Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Umat Mukmin Wajib Percaya Kitab "Yang Diturunkan"

Setiap pengikut raja wajib tunduk dalam melaksanakan setiap ketetapan yang diturunkan oleh raja tersebut. Jika tidak, jangan kaget jika seorang yang tidak tunduk akan mendapatkan hukuman! Bisa saja nyawa orang tersebut melayang! Bagaimana dengan wahyu Allah yang diturunkan kepada umat manusia? Apakah Allah akan memberikan hukuman bagi mereka yang tidak mempercayai-Nya? Jika raja dapat menggunakan otoritasnya untuk menghukum, apalagi Allah sebagai pencipta dan pemegang nafas kehidupan kita, bukan?

Allah Menurunkan Kitab Injil

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Al-Quran menyatakan dengan jelas bahwa Allah menurunkan kitab Injil bagi umat manusia. “ Kami [Allah]  . . . telah memberikan … Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi) … Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa” (Qs 5:45-46) Oleh karena itu sebagai orang bertaqwa, umat Muslim wajib mempercayai kitab Injil.

Jawaban Saya: Kali ini kafir Kristen pemuja Yesus mengemis kebenaran kitabnya dari Al-Qur’an yang tidak mereka anggap sebagai firman Tuhan. Mereka mengutip firman Allah SWT yang artinya;

Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi nabi Bani Israil) dengan Isa putera Maryam, membenarkan Kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang didalamnya (ada) petunjuk dan dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa. (Al Maa'idah: 46)

Kafir Kristen pemuja Yesus tidak perlu sampai repot-repot mengingatkan umat Islam untuk mempercayai kitab Injil, karena bagi kami percaya kepada Injil adalah bagian dari rukun iman. Tetapi jika kafir Kristen pemuja Yesus beranggapan akan dapat dengan mudah menggelincirkan umat Islam dengan ayat yang mereka kutip, mereka salah besar. Umat Islam memang diwajibkan untuk percaya dan beriman terhadap kitab Injil, tetapi tidak ada kewajiban bagi kami untuk menjalankan hukum yang ada di dalamnya. Dan lagi pula, kitab Injil yang dimaksud oleh Al-Qur’an tidaklah sama dengan Injil Kristen. Kitab Injil yang dimaksud oleh Al-Qur’an adalah kitab wahyu yang diberikan kepada Nabi Isa AS atau Yesus. Sedangkan Injil Kristen bukanlah kitab wahyu. Injil Kristen adalah kitab hasil karya banyak orang yang tidak diketahui jati dirinya, yang diklaim ditulis oleh murid-murid Yesus agar dapat dibenarkan. Untuk orang-orang yang menulis kitab dengan tangan-tangan mereka sendiri kemudian mereka katakan kitab tersebut firman Allah SWT, Allah SWT memperingatkan mereka dengan firman-Nya;

Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya; "Ini dari Allah", (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang mereka kerjakan. (Al Baqarah: 79)     

Kitab Injil Mengajarkan Tentang Pengampunan dan Penebusan Dosa

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Seperti yang dinyatakan melalui ayat-ayat Quran tersebut, kitab Injil berisikan “petunjuk” dan “cahaya.” Jika Anda mempelajari kitab Injil, maka Anda memahami bahwa petunjuk dan cahaya tersebut adalah Isa Al-Masih. Ia menjadi petunjuk dan cahaya karena Allah memberikan pengampunan dan penebusan dosa Anda dan saya melalui pengorbanan Isa. “Seperti Anak Manusia [Isa Al-Masih] juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan banyak orang” (Injil, Rasul Besar Matius 20:28). Otomatis, tanpa pengorbanan Isa, seseorang tidak akan mendapatkan pengampunan dan penebusan dosa.

Jawaban Saya: Al-Qur’an memang menyebut kitab Injil terdapat petunjuk dan cahaya. Tetapi seperti yang sudah saya jelaskan, kitab Injil yang dimaksud oleh Al-Qur’an tidaklah sama dengan Injil Kristen, silakan baca kembali penjelasan saya di atas. Pengampunan dan penebusan dosa dalam Islam dilakukan dengan cara bertaubat kepada Allah SWT. Tidak perlu sampai mengorbankan anak domba, kambing, atau sapi, apalagi sampai dengan mengorbankan anak Tuhan seperti orang-orang kafir Kristen, itu cara pengampunan dan penebusan dosa yang sangat biadab.

Penebusan dosa oleh Yesus dalam ajaran Kristen, terkait erat dengan dosa asal. Dosa asal adalah dosa akibat dari ketidaktaatan Adam. Dosa ini hanya dapat ditebus hanya dengan mengkorbankan darah Tuhan yang telah turun dalam rupa manusia Yesus. Orang yang ingin menyucikan dirinya dari dosa asal harus menerima Yesus sebagai Tuhan, penebus dan juru selamat. Oleh karena dalam Islam tidak dikenal yang namanya dosa asal, maka seorang Muslim dapat dikatakan tidak perlu menyucikan dirinya dari dosa asal. Seorang Muslim juga tidak perlu sampai menjadikan Tuhan sebagai korban penebus dosa. Itu artinya seorang Muslim TIDAK BUTUH Yesus sebagai penebus dosa, Tuhan dan juru selamat dirinya. Jika kafir Kristen pemuja Yesus merasa membutuhkan Yesus untuk mereka jadikan korban penebus dosa, silakan itu hak kalian. Namun harus di ingat, Yesus Bukan Tebusan Yang Sempurna sehingga tidak akan mampu menebus dosa kalian.

Mati Bagi Jika Tidak Mempercayai Kitab Injil

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Ia juga akan mendapatkan hukuman mati. Sebagai manusia, kita tidak dapat membuat diri kita berkenan di hadapan Allah. Karena kita terus berbuat dosa. Sementara “...upah dosa adalah maut” (Injil, Roma 6:23). Oleh karena itu, mari kita mempercayai Injil yang turunkan Allah. Mari kita mengikuti petunjuk dan cahaya dalam kitab Injil. Berikut ini adalah kebenaran Injil “yang diturunkan” yang wajib kita pegang:

1.  Injil tidak pernah berubah dari dulu sampai sekarang.

2.  Pengikut Isa Al-Masih harus berfokus pada Injil, bukan pada kitab lain.

3.  Injil yang dimaksud nabi umat Islam adalah Isa Al-Masih mati tersalib dan bangkit dari antara orang mati. Injil yang sama menjelaskan manusia tidak dapat diselamatkan oleh amal dan perbuatan baik.

4.  Inti dari Injil adalah, Isa Al-Masih satu-satunya jalan keselamatan.

Allah ingin memberi hidup yang kekal pada Anda, bukan kematian!  Hidup yang kekal datang melalui kepercayaan pada Isa Al-Masih sebagai Juruselamat pribadi!

Jawaban Saya: Injil Kristen mau berubah atau tidak berubah, pemuja Yesus mau fokus atau tidak fokus sama sekali tidak ada bedanya, karena Injil Kristen bukanlah kitab wahyu yang diturunkan kepada Nabi Isa AS. Injil Kristen hanyalah kitab hasil karya banyak orang yang tidak diketahui jati dirinya. Yesus bukanlah terang dunia dan Yesus bukan satu-satunya jalan keselamatan, karena dia bukanlah Tuhan.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Umat Mukmin Wajib Percaya Kitab "Yang Diturunkan""

Post a Comment

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik, seperti menjawab atau menyanggah isi postingan. Komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.