Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Taubat Nasuha Atau Taubat Kepada Isa Yang Menjamin Sorga?

Menurut agama, umat Islam dan Kristen wajib bertobat dari dosa-dosanya. Islam mengajarkan konsep taubat nasuha/taubatan nasuhaa. Sedangkan Kristen mengajarkan tobat kepada Isa Al-Masih. Manakah yang pasti menjamin sorga?

Taubatan Nasuhaa Menurut Al-Quran

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Umat Islam percaya bahwa Allah Maha Pengasih dan Penyayang. Maka Ia pasti mengampuni segala dosa orang yang bertobat. Al-Quran menuliskan, “. . . bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa. Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah . . .” (Qs 66:8). Menurut KSI Al-Khoirot, ada 3 syarat agar Allah menerima taubatan nasuhaa. Pertama, berhenti dari dosa itu seketika itu juga. Kedua, menyesali perbuatannya. Dan ketiga, tidak mengulanginya lagi.

Jawaban Saya: Di dalam agama Islam, sebesar apapun dosa dapat diampuni Allah SWT, selagi orang yang telah berbuat dosa tersebut mau meminta ampun kepada Allah SWT dan bertaubat kepada-Nya. Agar taubat seseorang itu diterima, maka dia harus memenuhi tiga hal yaitu: Menyesal, Berhenti dari dosa, dan Bertekad untuk tidak mengulanginya. ada sebagian ulama yang menambahkan syarat yang keempat, yaitu tidak mengulangi perbuatan dosa tersebut. sehingga kapan saja seseorang mengulangi perbuatan dosanya, jelaslah bahwa taubatnya tidak benar. Akan tetapi sebagian besar para ulama tidak mensyaratkan hal ini.

Manusia tidak dapat melepaskan diri dari dosa, tidak ada manusia yang dapat melepaskan dirinya dari dosa. Sebagai makhluk yang tidak dapat lepas dari perbuatan dosa, manusia di tuntut untuk selalu bertaubat dari dosa-dosanya. Manusia terbaik bukanlah mereka tidak pernah berdosa. Manusia terbaik adalah manusia yang jika mereka berdosa, mereka segera ingat akan dosanya dan bertaubat kepada Allah SWT. Wajib bagi seorang Muslim untuk selalu bertaubat kepada Allah SWT. Al-Qur’an menyatakan bahwa Allah SWT mencintai orang-orang yang bertaubat. Bahkan jika manusia tidak berbuat dosa sama sekali, Allah SWT akan memusnahkan mereka semua dan akan menciptakan umat yang pernah berbuat dosa; 

Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: "Haidh itu adalah suatu kotoran." Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri. (Al-Baqarah: 222)

"Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda: 'Demi Dzat yang jiwaku di tangannya, seandainya kamu sekalian tidak berbuat dosa sama sekali, niscaya Allah akan memusnahkan kalian. Setelah itu, Allah akan mengganti kalian dengan umat yang pernah berdosa. Kemudian mereka akan memohon ampunan kepada Allah dan Allah pun pasti akan mengampuni mereka.'" (Shahih Muslim: 4936)

Apakah Problema Taubatan Nasuhaa?

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Pertama, mustahil manusia tidak mengulangi dosa yang sama. Dapatkah kita tidak lagi berbohong, bergosip, membenci sesama/kafir, iri hati, dan sebagainya?

Kedua, meskipun telah menghentikan dosa lama, kita pasti berbuat dosa yang baru.

Ketiga, bagaimana dengan dosa baru yang kita perbuat menjelang kematian? Maka kita tidak sempat bertobat saat itu. Kita akan menderita siksaan kekal di neraka karena dosa-dosa kita.

Keempat, Allah tidak adil karena tidak menghukum dosa, tapi hanya mengampuni dosa. Maka perintah dan larangan Allah tidak berguna, sebab semua pelanggaran diampuni-Nya. Bukankah kecuali Maha Pengampun, Allah juga Maha Adil, yaitu menghukum dosa?

