Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Perdamaian Atau Hukum Syariah: Yang Mana Lebih Penting?

Anton Hermansyah menuliskan artikel di The Jakarta Post yang berjudul “Peace More Important Than Sharia: NU” (Perdamaian Lebih Penting Daripada Hukum Syariah: NU). Nahdlatul Ulama (NU), organisasi Islam yang paling besar di Indonesia, menyampaikan perdamaian di Indonesia lebih penting daripada melaksanakan hukum sharia. Ketua NU berkata, “Islam bukan komoditi politis” dan beliau ingin negara perdamaian di mana hukum Islam tidak dilaksanakan. Apakah pandangan ini cocok dengan ajaran Islam? Menurut ajaran Islam, yang mana lebih penting – perdamaian atau hukum syariah?

Dasar Hukum Syariah

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Dasar hukum syariah adalah Al-Quran dan Sunnah. Menurut ajaran Islam, Al-Quran adalah Firman Allah yang sempurna. Jadi, semua orang Muslim wajib mematuhi semua perintah dalam Al-Quran. Juga, orang Muslim percaya agama Islam bukan hanya agama tapi sistem hidup yang komprehensif – hubungan, kesehatan, keluarga, budaya, politik, dll. Bila ingin menjadi orang Mukmin, Anda harus mematuhi semua perintah Allah. Dan semua perintah Allah harus mendahului apa saja termasuk perdamaian. Dulu, Nabi Islam membela Islam dan mendorong pengikutnya untuk membela Islam juga. Allah memerintahkan umat-Nya untuk membela-Nya. Menurut ajaran Islam, hal yang paling penting adalah menyerahkan diri kepada Allah dan mematuhi perintah Allah. Tampaknya, hukum syariah lebih penting daripada perdamaian.

Jawaban Saya: Perintah perang dalam Islam dimaksudkan sebagai bentuk perlindungan atau pertahanan diri orang-orang beriman terhadap pelakuan dzalim orang-orang kafir. Allah SWT memerintahkan orang-orang beriman untuk memerangi orang-orang kafir bukan karena mereka tidak percaya kepada Nabi Muhammad SAW, bukan juga karena mereka tidak mau masuk Islam. Orang-orang beriman memerangi orang-orang kafir karena mereka selalu berbuat dzalim dan menebarkan fitnah di tengah-tengah kaum Muslimin.

Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan umat Islam lebih mementingkan Syariah Islam daripada perdamaian. Alasan mereka mengatakan demikian karena Allah dan Rasul-Nya Muhammad SAW mendorong umatnya untuk membela Islam. Ternyata perdamaian menurut definisi kafir Kristen pemuja Yesus itu, jika umat Islam sudah tidak membela agamanya. Jika orang-orang kafir berbuat dzalim dan menebarkan fitnah, maka umat Islam harus menerimanya dengan kerelaan hati dan tidak diperkenankan membela diri dengan memerangi orang-orang kafir. Imbas dari semuanya itu adalah kehancuran agama Islam. Itulah sebenarnya yang dimaksud dengan “perdamaian” oleh kafir Kristen pemuja Yesus. Jika perdamaian yang dimaksud adalah seperti definisi kafir Kristen pemuja Yesus di atas, maka wajar jika umat Islam lebih mementingkan Syariah Islam.  

Hukum Syariah Dalam Negara-Negara

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Sulit melaksanakan hukum syariah dalam negara yang mengakui banyak agama, karena semua agama berbeda. Negara yang melaksanakan hukum syariah, tidak memperlakukan umat beragama lain dengan baik. Salah satu contoh adalah negara Arab Saudi. Tidak boleh membangunkan gereja di Arab Saudi. Juga, orang yang meninggalkan agama Islam akan dibunuh.

Jawaban Saya: Setelah mendefinisikan perdamaian dengan kehancuran agama Islam. Kafir Kristen pemuja Yesus berkeluh-kesah tentang pelaksanaan hukum Syariah di Arab Saudi yang mereka anggap tidak memperlakukan umat beragama lain dengan baik. Mereka yang mendefinisikan perdamaian dengan kehancuran agama dan umat Islam, mereka juga yang meminta saudara mereka yang kafir diperlakukan dengan baik di negara Islam.

