Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Perbuatan Baik Seorang Muslim (Sebuah Kesaksian)

Satu minggu menjelang Hari Raya Idul Fitri 1434 Hijriyah yang lalu saya mendapat sebuah kejutan. Yaitu, perbuatan baik seorang Muslim kepada saya. Orang itu tetangga saya. Tiba-tiba beliau mengirimkan bingkisan besar nasi kuning istimewa "Niki Eco". Di dalamnya terselip kartu bertuliskan, "Mohon maaf lahir & batin, 1434 H, dari keluarga S."Tindakannya, mencerminkan ajaran Al-Quran atau Injil?

Tetangga-Tetangga Umat Islam Yang Baik

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Dua belas tahun lalu kami sekeluarga pindah ke sebuah rumah dekat tempat tinggal mereka.  Pasangan lanjut usia itu sudah lebih lama tinggal di sana. Bapak S. sendiri pensiunan guru.  Setiap bulan Ramadan beliau rajin beribadah ke mesjid. Saya sangat terkesan oleh kehidupan beliau yang begitu taat beragama. Tempat tinggal kami hanya berjarak tiga rumah. Namun sebelumnya kami tidak pernah berkenalan dekat. Kalau kebetulan beliau lewat saya memang berusaha menyapa, "Selamat pagi,  Pak!" Tetapi hanya sejauh itu saja. Siang itu, tatkala menatap kiriman Bapak S. yang saya letakkan di meja makan, saya merasa malu sekali. Selama ini saya kira beliau tidak peduli kepada saya, tetangga dekatnya. Rupanya saya keliru. Ternyata beliau adalah orang yang lebih dahulu berbuat baik kepada saya!

Tetangga-tetangga saya sebagian besar umat Islam dengan berbagai profesi. Selama bertahun-tahun saya tinggal di sana, mereka semuanya baik, sopan, dan ramah kepada saya. Saya yakin betul bahwa ada banyak orang Muslim yang baik seperti itu.

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus menuliskan kesaksiannya berinteraksi dengan seorang Muslim yang menjadi tetangganya. Kesaksian kafir Kristen pemuja Yesus di sini sangat mungkin palsu atau tidak pernah benar-benar terjadi. Tetapi kejadian seorang Muslim yang berbuat baik terhadap tetangganya yang kafir, tentu saja itu sering terjadi. Masalahnya, kafir Kristen pemuja Yesus menganggap perbuatan baik seorang Muslim terhadap orang kafir sebagai perbuatan yang bertentangan dengan Al-Qur’an, karena menurut mereka Al-Qur’an mengajarkan berbuat keras terhadap orang kafir. Selain itu, seorang Muslim yang berbuat baik terhadap orang kafir, di anggap oleh kafir Kristen pemuja Yesus sebagai seorang yang mengikuti Injil. Bagian ini yang coba akan saya jawab.

Bapak S. Mengikuti Ajaran Injil

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Jika Bapak S. mengikuti ajaran Al-Quran, beliau tidak akan berbuat baik pada saya. Ajaran Al-Quran sangat keras kepada orang kafir. Injil mengajarkan untuk mengasihi sesama manusia. Dan berbuat baik kepada semua orang.  Isa Al-Masih bahkan menyuruh mengasihi "musuh." Namun belum pernah sekali pun saya mengirimkan sepotong kue kepada keluarga S. ketika Hari Raya Natal tiba. Saya sangat malu sekaligus berpikir. Betapa indahnya jika orang mau berlomba-lomba berbuat baik kepada sesamanya. Tanpa memandang perbedaan kepercayaan, suku, agama, atau ras.  Yang demikian akan mendekatkan mereka. Akan timbul saling percaya, saling menghargai dan menghormati. Silakan menghubungi kami bila Anda setuju!

