Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Mengapa Umat Kristen Beribadah Pada Hari Minggu?

Apakah ada hari "terbaik" yang dapat digunakan untuk beribadah? Pertanyaan ini sering muncul ketika umat Muslim mempertanyakan, " Mengapa orang Kristen ke gereja hari Minggu? Di Injil tidak ada perintah untuk sembahyang pada hari Minggu! "

Sesungguhnya setiap hari baik sebagai hari ibadah. Allah tidak pernah meninggikan satu hari tertentu di antara hari-hari lainnya. Sehingga, hari apa pun kita beribadah, tidak menjamin ibadah kita diterima atau ditolak Allah.

Taurat Memberi Perintah Beribadah Hari Sabtu

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Taurat memang memberi satu perintah untuk beribadah pada hari Sabat. "Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat" (Taurat, Kitab Keluaran 20:8). Perintah ini hanya terdapat dalam Taurat, tidak pernah disebut dalam Injil. Selain itu, Isa Al-Masih tidak memberikan perintah untuk beribadah pada hari Sabat. Bahkan dalam keseharian-Nya, Isa Al-Masih tidak hanya mengajar hari Sabat/Sabtu. Dia mengajar "tiap-tiap hari" (Injil, Rasul Besar Matius 26:55). Kebiasaan Isa Al-Masih tidak terletak pada hari, tetapi pada tindakan-Nya, yaitu mengajar di Bait Allah. Dia tidak memberi pengajaran untuk meninggikan satu hari dari hari lainnya.

Jawaban Saya: Perintah beribadah pada hari Sabat (Sabtu) terdapat dalam Taurat. Sedangkan Yesus memerintahkan untuk menjalankan hukum Taurat. Dan Yesus juga mengajarkan bahwa kedudukan seseorang di sorga tergantung sejauh mana ia menjalankan perintah-perintah hukum Taurat.

Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Tauratia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga(Matius 5:19)  

Yesus pada ayat di atas menyatakan bahwa tinggi atau rendahnya kedudukan seseorang dalam kerajaan sorga sangat tergantung pada pelaksanaan perintah-perintah hukum Taurat. Orang yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat akan menduduki tempat yang tinggi di dalam kerajaan sorga. Sedangkan orang yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat meskipun yang paling kecil akan menduduki tempat yang paling rendah dalam kerajaan sorga. Salah satu dari hukum Taurat tersebut adalah beribadah pada hari Sabat. Seharusnya kafir Kristen pemuja Yesus menjadikan hari Sabat sebagai hari beribadah.

Yesus mengajarkan untuk beribadah pada hari Sabat, sementara kafir Kristen pemuja Yesus beribadah pada hari Minggu. Mereka tidak mendengar dan melakukan perintah Yesus, tapi masih merasa jadi pengikut Yesus. Mereka menyebut diri domba-domba Kristus, padahal perintahnya tidak sekalipun mereka dengar dan mereka lakukan. Kafir Kristen pemuja Yesus percaya bahwa Yesus akan memberikan mereka hidup yang kekal, tetapi tidak mendengar dan mengikuti perintah Yesus. Padahal untuk dapat memperoleh hidup yang kekal, Yesus mempersyaratkan untuk mendengar dan mengikuti perintah Yesus. Perhatikan ayat-ayat berikut;

Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. (Yohanes 10:27-28)

Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan bahwa Yesus tidak hanya mengajar di hari Sabat, tetapi juga di hari-hari lainnya. Menyamakan antara ibadah dengan pengajaran adalah kesalahan. Jadi pengajaran Yesus di luar Sabat tidak dapat dijadikan alasan untuk membuat ibadah di luar hari Sabat.    

Jika orang yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat meskipun yang paling kecil dikatakan oleh Yesus akan menduduki tempat yang paling rendah dalam kerajaan sorga, bagaimana dengan kafir Kristen pemuja Yesus yang meniadakan semua perintah-perintah hukum Taurat? Sudah pasti mereka tidak akan menempati kerajaan sorga atau lebih jelasnya mereka pasti akan masuk neraka.

Isa Al-Masih Bangkit dari Kematian Hari Minggu

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Lalu mengapa orang Kristen beribadah ke gereja pada hari Minggu dan bukan hari lainnya?

