Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Nabi Islam Dan Isa Al-Masih: Bagaimana Menegur Isteri?

Mungkinkah menegur seorang isteri dengan kasih dan anugerah? Atau seorang suami harus menghukum isterinya jika isteri tidak mematuhinya?

Dalam Agama Islam – Nasihat, Pisah, dan Pukul

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Ajaran agama Islam tentang topik ini didasarkan oleh Al-Quran surah 4, ayat 34. Al-Quran menuliskan, “…Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka…” (Qs 4:34). Ada tiga tindakan seorang suami harus lakukan untuk menegur isterinya.

Yang pertama, suami seharusnya mengingatkan isterinya tentang ajaran Allah dalam Al-Quran. Suami juga mendesaknya untuk mematuhi perintah-perintah Allah.

Yang kedua, suami seharusnya berpisah dengan isterinya setiap malam sampai isteri mematuhinya. Lebih baik bila suami tidak bersetubuh dengan isterinya selama waktu ini.

Yang ketiga, Allah memerintahkan suami untuk memukul isterinya jika isteri masih tidak mematuhi suami. Juga, dalam Sunan Abu Dawud, Nabi Muhammad memperbolehkan suami memukul isterinya.

Masa kini, ada beberapa ahli Al-Quran yang menjelaskan ayat tersebut tidak mengajar demikian. Tapi, bagaimana tafsiran ahli Al-Quran pada awal?

Ibnu Ishaq, penulis biografi Nabi Muhammad, menafsirkan ayat itu bahwa suami boleh memukul isterinya. Ibn Kathir dan Al-Tabari memperbolehkan suami memukul isterinya.

Jawaban Saya: Masalah ini sudah pernah beberapa kali saya jawab, namun kafir Kristen pemuja Yesus masih saja mengangkatnya. Cara yang mereka gunakan untuk menafsirkan Al-Qur’an tidak lebih baik dari pada artikel lainnya. Mereka hanya comot satu ayat kemudian membuat kesimpulan. Padahal ada tafsir dan ada hadits dari Nabi Muhammad SAW yang dapat memberikan penjelasan lebih baik. Maklum saja, niat dan tujuan mereka tidaklah tulus untuk mempelajari Al-Qur’an, tetapi hanya ingin agar mereka dapat merasa lebih benar dalam beragama. Dan kalau bisa, artikel yang mereka tulis itu dapat membuat seorang Muslim murtad dari agamanya. Tetapi itu tidak akan pernah terjadi. Karena cara mereka dalam menafsirkan Al-Qur’an jauh dari kebenaran dan umat Islam tidak sebodoh seperti yang mereka bayangkan. Apa yang dilakukan oleh kafir Kristen pemuja Yesus dengan tulisan-tulisannya dalam situs mereka, itu seperti anak TK yang ingin mengajari seseorang yang tengah menjalani program pasca sarjananya. Judul artikel yang di buat oleh kafir Kristen pemuja Yesus juga tidak tepat, karena Yesus tidak pernah mengajarkan bagaimana cara suami menghadapi istri yang dikhawatirkan nusyuznya.

Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar(An Nisaa': 34)

Pada ayat di atas, Allah mengizinkan seorang suami untuk memukul istrinya jika meninggalkan kewajibannya sebagai seorang istri (nusyuznya). Tetapi pukulan tersebut adalah pukulan ringan yang tidak berbekas dan tidak menyakitkan, itu pun sebagai pilihan terakhir setelah dengan cara nasihat dan pisah ranjang tidak membuahkan hasil. Rasulullah SAW bersabda dalam Haji Wada’nya;

...Kemudian jangalah dirimu terhadap wanita. Kamu boleh mengambil mereka sebagai amanah Allah, dan mereka halal bagimu dengan mematuhi peraturan-peraturan Allah. Setelah itu, kamu punya hak atas mereka, yaitu supaya mereka tidak membolehkan orang lain menduduki tikarmu. Jika mereka melanggar, pukullah mereka dengan cara yang tidak membahayakan. Sebaliknya mereka punya hak atasmu. Yaitu nafkah dan pakaian yang pantas... (Shahih Muslim: 2137)

Dalam hadits lainnya Rasulullah SAW bersabda, "Janganlah salah seorang dari kalian memukul isterinya, seperti ia memukul seorang budak, namun saat hari memasuki waktu senja ia pun menggaulinya." (Shahih Bukhari: 4805).

Demikianlah yang dikatakan oleh Ibnu Abbas dan lain-lainnya yang bukan hanya seorang, yaitu dengan pukulan yang tidak melukakan. Menurut Al-Hasan Al-Basri, yang dimaksud ialah pukulan yang tidak membekas. Ulama fiqih mengatakan, yang dimaksud ialah pukulan yang tidak sampai mematahkan suatu anggota tubuh pun, dan tidak membekas barang sedikit pun.

Ali ibnu Abu Talhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas; jika si istri nusyuz, hendaklah si suami memisahkan diri dari tempat tidurnya. Jika si istri sadar dengan cara tersebut, maka masalahnya sudah selesai. Tetapi jika cara tersebut tidak bermanfaat, maka Allah mengizinkan kepadamu untuk memukulnya dengan pukulan yang tidak melukakan, dan janganlah kamu mematahkan suatu tulang pun dari tubuhnya, hingga ia kembali taat kepadamu. Tetapi jika cara tersebut tidak bermanfaat, maka Allah telah menghalalkan bagimu menerima tebusan (khulu') darinya.

