Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Jilbab Islam Dan Diskriminasi Wanita

Setujukah Anda bila “berjilbab” disebut sebagai salah satu diskriminasi terhadap wanita Muslim? Berikut pandangan kami tentang hal tersebut.

Jilbab dan Pria Berdosa

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Seorang pria memberi komentar di salah satu artikel kami yang membahas tentang jilbab. Dia berkata “Jilbab bukan untuk menutupi dosa, tapi melindungi diri dari dosa. Menurut Anda, apakah yang dipikirkan pria jika melihat wanita setengah telanjang? Tentu zina!”

Sebagian pria Muslim berkata, jilbab bertujuan melindungi pria dari dosa. Dengan kata lain, wanita tidak berjilbab secara tidak langsung mengundang pria untuk berdosa. Benarkah? Bagaimana mungkin wanita disalahkan atas dosa yang dilakukan pria?

Jawaban Saya: Di dalam Al-Qur’an pada surat An Nur ayat 31 dan Al Ahzab ayat 59, terdapat qarinah yang jelas dalam kedua surat tersebut bahwa menutup aurat bagi wanita  hukumnya adalah wajib. Karena hukum berhijab adalah wajib, maka wanita Muslim yang tidak menutup auratnya dengan berhijab adalah berdosa. Seorang laki-laki yang dengan sengaja melihat aurat wanita, dia juga berdosa. Jadi tidak menutup aurat memang membawa dosa, bagi orang yang tidak menutup auratnya dan orang yang sengaja melihat aurat orang lain. Nabi Muhammad SAW menyatakan bahwa mata dapat menjadi sebab dosa karena melihat. Sebagaimana dalam Hadits Shahih, Rasulullah SAW bersabda;

"Sesungguhnya manusia itu telah ditentukan nasib perzinaannya yang tidak mustahil dan pasti akan dijalaninya. Zina kedua mata adalah melihat, zina kedua telinga adalah mendengar, zina lidah adalah berbicara, zina kedua tangan adalah menyentuh, zina kedua kaki adalah melangkah, dan zina hati adalah berkeinginan dan berangan-angan, sedangkan semua itu akan ditindak lanjuti atau ditolak oleh kemaluan." (Shahih Muslim 4802)

Islam tidak pernah menyalahkan wanita atas dosa yang dilakukan laki-laki. Wanita berdosa dengan tidak menutup auratnya dengan berhijab, sementara itu laki-laki berdosa jika dia sengaja melihat aurat wanita bukan mahromnya. Jika anda benar-benar ingin melihat wanita disalahkan karena dosa yang dilakukan oleh laki-laki, anda dapat membaca ayat berikut ini;

Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang menceraikan isterinya kecuali karena zinah, ia menjadikan isterinya berzinah; dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah. (Matius 5:32)

Menurut ayat di atas, setiap laki-laki yang menceraikan istrinya kecuali karena berzinah, maka laki-laki itu telah menjadikan istrinya berzinah. Coba anda renungkan, wanita yang diceraikan, wanita juga yang di anggap berzinah. Apa coba salah si Wanita? Malang benar nasib si wanita. Sudah jatuh tertimpa tangga, sudah di cerai suaminya, di anggap berzinah pula.  

Wanita Berjilbab Lebih Solehah

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Pendapat lain mengatakan “Wanita berjilbab lebih soleh dibanding wanita tidak berjilbab.”

Saya pernah mempunyai ibu kost seorang hajjah. Walau hajjah, tapi beliau tidak berjilbab. Beliau sangat taat beribadah juga berakhlak baik. Menurut saya, beliau adalah gambaran wanita Muslim solehah.

Di sisi lain, tidak sedikit wanita-wanita berjilbab yang hanya memperhatikan penampilan jasmani, dan mengindahkan hal-hal rohani. Akibatnya, terdapat wanita berjilbab yang hamil di luar nikah bahkan berkata-kata kasar. Dan masih banyak hal-hal negatif yang ditampilkan wanita berjilbab.

Dari dua kasus di atas, dapatkah kita mengatakan “berjilbab” bukan tolok-ukur tingkat kerohanian seseorang?