Kelima, ketetapan Allah SWT, semua Muslim mendatangi neraka.“Dan tidak ada seorangpun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan” (Qs 19:71).

Semua Muslim harus mendatangi neraka dulu, dan dihisab dosanya. Maka mereka tidak pasti masuk sorga. Jika ada jaminan masuk sorga dalam ajaran Islam, sampaikan kepada kami di sini.

Jawaban Saya: Kewajiban seorang Muslim apabila berdosa adalah segera bertaubat kepada Allah SWT, menyesal, sungguh-sungguh meminta ampunan-Nya dan bertekat untuk tidak akan melakukan dosa lagi. Walaupun semua itu tidak menjamin dirinya tidak akan berbuat dosa lagi, namun paling tidak dosa yang dilakukannya tidak sampai menumpuk sehingga menutupi hati. Sebagaimana Nabi Muhammad SAW bersabda:

"Sesungguhnya seorang mukmin jika berbuat dosa maka akan ada satu noda hitam di hatinya, jika ia bertaubat dan berlepas dari dosanya maka hatinya akan menjadi bersih, namun jika dosanya bertambah maka noda hitam tersebut akan semakin bertambah hingga menutupi hatinya, itulah noda yang disebutkan oleh Allah Azza Wa Jalla dalam Al Qur`an: "Sekali-kali tidak (demikian), Sebenarnya dosa yang mereka perbuat itu menutupi hati mereka." (Musnad Ahmad: 7611).

Bagaimana jika setelah bertaubat di kemudian hari berbuat dosa lagi? Masihkah Allah SWT akan mengampuninya dan menerima Taubatnya? Ya, Allah SWT masih tetap mengampuninya dan menerima taubatnya. Selagi nafas tidak sampai di  kerongkongan dan orang tersebut benar-benar menyesal, benar-benar meminta ampunan, niscaya Allah SWT akan mengampuninya dan menerima taubatnya. Perhatikan sabda Nabi Muhammad SAW berikut ini:

"Sesungguhnya ada seorang laki-laki yang melakukan sebuah dosa lalu ia berkata; 'Wahai Tuhanku sesungguhnya aku telah melakukan suatu dosa, ' atau ia berkata; 'Sesungguhnya aku telah melakukan suatu amalan dosa maka ampunilah dosa itu.' maka Allah Azza Wa Jalla berfirman: 'hamba-Ku telah melakukan dosa lalu dia tahu bahwa ia memiliki Tuhan yang mengampuni dosa dan menyiksanya, Aku telah mengampuni hamba-Ku.' Kemudian hamba tersebut melakukan dosa yang lain, atau dia berdosa dengan dosa yang lain lalu ia berkata; 'Wahai Tuhanku sesungguhnya aku telah melakukan suatu dosa maka ampunilah dosa itu.' kemudian Allah Tabaaroka wa ta`ala berfirman: 'hamba-Ku telah melakukan dosa lalu dia tahu bahwa ia memiliki Tuhan yang mengampuni dosa dan menyiksanya, Aku telah mengampuni hamba-Ku.' Kemudian hamba tersebut melakukan dosa yang lain, atau berdosa dengan dosa yang lain lalu berkata; 'Tuhanku sesungguhnya aku telah berbuat dosa maka ampunilah dosa itu.' maka Allah berfirman: 'hamba-Ku telah melakukan dosa lalu dia tahu bahwa ia memiliki Tuhan yang mengampuni dosa dan menyiksanya, Aku telah mengampuni hamba-Ku, dan berbuatlah sekehendaknya.'" (Musnad Ahmad: 7607).

