik Mekkah karena mereka memerangi kaum Muslimin.

Sedangkan At-Taubat: 29 merupakan ayat pertama yang memerintahkan untuk memerangi kaum Ahli Kitab sesudah menyelesaikan perkara yang menyangkut kaum musyrik dan sesudah manusia masuk ke dalam agama Allah (agama Islam) secara bergelombang-gelombang, serta seluruh Jazirah Arabia telah tegak di dalam kekuasaan agama Islam. Setelah itu Allah SWT memerintahkan kepada Rasul-Nya agar memerangi kaum Ahli Kitab, yaitu orang-orang Yahudi dan Nasrani. Hal ini terjadi pada tahun sembilan Hijriah.

Perang yang ada dalam Islam tidak sekalipun dimaksudkan untuk memaksa orang kafir untuk masuk Islam. Bahkan setelah kaum Muslimin menguasai negeri orang Kafir, orang-orang kafir yang tinggal dalam negeri tersebut tidak pernah di paksa untuk masuk Islam. Mereka diberi kebebasan menjalankan agama tanpa gangguan sedikit pun. Mereka hanya diminta untuk membayar jizyah, yang besarannya satu dinar per tahun untuk orang dewasa kaum laki-laki yang mampu membayarnya. Perang adalah jalan terakhir yang di tempuh, setelah ajakan kepada Islam atau membayar jizyah di tolak oleh Kaisar atau Raja penguasa negeri kafir tersebut. Perang adalah jalan agar dakwah Islam masuk ke negeri yang di kuasai oleh orang kafir, bukan jalan untuk memaksa orang-orang kafir masuk Islam. Dalam perang, Allah SWT bermaksud menyiksa dan menghinakan orang-orang kafir melalui tangan-tangan kaum Muslimin yang berjihad. Sebagaimana firman Allah SWT yang artinya;

Perangilah mereka, niscaya Allah akan menyiksa mereka dengan (perantaraan) tangan-tangan kalian dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kalian terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman(At-Taubah: 14)

Dalam Islam ada toleransi. Tetapi itu bukan untuk orang-orang kafir yang memerangi kaum Muslimin. Bukan pula untuk orang-orang kafir yang membuat fitnah dan mengusir kaum Muslimin dari negerinya. Toleransi kaum Muslimin juga tidak berlaku bagi orang-orang kafir, Musyrik dan pelaku maksiat. Itu sebabnya dalam Islam ada yang namanya dakwa dan jihad. Ada yang namanya amal ma’ruf dan nahi mungkar. Dengan menulis tulisan seperti ini saja, kafir Kristen pemuja Yesus terbukti intoleran terhadap keyakinan kaum Muslimin terhadap agamanya.

Isa Al-Masih Mengajar Kasih Daripada Toleransi

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Isa Al-Masih tidak menekankan toleransi. Ia lebih berfokus kepada kasih. Kasih lebih baik daripada toleransi. Dengan sikap toleransi, seseorang dapat mengabaikan orang lain. Tapi dalam kasih, seseorang benar-benar perduli tentang orang lain.

Isa Al-Masih mengajarkan, “. . . Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” (Injil, Rasul Besar Matius 22:39). Suatu hari Isa menceritakan satu perumpamaan tentang seorang dari suku Samaria yang mengasihi orang Yahudi. Orang Yahudi itu babak belur karena dirampok dan orang Samaria itu menolongnya. Ingat, di zaman itu, orang Yahudi dan orang Samaria saling membenci.

Isa mengajarkan kita harus mengasihi semua orang, termasuk musuh. Tidak boleh membenci siapapun. Sebagai pengikut Isa, kami mengasihi setiap manusia sehingga ingin mereka selamat dari hukuman dosa dan neraka.

Isa mengasihi Anda hingga Ia rela wafat guna mengampuni dosa Anda. Ia sudah menunjukkan kasih-Nya dengan menanggung dosa Anda, agar Anda bisa bebas dari perhambaan dosa dan hukuman neraka akibat dosa. Silakan mengemail kami jika Anda ingin menghindari hukuman neraka.

Jawaban Saya: Saya tadinya mau memberikan bukti kalau Yesus tidak toleran. Tapi karena kafir Kristen pemuja Yesus telah menyatakan Yesus tidak menekankan toleransi atau dapat kita katakan tidak mengajarkan toleransi, tidak ada perlunya saya membuktikan kalau Yesus tidak toleran.

“Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” (Matius 22:39). Ini salah satu ayat andalan kafir Kristen pemuja Yesus. Dengan ayat tersebut, kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan Yesus mengajarkan kasih. Padahal ayat itu berasal dari Taurat yang sengaja dikutip oleh pengarang Injil untuk di atas-namakan Yesus. Bible Perjanjian Lama telah lama ada sebelum Injil ditulis. Mudah bagi para penulis Injil Kristen untuk mengutip ayat-ayat Bible Perjanjian Lama kemudian mereka katakan sebagai perkataan Yesus. Oleh karenanya kita tidak dapat memastikan apakah ayat tersebut memang benar-benar pernah diucapkan Yesus semasa hidupnya.


Janganlah engkau menuntut balas, dan janganlah menaruh dendam terhadap orang-orang sebangsamu, melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri; Akulah TUHAN. (Imamat 19:18).

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Apakah Islam Adalah Agama Yang Paling Toleran?"

Post a Comment

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik, seperti menjawab atau menyanggah isi postingan. Komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.