Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Bulan Sabit Bukan Lambang Islam! Bagaimana Dengan Salib?

Bulan sabit dan bintang adalah lambang-lambang Islam yang terkenal. Lambang itu terpasang di puncak-puncak masjid. Sedangkan salib adalah lambang Kristen. Mengapa sebagian umat Islam mengganti simbol bulan sabit dan bintang, sebaliknya Kristen bangga akan salib?

Simbol Bulan Bintang: Sejarah dan Maknanya

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Achmad Rofi’i menjelaskan bahwa pada zaman dinasti Utsmani (Turki) simbol “. . . bulan sabit dan bintang pun meraih popularitas di masyarakat muslim.”  Namun, “. . . lambang bulan sabit dan bintang telah lama digunakan sebelum masa Islam . . . yang berasal dari paganisme Yunani kuno, Assyria dan Babylonia”, tambahnya. Menurut Nur Muhammad, “Bulan sabit melambangkan . . . tiga benua . . . yang telah dikuasai Islam . . . Asia . . . Afrika . . . Eropa. Sedangkan lambang bintang menunjukkan posisi ibu kota . . . Istambul yang bermakna: Kota Islam.”

“Berkembang juga filosofi lain, bulan sabit yang menjadi penanda waktu menuju bulan baru dalam Islam . . . Sedangkan bintang . . . bersudut lima, melambangkan . . . syahadat, shalat, zakat, puasa, dan ibadah haji,” terangnya.

Jawaban Saya: Simbol bulan sabit dan bintang adalah perkara baru dalam Islam (Bid’ah). Simbol tersebut tidak pernah dikenal di zaman Nabi Muhammad SAW maupun di zaman sahabat. Simbol bulan sabit dan bintang pertama kali muncul di zaman daulah Utsmani (sekitar abad ke-13 M). Para penguasa Daulah Utsmani menggunakan simbol tersebut sebagai lambang resmi kerajaan, meniru lambang istana di Romawi.

Imam Ibnu Utsaimin mengatakan, Tentang memasang gambar hilal di menara-menara, ada yang mengatakan, bahwa sebagian kaum musliminlah yang meniru umat yang lain, yang mereka lakukan terhadap tempat-tempat ibadah mereka. Mereka meletakkan lambang bulan sabit, untuk menandingi orang Kristen yang memasang lambang salib di tempat-tempat ibadah mereka. Sebagaimana yang terjadi pada yayasan pertolongan pertama bagi orang sakit dengan sebutan bulan sabit merah, untuk menyaingi milik orang Kristen, palang merah. Karena itu, tidak selayaknya lambang ini diletakkan di menara-menara masjid, mengingat adanya kemiripan (dengan orang Kristen), dan mengingat ini buang-buang harta dan waktu. (Majmu’ Fatawa wa Rasail Ibnu Utsaimin, 13/941).

Berdasarkan tinjauan sejarah dari keterangan di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa bulan sabit maupun bintang bukan bagian dari Islam. Untuk itu, kita tidak boleh menjadikannya sebagai syiar Islam, apalagi meyakini bahwa dengan memasang lambang itu akan mendapatkan pahala.

Memasang Bulan Sabit Bid’ah?

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Sebagian umat Islam telah mengganti simbol bulan sabit dan bintang di puncak-puncak masjid dengan lafadz الله (Allah). Ammi Nur Baits mengingatkan, “Meletakkan gambar bulan sabit di atas menara-menara masjid, termasuk bid’ah . . .”

Achmad Rofi’i menegaskan,“Bulan sabit dan bintang sesungguhnya bukan bagian daripada Islam dan tidak semestinya dianggap sebagai lambang Islam . . .”  Ia mengutip hadist, “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka dia bagian dari kaum itu” (HR Abu Daawud no: 4033).

Simbol Salib dan Maknanya

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Memang salib/hukuman penyaliban bukanlah budaya Kristen. Namun, ratusan tahun sebelumnya, Allah telah menubuatkan peristiwa penyaliban Isa Al-Masih dalam Wahyu-Nya. “Mereka menusuk tangan dan kakiku [Isa Al-Masih]” (Kitab Zabur/Mazmur 22:16-17). Isa Al-Masih akan wafat “di antara penjahat-penjahat . . . sebagai korban penebus salah” (Kitab Nabi Yesaya 53:9, 10). Allah menggenapi nubuat itu ketika prajurit-prajurit Romawi “. . . menyalibkan Dia [Isa Al-Masih] . . .” (Injil, Rasul Besar Matius 27:35).

