Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Islam Dan Kristen - Mau Mengalahkan Kafir? Kerjakanlah Mujizat!

Masih ingat dukun cilik Ponari yang terkenal beberapa tahun lalu? Dukun cilik ini disinyalir dapat menyembuhkan berbagai penyakit melalui kekuatan sebuah ‘batu ajaib.’ Saking terkenalnya, pasien sang dukun pun berdatangan dari berbagai daerah di Indonesia. Tidak dapat dipungkiri, beberapa suku tertentu di Indonesia masih percaya kepada dukun. Terlebih jika mereka melihat langsung “hasil pekerjaan” si dukun. Tidak terkecuali orang kafir dan umat beragama, mereka lebih cenderung percaya pada “mujizat.”

Orang Kafir Meminta Mujizat

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Orang kafir menganggap dirinya lebih pintar, dan lebih rasional dari orang beragama. Sehingga tidak jarang mereka memandang rendah orang beragama. Mereka juga menantang orang beragama akan mujizat atau kuasa Allah. Mereka mengejek dengan berkata, “Allah tidak ada!” atau “Allah tidak berkuasa!” Satu-satunya jalan untuk membungkam mereka ialah mujizat. Nabi Islam juga mengalami hal serupa. Al-Quran mencatat bagaimana orang-orang kafir meminta agar ia menunjukkan mujizat sebagai tanda kenabiannya. Sayangnya, Nabi Islam tidak dapat menunjukkan mujizatnya dan hanya berkata, "Sesungguhnya mu’jizat-mu’jizat itu terserah kepada Allah. Dan sesungguhnya aku [Muhammad] hanya seorang pemberi peringatan yang nyata" (Qs 29:50).

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus sudah kehabisan amunisi untuk menyerang Islam. Terbukti dengan tidak adanya tulisan mereka yang benar-benar baru. Topik dan ayat yang dikutip hanya itu-itu saja. Seperti kali ini, kafir pemuja Yesus lagi-lagi membahas masalah mukjizat. Padahal tulisan mengenai mukjizat Nabi Muhammad SAW dalam blog saya ini saja sudah banyak, belum lagi blog dan situs lainnya.

Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan Nabi Muhammad saw tidak dapat bermukjizat karena adanya ayat Al-Qur’an yang menyatakan, Dan orang-orang kafir Mekah berkata: "Mengapa tidak diturunkan kepadanya mukjizat-mukjizat dari Tuhannya?" Katakanlah: "Sesungguhnya mukjizat-mukjizat itu terserah kepada Allah. Dan sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan yang nyata." (Al 'Ankabuut: 50).

Mukjizat dapat terjadi sepenuhnya atas kuasa Allah, bukan kuasa Nabi Muhammad SAW sendiri. Nabi Muhammad SAW hanya menjadi perantara Allah SWT untuk memperlihatkan kuasa-Nya. Itulah sebabnya di ayat ini dikatakan “mukjizat-mukjizat itu terserah Allah SWT” karena memang mukjizat itu kuasa Allah SWT. Kafir Kristen pemuja Yesus selalu salah dalam memahami mukjizat. Mereka mengira kalau mukjizat yang terjadi adalah sepenuhnya kuasa dari pribadi seorang Nabi. Padahal mukjizat dapat terjadi atas izin dan kuasa Allah SWT, bukan kuasa seorang Nabi. Bukan hanya Nabi Muhammad SAW saja, tetapi semua Nabi-nabi Allah SWT. Mereka semua tidak bermukjizat kecuali dengan izin dan kuasa Allah SWT. Semua Nabi-nabi Allah SWT di sini tidak terkecuali Yesus sendiri. Yesus dapat bermukjizat, tetapi mukjizat yang dilakukannya ini terjadi atas izin dan kuasa Tuhannya, sedangkan Yesus hanya menjadi perantara untuk memperlihatkan kuasa Allah SWT. Sebagaimana ayat dalam Bible Perjanjian Baru ini;

