Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Mujizat Muhammad dan Isa, Siapa yang Terhebat?



Umat Islam yakin mujizat “nabi” Muhammad terbesar ialah Al-Quran. Apakah Isa Al-Masih bermujizat?  Memahami mujizat keduanya kita akan tahu siapa yang terbesar.

Kesaksian Muhammad Tentang Mujizatnya

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Muslim percaya bahwa Nabi mereka memiliki 300 mujizat. Namun ia tidak melakukannya ketika ditantang orang kafir Mekah. “Dan orang-orang kafir Mekah berkata: "Mengapa tidak diturunkan kepadanya muk   jizat-mukjizat dari Tuhannya?" Katakanlah: "Sesungguhnya mukjizat-mukjizat itu terserah kepada Allah. Dan sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan yang nyata”(Qs 29:50). Jika Muhammad memiliki mujizat, mengapa Al-Quran tidak mencatat mujizat-mujizatnya?

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan Nabi Muhammad saw tidak dapat bermukjizat karena adanya ayat Al-Qur’an yang menyatakan, Dan orang-orang kafir Mekah berkata: "Mengapa tidak diturunkan kepadanya mukjizat-mukjizat dari Tuhannya?" Katakanlah: "Sesungguhnya mukjizat-mukjizat itu terserah kepada Allah. Dan sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan yang nyata." (Al 'Ankabuut: 50).

Mukjizat dapat terjadi sepenuhnya atas kuasa Allah, bukan kuasa Nabi Muhammad SAW sendiri. Nabi Muhammad SAW hanya menjadi perantara Allah untuk memperlihatkan kuasa-Nya. Itulah sebabnya di ayat ini dikatakan “mukjizat-mukjizat itu terserah Allah SWT” karena memang mukjizat itu kuasa Allah SWT. Kafir Kristen pemuja Yesus selalu salah dalam memahami mukjizat. Mereka mengira kalau  mukjizat yang terjadi adalah sepenuhnya kuasa dari pribadi seorang Nabi. Padahal mukjizat dapat terjadi atas izin dan kuasa Allah SWT, bukan kuasa seorang Nabi, bukan hanya Nabi Muhammad SAW saja, tetapi semua Nabi-nabi Allah SWT. Mereka semua tidak bermukjizat kecuali dengan izin dan kuasa Allah SWT. Semua Nabi-nabi Allah SWT di sini tidak terkecuali Yesus sendiri. Yesus dapat bermukjizat, tetapi mukjizat yang dilakukannya ini terjadi atas izin dan kuasa Tuhannya, sedangkan Yesus hanya menjadi perantara untuk memperlihatkan kuasa Allah SWT. Sebagaimana ayat dalam Bible Perjanjian Baru ini;

Hai orang-orang Israel, dengarlah perkataan ini: Yang aku maksudkan, ialah Yesus dari Nazaret, seorang yang telah ditentukan Allah dan yang dinyatakan kepadamu dengan kekuatan-kekuatan dan mujizat-mujizat dan tanda-tanda yang dilakukan oleh Allah dengan perantaraan Dia di tengah-tengah kamu, seperti yang kamu tahu. (Kisah Rasul 2:22) 

Jadi ketika orang-orang kafir Mekkah meminta mukjizat kepada Nabi Muhammad SAW, dan mukjizat tidak diberikan. Itu berarti Allah SWT belum berkenan memperlihatkan mukjizat melalui Nabi Muhammad SAW. Permintaan mukjizat kepada Nabi Muhammad SAW tidak selalu di penuhi oleh Allah SWT. Jangan karena satu permintaan mukjizat tidak dipenuhi, dikatakan Nabi Muhammad SAW tidak dapat bermujizat. Sebagaimana juga Yesus ketika di minta untuk menunjukkan mukjizat oleh orang kafir, dia juga tidak selalu memenuhinya. Perhatikan ayat-ayat di bawah ini;

Pada waktu itu berkatalah beberapa ahli Taurat dan orang Farisi kepada Yesus: "Guru, kami ingin melihat suatu tanda dari pada-Mu." Tetapi jawab-Nya kepada mereka: "Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. (Matius 12:28)

Kafir Kristen pemuja Yesus bertanya jika Nabi Muhammad SAW memiliki mujizat, mengapa Al-Quran tidak mencatat mujizat-mujizatnya? Ada satu mukjizat Nabi Muhammad SAW yang tertulis dalam Al-Qur’an dan banyak mukjizat lainnya terdapat dalam hadits-hadits shahih. Kafir Kristen pemuja Yesus saja yang buta mata hatinya, sehingga mereka seolah tidak dapat melihatnya.

