Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Bentuk Bumi - Al-Quran, Alkitab, Atau Sains Yang Benar?

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Bagaimanakah bentuk bumi sebenarnya menurut Al-Quran dan Alkitab? Menyelidikinya, kita akan tahu Kitab Suci yang benar dan sesuai sains.

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan; “kita akan tahu kitab suci yang benar dan sesuai dengan sains”. Itu berarti mereka berpendapat kitab suci yang benar harus sesuai dengan sains, kitab suci yang tidak sesuai dengan sains bukanlah kitab suci yang benar. Ternyata ada banyak keterangan dalam Bible yang tidak sesuai dengan sains. Di antaranya, Bible Perjanjian Lama menyatakan bumi statis tidak bergerak, baik bergerak pada porosnya ataupun bergerak mengelilingi matahari. Sementara itu menurut sains, bumi bergerak (berputar) pada porosnya dan bergerak (berputar) mengelilingi matahari. Hal tersebut sudah cukup membuktikan bahwa Bible bukanlah kitab suci yang benar. Berikut ini ayat-ayat Bible yang menyatakan bumi statis tidak bergerak;

Gemetarlah di hadapan-Nya hai segenap bumi; sungguh stabil dunia, tidak bergeser dari tempatnya. (1 Tawarikh 16:30)

Yahuwah adalah Raja, Ia berpakaian kemegahan, Yahuwah berpakaian, berikat pinggang kekuatan. Sungguh, stabil dunia, tidak bergeser dari tempatnya. (Mazmur 93:1).

Katakanlah di antara bangsa-bangsa: "Yahuwah itu Raja! Sungguh stabil dunia, tidak bergeser dari tempatnya. Ia akan mengadili bangsa-bangsa dalam kebenaran. (Mazmur 96:10).

Pujilah Yahuwah, hai jiwaku! Yahuwah, Elohimku, Engkau sangat besar! Engkau yang berpakaian keagungan dan semarak. . . . Yang telah mendasarkan bumi di atas tumpuannya, sehingga takkan goyang untuk seterusnya dan selamanya. (Mazmur 104:1, 5).

Ajaran Al-Quran Soal Bentuk Bumi

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Al-Quran terjemahan Yusuf Ali menuliskan, “And the earth We have spread out (like a carpet)/Dan Kami telah menghamparkan bumi (seperti karpet) . . .”(Qs 15:19). Kesannya Al-Quran dan Yusuf Ali percaya bahwa bumi itu datar seperti karpet. Tafsir Jalalain bahasa Inggris menjelaskan Qs 88:20 “ . . . words sutihat,‘laid out flat’ . . . suggests that the earth is flat . . .”. Artinya, “. . . kata-kata  sutihat‘menghamparkan’ . . . memberi kesan bahwa bumi itu datar . . .” (lihat juga Tafsir Jalalyn Qs 19:15, 91:6).

Jawaban Saya: Dalam Al-Quran dan Hadits Nabi tidak didapatkan dalil yang tegas dan jelas  yang menyebut “bumi bulat-bola” atau “bumi datar”. Itu sebabnya para ulama tidak pernah bersepakat berpendapat bumi bulat atau bumi datar. Bahkan dalam satu dalil yang sama, bisa mereka gunakan untuk mendukung pendapat mereka masing-masing yang bertentangan padahal dalilnya sama. Misalnya Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an; “Dia menutupkan/menggilirkan (takwrir) malam atas siang dan menutupkan/menggilirkan siang atas malam” (Az-Zumar : 5).

Ulama yang berpendapat bumi bulat berkata bahwa takwir itu bermakna lingkaran atau melingkari, misalnya melingkari penutup kepala imamah, karenanya bumi itu bulat-bola bergantian siang dan malam. Tetapi ulama yang berpendapat bumi datar membantah bahwa justru itu dalil bahwa bumi itu datar dan berbentuk lingkaran (piring bulat), matahari dan bulan berputar melingkar di atas bumi dan menggantikan siang dan malam.