Hai orang-orang Israel, dengarlah perkataan ini: Yang aku maksudkan, ialah Yesus dari Nazaret, seorang yang telah ditentukan Allah dan yang dinyatakan kepadamu dengan kekuatan-kekuatan dan mujizat-mujizat dan tanda-tanda yang dilakukan oleh Allah dengan perantaraan Dia di tengah-tengah kamu, seperti yang kamu tahu. (Kisah Rasul 2:22) 

Jadi ketika orang-orang kafir Mekkah meminta mukjizat kepada Nabi Muhammad SAW, dan mukjizat tidak diberikan. Itu berarti Allah SWT belum berkenan memperlihatkan mukjizat melalui Nabi Muhammad SAW. Permintaan mukjizat kepada Nabi Muhammad SAW tidak selalu di penuhi oleh Allah SWT. Jangan karena satu permintaan mukjizat tidak dipenuhi, dikatakan Nabi Muhammad SAW tidak dapat bermukjizat. Sebagaimana juga Yesus ketika di minta untuk menunjukkan mukjizat, Allah  juga tidak selalu memenuhinya. Perhatikan ayat-ayat di bawah ini;

Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti." Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah." (Matius 4:3-4)

Pada waktu itu berkatalah beberapa ahli Taurat dan orang Farisi kepada Yesus: "Guru, kami ingin melihat suatu tanda dari pada-Mu." Tetapi jawab-Nya kepada mereka: "Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus(Matius 12:28)

Mujizat Tanda Kenabian

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Memang, mujizat salah satu tanda kenabian dari Allah bagi nabi-nabi-Nya. Misalnya Nabi Musa, Kitab Taurat banyak mencatat mujizat yang dia kerjakan. Juga Nabi Elia, salah satu mujizatnya yang tercatat dalam Kitab Nabi-Nabi adalah menurunkan hujan. Mujizat juga merupakan jalan terbaik mengalahkan argumentasi, tuduhan, dan tantangan orang kafir. Termasuk juga umat beragama sering meragukan kuasa Allah bila tidak melihat mujizat. Tomas, salah satu murid Isa Al-Masih, selalu bersama-sama dengan Isa selama bertahun-tahun. Namun ia tetap meragukan soal kebangkitan Isa dari kematian. Tetapi Tomas berkata, "Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya" (Injil, Rasul Besar Yohanes 20:25).

Jawaban Saya: Bible Perjanjian Lama menyebut nubuat sebagai tanda dari kenabian, berikut ini ayatnya; “apabila seorang nabi berkata demi nama TUHAN dan perkataannya itu tidak terjadi dan tidak sampai, maka itulah perkataan yang tidak difirmankan TUHAN; dengan terlalu berani nabi itu telah mengatakannya, maka janganlah gentar kepadanya.” (Ulangan 18:22). Tetapi untuk mukjizat, saya tidak menemukan pernyataan Tuhan dalam Bible yang menyatakan seorang Nabi harus memiliki mukjizat. Yohanes Pembaptis misalnya, orang yang dikatakan oleh Yesus sebagai “orang besar” (Matius 11:11) ternyata tidak pernah bermukjizat. Samuel yang salah seorang Nabi dalam Bible Perjanjian Lama pun tidak pernah terlihat bermukjizat. Bukan hanya itu saja, bahkan Yesus sendiri pernah menubuatkan seorang Nabi palsu dengan ciri melakukan mukjizat-mukjizat dahsyat (Matius 24:24). Jika memang mukjizat adalah tanda kenabian seorang Nabi, kenapa Yesus menubuatkan munculnya Nabi palsu dengan ciri dapat bermukjizat?

