Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Adakah Bagian Alkitab Yang Sudah Hilang?

Allah berjanji menjaga firman-Nya: “. . . sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya” (Quran Al-Hijr [15]:9). Adakah bagian Alkitab yang sudah hilang? Adakah bagian Al-Quran yang sudah hilang?

Adakah Beberapa Buku Alkitab Sudah Hilang?

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Dalam Alkitab terdapat 66 buku. Terkadang buku-buku itu menyinggung buku lain. Misalnya, 1Raja-Raja 14:19 mengatakan, “. . . sesungguhnya semuanya itu tertulis dalam kitab sejarah raja-raja Israel.”

Sampai sekarang, arkeolog belum menemukan beberapa buku yang disinggung dalam Alkitab. Seperti kitab sejarah raja-raja Israel, kitab sejarah raja-raja Yehuda, kitab riwayat Salomo, kitab sejarah raja Daud, dll.

Pasti umat Kristen senang jika buku-buku tersebut bisa ditemukan. Tapi, tidak ada masalah jika tidak. Mengapa?

1. Alkitab tidak pernah mengakui buku-buku sebagai Firman Allah, hanya buku sejarah

2. Dari awal, umat Kristen tidak menganggap buku-buku itu sebagai Firman Allah.

3. Isa Al-Masih tidak pernah mengutip ayat dari buku-buku itu.

Arkeolog masih belum menemukan gulungan/kitab Ibrahim disinggung dalam Al-Quran, dan umat Islam masih mempercayai Al-Quran sempurna. Dalam abad pertama setelah Isa, ada buku-buku yang umat Kristen menerima sebagai Firman Allah secara universal. Dan buku-buku yang hilang tidak termasuk. Jadi, tidak ada bagian Alkitab yang sudah hilang.

Jawaban Saya: Bible Perjanjian Lama  di dalam banyak ayatnya sering menyebut kisah dan peristiwa yang diceritakan tertulis juga dalam kitab sejarah. Hal tersebut menjadi bukti bahwasanya kitab-kitab sejarah yang disebutkan dalam Bible Perjanjian Lama tersebut telah ada jauh sebelum kitab-kitab dalam Perjanjian Lama di tulis. Jika tidak, mana mungkin penulis kitab-kitab Perjanjian Lama dapat menyebut kitab sejarah dalam kitab tulisannya. Oleh karena kitab-kitab sejarah telah ada sebelum penulis kitab-kitab Perjanjian Lama menulis kitab-kitab mereka, sangat mungkin kisah-kisah dan peristiwa yang diceritakan dalam Bible Perjanjian Lama tersebut bersumber dari kitab-kitab sejarah yang sudah ada. Karena bersumber dari kitab-kitab sejarah, kisah-kisah dan peristiwa yang diceritakan dalam Bible Perjanjian Lama tidak dapat disebut Firman Allah. Jadi, penyebutan “kitab sejarah” dalam Bible Perjanjian Lama bukanlah masalah ringan yang dapat di jawab dengan mengatakan orang Kristen tidak menganggapnya sebagai Firman Allah. Kalau ternyata kisah-kisah dan peristiwa yang ada dalam Bible Perjanjian Lama bersumber dari kitab sejarah, maka akan ada banyak ayat-ayat dalam Bible Perjanjian Lama yang tidak dapat dipercaya kebenarannya karena bukan bersumber dari Firman Allah. 

Adakah Surat atau Ayat dalam Al-Quran Sudah Hilang?

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Nabi Islam menganggap Abdullah bin Mas’ud sebagai ahli Al-Quran yang terkemuka waktu itu. Dan versi Abdullah bin Mas’ud berbeda daripada versi Utsman, tapi Utsman membakar versi Abdullah bin Mas’ud. Abdullah bin Mas'ud berkata, “. . . Tidaklah satu surat pun yang diturunkan dari Kitabullah, kecuali saya tahu . . . Dan tidak ada satu ayat pun dari Kitabullah kecuali tahu, kepada siapa ayat itu diturunkan. Sekiranya aku tahu, ada orang yang lebih tahu tentang Kitabullah . . . maka niscaya aku akan berangkat menemuinya . . .” (Shahih Bukhari 4616).

Ada beberapa ayat yang sudah hilang dari Al-Quran Utsman seperti ayat tentang rajam. “. . . Saat kami membaca satu surat yang panjang dan ketegasannya menyerupai surat Bara'ah (surat Taubah) kemudian aku dilupakan . . .” (Shahih Muslim 1740). Juga, ada ayat-ayat lain yang sudah hilang.