Telah dekat datangnya saat itu dan telah terbelah bulan. Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat suatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata: "(Ini adalah) sihir yang terus menerus." (Al Qamar: 1-2)  

Telah bercerita kepada kami Shadaqah bin Al Fadlal telah mengabarkan kepada kami Ibnu 'Uyainah dari Ibnu Abu Najih dari Mujahid dari Abu Ma'mar dari Abdullah bin Mas'ud radliallahu 'anhu berkata; Pada zaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bulan pernah terbelah menjadi dua bagian lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Saksikanlah". (Shahih Bukhari: 3364)

(Ahmad bin Hanbal radliyallahu'anhu) berkata; telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Katsir berkata; telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Katsir dari Hushain bin Abdurrahman dari Muhammad bin Jubair bin Muth'im dari Bapaknya berkata; Bulan terbelah pada masa Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam menjadi dua bagian, satu bagian di atas gunung ini dan satu bagian lagi pada gunung itu. Mereka berkata; "Muhammad telah menyihir kita". Mereka juga berkata; "Jika dia telah menyihir kita, namun niscaya dia tidak akan bisa menyihir manusia semuanya." (Musnad Ahmad: 16150)

Jaminan keselamatan bagi umat Islam juga terdapat dalam hadits shahih berikut; Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Sinan telah menceritakan kepada kami Fulaih telah menceritakan kepada kami Hilal bin Ali dari 'Atha bin Yasar dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Setiap umatku masuk surga selain yang enggan, " Para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, lantas siapa yang enggan?" Nabi menjawab: "Siapa yang taat kepadaku masuk surga dan siapa yang membangkang aku berarti ia enggan." (Shahih Bukhari: 6737).

Mujizat Terbesar Muhammad

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Umat Islam percaya bahwa mujizat “nabi” Muhammad yang terbesar adalah Al-Quran. Apakah Al-Quran menjanjikan kepastian keselamatan bagi umat Muslim? Al-Quran menuliskan, “Dan tidak ada seorangpun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan” (Qs 19:71). Mujizat terbesar tidak menjamin umat Muslim ke sorga, sebaliknya pasti masuk neraka.  Bukankah ajaran itu menambah kekuatiran kita akan siksa neraka. Mengapa Allah SWT hanya menjanjikan masuk neraka, bukannya sorga?

Jawaban saya: Apakah Al-Qur’an menjanjikan keselamatan bagi umat Islam? Ya tentu saja! Banyak sekali ayat-ayat Al-Qur’an yang di dalamnya Allah SWT menjanjikan surga kepada orang-orang yang beriman dan beramal shaleh. Sebagaimana firman Allah SWT di dalam ayat-ayat berikut ini;

Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan : "Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu." Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya (Al Baqarah: 25)

Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang beriman dan mengerjakan amal yang saleh ke dalam surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Di surga itu mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas dan mutiara, dan pakaian mereka adalah sutera. (Al Hajj: 23)

Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin, lelaki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di surga 'Adn. Dan keridhaan Allah adalah lebih besar; itu adalah keberuntungan yang besar. (At Taubah: 72)

Bagaimana dengan firman Allah SWT; Dan tidak ada seorang pun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan. (Maryam: 71).

Menurut para ulama, Makna dari “mendatangi” pada ayat tersebut adalah melintasi atau melewati, bukan memasuki seperti apa yang mereka katakan. Dalilnya terdapat pada hadits shahih di bawah ini;

As Suddi berkata: Aku pernah bertanya kepada Murrah al Hamdany tentang firman Allah "Dan tidak ada seorangpun dari padamu melainkan mendatangi neraka itu." (Maryam: 71) lalu ia menceritakan padaku bahwa Abdullah bin Mas'ud mengisahkan kepada mereka, ia berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Manusia akan mendatangi neraka, kemudian ia melaluinya dikarenakan amalnya, adapun yang paling awal di antara mereka secepat kilat, lalu seperti angin, kemudian seperti larinya kuda, kemudian seperti seorang yang menunggangi tunggangan, kemudian seperti seseorang yang berlari, kemudian seperti (seseorang yang) berjalan." (Sunan Tirmidzi: 3084)