Tetapi baiklah. Kalau memang kafir Kristen pemuja Yesus menganggap mukjizat sebagai tanda kenabian, Nabi Muhammad SAW memiliki banyak mukjizat dan seharusnya mereka sudah tidak punya alasan untuk terus menerus kafir. Perhatikan mukjizat-mukjizat Nabi Muhammad SAW berikut;

Mukjizat Terbelahnya Bulan

Telah dekat datangnya saat itu dan telah terbelah bulan. Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat suatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata: "(Ini adalah) sihir yang terus menerus." (Al Qamar: 1-2)

Telah bercerita kepada kami Shadaqah bin Al Fadlal telah mengabarkan kepada kami Ibnu 'Uyainah dari Ibnu Abu Najih dari Mujahid dari Abu Ma'mar dari Abdullah bin Mas'ud radliallahu 'anhu berkata; Pada zaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bulan pernah terbelah menjadi dua bagian lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Saksikanlah". (Shahih Bukhari: 3364)

(Ahmad bin Hanbal radliyallahu'anhu) berkata; telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Katsir berkata; telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Katsir dari Hushain bin Abdurrahman dari Muhammad bin Jubair bin Muth'im dari Bapaknya berkata; Bulan terbelah pada masa Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam menjadi dua bagian, satu bagian di atas gunung ini dan satu bagian lagi pada gunung itu. Mereka berkata; "Muhammad telah menyihir kita". Mereka juga berkata; "Jika dia telah menyihir kita, namun niscaya dia tidak akan bisa menyihir manusia semuanya." (Musnad Ahmad: 16150)

Mukjizat Air Keluar Dari Jari-Jemari Nabi

Telah bercerita kepadaku Muhammad bin Al Mutsannaa telah bercerita kepada kami Abu Ahmad Az Zubairiy telah bercerita kepada kami Isra'il dari Manshur dari Ibrahim dari 'Alqamah dari Abdullah berkata; "Kami dahulu menganggap tanda-tanda luar biasa (seperti Mu'jizat) sebagai barakah sedangkan kalian menganggapnya sebagai sesuatu yang menakutkan. Kami pernah bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam suatu perjalanan kemudian persediaan air menipis, maka beliau bersabda: "Carilah sedikit air". Maka mereka datang dengan membawa sebuah bejana berisi air yang sedikit lalu beliau memasukkan tangan beliau ke dalam bejana itu kemudian bersabda: "Kemarilah bersuci dengan penuh keberkahan dan keberkahan itu datang hanya dari Allah". Sungguh aku melihat air memancar dari sela-sela jari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan sungguh kami pun pernah mendengar makanan bertasbih ketika sedang dimakan". (Shahih Bukhari: 3314)

Mukjizat Memerintahkan Pohon Untuk Berjalan

Telah mengabarkan kepada kami Ishaq bin Ibrahim telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah telah menceritakan kepada kami Al A'masy dari Abu Sufyan dari Anas bin Malik ia berkata; Jibril datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ketika beliau sedang duduk sedih berlumuran darah disebabkan perlakuan orang-orang kafir Quraisy Makkah, lalu jibril berkata: wahai Rasulullah apakah baginda ingin saya perlihatkan tanda (kekuasaan Subhanahu wa Ta'ala) Rasul menjawab: 'ya': lalu beliau melihat sebuah pohon di belakangnya, jibril mengatakan: panggillah pohon tersebut, maka beliau memanggilnya dan pohon itu datang serta berdiri di hadapan beliau, kemudian Jibril berkata: "Perintahkan untuk kembali". Maka beliau memerintahkannya untuk kembali dan pohon itu pun kembali (ke tempat asalnya) Rasulullah berkata: cukup-cukup. (Sunan Darimi: 23)