Allah SWT berfirman yang artinya; “Dan (apakah manusia tidak mau memikirkan) bagaimana bumi itu dihamparkan?” (Al-Ghasyiyah: 20) dan firman Allah SWT; “Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran” (Al-Hijr: 19).

Kedua ayat di atas dikatakan oleh sebagian ulama sebagai dalil bumi datar. Namun sebagian ulama lainnya membantah pendapat tersebut dengan menyatakan hamparan yang dimaksud adalah menurut pandangan mata manusia yang hidup di bumi. Seolah-olah bumi terlihat sebagai hamparan yang datar menurut pandangan mata manusia. Sebagaimana ketika Al-Qur’an menyatakan matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam (Al-Kahfi: 86), itu maksudnya juga menurut pandangan mata manusia, bukan benar-benar tenggelam di laut.

Bentuk Bumi: Kesepakatan Para Ulama Islam

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Para ulama Islam berbeda pendapat soal bentuk bumi. Ada yang percaya bumi itu bulat, namun tidak sedikit meyakini bahwa bumi itu datar. Al-Qurthubi memakai Qs 15:19 untuk membantah bahwa bumi bulat. Katanya “Ini adalah bantahan bagi mereka yang menyangka bahwa bumi itu seperti bola.” Sheikh Abdul Aziz Ben Baz setuju dengan al-Jalalain. Beliau mengatakan bahwa "Bumi adalah datar, . . ." (Dalam buku "Evidence that the Earth is Standing Still.", Editor: Islamic University of Medina, tahun: 1395AH [1975 Masehi], Kota: Medina, Saudi Arabia, Hal. 23).

Jawaban Saya: Tidak ada kesepakatan ulama terkait bentuk bumi apakah bulat atau datar. Kafir Kristen pemuja Yesus jelas hanya mengutip pendapat ulama-ulama yang menyatakan bumi adalah datar, sementara ulama-ulama yang berpendapat bumi berbentuk bulat bola tidak mereka kutip pendapatnya. Padahal ada banyak ulama yang berpendapat bumi berbentuk bulat bola. Seperti Al-Imam Ibnu Hazm, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, Asy-Syaikh Ibnul ‘Utsaimin dan lain-lain. Kafir Kristen pemuja Yesus sengaja tidak mengutip pendapat ulama-ulama yang berpendapat bumi berbentuk bulat bola, agar muncul kesan Al-Qur’an menyatakan bumi datar dan bertentangan dengan sains. Sehingga kafir Kristen pemuja Yesus dapat menyatakan Al-Qur’an bukan kitab suci yang benar karena bertentangan dengan sains. Bagaimanapun, Al-Qur’an tidak dapat dikatakan bertentangan dengan sains yang menyatakan bumi bulat. Itu karena Al-Qur’an sama sekali tidak secara tegas dan jelas menyatakan bumi datar. Pernyataan bumi datar dalam Islam hanya sebatas pendapat sebagian ulama dalam memahami sebagian ayat-ayat Al-Qur’an, bukan Al-Qur’an yang menyatakannya. 

Bentuk Bumi Bukan Masalah Akidah

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Menurut dr. Raehanul Bahraen, “Permasalahan apakah bumi bulat atau datar bukanlah permasalahan aqidah.” Mungkinkah ketidak-jelasan bentuk bumi, membuktikan bahwa Al-Quran bukanlah wahyu Sang Pencipta? Sebab Sang Pencipta dunia pasti tahu bentuk bumi ciptaan-Nya, bukan? Jika bentuk bumi yang kasat mata saja tidak tahu, bagaimana Al-Quran tahu tentang sorga dan keselamatan?

Jawaban Saya: Permasalahan apakah bumi bulat atau datar memang bukanlah permasalahan aqidah. Itu karena Al-Qur’an tidak pernah menyatakan dengan tegas dan jelas apakah bumi berbentuk bulat atau datar.