Dalam hadits Shahih Muslim: 267 disebutkan bahwa kelak di akhirat nanti Allah SWT akan membentangkan shirath di atas neraka. Untuk masuk surga, semua manusia –baik dia beriman atau kafir- akan melintasi atau melewati shirath tersebut. Kemudian Allah SWT akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa sesuai amal perbuatan mereka masing-masing, sementara itu orang-orang kafir dan pelaku maksiat dibiarkan oleh Allah SWT jatuh masuk ke dalam neraka. Sebagaimana firman Allah SWT yang menjadi kelanjutan ayat yang di kutip oleh kafir Kristen pemuja Yesus di atas;

“Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut.” (Maryam: 72)

Isa Al-Masih: Kun maka Fayakun Mujizat-Nya

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Injil Allah menyaksikan bahwa Isa Al-Masih melakukan puluhan mujizat dengan Kun-Nya. Dengan firman-Nya, Isa Al-Masih menyembuhkan orang buta, orang lumpuh, orang gila, meredakan badai dan banyak lagi. Dengan Kun-Nya Isa Al-Masih membangkitkan beberapa orang mati. Yaitu anak lelaki seorang janda di kota Nain, anak gadis Yairus, juga Lazarus yang telah empat hari dalam kubur (gua). Banyak mujizat Isa Al-Masih terwujud karena sabda-Nya, tanpa menunggu kuasa Allah seperti nabi-nabi lainnya. Kuasa Kun Isa sehebat Kun Allah.

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan bahwa Yesus melakukan puluhan mukjizat dengan hanya mengucap “Kun” (jadilah), itu bohong sekali. Mukjizat yang dilakukan oleh Yesus dapat terjadi adalah terjadi karena izin dan kuasa Allah;

Hai orang-orang Israel, dengarlah perkataan ini: Yang aku maksudkan, ialah Yesus dari Nazaret, seorang yang telah ditentukan Allah dan yang dinyatakan kepadamu dengan kekuatan-kekuatan dan mujizat-mujizat dan tanda-tanda yang dilakukan oleh Allah dengan perantaraan Dia di tengah-tengah kamu, seperti yang kamu tahu. (Kisah Rasul 2:22) 

Oleh karena mukjizat yang dilakukan oleh Yesus terjadi karena izin dan kuasa Allah, maka Yesus berdoa kepada Tuhan sebelum dia bermukjizat;

Maka mereka mengangkat batu itu. Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata (berdoa): "Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku. Aku tahu, bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku, tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri di sini mengelilingi Aku, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku." (Yohanes 11:41-42)

Jika Yesus memang memiliki kuasa bermukjizat hanya dengan berkata “Kun” (jadilah), untuk apa Yesus sampai harus berdoa berkali-kali sambil gemetar ketakutan; lalu kata-Nya kepada mereka: "Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku." Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki." (Matius 26:38)

Mujizat Terbesar Isa Al-Masih

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Namun mujizat-mujizat itu bukanlah yang terbesar. Mujizat terbesar Isa Al-Masih adalah bangkit dari kematian, naik ke sorga dan menjamin keselamatan. Ia “. . . memberikan nyawa-Nya [Isa Al-Masih] menjadi tebusan bagi banyak orang” (Injil, Rasul Besar Matius20:28). “. . . supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya [Isa Al-Masih] tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:16). Ketika turun menjadi manusia, Ia rela mati disalib guna menanggung hukuman dosa manusia. Ia berkuasa mengampuni dosa dan menjamin hidup kekal di sorga bagi siapapun yang percaya kepada-Nya. Siapakah Isa Al-Masih sebenarnya kok berkuasa mengampuni dosa? Injil Allah menyaksikan bahwa Isa “. . . adalah Kalam. . . Kalam itu adalah Allah” (Kitab Suci Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1).

Jawaban Saya: Bangkit dari kematian dikatakan oleh kafir Kristen pemuja Yesus sebagai mukjizat, padahal bukan hanya Yesus saja yang pada saat itu dikatakan bangkit dari kubur, orang kudus yang telah mati juga bangkit dari kubur (Matius 27:52). Naiknya Yesus ke surga juga dikatakan sebagai mukjizat terbesar, padahal Nabi Elia juga naik ke surga dengan kereta berapi (2Raja-Raja 2:11). Yesus yang katanya menjamin keselamatan juga dikatakan oleh kafir Kristen pemuja Yesus sebagai mukjizat yang terbesar, padahal Nabi Muhammad SAW juga menjamin keselamatan umatnya (Shahih Bukhari: 6737). Yesus juga tidak dapat disebut menyerahkan nyawanya, karena sebelum dia di salib, Yesus terus berdoa memohon pertolongan Tuhan (Matius 26:38). Dan lihat ketika Yesus di salib, dia berteriak keras memanggil Tuhannya (Matius 27:46), mustahil kalau itu ucapan orang yang rela menyerahkan nyawanya.

