Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Dapatkah Seseorang Menanggung Dosa Orang Lain?

Tuhan Itu Pengampun Dosa, Bukan Penebus Dosa!
Dapatkah seseorang menanggung dosa orang lain? Menurut ajaran agama Kristen seseorang dapat menanggung dosa orang lain. Menurut hampir semua orang Muslim, seseorang tidak dapat menanggung dosa orang lain. Namun apa ajaran Islam? Jawaban pada pertanyaan ini dapat menentukan hidup kekal kita.

Ajaran Menanggung Dosa Dalam Al-Quran

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Al-Quran menyinggung beberapa ayat tentang seseorang memikul dosa orang lain.

“. . . seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain” (Qs 6:164).

“. . . seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain . . .” (Qs 17:15).

“Dan orang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain . . .” (Qs 35:18).

“. . . seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain . . .” (Qs 39:7).

Mungkin Anda sedang pikir, Al-Quran jelas bahwa seseorang tidak dapat memikul dosa orang lain. Tapi, jika kita membaca dengan teliti, kita bisa melihat dalam semua ayat tersebut, terdapat frasa “orang yang berdosa tidak . . .” Mengapa ini penting?

Pertama, dosa menjadi beban yang berat bagi diri kita masing-masing. Kedua, keberadaan frasa ini bermakna ada kemungkinan, bila ada seorang yang tidak berdosa, orang itu dapat menanggung dosa orang lain. Tidak ada ayat dalam Al-Quran yang mengeliminasikan kemungkinan itu. Adakah seorang yang suci dan tidak pernah berdosa?

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus menyimpangkan makna ayat-ayat Al-Qur’an agar sesuai dengan kemauan mereka. Memang dalam ayat-ayat tersebut terdapat frasa “orang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain”. Jika hanya dibaca sampai dengan frasa itu, memang akan menimbulkan kesan bahwa menurut Al-Qur’an hanya orang berdosa saja yang tidak dapat menanggung dosa orang lain. Sedangkan orang yang tidak berdosa ada kemungkinan dapat menanggung dosa orang lain. Tetapi ada frasa lain pada salah satu ayat Al-Qur’an tersebut, yang dengan jelas menyatakan bahwa seseorang tidak akan menanggung dosa selain dosanya sendiri. Perhatikan frasa kalimat bergaris bawah pada ayat-ayat Al-Qur’an di bawah ini; 

Katakanlah: "Apakah aku akan mencari Tuhan selain Allah, padahal Dia adalah Tuhan bagi segala sesuatu. Dan tidaklah seorang membuat dosa melainkan kemudharatannya kembali kepada dirinya sendiri; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhanmulah kamu kembali, dan akan diberitakan-Nya kepadamu apa yang kamu perselisihkan." (Al An'aam: 164)

Frasa kalimat pada ayat di atas mencakup secara umum siapa pun yang berbuat dosa, maka dosanya tersebut hanya akan menimpa dirinya. Baik dia orang yang mungkin tidak berdosa atau lebih-lebih orang yang berdosa, tidak akan menanggung dosa orang lain dan hanya menanggung dosanya sendiri.

Ayat-ayat Al-Qur’an lainnya juga menyatakan seseorang tidak akan menanggung dosa orang lain selain dosanya sendiri.

Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya kecuali golongan kanan (Al Muddatstsir: 38-39)

Maknanya, setiap orang bertanggung jawab terhadap amal jahatnya, kecuali golongan kanan (ahli surga), karena sesungguhnya berkah amal mereka yang saleh adakalanya dapat dilimpahkan kepada anak cucu dan kaum kerabat mereka. Seperti yang disebutkan oleh Allah SWT. di dalam surat Ath-Thur melalui firman-Nya yang artinya;

Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikit pun dari pahala amal mereka. (Ath-Thur: 21)

dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya (An Najm: 39)

Ayat ini menjelaskan bahwa setiap manusia hanya akan memperoleh apa yang diusahakannya. Baik berupa pahala atau dosa.

Maka pada hari itu seseorang tidak akan dirugikan sedikitpun dan kamu tidak dibalasi, kecuali dengan apa yang telah kamu kerjakan. (Yaasiin: 54)

Senada dengan ayat sebelumnya, ayat ini juga menyatakan seseorang hanya akan dibalasi dengan apa yang dikerjakannya saja. Seseorang tidak akan dibalasi dengan pahala atau dosa orang lain.

