Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Gus Dur: Para Mukmin Mesti Merayakan Natal Juga!

Apakah seorang Muslim boleh turut serta merayakan Natal? Bagi sebagian Muslim mungkin akan menjawab, “iya, sah-sah saja.” Namun sebagian Muslim lain akan secara langsung berkata “haram!”

Mengetahui tujuan kelahiran Isa Al-Masih, akan menolong Anda mengerti makna Natal yang sebenarnya, sehingga Anda akan tahu apakah Muslim boleh merayakan Natal atau tidak.

Gus Dur: Merayakan Natal Wajib!

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Saat Abdurrahman Wahid (Gus Dus) masih menjabat sebagai Presiden Indonesia, beliau pernah berpidato di salah satu perayaan Natal bersama umat Kristen. Dalam pidatonya beliau berkata, “Mestinya yang merayakan hari Natal bukan hanya umat Kristen, melainkan juga umat Islam dan umat beragama lain, bahkan seluruh umat manusia. Sebab, Yesus Kristus atau Isa Al-Masih adalah Juruselamat seluruh umat manusia, bukan Juruselamat umat Kristen saja” (Sambutan Gus Dur dalam acara perayaan Natal bersama umat Kristen, 27 Desember 1999 [Informasi selengkapnya Anda dapat mencari di Google.]). Lewat pidatonya, Gus Dur mengajak semua umat beragama, termasuk Muslim, agar merayakan Natal.

Jawaban Saya: Telah di akui oleh Kafir Kristen pemuja Yesus bahwa tanggal 25 Desember adalah hari di mana orang-orang Romawi pemuja berhala merayakan hari kelahiran Dewa Matahari. Agar agama Kristen mudah diterima oleh orang-orang Romawi, maka para pemimpin gereja pada waktu itu memperingati hari lahirnya Yesus sama dengan hari lahirnya Dewa Matahari. Sejak tahun 336 secara resmi peringatan kelahiran Yesus dirayakan sama dengan peringatan hari lahirnya Dewa Matahari. Dengan fakta sejarah yang demikian gamblang, kafir pemuja Yesus tidak dapat lagi mengelak jika Natal yang selalu mereka rayakan itu adalah untuk memperingati hari lahirnya Dewa Matahari. Karena Natal adalah perayaan untuk memperingati lahirnya Dewa Matahari, maka semua umat beragama tidak boleh merayakan Natal, kecuali bagi mereka yang memang pemuja Dewa Matahari.

Yesus yang dikatakan oleh kafir Kristen pemuja Yesus sebagai juru selamat umat manusia, tidak pernah mengatakan dirinya adalah juru selamat. Yesus di anggap sebagai Juruselamat karena mereka percaya Yesus mati di salib untuk menebus dosa manusia. Sedangkan Al-Qur’an telah sangat jelas membantah matinya Yesus di kayu salib (An Nisaa': 157). Jika ada seorang Muslim percaya Yesus adalah Juruselamat, maka itu sama artinya dia telah mendustakan Al-Qur’an yang telah menyatakan Yesus tidak mati di salib. Apabila seorang Muslim telah mendustakan satu saja ayat Al-Qur’an, maka dia telah kafir, murtad dari Islam. 

Jika benar Abdurrahman Wahid atau Gus Dur pernah mengatakan umat Islam harus juga merayakan Natal karena Yesus adalah Juruselamat seluruh umat manusia. Sikap umat Islam terhadap penyataan Abdurrahman Wahid atau Gus Dur tersebut adalah wajib untuk mengabaikannya.

Tujuan Kedatangan Isa ke Dunia, Alasan Tepat Merayakan Natal

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Apakah sebenarnya tujuan kelahiran Isa Al-Masih ke dunia? Apakah sekedar untuk menyampaikan risalah Allah seperti keyakinan umat Muslim? Atau, ada tugas khusus?

Natal adalah berita sukacita sebagaimana Malaikat Allah memproklamirkannya sebagai kesukaan lahirnya Kalimatullah, Isa Al-Masih. “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud” (Injil, Rasul Lukas 2:10-14).

