Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Apakah Isa Al-Masih Mendirikan Agama Baru?

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Tokoh agama yang paling berpengaruh dalam peradaban manusia, di antaranya kita mengenal Siddhartha Gautama, pendiri agama Budha. Juga ada Muhammad pembawa agama Islam. Bagaimana dengan Isa Al-Masih. Apakah Isa Al-Masih mendirikan agama baru, atau ada misi khusus dibalik kedatangan-Nya ke dunia?

Dengan mengetahui tujuan Isa Al-Masih datang ke dunia, akan menolong Anda untuk memahami perbedaan Isa Al-Masih di antara tokoh-tokoh agama di atas.

Jawaban Saya: Tidak seorang pun Nabi yang di utus Allah SWT boleh disebut dengan pendiri agama. Karena tugas seorang Nabi hanyalah untuk menyampaikan risalah agama dari Tuhan yang mengutus mereka, bukan menciptakan risalah agama. Tidak terkecuali Nabi Isa AS atau Yesus. Di bawah ini terdapat ayat-ayat Injil Kristen, yang di dalamnya Yesus menyatakan dirinya hanya seorang Nabi utusan Allah yang menyampaikan firman Tuhannya;

Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku(Matius 10:40)

"Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku. Dan barangsiapa menyambut Aku, bukan Aku yang disambutnya, tetapi Dia yang mengutus Aku." (Markus 9:37)

"Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku(Lukas 4:18)

Kata Yesus kepada mereka: "Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya(Yohanes 4:34)

Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku(Yohanes 17:8) 

Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia(Yohanes 17:14)

Arti Kata “Agama”

Menurut Kamus Bahasa Indonesia, agama merupakan sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) kepada Tuhan yang Mahakuasa, tata peribadatan, dan tata kaidah yang bertalian dengan pergaulan manusia dan manusia serta lingkungannya. Tata keimanan atau kaidah umat Islam, terdapat dalam Kitab Suci mereka yang disebut Al-Quran. Bagi umat Budha, terdapat dalam Tripitaka. Kaidah umat Kristen terdapat dalam Alkitab (Taurat, Zabur, Kitab Nabi-Nabi, dan Injil).

Asal Mula Kata “Kristen”

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Apakah Isa Al-Masih adalah pendiri agama Kristen? Jelas tidak! Kitab Suci Allah mengajarkan, semua nabi Allah yang datang ke dunia, tidak ada yang datang dengan misi sebuah agama tertentu. Mereka datang dengan tujuan memberitakan “jalan” Allah. Agar manusia kembali pada jalan Allah. Pada mulanya istilah “Kristen” dipakai oleh orang-orang non-pengikut Isa di daerah di Antiokhia. Kata “Kristen” adalah sebagai ejekan dan penghinaan terhadap pengikut Isa pada masa itu. Karena orang-orang di Antiokhia tersebut melihat perbuatan, keseharian, dan kata-kata para pengikut Isa sama seperti Isa Al-Masih. Maka secara harafiah, istilah “Kristen” dapat berarti “menjadi bagian dari kelompok Isa Al-Masih.”

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan Nabi Isa AS bukanlah pendiri agama Kristen, itu betul. Tetapi mereka mengatakan bahwa semua Nabi Allah yang datang ke dunia tidak datang dengan misi sebuah agama, ini yang salah. Memang benar tidak ada istilah “agama” dalam Bible Perjanjian Lama, tetapi  dalam Bible Perjanjian Lama terapat istilah “jalan”. Yang dimaksud “jalan” Allah inilah “agama” Allah. Perhatikan ayat-ayat berikut;

Sebab Aku telah memilih dia, supaya diperintahkannya kepada anak-anaknya dan kepada keturunannya supaya tetap hidup menurut jalan yang ditunjukkan TUHAN, dengan melakukan kebenaran dan keadilan, dan supaya TUHAN memenuhi kepada Abraham apa yang dijanjikan-Nya kepadanya." (Kejadian 18:19)

Maka sekarang, jika aku kiranya mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, beritahukanlah kiranya jalan-Mu kepadaku, sehingga aku mengenal Engkau, supaya aku tetap mendapat kasih karunia di hadapan-Mu. Ingatlah, bahwa bangsa ini umat-Mu." Lalu Ia berfirman: "Aku sendiri hendak membimbing engkau dan memberikan ketenteraman kepadamu." (Keluaran 33:13-14)

Oleh sebab itu haruslah engkau berpegang pada perintah TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya dan dengan takut akan Dia. (Ulangan 8:6)

Engkau telah menerima janji dari pada TUHAN pada hari ini, bahwa Ia akan menjadi Allahmu, dan engkaupun akan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya dan berpegang pada ketetapan, perintah serta peraturan-Nya, dan mendengarkan suara-Nya. (Ulangan 26:17)

sebab aku tetap mengikuti jalan TUHAN dan tidak menjauhkan diri dari Allahku sebagai orang fasik. (2 Samuel 22:22)