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus mengakui bahwa simbol salib bukanlah budaya Kristen. Yesus sewaktu hidup di dunia tidak pernah mengajarkan berdoa membentuk tanda salib sebelum dan sesudahnya. Tempat ibadah di zaman ketika Yesus masih hidup di dunia juga tidak memasang simbol salib di atasnya dan di dalamnya. Itu artinya simbol salib yang digunakan oleh kafir Kristen pemuja Yesus adalah hal baru dalam agama atau bid’ah. Menurut sejarahnya, simbol salib baru digunakan oleh kafir Kristen pemuja Yesus di akhir tahun 200 Masehi. Itu artinya, simbol bulan bintang dan simbol salib sama-sama bid’ah. hanya bedanya, kalau simbol bulan sabit dan bintang hanya digunakan di atas sebagian masjid-masjid dan tidak masuk dalam peribadatan umat Islam. Sedangkan simbol salib tidak hanya ada atas menara gereja, tetapi sudah masuk dalam peribadatan orang-orang Kristen. Simbol salib sekarang ini menjadi simbol pemujaan kafir Kristen kepada Yesus. Kelak di akhirat, kafir Kristen pemuja Yesus digolongkan oleh Allah SWT sebagai penyembah salib dan mereka akan langsung di lempar ke neraka tanpa harus di hisab dan lewat Shirath. Sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut;

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Bukair telah menceritakan kepada kami Allaits bin Sa'd dari Khalid bin Yazid dari Sa'id bin Abu Hilal dari Zaid dari 'Atha' bin Yasar dari Abu Sa'id Al Khudzri berkata, "Kami bertanya, "Ya Rasulullah, apakah kita akan melihat Tuhan kita pada hari kiamat?" Nabi balik bertanya: "Apakah kalian merasa kesulitan melihat matahari dan bulan ketika terang benderang?" kami menjawab, "Tidak." Nabi meneruskan: "Begitulah kalian tidak kesulitan melihat melihat Tuhan kalian ketika itu, selain sebagaimana kesulitan kalian melihat keduanya." Kemudian beliau berkata: "Lantas ada seorang penyeru memanggil-manggil, "Hendaklah setiap kaum pergi menemui yang disembahnya!" Maka pemuja salib pergi bersama salib mereka, dan pemuja patung menemui patung-patung mereka, dan setiap pemuja Tuhan bersama tuhan-tuhan mereka hingga tinggal orang-orang yang menyembah Allah, entah baik atau durhaka dan ahli kitab terdahulu. Kemudian jahannam didatangkan dan dipasang, ia seolah-olah fatamorgana, lantas orang-orang yahudi ditanya, "Apa yang dahulu kalian sembah?" Mereka menjawab, "Kami dahulu menyembah Uzair anak Allah." Lalu ada suara, "Kalian dusta! Allah sama sekali tidak mempunyai isteri dan tidak pula anak." Lalu apa yang kalian inginkan?" Mereka menjawab, "Kami ingin jika Engkau memberi kami minuman!" Lantas ada suara, "Minumlah kalian!" Lalu mereka berjatuhan di neraka jahannam. Lantas orang-orang Nashara diseru, "Apa yang kalian dahulu sembah?" Mereka menjawab, "Kami dahulu menyembah Isa al Masih, anak Anak Allah." Mereka dijawab, "Kamu semua bohong! Allah sama sekali tidak mempunyai isteri atau bahkan anak, dan apa yang kalian inginkan?" Mereka menjawab, "Kami ingin agar Engkau memberi kami minuman!" Lalu dijawab, "Minumlah kalian!" Dan langsung mereka berjatuhan di neraka jahannam hingga tersisa manusia yang menyembah Allah,...” (Shahih Bukhari: 6886)

Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan bahwa matinya Yesus di kayu salib sudah di nubuatkan dalam kitab Mazmur 22:16-17. Ayat yang dikutip kafir Kristen pemuja Yesus dari kitab Mazmur sebetulnya bukanlah nubuat. Karena ayat tersebut merupakan bagian dari lagu untuk pemimpin biduan, selain itu di ayat tersebut juga tidak menyebut tentang menyaliban. Jika kafir Kristen pemuja Yesus tetap menganggapnya sebagai nubuat disalibnya Yesus, maka mereka juga harus mengakui kalau Yesus selamat tidak mati dalam penyaliban tersebut. Baca baik-baik ayat-ayat berikut;

Tetapi Engkau, TUHAN, janganlah jauh; ya kekuatanku, segeralah menolong aku! Lepaskanlah aku dari pedang, dan nyawaku dari cengkeraman anjing. Selamatkanlah aku dari mulut singa, dan dari tanduk banteng. Engkau telah menjawab aku! (Mazmur 22:19-21)

Sedangkan untuk Yesaya 53:9 dan 10, kalaupun ayat-ayat tersebut memang benar merupakan nubuat. Maka nubuat tersebut bukan ditujukan untuk Yesus. Karena jelas orang yang dinubuatkan oleh Yesaya 53 adalah orang yang memiliki keturunan dan Yesus tidak pernah menikah apalagi memiliki keturunan. Perhatian ayat ini;

Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya. (Yesaya 53:10).      

