Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Bagaimana Cara Mengatasi Depresi Dalam Islam Dan Kristen?

Di Indonesia sekitar 17juta orang mengalami depresi. Jumlah tersebut semakin besar setiap tahun. Masalah ini parah. Jika mencari di internet Anda akan menemukan banyak solusi. Misalnya, dokter memberi obat. Apakah solusi yang paling cocok menurut agama Islam dan Kristen?

Kesamaan Dalam Agama Islam dan Kristen

Orang Islam dan Kristen setuju badan yang sehat lebih mampu mengatasi depresi. Makan sehat, berolah-raga, dan cukup tidur penting agar badan kuat dan sehat. Bagaimana dengan hal-hal rohani?

Cara Mengatasi Depresi Dalam Agama Islam

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Para ahli mengajurkan beberapa saran untuk mengatasi depresi dalam Islam. Pertama, sering sholat dan membaca Al-Quran. Kedua, memberi zakat dan berbuat baik kepada orang lain. Orang-orang sering membaca beberapa ayat Al-Quran dan Hadits untuk meningkatkan rasa percaya dirinya. Misalnya, “. . . aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan . . . rasa takut, kejelekan di waktu tua, dan sifat kikir. Dan aku juga berlindung kepada-Mu dari siksa kubur serta bencana kehidupan dan kematian.”

Ada beberapa kesulitan dengan saran-saran ini. Pertama, fokusnya kepada apa yang harus kita lakukan, bukan apa yang Allah akan lakukan. Allah saja bisa memperbarui kita selengkap-lengkapnya.

Kedua, saat mengalami depresi, seseorang tidak ingin berbuat baik kepada orang lain. Juga, bagaimana memberi zakat akan memperbaiki masalahnya?

Ketiga dan yang terpenting, jika seseorang berlindung kepada Allah dengan depresi, dapatkah Allah benar-benar bisa memahami dan merasa empati kepada mereka? Allah tidak pernah mengalami penderitaan atau depresi. Orang-orang bisa coba berpikir tentang penderitaan Nabi Islam dan merasa simpati dengan Nabi Islam. Tapi, ini susah karena Nabi Islam sudah wafat dan hidup sekitar 1400 tahun lalu.

Jawaban Saya: Depresi adalah salah satu gangguan kesehatan mental yang terjadi sedikitnya selama dua minggu atau lebih yang memengaruhi pola pikir, perasaan, suasana hati (mood) dan cara menghadapi aktivitas sehari-hari. Ketika mengalami depresi kita akan merasa sedih berkepanjangan, putus harapan, tidak punya motivasi untuk beraktivitas, kehilangan ketertarikan pada hal-hal yang dulunya menghibur, dan menyalahkan diri sendiri. Ada banyak sebab seseorang menjadi depresi. Di antaranya kehilangan seseorang, sakit berkepanjangan, kehilangan pekerjaan, masalah keuangan, dll. Islam tidak secara eksplisit mengajarkan untuk mengatasi depresi. Tetapi dengan menjadi seorang Muslim yang baik, seseorang tidak akan pernah mengalami depresi. Itu karena di dalam Islam, seorang Muslim harus beriman dengan takdir Allah SWT. Iman kepada takdir dapat menjadi obat yang mujarrab sebagai penghibur ketika datang musibah. Ketika datang kenikmatan, seorang yang beriman kepada takdir akan bersyukur karena meyakini itu semua karunia dari Allah SWT. Ketika datang musibah pun, seorang yang beriman kepada takdir akan bersabar atau bahkan bersyukur, karena itu pun berasal dari Allah SWT sebagai bentuk ujian yang bisa menjadi penghapus dosa-dosanya. Seorang Muslim yang benar-benar beriman dengan takdir Allah SWT, tidak akan pernah mengalami depresi.

