Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Dapatkah Isa Al-Masih Menanggung Dosa Manusia? Tidak Bisa!

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Lewat artikel sebelumnya kita mengetahui bahwa agama Islam mengajarkan, seorang berdosa tidak dapat menanggung dosa sesamanya. Tapi, ada kemungkinan orang yang tidak berdosa dapat menanggung dosa orang lain! Semua orang, termasuk nabi-nabi sebelum Isa Al-Masih, pernah berdosa. Bagaimana dengan Nabi Islam dan Isa Al-Masih. Apakah mereka pernah berdosa?

Jawaban Saya: Betul, Al-Qur’an memang mengajarkan bahwa seseorang yang berdosa tidak dapat menanggung dosa orang lain, tetapi itu bukan berarti orang yang tidak berdosa akan dapat menanggung dosa orang lain. Saya sudah memberikan penjelasan serta menjawab tuduhan kafir Kristen pemuja Yesus di dalam artikel sebelumnya. Ada baiknya anda membacanya karena artikel ini akan berkaitan dengan artikel sebelumnya; Dapatkah Seseorang Menanggung Dosa Orang Lain?

Semua Nabi Berdosa

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Menurut Al-Quran, Nabi Islam berdosa. Jadi, Nabi Islam tidak dapat menanggung dosa orang lain. “. . . mohonlah ampunan untuk dosamu [Muhammad] . . .” (Qs 40:55 dan Qs 47:19). “. . . Allah memberi ampunan kepadamu [Muhammad] terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang . . .” (Qs 48:2). Bagaimana agar dosa dapat diampuni? Silakan mengemail kami bila Anda ingin mengetahuinya!

Jawaban Saya: Dalam Islam, Maksum adalah sifat para Nabi, termasuk Nabi Muhammad SAW. Mereka semua terjaga dari kesalahan dalam menyampaikan agama. Mereka juga terjaga dari dosa-dosa besar. Adapun dosa-dosa kecil, atau lupa, atau keliru, maka para Nabi terkadang mengalaminya. Dan jika mereka berbuat kesalahan, maka Allâh SWT akan segera meluruskannya. Allah SWT dalam Al-Qur’an memerintahkan Nabi Muhammad SAW untuk memohon ampunan, karena sebagai seorang Nabi, beliau terkadang melakukan kekeliruan. Allah SWT mengingatkan kekeliruan tersebut dengan memerintahkan Nabi Muhammad SAW untuk memohon ampunan.

Bagaimana caranya agar dosa dapat diampuni? Tidak perlu mengirim email kepada orang kafir. Bukan mengajarkan cara membersihkan dosa, mereka justru akan membawa anda ke dalam kekufuran. Cara agar dosa dapat diampuni, yaitu dengan memohon ampunan kepada Allah SWT, sebagaimana ayat-ayat Al-Qur’an yang dikutip oleh kafir Kristen pemuja Yesus di atas.

Isa Al-Masih Tidak Pernah Berdosa

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Allah Al-Quran memerintahkan agar semua nabi mohon ampunan atas dosa mereka. Tapi, Allah tidak pernah memerintahkan Isa Al-Masih melakukannya. Sebab Al-Quran menyatakan Isa Al-Masih adalah suci.

“Ia (jibril) berkata: "Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki [Isa Al-Masih] yang suci” (Qs 19:19).

"Setiap anak yang lahir dijamah iblis sehingga menangis kecuali Isa, anak Maryam" (Bukhari-Anbiya, Bab 44, Tafsir sura3, b.2).

Hal senada juga dituliskan Kitab Suci Allah. “. . . Ia [Isa Al-Masih] telah menyatakan diri-Nya, supaya Ia menghapus segala dosa, dan di dalam Dia tidak ada dosa” (Injil, Rasul Besar Yohanes,  Injil, Surat 1 Yohanes 3:3).