Itulah beberapa dari mukjizat-mukjizat yang pernah dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dengan izin Allah SWT. Dari sekian banyak mukjizat yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW, sebagian di antaranya dilihat langsung oleh orang-orang Musyrik Quraisy, tetapi kebanyakan mereka tidak beriman. Sebagaimana juga mukjizat yang dilakukan oleh Yesus. Sebagian mukjizat yang dilakukan oleh Yesus dengan izin Tuhannya tersebut, dilihat oleh orang-orang Yahudi. Tetapi kebanyakan dari mereka tidak beriman dengan kenabian Yesus. itu artinya, mukjizat-mujizat yang dilakukan oleh para Nabi, tidak serta-merta membuat umatnya beriman terhadap kenabiannya. Orang-orang kafir meminta para Nabi untuk menunjukkan mukjizat. Setelah para Nabi memperlihatkan mukjizat dengan izin Allah SWT, mereka menuduh para Nabi sebagai tukang-tukang sihir dengan mukjizat yang diperbuat oleh para Nabi tersebut. Bahkan di dalam Injil Kristen, Yesus sampai mengecam kota-kota karena penduduknya tidak bertobat. Padahal di dalam kota-kota tersebut mukjizat-mukjizat banyak dilakukan oleh Yesus. perhatikan ayat berikut;

Lalu Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di situ Ia paling banyak melakukan mujizat-mujizat-Nya. (Matius 11:20)

Pertanyaan saya: jika memang mukjizat dapat mengalahkan orang kafir, mengapa Yesus tidak mampu membuat penduduk kota-kota tersebut bertobat walapun telah banyak melakukan mukjizat?

Dampak Mujizat-mujizat Isa Al-Masih

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Kitab Suci Injil mencatat begitu banyak mujizat Isa Al-Masih. Bahkan musuh-musuh-Nya bertanya, “Apakah yang harus kita buat?  Sebab orang itu [Isa Al-Masih] membuat banyak mujizat” (Injil, Rasul Besar Yohanes 11:47). Melalui mujizat-mujizat yang Isa lakukan, banyak orang-orang kafir menjadi percaya kepada-Nya. “Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia, karena mereka melihat mujizat-mujizat penyembuhan, yang diadakan-Nya terhadap orang-orang sakit” (Injil, Rasul Besar Yohanes 6:2).

Jawaban Saya: Mukjizat-mukjizat yang dilakukan oleh Yesus tidak serta-merta membuat seluruh umatnya beriman terhadap kenabian Yesus. Jika benar mukjizat menjadi sebab diterimanya seorang Nabi oleh umatnya, maka semua orang-orang Israel akan beriman terhadap kenabian Yesus. Tetapi faktanya tidak demikian. Walaupun mungkin ada banyak orang-orang Israel yang beriman terhadap kenabian Yesus setelah mereka melihat mukjizat, tetapi lebih banyak dari mereka tetap kafir walaupun melihat Yesus banyak melakukan mukjizat. Itulah sebabnya Yesus dengan mudah dapat ditangkap, di adili, di aniaya dan di salib sampai mati. Bahkan sampai kini pun bangsa Israel masih beragama Yahudi. Tidak pernah mengakui Yesus sebagai Nabi dan Rasul Allah.     

Mujizat Terbesar Isa Al-Masih

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Namun di antara semua mujizat Isa tersebut, mujizat terbesar Isa Al-Masih adalah kuasa-Nya dalam memberi jaminan keselamatan sorga bagi setiap orang, agar terhindar dari kebinasaan di neraka. Tentang hal itu, Isa sudah berjanji, “Setiap orang yang melihat Anak [Isa Al-Masih] dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman" (Injil, Rasul Besar Yohanes 6:40).

Jawaban Saya: Yesus berkata orang yang melihat Yesus dan percaya kepadanya akan memperoleh hidup yang kekal. Tetapi cukup percaya kepada Yesus saja orang akan memperoleh hidup yang kekal. Orang yang ingin memperoleh hidup yang kekal, dia harus berasal dari bangsa Israel karena Yesus di utus hanya untuk bangsa Israel (Matius 15:24), harus melakukan kehendak Allah (Matius 7:21), harus mengerjakan hukum-hukum Taurat (Matius 5:19). Apakah kafir Kristen pemuja Yesus memenuhi syarat-syarat tersebut? Saya yakin tidak!

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Islam Dan Kristen - Mau Mengalahkan Kafir? Kerjakanlah Mujizat!"

Post a Comment

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik, seperti menjawab atau menyanggah isi postingan. Komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.