Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Kebingungan Allah Tentang Tertawanya Istri Ibrahim

Kafir Kristen pemuja Yesus menuduh Allah SWT kebingungan lantaran mereka menganggap kisah Nabi Ibrahim AS dalam Al-Qur’an terbolak-balik. Dalam Al-Qur’an dikisahkan tentang dua orang Malaikat yang menemui Nabi Ibrahim AS untuk mengabarkan kepada Beliau tentang kelahiran Ishaq. Saat itu Sarah yang berdiri di balik tirai tertawa, padahal kedua Malaikat tersebut belum mengabarkan tentang kelahiran anaknya Ishaq. Kisah tersebut di anggap konyol oleh kafir Kristen pemuja Yesus karena Sarah tertawa sebelum mendengar Malaikat mengabarkan kelahiran Ishaq. Sebagaimana disebutkan dalam ayat-ayat Al-Qur’an berikut;

Dan sesungguhnya utusan-utusan Kami (malaikat-malaikat) telah datang kepada lbrahim dengan membawa kabar gembira, mereka mengucapkan: "Selamat." Ibrahim menjawab: "Selamatlah," maka tidak lama kemudian Ibrahim menyuguhkan daging anak sapi yang dipanggang. (Huud: 69)

Maka tatkala dilihatnya tangan mereka tidak menjamahnya, Ibrahim memandang aneh perbuatan mereka, dan merasa takut kepada mereka. Malaikat itu berkata: "Jangan kamu takut, sesungguhnya kami adalah (malaikat-ma]aikat) yang diutus kepada kaum Luth." (Huud: 70)

Dan isterinya berdiri (dibalik tirai) lalu dia tersenyum (tertawa), maka Kami sampaikan kepadanya berita gembira tentang (kelahiran) Ishak dan dari Ishak (akan lahir puteranya) Ya'qub. (Huud: 71)

Isterinya berkata: "Sungguh mengherankan, apakah aku akan melahirkan anak padahal aku adalah seorang perempuan tua, dan ini suamiku pun dalam keadaan yang sudah tua pula?. Sesungguhnya ini benar-benar suatu yang sangat aneh." (Huud: 72)

Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya, menyebutkan pendapat Wahb ibnu Munabbih yang berkata bahwa Sarah tertawa setelah mendapat berita gembira akan kelahiran Ishaq. Ibnu Katsir membantah pendapat tersebut karena jelas bertentangan dengan konteks ayat. Karena berita gembira itu jelas terjadi setelah Sarah tertawa. Tidak ada keterangan yang jelas mengapa Sarah tertawa. Menurut Muhammad ibnu Qais, Sarah tertawa karena dia menduga bahwa tamu-tamunya itu akan melakukan hal yang sama dengan apa yang biasa dilakukan oleh kaum Lut. Sedangkan menurut Al-Kalb, Sarah tertawa hanyalah karena ketika ia melihat Nabi Ibrahim dicekam oleh rasa takut karena usianya yang sudah lanjut dan keadaannya yang lemah.

Jadi Sarah tertawa memang bukan karena mendengar kabar gembira yang disampaikan Malaikat-Malaikat tersebut. Kabar kelahiran Ishaq bukan menjadi sebab tertawanya Sarah. Sarah tertawa oleh sebab lain, bukan karena kabar kelahiran Ishaq yang didengarnya kemudian. Ibnu Katsir tidak membahas panjang lebar sesuatu yang menjadi penyebab Sarah tertawa, karena memang itu tidak terlalu penting untuk di bahas. Kafir Kristen pemuja Yesus juga mengatakan surah Adz-Dzaariyaat: 29 menyatakan Sarah tertawa terpingkal-pingkal setelah mendengar dirinya akan melahirkan anak, itu tidak benar. Ayat tersebut menyebutkan Sarah memekik (tercengang), bukan tertawa terbahak-bahak seperti yang mereka katakan.

Kesimpulannya tidak ada kebingungan Allah SWT terhadap firman-Nya dalam Al-Qur’an. Yang bingung itu kafir Kristen pemuja Yesus sendiri. Sebabnya sangat mungkin kafir Kristen pemuja Yesus terpengaruh oleh kisah dalam Bible Perjanjian Lama (Kejadian 18:12) yang menceritakan Sarah tertawa dalam hati setelah mendengar dirinya akan hamil. 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kebingungan Allah Tentang Tertawanya Istri Ibrahim"

Post a Comment

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik, seperti menjawab atau menyanggah isi postingan. Komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.