Jawaban Saya:  Telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin Yusuf telah mengabarkan kepada kami Malik dari Ibnu Syihab dari 'Urwah bin Az Zubair dari 'Abdurrahman bin 'Abdul Qariy bahwa dia berkata, aku mendengar 'Umar bin Al Khaththob radliallahu 'anhu berkata, aku mendengar Hisyam bin Hakim bin Hizam membaca surah Al Furqan dengan cara yang berbeda dari yang aku baca sebagaimana Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam membacakannya kepadaku dan hampir saja aku mau bertindak terhadapnya namun aku biarkan sejenak hingga dia selesai membaca. Setelah itu aku ikat dia dengan kainku lalu aku giring dia menghadap Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan aku katakan: "Aku mendengar dia membaca Al Qur'an tidak sama dengan aku sebagaimana anda membacakannya kepadaku". Maka Beliau berkata, kepadaku: "Bawalah dia kemari". Kemudian Beliau berkata, kepadanya: "Bacalah". Maka dia membaca. Beliau shallallahu 'alaihi wasallam kemudian bersabda: "Begitulah memang yang diturunkan". Kemudian Beliau berkata kepadaku: "Bacalah". Maka aku membaca. Beliau shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Begitulah memang yang diturunkan. Sesungguhnya Al Qur'an diturunkan dengan tujuh huruf, maka bacalah oleh kalian mana yang mudah". (Shahih Bukhari: 2241)

Telah menceritakan kepada kami Sufyan bin Uyainah dari Ubaidullah -yakni Ibnu Abu Yazid- dari Ayahnya dari Ummu Ayyub bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Al Qur'an turun dengan tujuh huruf, mana saja yang kamu baca, niscaya kamu aka mendapat pahala." (Musnad Ahmad: 26340)

Hadits di atas merupakan dalil bahwasanya Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dengan tujuh huruf atau tujuh dialek. Al-Qur’an hasil kodifikasi Utsman bin Affan dan Al-Qur’an Abdullah bin Mas’ud memang berbeda. Al-Qur’an hasil kodifikasi Utsman bin Affan menggunakan dialek Quraiys, sedangkan Al-Qur’an Abdullah bin Mas’ud menggunakan dialek lainnya. Perbedaan hanya terletak pada dialeknya. Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dengan tujuh huruf atau tujuh dialek, termasuk dialek Al-Qur’an hasil kodifikasi Utsman bin Affan dan dialek Al-Qur’an Abdullah bin Mas’ud. Bukan hanya Al-Qur’an Abdullah bin Mas’ud yang dibakar oleh Utsman bin Affan, tetapi Al-Qur’an dengan dialek lainnya juga dimusnahkan. Tujuan dari tindakan Utsman bin Affan tersebut adalah untuk menyatukan bacaan Al-Qur’an dan menghindarkan umat Islam dari perpecahan mengenai Al-Qur’an, sebagaimana perpecahan yang telah menimpa Yahudi dan Nasrani mengenai kitab suci mereka. Semua sahabat-sahabat Nabi SAW pada saat itu setuju dengan semua tindakan Utsman bin Affan, tidak ada seorang pun dari mereka memprotes tindakan Utsman bin Affan, termasuk Abdullah bin Mas’ud sendiri. Untuk mengetahui lebih lengkap kronologi kodifikasi Al-Qur’an yang dilakukan oleh Utsman bin Affan, Anda dapat membaca Al-Quran Atau Alkitab: Mana Yang Bebas Dari Campur Tangan Manusia?  

Ayat tentang rajam dalam Al-Qur’an telah di mansukh (di hapus) oleh Allah SWT jauh sebelum Utsman bin Affan menjadi Khalifah dan melakukan kodifikasi terhadap Al-Qur’an. Jadi tidak benar kalau kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan Al-Qur’an hasil kodifikasi Utsman bin Affan menghilangkan ayat rajam. Dalilnya adalah ucapan Umar bin Khattab sewaktu beliau menjadi Khalifah sebelum Utsman. Kepada kaum Muslimin, Umar bin Khathab berkata bahwa salah satu ayat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW adalah ayat tentang hukum rajam. Umar bin Khattab khawatir kaum Muslimin di masa yang akan datang akan meninggalkan hukum rajam karena tidak menemukan ayat tentang hukum rajam dalam Al-Qur’an. Ucapan Umar bin Khattab tersebut menjadi bukti bahwasanya ayat tentang hukum rajam dalam Al-Qur’an memang ada dan telah di mansukh (di hapus) oleh Allah SWT di masa Rasulullah SAW masih hidup tanpa menghapus hukum syar’i dari ayat rajam tersebut. Berikut ini hadits telah di mansukhnya ayat rajam dalam Al-Qur’an;  

Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman Telah menceritakan kepada kami Malik dari Az Zuhri dari 'Ubaidillah Bin Abdullah dari Ibnu Abbas dia berkata; Umar berkata; "sesungguhnya Allah Ta'ala telah mengutus Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam dan telah menurunkan Al Kitab (Al Qur'an) kepadanya. dan di antara ayat yang diturunkan kepadanya adalah ayat tentang hukum rajam. Kita telah membacanya, mengerti dan memahami ayat tersebut, maka aku khawatir jika dalam waktu yang lama manusia akan mengatakan; "Sesungguhnya kami tidak menemukan ayat tentang hukum rajam." Kemudian sebuah kewajiban yang telah Allah Ta'ala turunkan ditinggalkan. Sesungguhnya hukum rajam adalah hak (benar adanya) dalam Kitabullah Ta'ala kepada siapa saja yang berbuat zina, jika dia telah Muhshon apabila ada bukti, atau hamil atau dengan pengakuan." (Musnad Ahmad: 265)

Kafir Kristen pemuja Yesus juga menyebutkan hilangnya ayat-ayat Al-Qur’an dengan menyebutkan sebuah hadits shahih yang selengkapnya dapat Anda baca pada hadits di bawah ini;

Telah menceritakan kepadaku Suwaid bin Sa'id telah menceritakan kepada kami Ali bin Mushir dari Dawud dari Abu Harb bin Abul Aswad dari bapaknya ia berkata; Ketika Abu Musa Al Asy'ari mengutus seorang untuk memanggil Qurra' (orang-orang yang menguasai bacaan Al Qur'an), maka datanglah kepadanya tiga ratus orang yang memang benar-benar telah menguasai bacaan Al Qur'an. Iapun berkata, "Kalian adalah sebaik-baik penduduk Bashrah dan kalian adalah Qurraa' mereka. Oleh karena itu bacalah dan janganlah kalian meninggalkannya terlalu lama hingga hati kalian akan membatu sebagaimana hati orang-orang sebelum kalian. Saat kami membaca satu surat yang panjang dan ketegasannya menyerupai surat Bara'ah (surat Taubah) kemudian aku dilupakan, tapi aku masih ingat sedikit darinya yaitu: 'Kalau seandainya anak cucu Adam memiliki harta benda sebanyak dua bukit niscaya ia akan mencari bukit yang ketiga, dan tidak ada yang dapat memenuhi perut anak cucu Adam kecuali tanah.' Saat itu kami juga membaca satu surat yang serupa dengan salah satu Al Musabbihaat (surat yang diawali dengan sabbaha) kemudian aku dilupakan, tapi aku masih hafal sedikit daripadanya yaitu: 'Wahai orang-orang yang beriman kenapakah kalian mengatakan (memerintahkan) apa yang tidak kalian perbuat.' Lalu akan dituliskan satu persaksian pada kalian, dan kelak di hari kiamat kalian akan ditanyai mengenai hal itu." (Shahih Muslim: 1740)

Tidak jauh berbeda dengan jawaban saya mengenai ayat rajam yang ada dalam Al-Qur’an. Hadits shahih di atas juga berbicara tentang di mansukhnya (di hapusnya) ayat-ayat Al-Qur’an. Yang menghapus ayat-ayat Al-Qur’an adalah Allah SWT sendiri. Tidak ada hubungan kodifikasi Al-Qur’an oleh Utsman bin Affan dengan mansukhnya ayat-ayat Al-Qur’an. Kafir Kristen pemuja Yesus tidak mengerti tentang nasikh dan mansukh dalam ilmu Al-Qur’an. Sehingga mereka menganggap mansukhnya ayat-ayat Al-Qur’an akibat dari kodifikasi Al-Qur’an yang dilakukan oleh Utsman bin Affan ketika beliau menjadi khalifah. Dalil Al-Qur’an tentang nasikh mansukh ada pada ayat berikut ini;