Jadi memukul istri yang nusyuz dengan pukulan ringan, tidak berbekas dan menyakitkan merupakan izin dan kebolehan dari Allah SWT, bukan perintah-Nya. Oleh karena memukul istri yang nusyuz merupakan izin dan kebolehan dari Allah SWT, maka tidak ada keharusan suami untuk melakukannya. Dari kitab tafsir mana pun anda ingin memahami An-Nisaa’: 34, pasti di sana penulis kitab akan menjelaskan bahwa memukul istri yang nusyuz itu tidak boleh sampai melukai.

Isa Al-Masih – Kasih dan Anugerah

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Dalam Kitab Suci Allah, Tuhan memerintahkan seorang suami mengasihi isterinya seperti dia mengasihi tubuhnya sendiri.
“…suami harus mengasihi isterinya seperti ia mengasihi tubuhnya sendiri. Orang yang mengasihi isterinya berarti ia mengasihi dirinya sendiri” (Injil, Surat Efesus 5:28).

Juga, Tuhan memerintahkan seorang suami menghormati isterinya. “Untuk menghormati Kristus, hendaklah kalian tunduk satu sama lain” (Injil, Surat Efesus 5:21).

Jawaban saya: Surat Efesus itu surat kiriman Paulus untuk orang-orang yang tinggal di kota Efesus Yunani. Semua surat kiriman Paulus bukanlah firman Tuhan dan oleh karenanya tidak dapat disebut kitab suci Allah. Paulus menulis surat untuk orang Efesus atas namanya sendiri, dari dirinya sendiri, bukan berdasarkan firman Allah. Sungguh aneh kalau kafir Kristen pemuja Yesus menganggap perintah Paulus sama dengan perintah Tuhan. Padahal Paulus sendiri mengatakan; Apa yang aku katakan, aku mengatakannya bukan sebagai seorang yang berkata menurut firman Tuhan, melainkan sebagai seorang bodoh yang berkeyakinan, bahwa ia boleh bermegah (2Korintus 11:17). Selain itu, kedua ayat yang yang di kutip oleh kafir Kristen pemuja Yesus di atas, hanya berisi perintah Paulus untuk mengasihi dan menghormati istri. Ayat tersebut sama sekali tidak menyinggung bagaimana suami bersikap jika istrinya nusyuz kepadanya.

Cara Terbaik Mengoreksi Isteri

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Isa Al-Masih mengajar bahwa kasih dan anugerah akan mengubah hati isteri, bukan hukuman. Cara yang paling efektif untuk menegur isteri adalah menegur dengan kerendahan hati dan anugerah. Seorang isteri akan mematuhi suaminya jika suaminya benar-benar mengasihi dan menghormatinya. Saat isteri tidak mematuhi perintah Allah, seharusnya suami menasehatinya dengan firman Tuhan. Jika isteri masih durhaka, suami mendoakan isterinya dan terus-menerus menasehatinya dengan kasih dan anugerah.

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan bahwa Yesus mengajarkan kasih dan Anugerah akan mengubah hati istri. Pertanyaan saya, mana ayatnya? Yesus sendiri tidak pernah punya istri, bagaimana dia bisa mengajarkan cara menangani istri yang nusyuz? Kebolehan memukul istri yang nusyuz dipilih sebagai jalan terakhir setelah nasihat dan pisah ranjang tidak juga membuahkan hasil. Cara memukul istri pun tidak boleh sampai melukainya. Yesus dalam Injil Kristen hanya mengajarkan untuk berbuat kasih secara umum, sama sekali tidak pernah mengajarkan bagaimana suami  menangani istrinya yang nusyuz. Apa yang mau di ajarkan kalau Yesus sendiri tidak pernah punya istri.

Sumber Kasih yang Diperlukan Para Suami

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Anda hanya bisa menjalankan cara ini jika Anda memiliki kasih, anugerah, dan iman sendiri. Hal-hal ini asli dari Isa Al-Masih. Isa selalu mengangkatkan wanita dan menghormati wanita. Anda harus mengikuti Isa Al-Masih jika ingin memiliki hal-hal tersebut.

Jawaban Saya: Bible tidak pernah mengajarkan bagaimana seorang suami menangani istri yang dikhawatirkan nusyuznya, Yesus pun demikian. Jika mau membandingkan ajaran Islam dan Kristen mengenai bagaimana suami harus menghadapi istrinya yang dikhawatirkan nusyuz, harusnya ada ayat-ayat dalam Bible yang dapat menjadi bahan pembanding bagaimana suami harus menghadapi istrinya yang dikhawatirkan nusyuz. Nah kalau hal tersebut tidak ada dalam Bible, apa yang mau dijadikan pembanding?  

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Nabi Islam Dan Isa Al-Masih: Bagaimana Menegur Isteri?"

Post a Comment

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik, seperti menjawab atau menyanggah isi postingan. Komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.