Apakah karena tidak dengan tegas dan jelas menjelaskan bentuk bumi, Al-Qur’an dapat dikatakan bukan wahyu Allah SWT? Sama sekali tidak! Al-Qur’an tidak menyatakan dengan tegas dan jelas bentuk bumi, bukan karena Allah SWT tidak tahu, tetapi karena Allah SWT tidak berkehendak menjelaskannya. Mengapa Allah SWT harus menjelaskan semua hal yang kasat mata dalam Al-Qur’an, kalau sains dan ilmu pengetahuan manusia akan dapat menjangkaunya? Jika semua yang kasat mata harus Allah SWT jelaskan di dalam Al-Qur’an, berapa banyak lembar kertas yang harus digunakan untuk menulis ayat-ayat Al-Qur’an? Manusia hanya dapat mencerna semua hal yang kasat mata dan tidak sanggup menjangkau yang tidak kasat mata. Oleh karena itulah, Allah SWT jauh lebih banyak menjelaskan berbagai hal ghaib yang tidak kasat mata, yang indra manusia tidak sanggup mencapainya. Sepertinya kafir Kristen pemuja Yesus belum dapat menggunakan akalnya dengan benar.
    
Bentuk Bumi Menurut Sains Modern

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Filsuf  Yunani Pythagoras (570 SM) dan Aristoteles (427-247 SM) sudah tahu bahwa bumi itu bulat. Dengan pelayarannya, Christopher Colombus (1492), membuktikan bahwa bumi itu bulat. Galileo (1616), juga berpendapat bahwa bumi itu bulat. Pada Desember 1972, Apollo 17 memfoto bumi dari luar angkasa, dan menyebutnya“blue marble” (kelereng biru). Dari luar angkasa bumi kita nampak bulat seperti kelereng biru.

Jawaban Saya: Mungkin saja benar filsuf Yunani Pythagoras dan Aristoteles dengan pemikirannya sudah tahu bahwa bumi itu bulat. Mungkin juga benar dengan pelayarannya Christoper Colombus menemukan bukti bumi itu bulat. Mungkin juga benar Galileo dengan penelitian ilmiahnya menyimpulkan bumi itu bulat. Tetapi apa tindakan gereja terhadap Galileo yang berkesimpulan bumi bulan dan matahari sebagai pusat tata surya? Gereja menghukum Galileo karena pendapatnya tersebut di anggap gereja mengancam kebenaran Bible. Galileo diajukan ke pengadilan gereja Italia tanggal 22 Juni 1633. Galileo Galilei meninggal pada tahun 1642, jasadnya tidak langsung dikubur, tapi tetap disimpan hingga tahun 1737, kira-kira hampir seabad. Tak cukup hanya itu, sebelum dikubur di Gereja Santa Croce, Florence, Italia, seorang bangsawan tega memotong tiga jari Galileo sebagai “kenang-kenangan”. Dua dari jari itu kemudian dimiliki oleh seorang dokter Italia, dan jari ketiga-sepotong jari tengah-saat ini berada di Museum Sejarah Ilmu Pengetahuan di Florence, Italia, dipajang menunjuk ke langit di atas tiang marmer. Untuk menutupi kebusukan gereja pada masa lalu, pada tahun 1992 Paus Yohanes Paulus II menyatakan secara resmi bahwa keputusan penghukuman itu adalah salah, dan dalam pidato 21 Desember 2008 Paus Benediktus XVI menyatakan bahwa Gereja Katolik Roma merehabilitasi namanya sebagai ilmuwan. Seandainya Pythagoras, Aristoteles dan Christoper Colombus hidup di tempat dan waktu yang sama ketika gereja sangat berkuasa, mereka juga pasti akan mati di hukum gereja.

Wahyu Allah Dan Bentuk Bumi Sebenarnya

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Sekitar 700 tahun sM/sebelum masehi, Allah sudah mewahyukan bentuk bumi dalam Alkitab. Firman-Nya, “Dia[Allah] yang bertakhta di atas bulatan bumi yang penduduknya seperti belalang . . .” (Kitab, Nabi Yesaya 40:22).