Apa saja ayat yang Kami nasakh-kan atau Kami jadikan (manusia) lupa kepadanya, Kami datangkan yang lebih baik daripadanya atau yang sebanding dengannya. Tidakkah kamu mengetahui bahwa sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu? (Al-Baqarah: 106)  

Akibat Beberapa Buku dan Ayat Sudah Hilang

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Adanya ayat-ayat Al-Quran yang sudah dibakar Utsman, apakah kemurnian Al-Quran masih dapat dipercaya? Kirimkanlah jawaban Anda lewat email kepada kami! Tidak ada bagian Alkitab yang sudah hilang. Ada beberapa buku sejarah yang arkeolog belum temukan, tapi itu saja. Apakah agama Kristen sudah hancur karena itu? Tidak! Mengapa? Pertama, tidak ada orang yang menganggap buku sejarah itu sebagai Kitab Allah, hanya buku sejarah saja. Kedua, akidah Kristen bergantung kepada kesempurnaan Isa Al-Masih. Jika Isa sudah pernah berdosa, kepercayaan Kristen sudah hancur. Tapi, Isa suci dan tidak pernah berdosa. “Dia [Isa] yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah” (Injil, Surat Paulus 2 Korintus 5:21). Oleh karena itu, Isa layak menanggung dosa manusia. Jika Anda ingin mengenal Isa yang dapat mengampuni dosa Anda, silakan mengemail kami.

Jawaban Saya: Tentang kodifikasi Al-Qur’an oleh Utsman bin Affan dan alasan beliau membakar naskah-naskah Al-Qur’an lainnya sudah saya jawab. Untuk mengetahui lebih lengkap kronologi kodifikasi Al-Qur’an yang dilakukan oleh Utsman bin Affan ada baiknya Anda membaca Al-Quran Atau Alkitab: Mana Yang Bebas Dari Campur Tangan Manusia?. Postingan tersebut selain berisi jawaban atas tuduhan kafir Kristen pemuja Yesus, juga terdapat pandangan saya mengenai Bible yang sampai hari ini tidak pernah di jawab oleh kafir Kristen pemuja Yesus. Mereka hanya sibuk mencari-cari kekurangan Islam dan Al-Qur’an, sementara mereka terlihat tidak tertarik memberikan jawaban atas semua kritikan ajaran Kristen dan Bible yang terdapat dalam blog ini.

Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan bahwa jika Yesus sudah pernah berdosa, kepercayaan Kristen sudah hancur. Mereka juga mengatakan Yesus suci dan tidak pernah berdosa. Siapa bilang Yesus tidak pernah berbuat dosa? Paulus saja yang bilang Yesus tidak pernah berbuat dosa. Sedangkan Injil Kristen sendiri yang menyatakan Yesus pernah berbuat dosa dan hancurlah kepercayaan Kristen.  Misalnya ketika satu hari Yesus di ajak oleh saudara-saudaranya untuk menghadiri sebuah pesta, Yesus menolak dengan alasan waktunya belum genap. Tetapi setelah saudara-saudaranya pergi ke pesta, Yesus pun pergi ke pesta tersebut dengan diam-diam (Yohanes 7:10). Perbuatan Yesus tersebut tergolong perbuatan dosa karena melanggar hukum Taurat yang melarang berbohong dan berdusta (Imamat 19:11). Yesus juga pernah menyuruh murid-muridnya untuk mengambil keledai betina milik orang lain tanpa izin pemiliknya (Matius 21:2). Perbuatan Yesus tersebut dapat digolongkan sebagai tindak pencurian, karena definisi mencuri itu adalah mengambil properti milik orang lain tanpa izin pemiliknya. Mencuri termasuk perbuatan dosa karena hukum Taurat melarang perbuatan tersebut (Keluaran 20:15, 17).

Sudah sering saya menyebutkan bukti-bukti tidak lepasnya Yesus dari dosa, seperti yang dapat Anda baca di atas. Tetapi tidak sekalipun kafir Kristen pemuja Yesus menanggapinya. Kafir Kristen pemuja Yesus tanpa lelah berulang-ulang mengatakan Yesus suci dan tidak pernah berbuat dosa, itu percuma kalau Injil Kristen sendiri mengatakan Yesus BERDOSA. Jadi saya sangat berharap kali ini kafir Kristen pemuja Yesus memberikan jawaban terbaik mereka.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Adakah Bagian Alkitab Yang Sudah Hilang?"

Post a Comment

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik, seperti menjawab atau menyanggah isi postingan. Komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.