Kewajiban seorang Muslim apabila berdosa adalah segera bertaubat, tidak menunggu satu hari, satu minggu, satu bulan atau satu tahun. Karena umur tidak ada yang tahu. Cara bertaubat dari dosa dalam Islam juga tidak ruwet seperti penebusan dosa dalam Taurat. Menyesal dalam hati terhadap dosa yang kita lakukan, memohon ampunan Allah SWT dengan banyak mengucap istighfar dan bertekat untuk tidak mengulanginya lagi, apanya yang tidak sempat taubat? Kecuali kalau mati pada saat berbuat maksiat sehingga tidak sempat bertaubat, itu berbeda lagi.

Kafir Kristen pemuja Yesus menganggap Allah Maha Adil sehingga tidak mungkin membiarkan pelaku dosa tanpa hukuman. Padahal dalam Hadits Shahih telah dijelaskan bahwasanya Allah SWT adalah Tuhan yang rahmat-Nya telah mengalahkan kemurkaan-Nya. Dalam Kristen tidak ada keterangan seperti itu, sehingga mereka selalu mempertentangkan ampunan Allah SWT dengan keadilan-Nya. Nabi Muhammad SAW bersabda:

"Ketika Allah mencipta makhluk, Dia menulis dalam kitab-Nya yang Dia sendirilah yang menulis atas diri-Nya, dan itu diletakkan-Nya di sisi-Nya di atas 'arsy, 'Sesungguhnya rahmat-Ku lebih mengalahkan kemurkaan-Ku'." (Shahih Bukhari: 6855).

Dan tidak ada seorang pun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan. (Maryam: 71).

Menurut para ulama, Makna dari “mendatangi” pada ayat tersebut adalah melintasi atau melewati, bukan memasuki seperti apa yang mereka katakan. Dalilnya terdapat pada hadits shahih di bawah ini;

As Suddi berkata: Aku pernah bertanya kepada Murrah al Hamdany tentang firman Allah "Dan tidak ada seorangpun dari padamu melainkan mendatangi neraka itu." (Maryam: 71) lalu ia menceritakan padaku bahwa Abdullah bin Mas'ud mengisahkan kepada mereka, ia berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Manusia akan mendatangi neraka, kemudian ia melaluinya dikarenakan amalnya , adapun yang paling awal di antara mereka secepat kilat, lalu seperti angin, kemudian seperti larinya kuda, kemudian seperti seorang yang menunggangi tunggangan, kemudian seperti seseorang yang berlari, kemudian seperti (seseorang yang) berjalan." (Sunan Tirmidzi: 3084).

Dalam hadits Shahih Muslim: 267 disebutkan bahwa kelak di akhirat nanti Allah SWT akan membentangkan shirath di atas neraka. Untuk masuk surga, semua manusia –baik dia beriman atau kafir- akan melintasi atau melewati shirath tersebut. Kemudian Allah SWT akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa sesuai amal perbuatan mereka masing-masing, sementara itu orang-orang kafir dan pelaku maksiat dibiarkan oleh Allah SWT jatuh masuk ke dalam neraka. Sebagaimana firman Allah SWT yang menjadi kelanjutan ayat yang di kutip oleh kafir Kristen pemuja Yesus di atas;

“Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut.” (Maryam: 72)

Kafir Kristen pemuja Yesus memiliki pemahaman yang salah tentang dogma penebusan dosa. Mereka menganggap diri mereka pasti masuk surga karena dosa-dosa mereka telah ditebus dengan matinya Yesus di kayu salib. Padahal menurut Bible Perjanjian Baru, pengorbanan Yesus di kayu salib itu hanya untuk menebus dosa akibat dari pelanggaran Adam dan Hawa (dosa asal/dosa natur), bukan dosa pribadi karena melanggar hukum Allah. Jadi, sekalipun orang Kristen telah di baptis dan menerima Yesus sebagai Tuhan, tetapi jika dia hidup dengan banyak melanggar hukum-hukum Allah, maka penebusan Yesus sama sekali tak akan banyak membantu. Hanya ada dua cara agar orang Kristen dapat masuk surga hanya dengan bermodal penebusan Yesus. Cara pertama, hidup tanpa berbuat dosa dan ini tidak mungkin karena tidak ada manusia yang bebas dari berbuat dosa. Atau cara yang kedua, bertobat dari dosa yang pernah dilakukan dan ini mustahil juga karena syarat pengampunan dosa haruslah menyerahkan korban tebusan.

