Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Larangan Muhammad Agar Umat Muslim Jangan Banyak Bertanya

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Orang bertanya kepada saya: benarkah Yesus itu di salib? Saya tau pertanyaan itu dari orang iseng. Oh itu pertanyaan kurang bagus, kata saya. Mestinya kalau bertanya begini: Pak Saifuddin, Yesus itu alamatnya di mana? Saya akan bawa kamu ke rumah Yesus Kristus.

Nabi kewalahan menjawab pertanyaan dari umatnya dalam banyak urusan agama.

"Janganlah kamu banyak bertanya, tentang agama. Sesungguhnya kehancuran umat terdahulu karena banyak bertanya".

Kalau ada anak banyak bertanya itu anak pintar. Jangan di patahkan semangat ingin tahunya anakmu itu. Seorang ibu harus sabar menjawab semua pertanyaan anak itu. Itu sebabnya Yahudi menjadi bangsa paling pintar di dunia, bangsa paling utama karena Alkitab diturunkan kepada bangsa mereka.

Yahudi dan Nasrani zaman Muhammad, tidak berani langsung bertanya kepada Muhammad. Mereka bilang kepada Muslim waktu itu, kalau dia nabi coba tanyakan tentang ROH. Maka turunlah QS. 17:85. Roh itu urusan Tuhan. Dan jawaban Muhammad tidak sesuai dengan Alkitab. Roh dalam Alkitab sangat lengkap, apakah itu roh, bagaimana roh, hidup dalam roh, manusia roh, pedang roh dll.

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus berkata bahwa Nabi Muhammad SAW kewalahan menjawab pertanyaan dari umatnya dalam banyak urusan agama. Mereka mengutip hadits Nabi Muhammad SAW, tetapi hadits yang mereka kutip tidak lengkap menyertakan sanad dan terlihat hanya menyingkatnya. Hadits lengkap dapat anda baca di bawah ini;

Telah menceritakan kepada kami Ismail Telah menceritakan kepadaku Malik dari Abu Zinad dari Al A'raj dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Biarkanlah apa yang aku tinggalkan untuk kalian, hanyasanya orang-orang sebelum kalian binasa karena mereka gemar bertanya dan menyelisihi nabi mereka, jika aku melarang kalian dari sesuatu maka jauhilah, dan apabila aku perintahkan kalian dengan sesuatu maka kerjakanlah semampu kalian." (Shahih Bukhari: 6744)

Kafir Kristen pemuja Yesus berkata bahwa Yahudi dan Nasrani tidak berani langsung bertanya kepada Nabi Muhammad SAW. Pertanyaan yang mereka maksud adalah pertanyaan tentang roh kepada Nabi Muhammad SAW. Mereka keliru, karena pertanyaan tentang roh ditanyakan oleh orang-orang Yahudi secara langsung kepada Nabi Muhammad SAW. Hal tersebut dapat diketahui dari asbabun nuzul ayat yang tercatat dengan baik di dalam hadits shahih di bawah ini;

Telah menceritakan kepada kami Umar bin Hafsh bin Ghiyats Telah menceritakan kepada kami Bapakku Telah menceritakan kepada kami Al A'masy dia berkata; Telah menceritakan kepadaku Ibrahim dari 'Alqamah dari 'Abdullah radliallahu 'anhu dia berkata; "ketika aku bersama nabi shallallahu 'alaihi wasallam disuatu ladang sementara beliau tengah bersandar, tiba-tiba beberapa orang Yahudi lewat, mereka saling berkata satu sama lain: 'Tanyakan padanya tentang ruh sehingga ia kembali bertanya 'bagaimana pendapat kalian tentangnya! Namun sebagian mengatakan "Jangan sampai ia meminta kalian mendatangkan sesuatu yang kalian sendiri tidak menyukainya.' Mereka berkata, 'Bertanyalah padanya.' Kemudian sebagian dari mereka menghampiri beliau, lalu bertanya tentang roh'." Nabi shallallahu 'alaihi wasallam diam dan tidak menjawab apa pun. Aku tahu beliau tengah diberi wahyu. Aku berdiri dari tempatku. Saat wahyu turun, beliau bersabda: 'Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. (Shahih Bukhari: 4352)

