Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Pembubaran Natal Di Bandung Dan Gempa Aceh - Adakah Hubungannya?

Pada tanggal 6 dan 7 Desember 2016 dua peristiwa beruntun. Yaitu penghentian paksa ibadah Natal di Bandung dan gempa Aceh 6,5 Skala Richter. Mungkinkah keduanya berkaitan?

Pembubaran Natal di Bandung

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Ormas Pembela Ahlu Sunnah (PAS) dan Dewan Dakwah Islam (DDI) memprotes ibadah Natal di Sabuga, Bandung. Alasannya gedung itu bukanlah tempat ibadah. Padahal, Al-Quran mengajarkan “Dan jika seorang di antara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia . . .” (Qs 9:6).

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus mengutip ayat Al-Qur’an untuk mempermasalahkan tindakan ormas Islam yang membubaran Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR). Dengan mengutip ayat tersebut, secara tidak langsung kafir Kristen pemuja Yesus mengakui bahwa mereka adalah orang-orang Musyrik. Tidak salah memang. Selain kafir mereka juga Musyrik karena mereka telah mengikut-sertakan makhluk sebagai sesembahan selain Allah.

Dan jika seorang di antara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia ketempat yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui. (At Taubah: 6)

Ayat tersebut di atas diturunkan ketika kaum Muslimin dan orang-orang Musyrik Mekkah dalam keadaan saling berperang. Melalui ayat tersebut Allah SWT mensyariatkan untuk memberikan keamanan kepada orang-orang Musyrik Mekkah apabila mereka meminta perlindungan. Tujuannya agar orang-orang Musyrik dapat mendengar firman-firman Allah SWT, kemudian diharapkan akan dapat menerima Islam di kemudian hari. Kondisi sekarang berbeda dengan zaman di mana ayat itu diturunkan. Karena konteks ayat dengan kondisi sekarang berbeda, kafir Kristen pemuja Yesus tidak dapat menggunakan ayat tersebut untuk mempersalahkan tindakan ormas Islam yang membubarkan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) di Bandung. Apalagi dalam kegiatan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) di Bandung tersebut terdapat pelanggaran Surat Keputusan Bersama (SKB), Menteri Dalam Negeri dan Menteri Agama Republik Indonesia.      

Cuitan Netizen di Twitter

Akun Twitter dengan tanda pagar/tagar #BandungIntoleran menjadi trending topik. Hingga Rabu (7/12/2016), pukul 03.30 WIB, ada 8.100 cuitan di tagar itu. "Pak@ridwankamil kasihani kami minoritas ini . . . apa belum cukup kami di sebut2 KAFIR?" tulis akun Hendrix Tarihoran. Akun Arya menuliskan ". . . sebagai warga bandung & muslim gw merasa malu atas tindakan ormas yang masuk ke dalam sabuga mengganggu kebaktian."

“Hentikan mencoreng Islam yang damai dengan melakukan perbuatan melanggar hak asasi orang lain, proses hukum pelakunya,” kata akun Rhoma Irama.

Gempa di Aceh – Apakah Balasan Pembubaran Natal Di Bandung?

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Gempa hebat di Pidie, Aceh, mengakibatkan banyak korban dan kepedihan yang mendalam. Benarkah gempa di Aceh sebagai balasan Allah terhadap pembubaran Natal di Bandung?

Tidak! Tidak semua bencana alam adalah hukuman Tuhan kepada manusia. Namun sewaktu-waktu Tuhan dapat menggunakan bencana alam untuk mengingatkan umat-Nya. Yang pasti, dalam gempa bumi pun Allah sangat mengasihi manusia. Natal adalah salah satu bukti kebesaran kasih Allah.

Jawaban Saya: Gempa bumi terjadi peristiwa yang terjadi akibat dari pergeseran lempeng bumi. Aceh yang berada di pulau Sumatera paling sering dilanda gempa. Posisi Sumatera berada dalam satu sudut Cincin Api Asia Pasifik. Cincin Api Asia Pasifik merupakan istilah untuk daerah dalam lingkar gempa paling aktif di dunia. Jadi gempa bumi di Aceh sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan pembubaran kegiatan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) di Bandung. Gempa bumi di Aceh terjadi karena pergeseran lempeng bumi, bukan disebabkan oleh hukuman Tuhan karena ada pembubaran kegiatan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) di Bandung. Jika ada gempa bumi akibat dari pembubaran Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) di Bandung, maka Bandung yang harusnya dilanda gempa bumi, bukan Aceh. Menghubung-hubungkan satu kejadian dengan kejadian lainnya memang sering dilakukan oleh kafir Kristen pemuja Yesus sebagai pembenaran atas kesesatan ajaran agama mereka.  

Pembubaran Natal Dan Gempa Aceh

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Natal bukanlah momen kebencian, melainkan momen kasih. Kasih Isa Al-Masih menyatukan kedua peristiwa itu. Kepada korban gempa Aceh dan semua manusia, Isa mengajarkan kasih yang terbaik. Sabda-Nya “. . . kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri" (Injil, Rasul Besar Matius 19:19). Kita berdoa agar Tuhan menolong mereka. Umat Nasrani juga sudah mengirimkan bantuan untuk meringankan beban hidup mereka. Kepada orang-orang yang memusuhi kita, Isa Al-Masih mengajarkan sikap termulia. “. . . Kasihilah musuhmu dan berdoalah [berkat] bagi mereka yang menganiaya kamu” (Injil, Rasul Besar Matius 5: 44). Isa mengajar umat-Nya agar jangan membalas kejahatan dengan kejahatan. Melainkan membalas kejahatan dengan kebaikan.