Dan takutlah kamu kepada suatu hari di waktu seseorang tidak dapat menggantikan seseorang lain sedikitpun dan tidak akan diterima suatu tebusan daripadanya dan tidak akan memberi manfaat sesuatu syafa'at kepadanya dan tidak (pula) mereka akan ditolong. (Al Baqarah: 123)

Ayat ini jauh lebih jelas daripada ayat-ayat sebelumnya. Tidak hanya menyatakan setiap manusia hanya akan memperoleh apa yang diusahakan, tetapi dengan jelas juga menyatakan seseorang tidak dapat menggantikan orang lain dan tidak akan di terima tebusan. Jadi untuk kafir Kristen pemuja Yesus yang yakin selamat dengan menjadikan Yesus korban tebusan, bersiap-siaplah kalian untuk gigit jari.

Nabi-Nabi Yang Berdosa

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Kita semua pernah berdosa. Bagaimana dengan para nabi? Menurut Al-Quran dan AlKitab, para nabi juga berdosa.

Nabi Adam

“. . . jika Engkau tidak mengampuni kami . . . niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi”(Qs 7:23).

“. . . Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau . . .” (Taurat, Kitab Kejadian 3:17).

Nabi Nuh

“. . . Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepadaku . . .  niscaya aku akan termasuk orang-orang yang merugi” (Qs 11:47).

“Setelah ia minum anggur, mabuklah ia . . .” (Taurat, Kitab Kejadian 9:21).

Nabi Ibrahim

“Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku . . . pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)” (Qs 14:41).

“Kemudian Abimelekh memanggil Abraham dan berkata kepadanya: "Perbuatan apakah yang kaulakukan . . . sehingga engkau mendatangkan dosa besar atas diriku dan kerajaanku?” (Taurat, Kitab Kejadian 20:9).

Nabi Musa

“Musa berdoa: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri karena itu ampunilah aku” (Qs 28:16).

“Ia [Musa] menoleh ke sana sini dan ketika dilihatnya tidak ada orang, dibunuhnya orang Mesir itu . . .” (Taurat, Kitab Keluaran 2:12).

Nabi Daud

“. . . Dan Daud . . . meminta ampun kepada Tuhannya lalu . . . bertaubat” (Qs 38:24).

“Lalu berkatalah Daud . . . "Aku sudah berdosa kepada TUHAN . . ." (Kitab Nabi 2 Samuel 12:13).

Nabi-nabi lain juga berdosa. Bagaimana dengan Nabi Islam dan Isa Al-Masih? Apakah mereka juga berdosa?

Menurut Anda, mungkinkah seorang yang tidak pernah berdosa, dapat menanggung dosa orang lain? Lihatlah pandangan Injil!

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan bahwa semua manusia pernah berbuat dosa, termasuk para Nabi. Arah tulisan kafir Kristen pemuja Yesus sesudah ini sudah dapat di tebak. Setelah menyatakan semua manusia pernah berbuat dosa, termasuk para Nabi. Mereka akan menyatakan bahwa Yesus satu-satunya manusia yang tidak pernah berbuat dosa sehingga mereka anggap pantas dan dapat menebus dosa. Ayat yang akan mereka jadikan dalil sucinya Yesus dari dosa adalah Al-Qur’an dan Hadits. Sedangkan Injil Kristen sendiri justru menyatakan Yesus pernah berbuat dosa. Bagi anda yang sering mengunjungi blog saya ini, pasti sudah tahu ayat Al-Qur’an dan Hadits mana yang saya maksud, dan anda juga pasti tahu perbuatan dosa mana yang pernah dilakukan oleh Yesus dalam Injil. Bagi saya postingan kafir Kristen pemuja Yesus setelah ini tidak akan mengejutkan. Sesuci apa pun Yesus, tidak akan dapat menghapus dosa para pemujanya. Ayat-ayat Al-Qur’an di atas telah membantah adanya transfer dosa, baik oleh orang berdosa atau orang suci dari dosa. Ayat Bible Perjanjian Lama juga menyatakan tidak ada transfer dosa, perhatikan ayatnya;

“Sungguh, semua jiwa Aku punya! Baik jiwa ayah maupun jiwa anak Aku punya! Dan orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati.” (Yehezkiel 18:4)

Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak akan turut menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan anaknya. Orang benar akan menerima berkat kebenarannya, dan kefasikan orang fasik akan tertanggung atasnya. (Yehezkiel 18:20)

Janganlah ayah dihukum mati karena anaknya, janganlah juga anak dihukum mati karena ayahnya; setiap orang harus dihukum mati karena dosanya sendiri. (Ulangan 24:16)

Tetapi anak-anak mereka tidak dihukum mati olehnya, melainkan ia bertindak sesuai dengan apa yang tertulis dalam Taurat, yakni kitab Musa, di mana TUHAN telah memberi perintah: "Janganlah ayah mati karena anaknya, janganlah juga anak mati karena ayahnya, melainkan setiap orang harus mati karena dosanya sendiri." (2 Tawarikh 25:4) 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Dapatkah Seseorang Menanggung Dosa Orang Lain?"

Post a Comment

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik, seperti menjawab atau menyanggah isi postingan. Komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.