Allah SWT tidak menjawab pertanyaan orang-orang Yahudi tentang roh. Al-Qur’an hanya menyatakan bahwa roh adalah urusan Tuhan dan manusia tidak diberi pengetahuan tentangnya kecuali sedikit. Allah SWT tidak menjawab pertanyaan tersebut, karena pertanyaan tersebut menyangkut yang gaib dan manusia tidak akan mampu memahaminya jika diberi penjelasan. Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan bahwa jawaban Al-Qur’an tentang roh tidak sesuai dengan Bible. Tidak ada sedikit pun penjelasan roh di dalam Bible. Anda akan melihat kafir Kristen pemuja Yesus mengutip ayat Bible jika memang ada penjelasan apa itu roh. Jika penjelasan tentang roh tidak ada dalam Bible, bagaimana mereka dapat mengatakan jawaban Al-Qur’an tentang roh tidak sesuai dengan Bible? 

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Yahudi dan Kristen bertanya lagi, tentang haidl, tentang bagi harta, tentang kawin. Dan tentu saja Muhammad menjawab dengan nama Allah. Padahal jawabannya juga melenceng. Semua pertanyaan Muslim waktu itu dijawab dengan Alquran. Dan jawaban itu jauh sumur dari timba.

Sejarah Abraham adalah yang paling banyak diselewengkan oleh Alquran. Alquran hanya kenal isteri Abraham Sara dan Hajar. Muhammad tidak tau Ketura dan lima anaknya. Nuh, juga paling ngeri pengajarannya dalam Alquran. Nuh berdoa agar semua manusia yang kafir supaya mati semuanya, jangan tersisa satu orang pun. QS. 71:26 Nuh berkata: "Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi. Tentu saja ayat ini tidak ditemukan dalam Alkitab.

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus berkata bahwa Yahudi dan Nasrani bertanya tentang haid, harta warisan dan perkawinan. Tidak benar orang-orang Yahudi dan Nasrani pernah bertanya tentang haid, pembagian harta dan tentang perkawinan. Tidak ada ayat Al-Qur’an yang diturunkan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan orang-orang Yahudi dan Nasrani tentang haid, harta warisan dan tentang perkawinan. Ayat-ayat Al-Qur’an yang menjelaskan tentang haid, harta warisan dan tentang perkawinan, diturunkan untuk menjelaskan hukum-hukum Allah SWT terhadap orang-orang beriman. Sama sekali tidak ada hubungannya dengan orang-orang Yahudi dan Nasrani.

Kafir Kristen pemuja Yesus menilai sejarah Nabi Ibrahim AS dalam Al-Qur’an banyak diselewengkan, karena tidak menyebutkan nama Ketura dan lima anaknya. Jika pun Nabi Ibrahim AS mempunyai istri bernama Ketura dengan kelima anaknya, dengan tidak menyebutkannya, Al-Qur’an tidak dapat di sebut menyelewengkan. Al-Qur’an dapat dianggap menyelewengkan sejarah Nabi Ibrahim AS, jika Nabi Ibrahim AS mempunyai dua orang istri, kemudian Al-Qur’an menyebut Nabi Ibrahim AS hidup membujang. Mengenai kisah Nabi Nuh AS dalam Al-Qur’an. Memang benar dalam Bible Perjanjian Lama, Nabi Nuh AS tidak dikisahkan berdoa kepada Tuhan agar orang-orang kafir dimusnahkan. Walaupun demikian, Al-Qur’an tidak dapat disebut menyelewengkan sejarah, karena pada akhirnya Tuhan dalam Bible Perjanjian Lama juga melakukan pemusnahan. Penyelewengan sejarah itu, jika Al-Qur’an menceritakan umat Nabi Nuh AS yang kafir dimusnahkan Tuhan, sementara dalam Bible Perjanjian Lama, Tuhan tidak pernah memusnahkan umat Nabi Nuh AS.      

