Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Umat Beragama: Penyaliban Isa Al-Masih Menunjukkan Kekuatan Atau Kelemahan-Nya?

Setiap tahun orang Kristen se-dunia merayakan Hari Paskah. Hari yang mengingatkan saat Isa Al-Masih wafat tersalib dan Allah membangkitkan-Nya tiga hari kemudian. Banyak orang Muslim tidak bisa menerima kebenaran ini. Karena jika benar, berarti Iblis mengalahkan Isa Al-Masih. Mereka percaya nabi-nabi Allah selalu berhasil dalam hidupnya. Pakar Islam, Dr. Hammudah Abdalati, bertanya, “Apakah konsisten dengan rahmat dan kebijaksanaan Allah, jika kita percaya Isa Al-Masih pernah dihina dan dibunuh seperti tertulis dalam Injil?”

Sebenarnya, kematian dan kebangkitan menunjukkan kekuatan Isa Al-Masih. Bagaimana mungkin?

Kekuatan Terbukti dalam Kematian?

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Kematian Isa Al-Masih menunjukkan kekuatan sebelum dan setelah kematian-Nya. Sebelum kematian-Nya Isa Al-Masih menunjukkan kekuatan dalam diri-Nya. Sebelum wafat, Isa Al-Masih sudah tahu tentang kematian-Nya. Tapi, Isa Al-Masih juga sudah tahu ini kehendak Allah. Jadi Dia menyerahkan diri kepada Bapa-Nya.

“. . . Isa Al-Masih mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus . . . menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga” (Injil, Rasul Besar Matius 16:21).

Kedua, walaupun Isa Al-Masih tidak pernah berdosa, orang-orang mengolok-olok dan memukul-Nya. “Lalu mereka meludahi muka-Nya dan meninju-Nya; orang-orang lain memukul Dia, dan berkata: “Cobalah katakan kepada kami, hai Mesias, siapakah yang memukul Engkau?” (Injil, Rasul Besar Matius 26:67-68). Namun Isa Al-Masih tidak membela diri. “Tetapi Yesus tetap diam” (Injil, Matius 26:63).

Isa Al-Masih harus memiliki kekuatan luar biasa dalam diri-Nya, untuk tetap diam dan tidak membela diri meskipun tidak berdosa. Bahkan Ia juga berdoa dan mengampuni orang-orang tersebut. “. . . Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat” (Injil, Lukas 23:34).

Jawaban Saya: Kematian akan di alami oleh siapa pun. Kematian akan mendatangi manusia walaupun dia berlindung di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh. Bahkan kematian pasti juga akan di alami oleh hewan dan tumbuh-tumbuhan. Tidak ada makhluk di muka bumi ini yang dapat hidup kekal. Semuanya pasti akan mati. Itu artinya kematian merupakan kepastian bagi makhluk seperti kita. Tidak ada yang meragukan kenyataan tersebut, termasuk orang-orang yang menyebut diri mereka ateis. Satu-satunya yang kekal dan tidak akan pernah mati hanyalah Tuhan. Al-Qur’an menyebut Allah SWT kekal (Ar-Rahmaan: 27, Al-Mu'min: 65, Thaahaa: 111) dan Bible Perjanjian Lama juga menyebut Allah kekal (Kejadian 21:33, Ulangan 33:27). Ketika ada seseorang yang di anggap Tuhan dan disembah ternyata dapat mati, itu merupakan bukti kalau yang mereka sembah bukanlah Tuhan sebenarnya.

Namun demikian masih ada saja orang-orang yang menyembah Yesus. Padahal telah jelas kalau Yesus hanyalah makhluk fana seperti kita. Bukti dari kefanaan Yesus adalah kematian dia di tiang salib. Tuhan itu kekal dan abadi, jika Yesus dapat mati, artinya dia bukanlah Tuhan. Kafir Kristen pemuja Yesus masih menganggap Yesus adalah Tuhan walaupun mereka sendiri tahu Yesus dapat mati. Hanya orang-orang yang telah rusak akal sehatnya, yang dapat menyembah Tuhan dan sekaligus merayakan hari kematian-Nya.  

Kafir Kristen pemuja Yesus tidak dapat membantah kalau kematian yang di alami oleh Yesus merupakan kelemahan bagi dirinya yang selama ini mereka sembah sebagai Tuhan. Oleh karena itu, kafir Kristen pemuja Yesus berusaha mencari-cari kelebihan dari sebelum dan sesudah kematian Yesus. Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan bahwa Yesus sebelum mati mengetahui kematiannya dan hal tersebut mereka anggap sebagai kekuatan yang ada dalam diri Yesus. Padahal Nabi Musa juga mengetahui kematiannya, dengan bukti berita kematian Nabi Musa tertulis dalam kitab yang ditulis oleh dirinya sendiri (Ulangan 34:5). Bahkan Nabi Muhammad SAW juga mengetahui ajalnya sudah dekat ketika beliau bertadarus dengan Jibril dua kali dalam setahun. Bukan itu saja. Rasulullah SAW juga tahu putri beliau Fatimah akan menyusulnya tidak lama setelah dirinya wafat. Sebagaimana disebutkan dalam hadits shahih berikut;