Bertobat kepada Isa Al-Masih, Apakah janji-Nya?

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Isa bersabda, " . . . Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, . . . akan hidup walaupun ia sudah mati, dan . . . tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?"(Injil, Rasul Besar Yohanes 11:25-26).

Isa Al-Masih, Kalimatullah telah turun dari sorga, menjadi manusia. Karena kasih-Nya, Ia rela mati tersalib guna menanggung hukuman dosa manusia. Supaya manusia tidak menderita hukuman kekal di neraka. Melalui kematian-Nya itu, tuntutan keadilan dan kasih Allah terpenuhi. Adil, karena Allah menghukum dosa dengan kematian Isa Al-Masih. Kasih, karena Ia mengampuni setiap orang yang percaya kepada Isa Al-Masih. Jika Anda masih ragu atau tidak percaya akan kuasa penebusan Isa Al-Masih, sampaikan kepada staff kami di sini.

Jawaban Saya: Yesus memang berkata orang yang percaya kepadanya (sebagai Nabi), mendengar perkataan Yesus dan melakukannya, akan memperoleh hidup yang kekal. Tetapi janji Yesus tersebut hanya berlaku untuk bangsa Israel, karena beliau hanya di utus untuk bangsa Israel (Matius 15:24). Oleh sebab itu pintu surganya tertulis dengan nama-nama suku Israel (Wahyu 21:12), yang artinya hanya orang Israel yang dapat masuk surga. Itu pun hanya terbatas untuk 144 ribu orang Israel (Wahyu 7:4, Wahyu 14:1). Jadi kalau kafir Kristen pemuja Yesus yakin diri mereka masuk surga, dari sekarang coba pikirkan mau masuk surga lewat pintu yang mana? Itu saja!

Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan bahwa Yesus rela mati di salib. Mereka juga mengatakan Yesus telah menyerahkan nyawanya. Tetapi mengapa kesan tersebut sama sekali tidak terlihat. Jika benar Yesus memang rela di salib dan menyerahkan nyawanya, mengapa ketika akan pergi ke Yerusalem Yesus memerintahkan murid-muridnya untuk membeli pedang (Lukas 22:36)? Mengapa Yesus memerintahkan murid-muridnya untuk menjaga dirinya dan terlihat Yesus sangat ketakutan (Matius 26:38)? Mengapa Yesus sampai sujud dan berdoa demi keselamatannya (Matius 26:42)? Dan mengapa ketika hampir mati di atas salib, Yesus berteriak dengan keras: “Eloi, Eloi, lama sabakhtani?,” yang berarti: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? (Markus 15:34).

Manakah Tobat Yang Menjamin Sorga?

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Jelaslah, bukan taubatan nasuhaa, melainkan tobat kepada Isa yang menjamin sorga. Isa Al-Masih menjamin pengampunan dosa dan hidup kekal. Jika kita menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat.

Jawaban Saya: Yesus tidak sekalipun mengajarkan murid-muridnya untuk bertaubat kepadanya. Yesus mengajarkan bertaubat kepada Tuhan, bukan kepada dirinya sendiri. Perhatikan ayat berikut; Dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; (Matius 6:12). Kafir Kristen pemuja Yesus meminta orang lain untuk bertaubat kepada Yesus, padahal Yesus sendiri juga berdosa dan harus bertaubat dengan dibaptis oleh Yohanes (Matius 3:13). Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan untuk memperoleh hidup yang kekal harus percaya Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat, sedangkan Yesus sendiri tidak sekalipun menyatakan dirinya Tuhan dan juruselamat.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Taubat Nasuha Atau Taubat Kepada Isa Yang Menjamin Sorga?"

Post a Comment

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik, seperti menjawab atau menyanggah isi postingan. Komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.