Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Mengapa Islam dan Kristen Perlu Menjadi Skeptis?

Saya mulai beragama saat berusia 18 tahun. Sekarang berusia 76 tahun. Dulu saya sering merasa bersalah jika mencurigai ajaran agama. Sekarang, saya yakin sikap skeptis, yaitu mencurigai kebenaran ajaran agama, menolong menguatkan iman. 

Pentingnya  Skeptis

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Sering pemimpin agama membungkam jemaatnya yang mencurigai sesuatu ajaran, dengan nasihat, “Percayalah saja, jangan bertanya!” Ini menyedihkan. Orang beragama perlu skeptis, sebab Allah memberi kita kemampuan berpikir dan menyelidiki. Sikap skeptis melindungi kita dari mempercayai ajaran palsu.

Jawaban Saya: Di sini kafir Kristen pemuja Yesus mengajak umat Islam untuk skeptis terhadap ajaran agamanya. Yaitu bersikap kurang percaya atau ragu terhadap keterangan dalam Al-Qur’an dan Hadits. Padahal kafir Kristen pemuja Yesus sendiri tidak pernah mencoba untuk skeptis terhadap ajaran Kristen dan ayat-ayat yang ada dalam Bible. Tentu tidak adil meminta orang lain untuk skeptis terhadap agamanya, sementara mereka sendiri tidak pernah skeptis terhadap agamanya sendiri. Bahkan kata-kata “imani saja atau percayalah saja” telah dikenal luas sebagai ucapan pendeta atau pastor yang sudah tidak mampu menjawab pertanyaan para jemaatnya.

Ada banyak ajaran Kristen dan ayat-ayat Bible yang kafir Kristen pemuja Yesus seharusnya skeptis, tidak asal imani saja atau percaya saja. Akan saya suguhkan di akhir tulisan saya ini.

Hadits Lalat dan Pemusnahan Bakteria

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Nabi Islam berkata, “Kalau lalat jatuh ke dalam minuman, mencelupkannya lagi dalam minuman, karena walau salah satu sayapnya mempunyai penyakit (bakteri), sayap lain berkhasiat meniadakan penyakit (bakteri)” (Sahih Al-Bukhari, 4-54 # 537). Karena sains modern, kita pasti skeptis mengenai ajaran hadits ini. Bila lalat sudah menyentuh minuman, kita tahu, lebih baik jangan diminum! Masih ada orang yang membenarkan ajaran pencelupan lalat di minuman akan meniadakan bakteri. Sayang! Para ilmuwan membuktikan bahwa ada enam juta bakteri pada kaki-kaki seekor lalat. Percayakah pencelupan lalat dalam minuman akan memusnahkan enam juta bakteri itu? Dalam hal ini sikap skeptis pasti menolong kita menghindari penyakit.

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus mengutip tentang hadits yang di dalamnya Nabi Muhammad SAW memerintahkan mencelupkan lalat terlebih dahulu sebelum di buang ketika ada lalat yang jatuh ke dalam minuman. Hadits tersebut adalah;

Telah bercerita kepada kami Khalid bin Makhlad telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Bilal berkata; telah bercerita kepadaku Utbah bin Muslim berkata; telah mengabarkan kepadaku Ubaid bin Hunain berkata; saya mendengar Abu Hurairah radliallahu 'anhu berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika ada seekor lalat yang terjatuh pada minuman kalian maka tenggelamkan kemudian angkatlah, karena pada satu sayapnya penyakit dan sayap lainnya terdapat obatnya." (Shahih Bukhari: 3073)

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah telah menceritakan kepada kami Isma'il bin Ja'far dari 'Utbah bin Muslim mantan budak Bani Taim dari 'Ubaid bin Hunain mantan budak Bani Zuraiq dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apabila seekor lalat hinggap di tempat minum salah seorang dari kalian, hendaknya ia mencelupkan ke dalam minuman tersebut, kemudian membuangnya, karena pada salah satu sayapnya terdapat penyakit dan pada sayap lainnya terdapat penawarnya." (Shahih Bukhari: 5336)

Kafir Kristen pemuja Yesus berpendapat bahwa hadits tersebut di atas tidak seharusnya masih dibenarkan. Alasannya karena sains modern telah membuktikan bahwasanya lalat mempunyai enam juta bakteri. Memang benar para ilmuwan melalui penelitian berkesimpulan lalat mempunyai enam juta bakteri pembawa penyakit. Tetapi fakta tersebut tidak dapat serta merta membuktikan hadits tersebut salah. Karena belum ada penelitian ilmuwan terhadap sayap lalat. Ada kalanya keterangan Al-Qur’an dan Hadits yang manusia di masa lalu belum mengetahui bukti nyata dari kebenarannya. Namun manusia di masa depan dengan semakin majunya ilmu pengetahuan, berhasil menemukan kebenaran dari keterangan yang ada dalam Al-Qur’an dan Hadits. Misalnya ketika Allah SWT bersumpah dengan laut yang di dalam tanahnya ada api (Ath Thuur: 6). Manusia di masa lalu tidak tahu dan tidak pernah melihat ada api di dalam laut. Tetapi seiring dengan semakin majunya teknologi, hari ini kita dapat mengetahui kebenarannya.