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah; Dan telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin Numair dari Zakaria; Demikian juga diriwayatkan dari jalur lainnya, Dan telah menceritakan kepada kami Ibnu Numair; Telah menceritakan kepada kami Bapakku; Telah menceritakan kepada kami Zakaria dari Firas dari 'Amir dari Masruq dari 'Aisyah dia berkata;...Setelah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam meninggal dunia, saya hampiri Fatimah seraya bertanya kepadanya; 'Hai Fatimah, saya hanya ingin menanyakan kepadamu tentang apa yang telah dibisikkan Rasulullah kepadamu yang dulu kamu tidak mau menjelaskannya kepada saya.' Fatimah menjawab; Dulu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam membisikkan sesuatu kepada saya, beliau memberitahukan; "bahwasanya Jibril dan beliau biasanya bertadarus Al Qur'an satu kali dalam setiap tahun dan kini beliau bertadarus kepadanya (Jibril) sebanyak dua kali. Sungguh aku (Rasulullah) tahu bahwa ajalku telah dekat. Sesungguhnya kamu adalah orang yang paling pertama menyusulku dari kalangan ahlul baitku. Sebaik-baik pendahulumu adalah aku.' Fatimah berkata; 'Mendengar bisikan itu, maka saya pun menangis. Kemudian ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berbisik lagi kepada saya: 'Hai Fatimah, maukah kamu menjadi pemimpin para istri orang-orang mukmin atau sebaik-baiknya wanita umat ini? Lalu saya pun tertawa karena hal itu." (Shahih Muslim: 4488)

Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan Yesus yang tidak pernah berdosa, tetapi orang-orang mengolok-olok dan memukul-Nya. Jika mereka tahu Yesus tidak berdosa, mengapa kafir Kristen menjadikan Yesus sebagai penebus dosa? Bukankah perbuatan mereka tersebut lebih parah dari orang-orang Yahudi yang hanya mengolok-olok dan memukul Yesus? Orang-orang Yahudi menyengsarakan tubuh Yesus, sementara orang-orang Kristen menyengsarakan jiwa Yesus. Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan bahwa diamnya Yesus saat di salib adalah kekuatan yang dimilikinya. Mereka cuma cari-cari alasan saja. Sampai-sampai diamnya Yesus mereka anggap sebagai kekuatan. Kekuatan itu jika Yesus dapat melepaskan diri dari penyaliban orang-orang Yahudi.

Kekuatan dalam Kebangkitan!

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Setelah wafat di kayu salib, Isa Al-Masih dikuburkan, lalu dibangkitkan Allah tiga hari kemudian. “. . . bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci” (Injil, Surat 1 Korintus 15:4). Kebangkitan Isa Al-Masih pasti menunjukkan kekuatan Allah. Siapakah yang mampu membangkitkan orang mati selain Allah? Tapi ini juga menunjukkan kekuatan Isa Al-Masih. Isa Al-Masih selalu mematuhi kehendak Allah dan tidak pernah berdosa. Isa Al-Masih mengatasi semua godaan Iblis. Jadi, Isa Al-Masih layak dan kuat untuk mengalahkan Iblis. Firman Allah menuliskan, kematian dan kebangkitan Isa Al-Masih membawa pengampunan dan kebebasan dari dosa bagi semua orang yang percaya kepada-Nya. Kita bisa yakin bahwa Allah akan mengampuni semua dosa, dan kita punya kekuatan untuk tidak terus-menerus berdosa dan menolak godaan Iblis. Hari Paskah ini, mari kita merayakan kekuatan ajaib Isa Al-Masih yang sudah mengalahkan Iblis dan membawa pengampunan bagi semua orang yang percaya kepada-Nya.

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan bahwa setelah wafat di kayu salib, Yesus dikuburkan, lalu dibangkitkan Allah tiga hari kemudian. Mereka mengatakan bahwa hal tersebut menunjukkan kekuatan Allah. Saya katakan itu benar. Tetapi selain menunjukkan kekuatan Allah, dibangkitkannya Yesus dari kubur juga menunjukkan kelemahan Yesus. Karena jika Yesus itu kuat, maka dia akan dapat bangkit sendiri tanpa harus Allah yang membangkitkannya. Jika Yesus dibangkitkan oleh Allah, arti Yesus lemah sedangkan Allah yang punya kekuatan. Oleh karena Yesus lemah, mengapa kafir Kristen pemuja Yesus menyembah Yesus sebagai Tuhan? Kenapa kalian tidak menyembah Allah yang mempunyai kekuatan untuk membangkitkan Yesus?! 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Umat Beragama: Penyaliban Isa Al-Masih Menunjukkan Kekuatan Atau Kelemahan-Nya?"

Post a Comment

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik, seperti menjawab atau menyanggah isi postingan. Komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.