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan bahwa Natal bukan momen kebencian, melainkan momen kasih. Mereka juga mengatakan Yesus mengajarkan untuk mengasihi sesama manusia, bahkan mengasihi musuh. Jika kafir Kristen pemuja Yesus dapat menjalankan ajaran tersebut, tentu itu sangat baik. Tetapi semuanya itu masih jauh dari kenyataan yang ada. Natal yang katanya momen kasih, ternyata tidak mampu membuat hati orang-orang Kristen yang telah merayakan Natal menjadi penuh damai pula. Terbukti ditemukannya panti rehabilitasi yang ada di kota Binjai yang di kelola oleh orang-orang Kristen. Melakukan upaya pemurtadan dengan memaksa pasien untuk menghafal ayat-ayat Bible. Bila pasien tidak menghafal maka akan diolesi balsem matanya.


Selain itu, mereka akan dipukuli dengan gagang sapu dengan keras. Bahkan, yang sadisnya lagi, pasien yang dirantai kakinya dengan gembok, disuruh memeluk botol yang berisi air panas mendidik dengan tubuh bertelanjang dada. Beberapa di antara pasien ada yang mengalami luka melepuh akibat perbuatan gila itu. Mirisnya lagi, menurut sejumlah penghuni yayasan yang jumlahnya di bawah seratus lima puluh ini, ada sekitar lima orang yang menghembuskan napas terakhirnya karena aksi penyiksaan tersebut. “ Kami seperti hidup di neraka di panti tersebut, kami disiksa, diperlakukan bak binatang.

Islam, Kristen - Inilah Bukti Terbesar Kasih Allah

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Bukti terbesar kasih Allah ialah turunnya Isa Al-Masih, Kalimatullah. Isa rela mati disalib untuk menggantikan hukuman dosa manusia.  “. . . Supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal” (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:16). Isa Al-Masih begitu mengasihi semua manusia, termasuk umat Muslim. Ia ingin mereka percaya kepada-Nya agar beroleh pengampunan dosa dan jaminan hidup kekal di sorga.

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan bahwa Yesus rela mati di salib. Mereka juga mengatakan Yesus telah menyerahkan nyawanya. Tetapi mengapa kesan tersebut sama sekali tidak terlihat. Jika benar Yesus memang rela di salib dan rela menyerahkan nyawanya, mengapa ketika akan pergi ke Yerusalem Yesus memerintahkan murid-muridnya untuk membeli pedang (Lukas 22:36)? Mengapa Yesus memerintahkan murid-muridnya untuk menjaga dirinya dan terlihat Yesus sangat ketakutan (Matius 26:38)? Mengapa Yesus sampai sujud dan berdoa demi keselamatannya (Matius 26:42)? Dan mengapa ketika hampir mati di atas salib, Yesus berteriak dengan keras: “Eloi, Eloi, lama sabakhtani?,” yang berarti: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? (Markus 15:34). Itu semua adalah bukti kalau Yesus tidak pernah rela mati di salib dan tidak pernah rela mati. Yesus lebih tepat di sebut dikorbankan di kayu salib daripada mengkorbankan diri di kayu salib.

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.  (Yohanes 3:16)Setiap orang yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah orang-orang dari bangsa Israel, karena Yesus hanya berdakwah khusus untuk bangsa Israel (Matius 15:24). Sedangkan percaya kepada Yesus pada ayat tersebut adalah percaya kepada Yesus sebagai Nabi utusan Allah (Yohanes 5:37).

Dalam Injil Kristen terdapat ayat di mana Yesus menjamin hidup yang kekal; dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa(Yohanes 10:28-29)

Dalam ayat tersebut, Yesus berjanji akan memberikan hidup yang kekal dan mereka tidak akan binasa selama-lamanya. Untuk mengetahui siapa yang telah dijanjikan hidup yang kekal oleh Yesus, maka anda harus membaca ayat sebelumnya, perhatian ayat ini;

Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku(Yohanes 10:27)

Pada ayat tersebut, Yesus menyebut domba-domba. Domba dalam Injil Perjanjian Baru digunakan untuk menyebut umat dari bangsa Israel. Sedangkan untuk bangsa di luar dari bangsa Israel, Yesus biasa menyebutnya Anjing. Jadi, syarat pertama untuk memperoleh janji keselamatan dari Yesus, orang tersebut haruslah berasal bangsa Israel. Tidak cukup itu saja, Yesus juga mensyaratkan domba-domba tersebut harus mendengar dan mengikuti ajaran Yesus. Kedua syarat tersebut ternyata tidak dimiliki oleh kafir Kristen pemuja Yesus. Pertama; kebanyakan dari orang-orang Kristen bukanlah dari bangsa Israel, kedua; orang-orang Kristen tidak mendengar dan mengikuti ajaran Yesus, tetapi lebih mendengar dan mengikuti ajaran Paulus. Oleh karena kedua syarat tersebut tidak dapat dipenuhi oleh kafir Kristen pemuja Yesus, maka mereka tidak akan memperoleh janji keselamatan yang akan diberikan oleh Yesus. 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pembubaran Natal Di Bandung Dan Gempa Aceh - Adakah Hubungannya?"

Post a Comment

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik, seperti menjawab atau menyanggah isi postingan. Komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.