Adapun Allah, jalan-Nya sempurna; sabda TUHAN itu murni; Dia menjadi perisai bagi semua orang yang berlindung pada-Nya. (2 Samuel 22:31)

Dan jika engkau hidup menurut jalan yang Kutunjukkan dan tetap mengikuti segala ketetapan dan perintah-Ku, sama seperti ayahmu Daud, maka Aku akan memperpanjang umurmu." (1 raja-raja 3:14)

Kakiku tetap mengikuti jejak-Nya, aku menuruti jalan-Nya dan tidak menyimpang. Perintah dari bibir-Nya tidak kulanggar, dalam sanubariku kusimpan ucapan mulut-Nya. (Ayub 23:11-12)

"Beginilah firman TUHAN semesta alam: Apabila engkau hidup menurut jalan yang Kutunjukkan dan melakukan tugas yang Kuberikan kepadamu, maka engkau akan memerintah rumah-Ku dan mengurus pelataran-Ku, dan Aku akan mengizinkan engkau masuk ke antara mereka yang berdiri melayani di sini. (Zakharia 3:7)

dan kutuk, jika kamu tidak mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, dan menyimpang dari jalan yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini, dengan mengikuti allah lain yang tidak kamu kenal. (Ulangan 11:28) 

Jalan pada ayat-ayat tersebut adalah kiasan untuk menyebut segala hukum, perintah dan larangan Tuhan kepada bangsa Israel. Segala hukum, perintah dan larangan Tuhan tersebut kemudian di kenal dengan agama. Bahkan Injil Kristen mengakui Yahudi sebagai nama sebuah agama; Adalah seorang Farisi yang bernama Nikodemus, seorang pemimpin agama Yahudi. (Yohanes 3:1) 

Jadi semua Nabi memang di utus Allah SWT membawa risalah agama kepada masing-masing umatnya. Risalah agama yang para Nabi bawa adalah sama, yaitu bernama Islam. Dengan ciri utama hanya mengenal Allah sebagai Tuhan yang satu dan menyembah hanya kepada-Nya (Tauhid). Munculnya nama Yahudi dan Kristen adalah karena penamaan manusia terhadap risalah agama yang di bawa Nabi Musa AS dan Nabi Isa AS. Sementara risalah agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW tidak pernah di rubah namanya, tetap bernama Islam.  

Lantas, Apa Tujuan Isa Datang ke Dunia?

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Ratusan tahun sebelum kedatangan Isa Al-Masih ke dunia, seorang Nabi Allah memuat ramalannya tentang Isa. Ia menuliskan, “Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh” (Kitab Nabi Besar Yesaya 53:5). Penggenapan atas ramalan tersebut tertulis dalam Kitab Suci Injil. Dikatakan, “tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya [Isa] dengan tombak . . .” (Injil, Rasul Besar Yohanes 19:34).

Jika Anda ingin mengetahui ramalan lainnya tentang Isa dalam Kitab Taurat dan Zabur, silakan menghubungi kami.

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan bahwa Nabi Yesaya telah bernubuat tentang Yesus ratusan tahun sebelum Yesus lahir, "Tetapi Dia tertikam oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh" (Yesaya 53:5).

Kitab Yesaya di tulis jauh sekali sebelum Yesus lahir, betul? Karena kitab Yesaya di tulis jauh sebelum Yesus lahir, maka sangat mudah bagi para penulis Injil untuk menyesuaikan kisah Yesus yang akan mereka tulis agar sesuai dengan nubuat yang ada dalam Yesaya 53:5. Para penulis Injil tahu adanya nubuat dalam Yesaya 53:5. Agar seolah penyaliban Yesus telah dinubuatkan oleh Nabi Yesaya ratusan tahun sebelumnya, para penulis Injil menulis kronologi penyaliban Yesus sesuai dengan nubuat Yesaya, yaitu adanya penikaman dan penyiksaan-penyiksaan yang di alami oleh Yesus.

Yesaya 53:5 dikatakan oleh kafir Kristen pemuja Yesus sebagai nubuat akan kedatangan Yesus, padahal kalau dibaca ayat selanjutnya, akan terlihat bahwa perkataan mereka itu tidak benar. Kalaupun Yesaya 53:3-5 adalah nubuat, tidak mungkin nubuat tersebut untuk Yesus, karena di ayat selanjutnya dikatakan bahwa orang yang di maksud pada Yesaya 53:5 adalah orang yang memiliki keturunan dan Yesus tidak pernah menikah apalagi memiliki keturunan. Perhatian ayat ini;

Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya. (Yesaya 53:10).

Isa Al-Masih Menyelamatkan, Bukan Agama!

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Tidak satu pun agama yang dapat mengampuni dosa. Agama apapun tidak dapat menjamin pengikutnya masuk sorga. Agama tidak lain dari usaha manusia untuk mengatur hidup para pengikutnya. Agama Kristen-pun tidak menyelamatkan. Bukan agama baru yang dibutuhkan manusia yang terikat dalam kegelapan dosa, tetapi manusia membutuhkan seorang penyelamat. Dan untuk itulah Isa Al-Masih datang ke dunia. “Supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal” (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:15), sebagaimana yang telah disaksikan oleh Nabi Yahya Pembaptis saat ia berkata, "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:29).