Kitab Mazmur dan Yesaya di tulis jauh sekali sebelum Yesus lahir. Karena kitab Mazmur dan Yesaya di tulis jauh sebelum Yesus lahir, maka sangat mudah bagi para penulis Injil untuk menyesuaikan kisah Yesus yang akan mereka tulis agar sesuai dengan ayat-ayat dalam kitab Mazmur dan Yesaya. Agar seolah penyaliban Yesus telah dinubuatkan oleh kitab Mazmur dan Yesaya ratusan tahun sebelumnya, para penulis Injil menulis kronologi penyaliban Yesus sesuai dengan ayat-ayat yang ada dalam kitab Mazmur dan Yesaya. Artinya para penulis Injil menulis Injil-injil mereka tidak berdasarkan fakta yang ada. Mereka menulis Injil sesuai dengan yang ingin mereka tuliskan. Maka benarlah kalau orang-orang di awal kekristenan mengenal Injil hanya sebagai kisah rakyat.

Salib, Jaminan Keselamatan Jiwa Anda

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Amal baik manusia tidaklah mencukupi syarat masuk sorga, yaitu suci tanpa satu dosa pun. Maka manusia berdosa harus dihukum di neraka kekal karena dosa-dosanya itu. Isa Al-Masih rela mati tersalib guna menggantikan hukuman dosa manusia, yaitu kematian kekal. Melalui kematian dan kebangkitan-Nya itu, Isa Al-Masih menawarkan pengampunan dosa. “Supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya [Isa Al-Masih] beroleh hidup yang kekal” (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:15). Sebaliknya, orang yang menolak Isa Al-Masih akan menanggung hukuman dosanya sendiri di neraka kekal. Dengan percaya Isa Al-Masih, Anda terjamin masuk sorga-Nya.

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus sering kali mengatakan perbuatan baik tidak cukup untuk membuat orang beriman masuk surga. Tujuannya tidak lain agar setiap orang (terutama Muslim) tidak bergantung pada amal saleh sebagai salah satu upaya dalam mencapai keselamatan, sehingga dengan mudah kafir Kristen pemuja Yesus dapat menjerumuskan seorang Muslim ke neraka dengan mengikuti jejak mereka sebagai pemuja Yesus. Padahal Yesus sendiri ketika ditanyai oleh seseorang, dengan perbuatan baik apakah yang diperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal, Yesus tidak mengatakan hidup yang kekal tidak dapat dicapai dengan perbuatan baik. Sebaliknya Yesus justru menjawab pertanyaan tersebut dengan menyebutkan beberapa hukum Taurat (Matius 19:16-18). Di ayat lainnya Yesus juga mendorong murid-muridnya untuk mengumpulkan pahala dengan melakukan perbuatan-perbuatan baik untuk memperoleh hidup yang kekal (Matius 6:19-20). Dalam Al-Qur’an juga disebutkan orang-orang beriman akan mewarisi surga disebabkan oleh amal-amal shaleh yang dahulu dikerjakan di dunia, Dan itulah surga yang diwariskan kepada kamu disebabkan amal-amal yang dahulu kamu kerjakan (Az Zukhruf: 72).

Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Akudan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa(Yohanes 10:27-29)

Pada ayat-ayat tersebut di atas, Yesus menyebut domba-domba. Domba dalam Injil Perjanjian Baru digunakan untuk menyebut umat dari bangsa Israel. Sedangkan untuk bangsa di luar dari bangsa Israel, Yesus biasa menyebutnya Anjing. Jadi, syarat pertama untuk memperoleh janji keselamatan dari Yesus, orang tersebut haruslah berasal bangsa Israel. Tidak cukup itu saja, Yesus juga mensyaratkan domba-domba tersebut harus mendengar dan mengikuti ajaran Yesus. Kedua syarat tersebut ternyata tidak dimiliki oleh kafir Kristen pemuja Yesus. Pertama; kebanyakan dari orang-orang Kristen bukanlah dari bangsa Israel, kedua; orang-orang Kristen tidak mendengar dan mengikuti ajaran Yesus, tetapi lebih mendengar dan mengikuti ajaran Paulus. Oleh karena kedua syarat tersebut tidak dapat dipenuhi oleh kafir Kristen pemuja Yesus, maka mereka tidak akan memperoleh janji keselamatan yang akan diberikan oleh Yesus.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Bulan Sabit Bukan Lambang Islam! Bagaimana Dengan Salib?"

Post a Comment

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik, seperti menjawab atau menyanggah isi postingan. Komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.