Jawaban Saya: Ada seorang wanita yang sudah berhaji, taat beribadah dan berakhlak baik, tetapi tidak berhijab dan ada wanita berhijab tetapi tidak memiliki akhlak yang baik, bahkan hamil di luar nikah. Dari kedua jenis wanita tersebut, manakah yang pantas disebut sebagai wanita shalehah? Saya jawab bukan keduanya. Kedua jenis wanita tersebut bukanlah wanita shalehah. Bagaimana mungkin disebut wanita shalehah jika keduanya bukan orang yang bertakwa kepada Allah SWT. Apa itu takwa? Takwa itu adalah melaksanakan semua perintah Allah SWT dan sekaligus menjauhi larangan-Nya. Wanita pertama tidak bertakwa kepada Allah SWT, karena ada perintah-Nya yang tidak dilakukannya, yaitu perintah menutup aurat dengan berhijab. Wanita kedua juga tidak bertakwa kepada Allah SWT, karena ada larangan Allah SWT yang dilakukannya, yaitu berkata kotor dan berzina. Karena keduanya tidak bertakwa kepada Allah SWT, maka tidak ada yang dapat disebut wanita shalehah.

Berhijab memang bukan tolok ukur tingkat kerohanian seseorang. Memangnya siapa yang bilang kalau orang berhijab itu sudah pasti baik akhlaknya? Orang sering menghubungkan Jilbab dengan kebaikan akhlak pemakainya. Padahal jilbab dan akhlak itu dua hal yang berbeda. Jilbab adalah pakaian yang menutup aurat wanita Muslim, sedangkan akhlak adalah tingkah laku seseorang. Akhlak tidak otomatis menjadi baik hanya dengan memakai jilbab. Muslimah berjilbab belum tentu memiliki akhlak yang baik, tetapi Muslimah yang berakhlak pasti dia berjilbab.    

Jilbab “Memenjarakan” Wanita

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Al-Quran menuliskan, awalnya tujuan berjilbab “agar isteri-isteri dan anak-anak perempuan Muhammad, serta isteri-isteri orang mukmin lebih mudah untuk dikenal” (Qs 33:59). Namun seiring berjalannya waktu, fungsi jilbab pun berubah. Bahkan seorang wanita Muslim Afganistan mengatakan, pakaian wanita Muslim ini bukanlah sebuah pakaian. Tetapi penjara kanvas! Mengapa wanita diharuskan memakai pakaian yang secara tidak langsung “memenjarakan” ruang gerak mereka? Sementara di sisi lain, pria dapat berpakaian sesuai keinginan mereka sendiri. Bukankah ini termasuk salah satu diskriminasi terhadap wanita?

Jawaban Saya: Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Al Ahzab: 59)

Allah SWT memerintahkan kepada Rasul-Nya agar memerintahkan kepada kaum wanita yang beriman, khususnya istri-istri beliau dan anak-anak perempuannya hendaknyalah mereka menjulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka agar mereka berbeda dengan kaum wanita Jahiliah dan dapat dikenal sebagai wanita-wanita yang merdeka, bukan budak, bukan pula wanita tuna susila.

Sehubungan dengan firman Allah SWT tersebut, As-Saddi mengatakan Bahwa dahulu kaum lelaki yang fasik dari kalangan penduduk Madinah gemar keluar di malam hari bilamana hari telah gelap. Mereka gentayangan di jalan-jalan Madinah dan suka mengganggu wanita yang keluar malam. Saat itu rumah penduduk Madinah kecil-kecil. Bila hari telah malam, kaum wanita yang hendak menunaikan hajatnya keluar, dan hal ini dijadikan kesempatan oleh orang-orang fasik untuk mengganggunya. Tetapi apabila mereka melihat wanita yang keluar itu memakai jilbab, maka mereka berkata kepada teman-temannya, "Ini adalah wanita merdeka, jangan kalian ganggu." Dan apabila mereka melihat wanita yang tidak memakai jilbab, maka mereka berkata, "Ini adalah budak," lalu mereka mengganggunya.

Mujahid mengatakan bahwa makna ayat ialah hendaklah mereka memakai jilbab agar dikenal bahwa mereka adalah wanita-wanita merdeka, sehingga tidak ada seorang fasik pun yang mengganggunya atau melakukan perbuatan yang tidak senonoh terhadapnya.