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.  (Yohanes 3:16). Setiap orang yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah orang-orang dari bangsa Israel, karena Yesus hanya berdakwah khusus untuk bangsa Israel (Matius 15:24). Sedangkan percaya kepada Yesus pada ayat tersebut adalah percaya kepada Yesus sebagai Nabi utusan Allah (Yohanes 5:37).

Dalam Injil Kristen Yesus berkata, Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa"  —  lalu berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu  — : "Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!" (Matius 9:6). Yesus menyatakan bahwa dirinya berkuasa mengampuni dosa, bukan berarti Yesus dapat mengampuni perbuatan dosa sebagaimana Tuhan mengampuni dosa manusia. Kuasa mengampuni dosa yang dimaksud oleh Yesus adalah kuasa Yesus yang dapat menyembuhkan penyakit. Karena pada masa itu bangsa Israel meyakini bahwa penyakit timbul akibat dosa yang dilakukan manusia. Oleh sebab itu setelah Yesus mengatakan dirinya berkuasa mengampuni dosa, dia membuktikannya dengan menyembuhkan orang lumpuh. Kuasa Yesus yang dapat menyembuhkan orang sakit bukan berasal dari kuasanya sendiri, tetapi kuasa dari Tuhan. Kuasa yang dimiliki oleh Yesus tidak dapat dijadikan alasan untuk memujanya sebagai Tuhan. Ayatnya masih terbaca dengan jelas sampai dengan sekarang.

Pada suatu hari ketika Yesus mengajar, ada beberapa orang Farisi dan ahli Taurat duduk mendengarkan-Nya. Mereka datang dari semua desa di Galilea dan Yudea dan dari Yerusalem. Kuasa Tuhan menyertai Dia, sehingga Ia dapat menyembuhkan orang sakit. (Lukas 5:17) 

Mengenai Yohanes 1:1-14, ayat-ayat tersebut berasal dari hymne Platonis yang diperkenalkan oleh Philo dari Alexandria. Bunyi kalimat pertama adalah: “Pada mulanya adalah Logos (firman), Logos (firman) itu bersama dengan Tuhan, dan Logos (firman) itu berasal dari Tuhan.”

Penyalin Kitab Yohanes kemudian mengadopsi hymne ini dan menempatkannya sebagai pembukaan Injil Yohanes, lalu merubah kalimat: “Logos itu berasal dari Tuhan” menjadi “Firman itu adalah Tuhan.”. Pencaplokan ajaran Platonis oleh penyalin Injil Yohanes ini, dijelaskan oleh bapa gereja Santo Agustinus dalam bukunya The Confession of St. Augustine di bawah sub judul ‘Kitab Suci dan Filsafat Penyembah Berhala’
 
Siapakah yang Terbesar?

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Meskipun mujizat terbesar Muhammad adalah Al-Quran, namun Al-Quran tidak menjamin keselamatan umat-Nya. Sebaliknya Isa Al_masih , Sang Kalimatullah mengampuni dosa dan menjamin sorga bagi orang-orang yang percaya kepada-Nya.

Jawaban Saya: Tuduhan kafir Kristen pemuja Yesus yang menganggap Al-Qur’an tidak menjamin keselamatan, sudah saya jawab itu tidak benar karena Al-Qur’an menjamin keselamatan orang-orang beriman dan beramal shalih. Mengenai Yesus yang kata mereka dapat mengampuni dosa dan menjamin sorga  bagi orang-orang yang percaya, sudah saya jawab. Yang jelas kafir Kristen pemuja Yesus tidak akan memperoleh jaminan sorga dari Yesus, karena mereka bukan dari bangsa Israel dan tidak percaya Yesus adalah Nabi utusan Allah, malah menganggap Yesus sebagai Tuhan dan memujanya.    

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Mujizat Muhammad dan Isa, Siapa yang Terhebat?"

Post a Comment

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik, seperti menjawab atau menyanggah isi postingan. Komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.