Inilah Ayat-Ayat Bible Yang Kristen Harus Skeptis

Seperti janji saya di awal. Di bagian ini saya akan menunjukkan ayat-ayat Bible yang kafir Kristen pemuja Yesus harus skeptis terhadapnya. Ayat-ayat yang saya kutip berikut sangat pantas diragukan kebenarannya, karena telah bertentangan dengan sains modern.

Pertama: Cara Yakub Membuat Kambing Dombanya Bercoreng

Dalam kitab Kejadian 30:25-43 diceritakan bahwa suatu ketika Yakub memisahkan kambing domba milik Laban yang bercoreng-coreng dan berbelang-belang sebagai upah kerjanya. Yakub ingin agar kambing domba yang akan menjadi upah kerjanya menjadi banyak. Untuk mewujudkan keinginannya tersebut, Yakub mengambil dahan hijau dari pohon hawar, pohon badam dan pohon berangan. Dahan-dahan tersebut kemudian dikupasnya hingga terlihat belang-belang. Setelah dikupas, dahan-dahan tersebut diletakkan oleh Yakub di dekat palungan, dalam tempat minum ternak. Wow, usaha Yakub berhasil, anak dari kambing domba yang berkelamin (kawin) di dekat palungan, bulunya menjadi bercoreng-coreng dan berbelang-belang dan harta Yakub menjadi semakin berlimpah. Ya, bagi orang yang hidup ribuan tahun yang lalu, usaha yang Yakub lakukan tersebut tidak ada masalah, mereka meyakini kebenarannya karena itu adalah firman Tuhan yang diilhamkan kepada para pengarangnya. Tetapi bagaimana dengan Anda yang lahir di zaman modern? Zaman yang telah sangat maju ilmu pengetahuan! Masihkah Anda meyakini bahwa kisah Yakub tersebut adalah sebagian dari firman Tuhan?

Coba Anda perhatikan, Yakub dalam kisah di atas, membuat anak kambing domba miliknya bercoreng-coreng dan berbelang-belang dengan dahan pohon yang dikupas yang diletakkannya di dalam palungan agar dilihat oleh induk kambing domba yang berkelamin. Hal itu bertentangan dengan ilmu pengetahuan modern. Ilmu pengetahuan modern menyatakan bahwa sifat makhluk hidup (termasuk kambing domba milik Yakub) diturunkan dari induknya, bukan karena sesuatu yang dilihat induknya saat berkelamin. Hal itu sekaligus membuktikan bahwa kisah tersebut merupakan cerita dongeng yang bertentangan dengan sains modern.

Kedua: Langit Mempunyai Tiang-Tiang

Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu. (Ar Ra'd: 2)

tiang-tiang langit bergoyang-goyang, tercengang-cengang oleh hardik-Nya. (Ayub 26:11)

Mengenai tiang langit. Al-Qur’an menyatakan langit ditinggikan tanpa tiang  (Ar Ra'd: 2), sementara itu Bible Perjanjian Lama menyatakan langit mempunyai tiang-tiang (Ayub 26:11). Bagi kafir Kristen pemuja Yesus, mereka pasti menganggap yang benar adalah ayat Bible Perjanjian Lama yang menyebut langit mempunyai tiang-tiang. Sedangkan Al-Qur’an yang menyebut langit ditinggikan tanpa tiang, pasti akan mereka salahkan. Tidak perlu repot membuktikan keberadaan tiang-tiang langit dengan berbagai ilmu pengetahuan. Cukup tunjukkan kepada kami keberadaan tiang-tiang langit tersebut.