Jawaban Saya: Al-Qur’an menyifati umat Nabi Muhammad SAW sebagai orang-orang yang keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang dengan sesama Muslim, sebagaimana disebutkan dalam Al-Fath: 29 dan Al Maa'idah: 54. Sikap kerasnya kaum Muslimin pada kedua ayat tersebut ketika orang-orang kafir mengambil sikap bermusuhan dengan kaum Muslimin. Sehingga mengharuskan kaum Muslimin untuk bersikap keras dengan jalan berjihad memerangi orang-orang kafir. Oleh sebab itu, ayat Al-Qur’an dengan jelas menghubungkan jihad dengan bersikap keras terhadap orang-orang kafir seperti dapat Anda baca pada ayat di bawah ini;

Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka ialah jahannam. Dan itu adalah tempat kembali yang seburuk-buruknya. (At-Taubah: 73)
 
Jadi, sikap kerasnya seorang Muslim terhadap orang-orang kafir itu terjadi hanya ketika orang-orang kafir berbuat sesuatu yang kaum Muslimin harus memerangi mereka. Sedangkan orang-orang kafir yang tidak mengambil posisi bermusuhan dengan kaum Muslimin dan bersedia hidup berdampingan bersama kaum Muslimin dengan damai, seperti kebanyakan orang-orang kafir yang hidup di negara kita ini, maka tidak ada alasan bagi seorang Muslim untuk bersikap keras terhadap orang kafir. Ayat-ayat Al-Qur’an menekankan untuk berlaku baik, bersikap adil dan condong terhadap perdamaian ketika orang-orang kafir tidak memerangi kaum Muslimin dan menginginkannya perdamaian. Anda dapat membaca pada ayat-ayat berikut;

Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. (Al-Mumtahanah: 8).

Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Al-Anfaal: 61).

Seorang Muslim yang berbuat baik kepada orang-orang kafir, tidaklah dapat dikatakan mengikuti ajaran Injil, karena Al-Qur’an memerintahkan berbuat baik kepada orang-orang kafir selagi mereka tidak memusuhi Islam dan dapat hidup damai berdampingan dengan kaum Muslimin. Dalam hadits Nabi juga terdapat anjuran untuk mengasihi dan menyayangi penduduk bumi. Tidak pandang bulu apakah dia beriman ataukah dia kafir. Berikut ini hadits Nabi yang saya maksud;

Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Amru, dari Abu Qabus, dari Abdullah bin Amru bin al Ash dan sampai kepada Nabi SHALLALLAHU 'ALAIHI WASALLAM, beliau bersabda: "Orang-orang yang mengasihi akan dikasihi oleh ar Rahman, oleh karena itu kasihilah penduduk bumi maka niscaya penduduk langit akan mengasihi kalian. Dan rasa kasihan adalah sebuah jalan dari ar Rahman, barangsiapa yang menyambungnya maka ia akan tersambung untuknya, dan barangsiapa memutuskannya maka ia akan terputus untuknya." (Musnad Ahmad: 6206)

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah dan Musaddad secara makna, keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Amru dari Abu Qabus -mantan budak (yang telah dimerdekakan oleh) Abdullah bin Amru- dari Abdullah bin Amru dan sanadnya sampai kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, (beliau bersabda): "Para penyayang akan disayangi oleh Ar Rahman. Sayangilah penduduk bumi maka kalian akan disayangi oleh siapa saja yang di langit." (Sunan Abu Daud: 4290)

Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan bahwa Yesus tidak mengajarkan untuk membalas kejahatan dengan kejahatan, melainkan Dia mengajarkan supaya umat-Nya saling mengasihi, bahkan kepada musuh sekalipun. Ya itu benar, tetapi apa alasannya? Yesus dan murid-muridnya itu hidup dalam kuasa dan hukum kekaisaran Romawi. Yang berhak menjatuhkan hukuman kepada orang yang berbuat jahat pada saat itu hanya penguasa Romawi. Jika seseorang berbuat jahat kepada murid-murid Yesus dan kemudian murid-murid Yesus membalasnya, itu akan menjadi alasan bagi penguasa Romawi untuk menghukum murid-murid Yesus karena sudah melanggar hukum dengan main hakim sendiri. Jadi alasan Yesus mengajarkan untuk tidak membalas kejahatan dengan kejahatan dan mengasihi musuh adalah untuk menghindarkan murid-muridnya dari hukum kekaisaran Romawi. Tetapi keadaan berbeda ketika Yesus datang di akhir zaman nanti. Setelah Beliau mempunyai kekuatan serta dukungan yang cukup, Yesus akan berperang dan membunuh. Sebagaimana ayat-ayat di bawah ini:

Mereka akan berperang melawan Anak Domba. Tetapi Anak Domba akan mengalahkan mereka, karena Ia adalah Tuan di atas segala tuan dan Raja di atas segala raja. Mereka bersama-sama dengan Dia juga akan menang, yaitu mereka yang terpanggil, yang telah dipilih dan yang setia."(Wahyu 17:14) 

Lalu aku melihat sorga terbuka: sesungguhnya, ada seekor kuda putih; dan Ia yang menungganginya bernama: "Yang Setia dan Yang Benar," Ia menghakimi dan berperang dengan adil. (Wahyu 19:11) 

Sebab itu bertobatlah! Jika tidak demikian, Aku akan segera datang kepadamu dan Aku akan memerangi mereka dengan pedang yang di mulut-Ku ini(Wahyu 2:16) 

Perbuatan Baik Tidak Mampu Menyelamatkan Kita

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Memang, Injil mengajarkan bahwa perbuatan baik tidak menyelamatkan kita dari neraka. Allah tidak mengampuni dan memberi hidup kekal karena kita berusaha berbuat baik. “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri” (Rasul Besar Paulus Efesus 2:8-9). Sampai kapan pun perbuatan baik kita tidak akan pernah sempurna. Sebenarnya pikiran, perkataan, tindakan, bahkan motivasi-motivasi kita berlumuran dosa.

Tetapi orang yang diselamatkan karena anugerah Allah oleh iman kepada Isa Al-Masih, seyogyanya mendahului berbuat baik. Tujuan Allah menyelamatkan kita, agar kita melakukan perbuatan baik!  Silakan mengemail kami bila Anda ingin belajar lebih lanjut tentang anugerah Allah ini.

Jawaban Saya: Amal shaleh dalam Islam dapat menjadi sebab seorang Muslim masuk surga, sebagaimana telah banyak disinggung dalam Al-Qur’an dan hadits-hadits shahih. Amal shaleh juga dapat menghapus dosa seorang Muslim, sebagaimana telah sering saya jelaskan pada blog ini. Kafir Kristen pemuja Yesus dalam setiap tulisannya memang selalu menafikan amal sebagai sarana seseorang untuk dapat masuk surga. Tujuannya tidak lain agar setiap orang (terutama Muslim) tidak bergantung pada amal saleh sebagai salah satu upaya dalam mencapai keselamatan, sehingga dengan mudah kafir Kristen pemuja Yesus dapat menjerumuskan seorang Muslim ke neraka dengan mengikuti jejak mereka sebagai pemuja Yesus.

Mungkin Paulus menyatakan manusia diselamatkan karena iman, bukan karena amal. Tetapi tidak dengan Yesus. Yesus dalam Injil Kristen justru menyatakan keselamatan dapat diperoleh dengan beramal. Sebagaimana seseorang yang bertanya kepada Yesus tentang perbuatan baik yang dapat mengantarkan pada hidup yang kekal, Yesus mengatakan bahwa perbuatan baik yang dapat mengantarkan seseorang pada hidup yang kekal itu adalah menuruti perintah hukum Taurat (Matius 19:16-20). Menuruti perintah hukum Taurat adalah perbuatan baik atau amal Soleh yang dapat mengantarkan seseorang pada hidup yang kekal. Dalam ayat lainnya, Yesus juga mengajarkan kepada murid-muridnya untuk mengumpulkan pahala . Dalam Injil Kristen Yesus berkata: "Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. (Matius 6:19 -20).

Kafir Kristen pemuja Yesus lebih percaya dengan ucapan Paulus dibanding ucapan Yesus sendiri. Mereka bukanlah pengikut Yesus seperti klaim mereka selama ini. Mereka sebenarnya pengikut Paulus yang mengaku-ngaku pengikut Yesus.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Perbuatan Baik Seorang Muslim (Sebuah Kesaksian)"

Post a Comment

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik, seperti menjawab atau menyanggah isi postingan. Komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.