Selain dalam Al Ahzab: 59, pada ayat lainnya Allah SWT juga memerintahkan wanita-wanita muslim untuk berhijab;

Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (An Nuur: 31)

Kewajiban berhijab bagi Muslimah adalah syariat Allah SWT. Menghina salah satu dari syariat Allah SWT, di antaranya kewajiban berhijab adalah salah satu di antara penyebab kekufuran (murtad) bagi seorang Muslim.

Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan bahwa wanita diharuskan memakai pakaian yang secara tidak langsung “memenjarakan” ruang gerak mereka. Sementara di sisi lain, pria dapat berpakaian sesuai keinginan mereka sendiri. Bukankah ini termasuk salah satu diskriminasi terhadap wanita?

Tidak benar jika kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan laki-laki Muslim dapat berpakaian sesuai keinginan. Laki-laki juga memiliki aurat yang tidak boleh ditampakkan, hanya batasan auratnya yang berbeda dengan wanita. Di antara dalil adanya aurat bagi laki-laki, di antaranya;

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Tidaklah (boleh) seorang laki-laki melihat aurat laki-laki, dan perempuan melihat aurat perempuan, dan tidaklah (boleh) seorang laki-laki bersatu dengan laki-laki lain dalam satu baju. Dan tidaklah (boleh) seorang wanita bersatu dengan wanita lain dalam satu baju." (Shahih Muslim: 512)

Dari Zur'ah bin Muslim bin Jarhad Al Aslami dari kakeknya yaitu Jarhad ia berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melintasi Jarhad di masjid, sedangkan pahanya tersingkap, maka beliau bersabda: "Sesungguhnya paha itu aurat". (Sunan Tirmidzi: 2719)

Dari Muhammad bin Jahsy ipar Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bahwa Nabi Shallallahu'alaihiWasallam melintasi Ma'mar di halaman masjid seraya duduk memeluk lutut dan membuka ujung lutut, lalu Nabi Shallallahu'alaihiWasallam bersabda kepadanya; "Tutupilah lututmu hai Ma'mar karena lutut itu aurat." (Musnad Ahmad: 21456)

Kafir Kristen pemuja Yesus menganggap jilbab yang dikenakan wanita Muslim memenjarakan ruang gerak dan diskriminasi terhadap wanita. Seharusnya mereka mempelajari baik-baik “kitab suci” yang ada pada mereka belum mengatakan demikian. Karena dalam Bible Perjanjian Baru, Paulus melarang wanita mengajar, melarang memerintah laki-laki dan harus diam saja di rumah. Bukankah itu artinya memenjara ruang gerak dan diskriminasi terhadap wanita?

Aku tidak mengizinkan perempuan mengajar dan juga tidak mengizinkannya memerintah laki-laki; hendaklah ia berdiam diri(1Timotius 2:12).   

Tuhan Menolong Pria dari Dosa, Bukan Jilbab!

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Mengapa wanita harus menutup tubuhnya agar pria tidak berdosa? Yang dapat menolong pria terhindar dari dosa bukan jilbab. Tetapi Tuhan! Hanya Dia yang dapat menolong setiap orang agar terhindar dari dosa. Seorang pria yang jatuh dalam dosa perzinahan  harus bertanggung-jawab sendiri atas dosanya. Firman Allah mengatakan, “Setiap orang harus dihukum mati karena dosanya sendiri” (Taurat, Kitab Ulangan 24:16). Demikianlah wanita tidak dapat disalahkan atas dosa perzinahan yang dilakukan oleh pria. Dia harus menanggung sendiri dosanya!

Jawaban Saya: Islam tidak pernah menyalahkan wanita atas dosa yang dilakukan laki-laki. Wanita berdosa dengan tidak menutup auratnya dengan berhijab, sementara itu laki-laki berdosa jika dia sengaja melihat aurat wanita bukan mahromnya. Memangnya siapa yang menyalahkan wanita atas dosa perzinaan yang dilakukan oleh laki-laki? Tidak ada!

Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan seorang pria yang jatuh dalam dosa perzinahan  harus bertanggung-jawab sendiri atas dosanya. Firman Allah mengatakan, “Setiap orang harus dihukum mati karena dosanya sendiri” (Kitab Ulangan 24:16). Ya, itu kalau menurut Bible Perjanjian Lama. Sedangkan menurut Bible Perjanjian Baru dan doktrin sesat gereja, dosa yang dilakukan oleh semua manusia ditebus oleh Yesus. Manusia yang berbuat dosa, Yesus yang di hukum mati karenanya.

Sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang." (Matius 20:28)

Yang telah menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua manusia: itu kesaksian pada waktu yang ditentukan. (1Timotius 2:6)

Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!" (Galatia 3:13)

Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak. (Galatia 4:5)

Karena itu Ia adalah Pengantara dari suatu perjanjian yang baru, supaya mereka yang telah terpanggil dapat menerima bagian kekal yang dijanjikan, sebab Ia telah mati untuk menebus pelanggaran-pelanggaran yang telah dilakukan selama perjanjian yang pertama. (Ibrani 9:15)  

Isa Al-Masih Menyelamatkan Pria Berdosa

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Dalam Kitab Suci Allah diceritakan bagaimana Isa Al-Masih menyembuhkan seorang pria, yang menderita lumpuh selama tiga puluh delapan tahun. Isa berkata kepadanya "Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk" (Injil, Rasul Besar Yohanes 5:14).

Juga dicatat bagaimana Isa Al-Masih mengampuni dosa seorang wanita pezinah. “Lalu Ia berkata kepada perempuan itu: "Dosamu telah diampuni" (Injil, Rasul Markus 7:48).

Bagi Anda, wanita ataupun pria, bila Anda ingin diselamatkan dari dosa, yang perlu Anda lakukan bukan berjilbab atau memerintahkan wanita berjilbab. Datanglah kepada Isa Al-Masih, Dia yang dapat menyelamatkan Anda dari dosa. Sebab Dia adalah “Jalan, Kebenaran, dan Hidup” (Injil, Rasul Besar Yohanes 4:16).

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan jika ingin diselamatkan dari dosa maka harus datang kepada Yesus, bukan berjilbab atau memerintahkan wanita berjilbab. Mereka mengatakan demikian, agar umat Islam tertipu kemudian menemani mereka kekal di neraka. Jelas berjilbab adalah kewajiban dari Allah SWT. Wanita Muslim yang tidak menjalankan perintah ini akan berdosa. Bahkan dalam hadits yang sahih, Nabi Muhammad SAW menyatakan wanita yang tidak menutup auratnya dengan berjilbab atau berhijab, maka dia tidak masuk surga dan tidak mencium baunya;

Dari Abu Hurairah berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Dua golongan penghuni neraka yang belum pernah aku lihat; kaum membawa cambuk seperti ekor sapi, dengannya ia memukuli orang dan wanita-wanita yang berpakaian (tapi) telanjang, mereka berlenggak-lenggok dan condong (dari ketaatan), rambut mereka seperti punuk unta yang miring, mereka tidak masuk surga dan tidak akan mencium baunya, padahal sesungguhnya bau surga itu tercium dari perjalanan sejauh ini dan ini." (Shahih Muslim: 5098)

Kafir Kristen pemuja Yesus menganggap menutup aurat dengan berjilbab atau berhijab sebagai sesuatu yang tidak ada gunanya. Padahal Paulus dalam Bible Perjanjian Baru memerintahkan wanita untuk menudungi rambutnya. Saya tidak tahu, ajaran siapa yang sebenarnya diikuti oleh orang-orang Kristen. Perintah Yesus tidak mereka lakukan, perintah Paulus juga mereka abaikan😛;

Sebab jika perempuan tidak mau menudungi kepalanya, maka haruslah ia juga menggunting rambutnya. Tetapi jika bagi perempuan adalah penghinaan, bahwa rambutnya digunting atau dicukur, maka haruslah ia menudungi kepalanya. (Korintus 11:6)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Jilbab Islam Dan Diskriminasi Wanita"

Post a Comment

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik, seperti menjawab atau menyanggah isi postingan. Komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.