Ketiga: Bintang Timur Berhenti di Atas Yesus 

Setelah mendengar kata-kata raja itu, berangkatlah mereka. Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana Anak itu berada. (Matius 2:9)

Dalam periskop ayat di atas menjelaskan datangnya orang-orang Majus bertanya-tanya mencari dan yang akan menyembah Yesus. Raja Herodes yang mendengar hal itu mengumpulkan imam kepala dan ahli Taurat bangsa Israel, lalu meminta keterangan pada mereka di mana Mesias dilahirkan. Herodes diberitahukan Messias akan lahir di Betlehem di tanah Yudea. Setelah mengetahui hal tersebut, Herodes diam-diam memanggil orang-orang Majus dan bertanya di mana bintang itu tampak. Herodes menyuruh orang-orang Majus itu pergi ke Betlehem dan berpesan agar memberitahukannya setelah menemukan Mesias yang mereka cari. Setelah mendengar kata-kata Herodes, berangkatlah orang-orang Majus mencari Mesias. Mereka melihat bintang yang mereka lihat di timur itu mendahului mereka, tiba dan berhenti di atas tempat di mana anak itu berada. Dengan suka cita, masuklah mereka ke rumah itu dan melihat anak itu bersama Maria ibunya, kemudian sujud menyembah.

Dari Matius 2:9 di atas ada dua hal yang mustahil bagi sains modern dan akal kita untuk menerimanya;

Pertama: Pergerakan benda-benda langit seperti Matahari, Bulan, dan Bintang dari arah timur ke barat sesungguhnya adalah akibat dari rotasi bumi. Jika dalam Matius dikatakan Bintang tiba dan berhenti di atas tempat Yesus berada, tentu bukanlah Bintangnya yang berhenti, tapi buminya yang berhenti berotasi, di tambah lagi dalam Matius 2:9 kita memperoleh kesan bahwa Bintang tersebut berhenti secara tiba-tiba. Apakah anda tahu apa akibatnya apabila bumi berhenti berotasi secara tiba-tiba? Sekarang bayangkan, jika sebuah benda seperti Bumi yang memiliki kecepatan rotasi 1,674.4 km/jam di ekuator berhenti secara tiba-tiba. Jika itu terjadi, maka semua benda yang tidak terikat dengan Bumi akan terus berotasi dengan kecepatan yang sama dengan sebelumnya sebagai akibat dari kekekalan momentum.

Seperti sebuah tabrakan maka ketika sebuah benda dipaksa berhenti bergerak kita yang ada di dalamnya akan merasakan akibatnya.  Bagi manusia di Bumi, akan terasa seperti gempa bumi yang sangat dasyat yang menggoncang Bumi dengan tiba-tiba. Dan karena di khatulistiwa kecepatan berputar Bumi itu 460 menit/detik, maka ketika Bumi berhenti tiba-tiba kita akan terlempar jauh meskipun tidak sampai lepas dari Bumi karena kecepatan lepas Bumi jauh lebih besar yakni 40000 km/jam. Semua yang ada di Bumi mulai terlempar ke samping dalam lintasan roket.  Bangunan akan runtuh, lautan akan meluap dalam gelombang pasang yang besar dan akan ada angin atmosfer yang sangat kencang menyapu permukaan.

Semakin jauh dari ekuator ke kutub maka kecepatan rotasi Bumi juga akan melambat. Jadi, semakin kita berada jauh dari ekuator, kecepatannya juga akan makin lambat. Dan kalau kita berada di kutub utara atau selatan maka kita hampir tidak akan merasakan akibat dari berhentinya perputaran Bumi tersebut. Jika dengan tiba-tiba rotasi bumi berhenti, saya yakin Yesus pun tidak mungkin akan selamat. Inilah bukti kisah berhentinya bintang timur di atas Yesus merupakan cerita dongeng yang bertentangan dengan sains modern.

Kedua: Selain menyatakan rotasi bumi berhenti secara tiba-tiba, Matius 2:9 juga menyatakan bintang hanya berhenti di atas tempat di mana Yesus berada, hal tersebut sangat mungkin terjadi jika seandainya Yesus adalah anak satu-satunya yang tinggal di Betlehem dan sekitarnya. Tapi itu mustahil, karena Herodes pernah memerintahkan membunuh anak-anak berumur dua tahun ke bawah yang tinggal di Betlehem dan sekitarnya, yang itu berarti bukan hanya Yesus yang tinggal di daerah Betlehem dan sekitarnya. Jadi bagaimana caranya orang-orang Majus dapat menentukan, bintang yang sebenarnya terletak sangat jauh dari bumi itu berhenti tepat hanya di atas Yesus dan tidak di atas anak-anak lainnya? Inilah bukti lain kisah berhentinya bintang timur di atas Yesus merupakan cerita dongeng yang di reka-reka.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Mengapa Islam dan Kristen Perlu Menjadi Skeptis?"

Post a Comment

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik, seperti menjawab atau menyanggah isi postingan. Komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.