Jelaslah bahwa seorang berdosa tidak dapat menanggung dosa sesamanya. Tapi ada kemungkinan, di mana seorang yang tidak berdosa dapat menanggung dosa orang lain. Jadi, karena tidak pernah berdosa, Isa Al-Masih dapat menanggung dosa orang lain.

Jawaban Saya: Al-Qur’an memang menyebut Nabi Isa AS sebagai anak laki-laki yang suci (Maryam: 19), tetapi itu bukan alasan untuk menjadikannya sebagai penebus dosa. Karena pada ayat lainnya, Al-Qur’an juga menyebut Nabi Yahya AS sebagai anak yang suci dari dosa. Jadi bukan sesuatu yang istimewa ketika Al-Qur’an menyebut Nabi Isa AS anak laki-laki yang suci. Jika kafir Kristen pemuja Yesus menjadikan Yesus sebagai penebus dosa karena dia suci, harusnya Nabi Yahya AS juga mereka jadikan sebagai penebus dosa.

Hai Yahya, ambillah Al Kitab (Taurat) itu dengan sungguh-sungguh. Dan kami berikan kepadanya hikmah selagi ia masih kanak-kanak, dan rasa belas kasihan yang mendalam dari sisi Kami dan kesucian (dari dosa). Dan ia adalah seorang yang bertakwa(Maryam: 12-13)

Kafir Kristen pemuja Yesus menyebutkan sebuah hadits yang di dalamnya Nabi Muhammad SAW bersabda; setiap manusia lahir setan menyentuhnya kecuali Isa putra Maryam. Mereka mengatakan bahwa itu untuk membuktikan bahwa Isa Al-Masih adalah suci dan layak dijadikan penebus dosa. Padahal kalau kita baca haditsnya, bukan hanya Nabi Isa AS saja yang ketika lahir tidak mampu di sentuh oleh setan, Maryam ibunda Nabi Isa AS ketika lahir juga tidak mampu di sentuh oleh setan. Jadi kalau kafir Kristen pemuja Yesus menganggap Nabi Isa AS adalah suci dan layak dijadikan penebus dosa karena tidak mampu di sentuh setan, maka ibunya juga harus mereka jadikan korban penebus dosa.

Telah bercerita kepada kami Abu Al Yaman telah mengabarkan kepada kami Syu'aib dari Az Zuhriy berkata telah bercerita kepadaku Sa'id bin Al Musayyab berkata; Abu Hurairah radliallahu 'anhu berkata; "Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak ada seorang pun dari anak keturunan Adam yang dilahirkan kecuali dia disentuh oleh setan saat dilahirkan, maka dia akan berteriak (menangis dengan keras) karena sentuhan setan tersebut kecuali Maryam dan anaknya". Kemudian Abu Hurairah radliallahu 'anhu membaca firman Allah Ta'ala: ("…dan aku memohon perlindungan kepada-Mu, ya Allah untuknya (Maryam) dan untuk anak keturunannya dari setan yang terketuk"). (QS Ali 'Imran ayat 36). (Shahih Bukhari: 3177)

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah; Telah menceritakan kepada kami 'Abdul A'laa dari Ma'mar dari Az Zuhri dari Sa'id dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: "Tidaklah seorang bayi dilahirkan kecuali syetan pasti menikamnya hingga ia menangis keras karena tikaman tersebut, kecuali Ibnu Maryam (Isa) dan ibunya." Kemudian Abu Hurairah berkata: Jika kalian mau bacalah ayat ini: "INNII U'IIDZUHAA BIKA WA DZURRIYYATAHAA MINAS SYAITHAANIR RAJIM (Sesungguhnya aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada syaitan yang terkutuk)." (Shahih Muslim: 4363)