Bagaimana dengan Shalat, membaca Al-Qur’an, memberi zakat, berbuat baik kepada orang lain dan berdoa? Apakah itu juga dapat mengatasi depresi? Ya, itu semua dapat mengatasi depresi. Karena dengan Shalat, membaca Al-Qur’an, memberi zakat, selain akan memperoleh pahala, Allah SWT juga akan menambah karunia-Nya. Karunia tersebut dapat berupa datangnya pertolongan Allah SWT dan dilenyapkannya kesedihan dari hati. Sebagaimana firman Allah; Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri. (Faathir: 29-30)  

Berbuat baik kepada orang lain juga dapat mengatasi depresi. Karena berbuat baik kepada orang lain dan mengasihi mereka, akan dikasihi juga oleh Allah SWT. Salah satu bentuk kasih sayang Allah SWT kepada hambanya adalah dijauhkan dari depresi. Sebagaimana disebutkan dalam Hadits Shahih berikut;

Telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Umar, telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Amr bin Dinar dari Abu Qabus dari Abdullah bin Amr ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Orang-orang yang mengasihi akan dikasihi oleh Ar Rahman, berkasih sayanglah kepada siapapun yang ada dibumi, niscaya Yang ada di langit akan mengasihi kalian. Lafazh Ar Rahim (rahim atau kasih sayang) itu diambil dari lafazh Ar Rahman, maka barang siapa yang menyambung tali silaturrahmi niscaya Allah akan menyambungnya (dengan rahmat-Nya) dan barang siapa yang memutus tali silaturrahmi maka Allah akan memutusnya (dari rahmat-Nya)." Berkata Abu 'Isa: Ini merupakan hadits hasan shahih. (Sunan Tirmidzi: 1847)

Kafir Kristen pemuja Yesus bertanya; jika seseorang berlindung kepada Allah dengan depresi, dapatkah Allah benar-benar bisa memahami dan merasa empati kepada mereka? Allah tidak pernah mengalami penderitaan atau depresi. Orang-orang bisa coba berpikir tentang penderitaan Nabi Islam dan merasa simpati dengan Nabi Islam. Tapi, ini susah karena Nabi Islam sudah wafat dan hidup sekitar 1400 tahun lalu.

Itulah bukti telah rusaknya akal dan hati kafir Kristen pemuja Yesus. Mereka menyamakan Allah SWT dengan manusia. Yang jika tidak pernah mengalami penderitaan atau depresi, maka Allah SWT mereka anggap tidak benar-benar bisa memahami dan merasa empati, apalagi dapat menolong manusia. Pengetahuan Allah SWT meliputi segala makhluknya. Allah SWT mengetahui penderitaan hamba-hamba-Nya walaupun tanpa harus terlebih dahulu mengalami penderitaan. Seperti seorang insinyur yang mengetahui letak kerusakan mesin walaupun tidak pernah jadi mesin.    

Cara Mengatasi Depresi Menurut Kitab Allah

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Dalam Kitab Allah, cara mengatasi depresi berbeda karena kebanyakan berfokus kepada Isa Al-Masih. Isa sudah mengalami penderitaan ekstrim dan masih hidup. Jadi Isa bisa menghibur Anda dan merasa empati kepada Anda. Juga, Isa adalah Raja Damai (Kitab Nabi Yesaya 9:6).

“. . . bukanlah imam besar [Isa Al-Masih] yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa. . .” (Injil, Surat Ibrani 4:15).

Seseorang bisa membaca Kitab Allah dan akan merasa terhibur karena ada kuasa di dalamnya.

“Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun . . . ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita” (Injil, Surat Ibrani 4:12). Juga dalam Zabur (Mazmur) ada banyak ayat tentang Nabi Daud saat mengalami depresi. Misalnya, “. . . aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku” (Zabur, Kitab Mazmur 23:4). Kita dapat membaca Kitab Allah dan berdoa kepada Isa Al-Masih, lalu Isa akan menghibur kita. Jika ingin benar-benar mengatasi depresi, percaya kepada Isa Al-Masih.

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan bahwa Yesus dapat menghibur dan merasa empati terhadap penderitaan manusia. Mereka juga mengatakan membaca Bible dapat merasa terhibur karena ada kuasa di dalamnya. Jika semuanya itu benar, mengapa obat anti depresi di negara-negara Barat yang Kristen masih laris manis terjual? Padahal mayoritas dari mereka adalah orang-orang Kristen yang percaya Yesus dan setiap hari membaca Bible. Di negara-negara Barat yang Kristen juga sering kali ada kasus orang stres yang menembaki orang-orang yang ada tempat keramaian. Itu semuanya menjadi bukti, percaya Yesus dan membaca Bible tidak serta merta dapat mengatasi depresi. 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Bagaimana Cara Mengatasi Depresi Dalam Islam Dan Kristen?"

Post a Comment

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik, seperti menjawab atau menyanggah isi postingan. Komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.