Orang Kristen beribadah pada hari Minggu akibat karya Isa Al-Masih. Ia menjadi kurban agung untuk menyelamatkan manusia dari dosa dengan mati di kayu salib. Pada hari ketiga, hari Minggu, Ia bangkit dari kematian (Injil, Rasul Lukas 24:46).  Umat Kristen sedunia merayakan kebangkitan-Nya setiap Hari Minggu! Secara tidak langsung, sebenarnya umat Muslim sedunia juga merayakan kebangkitan Isa Al-Masih. Dalam bahasa Arab, Hari Minggu disebut "Hari Ahad," hari pertama dalam satu minggu. Mengapa Hari Minggu dirayakan sebagai "Hari Ahad"  di dunia Islam? Hari Minggu dipuji sebagai hari utama dalam minggu, karena pada hari itu Isa Al-Masih bangkit dari antara orang mati.

Jadi, alasan utama Orang Kristen beribadah hari minggu, karena hari Minggu adalah hari kebangkitan Isa Al-Masih. Mereka berkumpul untuk merayakannya. "Setelah hari Sabat lewat, . . . . . pada hari pertama [ahad] minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu" (Injil, Rasul Besar Matius 28:1).

Jawaban Saya: Sebelumnya, kafir Kristen pemuja Yesus tidak beribadah di hari Sabat dengan alasan Yesus tidak memberikan perintah untuk beribadah di hari Sabat. Sekarang mereka beribadah di hari Minggu, apakah Yesus memberikan perintah untuk beribadah di hari Minggu? Ternyata tidak! Dengan alasan apa pun kafir Kristen pemuja Yesus menjadikan hari Minggu sebagai hari untuk beribadah, tetap saja beribadah di hari Minggu adalah kesalahan karena Yesus tidak pernah memerintahkannya.

Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan bahwa umat Islam secara tidak langsung merayakan kebangkitan Yesus di hari Minggu. Hanya karena sebagian umat Islam libur kerja di hari Minggu, kafir Kristen pemuja Yesus menganggap umat Islam juga merayakan kebangkitan Yesus. Pembenaran yang lucu dan sangat dipaksakan. Sebagian umat Islam di Indonesia libur kerja di hari Minggu, bukan untuk ibadah seperti yang mereka lakukan di gereja. Sebagian umat Islam libur di hari Minggu, karena hari libur di sebagian tempat kerja kami mengikuti hari libur pemerintah. Hari-hari besar Islam juga dimasukkan sebagai hari libur nasional. Apakah karena orang Kristen ikut libur di hari-hari tersebut dapat di anggap ikut merayakan hari besar Islam?😵  

"Keselamatan" Jiwa Lebih Penting  dari "Hari"

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Pada hari apa kita berdoa bukanlah hal terpenting. Yang terpenting adalah Allah hadir ketika orang-orang berkumpul bersama dan menyembah Dia. "Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka" (Injil, Rasul Besar Matius 18:20). Sehingga, di manapun dan kapan pun kita beribadah, kehadiran Allah adalah jauh lebih penting dibanding hari apa kita beribadah.

Jawaban Saya: Jadi, sembahyang orang-orang Kristen di gereja pada hari Minggu, bertentangan dengan perintah Yesus untuk sembahyang di hari Sabat (Sabtu). Perintah Yesus untuk sembahyang di hari Sabat (Sabtu) diabaikan oleh kafir Kristen pemuja Yesus. Sementara mereka justru sembahyang di hari Minggu, padahal tidak satu pun ayat Bible yang memerintahkannya. Kafir Kristen pemuja Yesus sembahyang di hari Minggu, sebenarnya mengikuti kebiasaan orang-orang Romawi dalam menyembah dewa-dewa mereka. Kebaktian di Hari Minggu adalah ketetapan pada Massa Kaisar Konstantin yang merupakan penganut Paganisme. Hari Minggu adalah hari kelahiran Dewa Matahari. Ketika Konstantin dan rakyat Romawi menjadi penganut agama Katolik, mereka tidak mampu meninggalkan adat dan budaya pagannya.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Mengapa Umat Kristen Beribadah Pada Hari Minggu?"

Post a Comment

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik, seperti menjawab atau menyanggah isi postingan. Komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.