Jawaban Saya: Yesus tidak pernah lahir di tanggal 25 Desember. Tanggal 25 Desember adalah hari di mana orang-orang Romawi pemuja berhala merayakan hari kelahiran Dewa Matahari. Agar agama Kristen mudah diterima oleh orang-orang Romawi, maka para pemimpin gereja pada waktu itu memperingati hari lahirnya Yesus sama dengan hari lahirnya Dewa Matahari. Orang yang merayakan Natal di tanggal 25 Desember, pada hakikatnya bukan merayakan lahir Yesus, tetapi merayakan hari lahirnya Dewa Matahari.

Nubuat Nabi Besar Yesaya tentang Kedatangan Isa

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Namun, jauh sebelum kedatangan-Nya, nabi besar Allah, Yesaya, memberi satu ramalan tentang apa yang akan terjadi pada Sang Kalimatullah. Menurut ramalan Nabi Yesaya, Kalimatullah akan penuh kesengsaraan, dihina, orang-orang mengira Dia kenal tulah dari Allah. Tetapi sesungguhnya, Isa Al-Masih mengalami semuanya karena kita, manusia berdosa. Lebih lanjut Nabi Yesaya berkata, “. . . ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya [Isa Al-Masih], dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh” (selengkapnya baca di Kitab Nabi Besar Yesaya 53:3-5).

Jawaban Saya: Kitab Taurat sudah ada jauh sebelum Injil di tulis. Maka sangat mudah bagi penulis-penulis Injil untuk menuliskan kisah Yesus agar berkesesuaian dengan ayat-ayat yang ada dalam kitab Taurat. Tujuannya tentu saja untuk membuat orang-orang Yahudi mau menerima Yesus karena melihat seolah Yesus telah dinubuatkan. Singkatnya, penulis-penulis Injil memang sengaja menulis kisah-kisah Yesus sesuai dengan gambaran ayat-ayat Taurat, agar muncul persepsi Yesus telah dinubuatkan di banyak tempat dalam Taurat.

Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kita pun dia tidak masuk hitungan. Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. (Yesaya 53:3-5).

Ayat-ayat tersebut dikatakan oleh kafir Kristen pemuja Yesus sebagai nubuat akan kesengsaraan Yesus, padahal kalau dibaca ayat selanjutnya, akan terlihat bahwa perkataan mereka itu tidak benar. Kalaupun Yesaya 53:3-5 adalah nubuat, tidak mungkin nubuat tersebut untuk Yesus, karena di ayat selanjutnya dikatakan bahwa orang yang di maksud pada Yesaya 53:3-5 adalah orang yang memiliki keturunan dan Yesus tidak pernah menikah apalagi memiliki keturunan. Perhatian ayat ini;

Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya. (Yesaya 53:10).

Cara Tepat Merayakan Natal

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Jadi, tujuan kedatangan Isa Al-Masih ke dunia adalah untuk wafat disalib. Sehingga melalui kematian-Nya, manusia berdosa beroleh kesempatan lagi untuk bersama dengan Allah. Seperti tatkala manusia (Adam dan Hawa) belum jatuh dalam dosa. Inilah anugerah terbesar Allah bagi manusia! Terimalah anugerah keselamatan itu dan turutlah dalam kesukaan sambil mengucap “syukur kepada Allah karena karunia-Nya yang tak terkatakan itu!” (Injil, Surat II Korintus 9:15). Natal bukan soal pesta di hotel berbintang, baju baru, atau pernak-pernik lainnya. Natal adalah bukti kasih Allah bagi manusia berdosa. Bukankah Anda juga wajib turut merayakannya?

Jawaban Saya: Umat Islam hukumnya haram mengucapkan selamat Natal, apalagi merayakannya, itu jauh lebih haram. Yesus tidak lahir di tanggal 25 Desember, yang lahir di tanggal 25 Desember adalah Dewa Matahari. Natal sesungguhnya bukan untuk merayakan hari lahirnya Yesus, tetapi untuk merayakan hari lahirnya Dewa Matahari. Orang yang merayakan Natal di tanggal 25 Desember, pada hakikatnya bukan merayakan hari lahirnya Yesus, tetapi merayakan hari lahirnya Dewa Matahari. Mengucapkan selamat Natal sama artinya mengucapkan selamat atas lahirnya Dewa Matahari. Ikut merayakan Natal sama artinya ikut merayakan hari lahirnya Dewa Matahari.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Gus Dur: Para Mukmin Mesti Merayakan Natal Juga!"

Post a Comment

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik, seperti menjawab atau menyanggah isi postingan. Komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.