Kafir Kristen pemuja Yesus seolah membenarkan hadits yang menyatakan Nabi Isa AS tidak mampu disentuh setan ketika dia lahir, padahal hadits tersebut bertentangan dengan kitab yang mereka percayai sebagai firman Tuhan. Hadits shahih memang menyebutkan Nabi Isa AS tidak dapat disentuh setan ketika lahir, tetapi dalam Injil Kristen, Yesus bukan hanya dapat disentuh oleh setan, Yesus bahkan dapat dibawa oleh setan sampai ke Yerusalem dan ditempatkan di atas bubungan bait Allah. Kafir Kristen pemuja Yesus biasanya akan menolak apa pun yang bertentangan dengan isi Bible Perjanjian Baru, tetapi karena hadits tersebut di anggap menguntungkan, mereka membenarkan isi hadits tersebut walaupun bertentangan dengan Injil Kristen. 

Kemudian Iblis membawa-Nya ke Kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah(Matius 4:5).

Kemudian ia (iblis) membawa Yesus ke Yerusalem dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah, lalu berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu dari sini ke bawah(Lukas 4:9).

1 Yohanes 3:3 yang di kutip oleh kafir Kristen pemuja Yesus tidak sama dengan Bible yang saya punya. Jangan-jangan mereka mengutip ayat Bible dari versi yang paling anyar. Bandingkan;

Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci. (1 Yohanes 3:3)

Penebusan Jiwa dalam Ajaran Islam

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Konsep penebusan jiwa memang ada dalam ajaran Islam. Shahih Muslim menuliskan Allah akan mensubstitusikan orang Kristen dan Yahudi dengan Muslim, agar orang Muslim selamat dari neraka. Orang Muslim akan membawa dosa mereka pada Allah, lalu Allah akan menaruh dosa itu di atas orang Yahudi dan Nasrani. "Di hari kiamat kelak, sekelompok dari kaum Muslimin akan datang membawa dosa mereka sebesar gunung. Lalu Allah mengampuni dosa-dosanya, kemudian dibebankan-Nya kepada orang-orang Yahudi dan Nasrani" (Shahih Muslim 4971). (Pembaca perlu tahu ajaran aneh ini, di mana Allah akan menaruh dosa orang Islam pada orang Kristen dan Yahudi sama sekali tidak terdapat dalam Kitab Allah!)

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus pemuja Yesus mengatakan bahwa dalam Shahih Muslim disebutkan orang Muslim akan membawa dosa mereka pada Allah, lalu Allah akan menaruh dosa itu di atas orang Yahudi dan Nasrani. Pernyataan tersebut tidak benar. Yang benar orang Yahudi dan Nasrani akan menjadi penebus seorang Muslim dari api neraka, bukan orang Yahudi dan Nasrani menjadi penebus dosa seorang Muslim. Perhatikan hadits-hadits  di bawah;  

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Abu Usamah dari Thalhah bin Yahya dari Abu Burdah dari Abu Musa dia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda: 'Pada hari kiamat kelak, Allah Subhanahu wa Ta'ala akan menyerahkan seorang Yahudi ataupun seorang Nasrani kepada setiap orang muslim. Kemudian Allah Subhanahu wa Ta'ala akan berkata; 'Inilah penebusmu dari siksa api neraka.'" (Shahih Muslim: 4969)

Telah menceritakan kepada kami Abu Usamah dari Thalhah bin Yahya dari Abu Burdah dari Abu Musa ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Kelak pada hari kiamat setiap mukmin akan diserahi seorang laki-laki dari Ahlul Milal (pemeluk-pemeluk agama lain) dan (Allah berfirman) padanya, 'Ini adalah tebusanmu dari api neraka.'" (Musnad Ahmad: 18839)

Telah menceritakan kepada kami Abu Usamah dari Thalhah bin Yahya dari Abu Burdah dari Abu Musa ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apabila hari kiamat terjadi, setiap mukmin diserahi seorang laki-laki dari Ahlul Milal (pemeluk agama-agama lain), lalu dikatakanlah padanya, 'Ini adalah tebusanmu dari api neraka.'" (Musnad Ahmad 18844)

Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan hadits-hadits di atas sebagai ajaran yang aneh karena tidak terdapat dalam Injil Kristen. Alasan mereka menolak hadits-hadits di atas karena tidak terdapat dalam Injil Kristen tidak dapat dibenarkan. Buktinya hadits yang menyatakan Nabi Isa AS dan Maryam tidak mampu di sentuh setan ketika lahir, mereka percaya kebenarannya, padahal itu juga tidak terdapat dalam Injil Kristen. Satu-satunya alasan mengapa kafir Kristen pemuja Yesus menolak hadits-hadits shahih dan bahkan Al-Qur’an adalah karena tidak menguntungkan mereka.  

Sudahkah Isa Al-Masih Menanggung Dosa Manusia?

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Siapakah orang Yahudi/Nasrani yang dapat menanggung dosa sebesar gunung? Isa Al-Masih suci dan tak berdosa. Dua ribu tahun lalu, Isa Al-Masih menanggung dosa manusia di salib. Setelah wafat, Isa dibangkitkan Allah. Jika Anda rindu dosa Anda ditanggung Isa Al-Masih, silakan menghubungi kami. “. . . tetapi TUHAN telah menimpakan kepada-Nya [Isa Al-Masih] kejahatan kita sekalian” (Taurat, Kitab Nabi Yesaya 53:6). Dosa merupakan beban besar bagi kita. Jika ingin bebas dari semua dosa (dosa masa lalu, sekarang dan masa depan), Anda harus percaya kebenaran ini dan mengikuti Isa Al-Masih.

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus menganggap Yesus dapat menebus dosa manusia karena menganggap Yesus suci dan tak berdosa. Padahal menurut Injil Kristen, Yesus bukan manusia suci dan tak berdosa. Misalnya ketika satu hari Yesus di ajak oleh saudara-saudaranya untuk menghadiri sebuah pesta, Yesus menolak dengan alasan waktunya belum genap. Tetapi setelah saudara-saudaranya pergi ke pesta, Yesus pun pergi ke pesta tersebut dengan diam-diam (Yohanes 7:10). Perbuatan Yesus tersebut tergolong perbuatan dosa karena melanggar hukum Taurat yang melarang berbohong dan berdusta (Imamat 19:11). Yesus juga pernah menyuruh murid-muridnya untuk mengambil keledai betina milik orang lain tanpa izin pemiliknya (Matius 21:2). Perbuatan Yesus tersebut dapat digolongkan sebagai tindak pencurian, karena definisi mencuri itu adalah mengambil properti milik orang lain tanpa izin pemiliknya. Mencuri termasuk perbuatan dosa karena hukum Taurat melarang perbuatan tersebut (Keluaran 20:15, 17).

Jika dengan bukti-bukti tersebut kafir Kristen pemuja Yesus masih menganggap Yesus dapat menebus dosa. Seharusnya mereka sudah tidak perlu lagi berusaha menjadikan umat Islam menjadi pemuja Yesus seperti mereka. Karena menurut Paulus, Yesus bukan hanya menebus dosa orang-orang Kristen yang memujanya sebagai Tuhan. Menurut Paulus, Yesus menebus dosa semua manusia tanpa terkecuali, termasuk kami yang Muslim. Jadi mulai sekarang, kafir Kristen pemuja Yesus tidak perlu berusaha menjadikan kami umat Islam sebagai pemuja Yesus, karena dosa kami umat Islam sudah ditebus oleh Yesus, perhatikan ayat berikut ini;

Yang telah menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua manusia: itu kesaksian pada waktu yang ditentukan. (1Timotius 2:6)   

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Dapatkah Isa Al-Masih Menanggung Dosa Manusia? Tidak Bisa!"

Post a Comment

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik, seperti menjawab atau menyanggah isi postingan. Komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.