Jawaban Saya: Tidak ada kesepakatan ulama terkait bentuk bumi apakah bulat atau datar. Itu karena Al-Qur’an tidak pernah menyebut dengan tegas dan jelas menyebutkan bentuk bumi. Para sarjana Kristen juga tidak pernah ada kesepakatan mengenai bentuk bumi menurut Bible, bulat ataukah datar. Para sarjana Kristen hanya menafsirkan ayat-ayat Bible untuk mendukung keyakinannya mengenai bentuk bumi. Satu ayat Bible yang oleh seorang sarjana Kristen di anggap sebagai dalil bentuk bumi itu bulat, ternyata juga digunakan oleh sarjana Kristen lainnya sebagai dalil bentuk bumi itu datar. Satu ayat tetapi ditafsirkan berbeda. Seperti ayat Bible yang dikutip oleh kafir Kristen pemuja Yesus di atas. Sebagian sarjana Kristen menganggap Yesaya 40:22 sebagai dalil bentuk bumi bulat, tetapi sebagian sarjana Kristen lainnya justru menganggap Yesaya 40:22 sebagai dalil bentuk bumi datar. Saya temukan dalam sebuah situs Kristen penjelasan bahwa menurut Bible, bumi berbentuk datar. Salah satu ayat Bible yang mereka kutip adalah Yesaya 40:22. Situs Kristen tersebut menulis demikian;

“Sekarang, mari kita mengkaji sebuah ayat kunci yang sering dikutip oleh mereka yang mendukung model bulat:

Dia yang bertakhta di atas lingkaran [H2329 - chûg] bumi yang penduduknya seperti belalang; Dia yang membentangkan langit seperti kain dan memasangnya seperti kemah kediaman. (Yesaya 40:22, KJV)

Kata yang digunakan di sini untuk menunjukkan "lingkaran" adalah H2329 (chûg). Ini secara harfiah berarti lingkaran, keliling, atau kompas, dan jika diperluas dapat merujuk pada kubah langit. Kata ini tidak berarti "bola" atau "bulatan". H2329 (chûg) sama sekali tidak menunjuk pada sebuah bola atau bulatan. Yesaya, di bawah ilham ilahi, telah dengan sengaja menggunakan pilihan kata ini; dia tidak kekurangan kata untuk "bola", seperti yang jelas dapat dilihat dalam ayat berikut: Dia pasti menggulung engkau keras-keras dan menggulingkan engkau seperti sebuah bola [H1754 - dûr] ke tanah yang luas. . . (Yesaya 22:18, KJV)”  

Jika anda ingin melihat lebih banyak dalil dari ayat-ayat Bible yang menunjukkan bumi itu datar, silakan kunjungi artikel Bumi Datar: Kebenaran Alkitab dalam Dunia yang Tidak Stabil.

Imanilah Wahyu Allah

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Jadi, soal bentuk bumi, Alkitablah yang sesuai dengan sains modern. Maka kita wajib mengimani Wahyu Allah/Alkitab. Alkitab juga mengajarkan bahwa Isa Al-Masih menjamin pengampunan dosa dan hidup kekal bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya.

Jawaban Saya: Tidak. Soal bentuk bumi, Bible tidak sesuai dengan sains modern. Bukan hanya menyatakan bumi itu datar, Bible juga menyatakan bumi tetap, tidak bergeser dan tidak bergerak. Sedangkan menurut sains modern, bumi itu tidak tetap, terus bergeser dan bergerak berputar mengelilingi matahari dan bergerak berputar pada poros. Itulah alasannya kenapa banyak ilmuwan yang di hukum gereja karena di anggap mengancam kebenaran gereja. Sekarang, kafir Kristen pemuja Yesus meminta semua orang untuk percaya Bible yang bertentangan dengan sains modern itu, sebagai wahyu Tuhan. Tidak tahu malu dan maksa sekali mereka. Hehehe.    

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Bentuk Bumi - Al-Quran, Alkitab, Atau Sains Yang Benar?"

Post a Comment

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik, seperti menjawab atau menyanggah isi postingan. Komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.