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan bahwa tidak satu pun agama yang dapat mengampuni dosa, mereka benar. Memang tidak ada satu pun agama yang dapat mengampuni dosa, karena hanya Allah SWT yang dapat mengampuni dosa. Tetapi jika kafir Kristen pemuja Yesus mau menerima Islam sebagai agamanya, maka Allah SWT akan mengampuni dosa-dosa mereka di masa lalu dan akan dituliskan pahala di setiap kebaikan yang mereka lakukan. Sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an dan Hadits Shahih berikut;

Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu: "Jika mereka berhenti (dari kekafirannya), niscaya Allah akan mengampuni mereka tentang dosa-dosa mereka yang sudah lalu; dan jika mereka kembali lagi sesungguhnya akan berlaku (kepada mereka) sunnah (Allah terhadap) orang-orang dahulu." (Al Anfaal: 38)

Dari Abu Sa'id Al Khudri, dia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika seorang hamba masuk Islam lalu memperbaiki keIslamannya maka Allah akan menuliskan untuknya setiap kebaikan yang dia lakukan, dan dihapus setiap keburukan yang dia lakukan kemudian setelah itu (setiap) kebaikan dibalas dengan sepuluh hingga tujuhratus kali lipat, sedangkan keburukan akan dibalas dengan semisalnya kecuali jika Allah Azza wa jalla memaafkannya." (Sunan Nasa'i: 4912)

Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan tidak ada satu pun agama yang menjamin umatnya masuk surga, mereka salah. Karena agama Islam menjadi satu-satunya agama yang menjamin pengikutnya masuk surga. sebagaimana disebutkan dalam hadits shahih berikut;

Dari Salim bin Abdullah dia berkata; saya mendengar Abu Hurairah berkata; saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Setiap umatku dimaafkan (dosanya) kecuali orang-orang menampak-nampakkannya dan sesungguhnya diantara menampak-nampakkan (dosa) adalah seorang hamba yang melakukan amalan di waktu malam sementara Allah telah menutupinya kemudian di waktu pagi dia berkata: 'Wahai fulan semalam aku telah melakukan ini dan itu, ' padahal pada malam harinya (dosanya) telah ditutupi oleh Rabbnya. Ia pun bermalam dalam keadaan (dosanya) telah ditutupi oleh Rabbnya dan di pagi harinya ia menyingkap apa yang telah ditutupi oleh Allah'." (Shahih Bukhari: 5608)

Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Setiap umatku masuk surga selain yang enggan, " Para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, lantas siapa yang enggan?" Nabi menjawab: "Siapa yang taat kepadaku masuk surga dan siapa yang membangkang aku berarti ia enggan." (Shahih Bukhari: 6737)

Dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barang siapa yang beriman kepada Allah, menegakkan shalat, berpuasa bulan ramadhan, maka sudah pasti Allah akan memasukkannya ke dalam surga, baik apakah dia berjihad di jalan Allah atau dia hanya duduk tinggal di tempat di mana dia dilahirkan". (Shahih Bukhari: 2581)

Bahkan Rasulullah SAW juga telah mengabarkan bahwa umatnya akan menjadi mayoritas penghuni surga, berhatikan hadits shahih berikut;

Dari Ibnu Buraidah dari ayahnya berkata: Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Penghuni surga ada seratus dua puluh baris, delapan puluh di antaranya dari ummat ini. Dan 'Affan berkata: Kalian berjumlah delapan puluh baris dari mereka." (Musnad Ahmad 21862)

Kafir Kristen pemuja Yesus mengutip sebuah ayat Injil Kristen; supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal. (Yohanes 3:15).

Apakah benar pada ayat tersebut Yesus memberi jaminan keselamatan di akhirat? Sama sekali tidak! Untuk dapat memahaminya, anda harus membaca ayat lainnya. Maka anda akan tahu maksud dari “hidup yang kekal” yang disebut dalam Yohanes 3:15. Perhatikan ayat ini; Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus (Yohanes 17:3).

Jadi yang dimaksud hidup yang kekal itu adalah mengenal Allah sebagai satu-satunya Tuhan yang benar dan mengenal Yesus sebagai utusan Allah. Makna “memberikan” hidup yang kekal yang dikatakan oleh Yesus adalah Yesus mengajarkan bahwa Allah satu-satunya Tuhan yang benar dan dia (Yesus) adalah utusan-Nya. Dari sini sangat jelas bahwa dengan menjadikan Yesus sebagai Tuhan dan memujanya, tidak akan membuat kafir Kristen pemuja Yesus selamat masuk surga. Tidak ada pilihan bagi mereka yang ingin selamat, kecuali menjadi seorang Muslim. 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Apakah Isa Al-Masih Mendirikan Agama Baru?"

Post a Comment

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik, seperti menjawab atau menyanggah isi postingan. Komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.