Perdamaian dalam Agama Kristen

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Ajaran agama Kristen berbeda. Allah mengajarkan damai dan kasih. “. . . kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam pendamaian dengan semua orang!” (Rasul Besar Paulus, Roma 12:18). Isa Al-Masih mengajar perdamaian dan kasih kepada para musuh. “. . . Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu” (Injil Matius 5:39). Kita harus selalu mengejar apa yang mendatangkan damai. Jadi, situs ini dan orang Kristen lain memuji NU karena ingin perdamaian di Indonesia. Sungguh indah jika kita dapat memilih agama, dan saling menghormati.

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan bahwa Yesus tidak mengajarkan untuk membalas kejahatan dengan kejahatan, melainkan Dia mengajarkan supaya umat-Nya saling mengasihi, bahkan kepada musuh sekalipun. Ya itu benar, tetapi apa alasannya? Yesus dan murid-muridnya itu hidup dalam kuasa dan hukum kekaisaran Romawi. Yang berhak menjatuhkan hukuman kepada orang yang berbuat jahat pada saat itu hanya penguasa Romawi. Jika seseorang berbuat jahat kepada murid-murid Yesus dan kemudian murid-murid Yesus membalasnya, itu akan menjadi alasan bagi penguasa Romawi untuk menghukum murid-murid Yesus karena sudah melanggar hukum dengan main hakim sendiri. Jadi alasan Yesus mengajarkan untuk tidak membalas kejahatan dengan kejahatan dan mengasihi musuh adalah untuk menghindarkan murid-muridnya dari hukum kekaisaran Romawi.

Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan bahwa Yesus perdamaian dan kasih kepada para musuh. Tetapi itu semua tidak menjamin para pemujanya memiliki perdamaian dan kasih. Jika dengan menjadi pemuja Yesus seseorang akan mendatangkan damai, maka tidak akan ada yang namanya kolonialisme bangsa barat, perang salib, perang dunia I dan perang dunia II, perang Vietnam, perang Irak, perang Afghanistan, dan perang-perang lainnya. Mengapa demikian? Karena dalam setiap perang ternyata selalu melibatkan mereka yang menyebut diri sebagai orang Kristen. Bahkan pembunuhan-pembunuhan juga terjadi atas restu para Paus melalui inkuisisi. Jadi karena menjadi pemuja Yesus tidak menjamin memperoleh damai sejahtera, untuk apa menjadi seorang pemuja Yesus?

Isa Al-Masih sebagai Raja Damai

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Ada salah satu deskripsi tentang Isa Al-Masih yang relevan di sini, yaitu Raja Damai. “. . . Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai” (Kitab Nabi Yesaya 9:5). Isa Al-Masih lahir, hidup, dan wafat untuk satu tujuan. Yaitu mendamaikan manusia berdosa dengan Allah. Kita semua pernah berdosa, jadi hubungan kita dengan Allah terputus. Jika ingin perdamaian dengan Allah selamanya, kita semua harus percaya kepada Isa Al-Masih.

Jawaban Saya: Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai(Yesaya 9:5). Menurut kafir Kristen pemuja Yesus ayat tersebut merupakan nubuat untuk Yesus, tapi coba lihat frase kalimat “Sebab seorang anak telah lahir untuk kita”, itu berarti seorang anak yang dimaksud dalam Yesaya 9:6 tersebut bukannya Yesus, karena anak tersebut telah lahir di zaman Yesaya. Jadi yang di gelari Bapa yang kekal pada ayat tersebut bukanlah Yesus, tetapi orang lain yang lahir di masa Nabi Yesaya masih hidup.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Perdamaian Atau Hukum Syariah: Yang Mana Lebih Penting?"

Post a Comment

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik, seperti menjawab atau menyanggah isi postingan. Komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.