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Karena begitu kompleks permasalahan Muslim setelah bergaul dengan Yahudi dan Nasrani di Madinah, maka muncullah golongan munafik, yang diarahkan kepada Muslim yang bingung karena mereka bergaul karib dengan Yahudi dan Nasrani. Seperti Ubaidillah suami Ummu Habibah bertengkar dengan Muhammad: “Kamu bukanlah nabi. Berhentilah mengaku nabi, karena saya mengimani Isa bin Maryam adalah Almasih. Muhammad mengusir Ubaidillah dan lari jauh ke Siria, dan melahirkan keturunan pendeta-pendeta. Seminggu kemudian Muhammad menikah dengan Ummu Habibah. Untuk mengantisipasi pergaulan muslim dengan Yahudi dan Nasrani dibuatlah aturan-aturan hidup bersama tidak boleh saling menista. PIAGAM MADINAH. Sebagai undang-undang bersama. Tapi tetap saja Yahudi dan Nasrani merasa tertekan. Marilah kita kepada satu kata menyembah Allah yang esa. Yahudi tidak mau menyembah Allah SWT. Mereka sudah kenal YAHWE. Juru selamat. Bukan Allah yang di ajarkan oleh Muhammad. Bagimu agamamu, bagiku agamaku. Semakin takut orang Yahudi dan Nasrani tinggal di Madinah. Sampai mereka di hancurkan pada tahun terakhir hidup nabi.

Jawaban Saya: Apa yang dikatakan oleh kafir Kristen pemuja Yesus tentang Ubaidillah bin Jahsy di atas sepenuhnya dusta. Ubaidillah bin Jahsy bukanlah orang munafik, dia adalah Muslim yang kemudian murtad menjadi Nasrani ketika hijrah ke Habasyah. Nabi Muhammad SAW tidak pernah bertengkar dengannya dan tidak pernah pula mengusirnya. Ubaidillah bin Jahsy hijrah ke Habasyah bersama orang-orang beriman lainnya untuk mendapatkan jaminan keamanan karena tekanan suku Quraisy. Pada saat itu Nabi Muhammad SAW dan pengikutnya masih tinggal dan berdakwah di Mekkah, belum hijrah ke Madinah. Itu artinya, Ubaidillah bin Jahsy yang murtad ketika hijrah ke Habasyah sama sekali tidak ada hubungannya dengan Piagam Madinah. Orang-orang Yahudi dan Nasrani yang hidup di Madinah tidak pernah mempermasalahkan nama Tuhan yang digunakan oleh orang Arab. Kata Yahweh sebenarnya pengucapan salah kaprah dari kata YHVH sebagai pengucapan dari aksara Ibrani. Yahweh bukanlah nama Tuhan yang sahih, jadi tidak perlu dipergunakan.

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Saya jamin semua jemaat facebook bertanyalah kepada saya, atau siapa saja tentang Yesus. Saya akan jawab semuanya. Bertanyalah kepada mentormu, pendatamu. Gurumu. Jangan takut. Biar tambah bingung mereka. Dan semua jawabannya ada dalam Alkitab. Mulai dari Kejadian sampai Wahyu.

Tapi kalau Alquran jawabannya ini: Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menanyakan (kepada Nabimu) hal-hal yang jika diterangkan kepadamu akan menyusahkan kamu dan jika kamu menanyakan di waktu Al Quran itu diturunkan, niscaya akan diterangkan kepadamu, Allah memaafkan (kamu) tentang hal-hal itu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun. (Al Maa'idah: 101)

Jawaban Saya: Di dalam ayat tersebut terkandung pelajaran etika dari Allah kepada hamba-hamba-Nya yang mukmin. Allah melarang mereka menanyakan banyak hal yang tiada berfaedah bagi mereka dalam mempertanyakan dan menyelidikinya. Karena sesungguhnya jika perkara-perkara yang dipertanyakan itu ditampakkan kepada mereka, barangkali hal itu akan menjelekkan diri mereka dan dirasakan amat berat oleh mereka mendengarnya. Ayat tersebut diturunkan ketika Nabi Muhammad SAW berkhotbah di atas mimbar, kemudian salah seorang berdiri menanyakan siapa nama ayahnya. Dengan melihat asbabun nuzul ayatnya, dapat disimpulkan ayat tersebut melarang menanyakan hal-hal yang tidak ada kaitannya dengan agama. Sebagaimana dapat anda baca dalam hadits di bawah ini;

Musa bin Anas dia berkata; Aku mendengar Anas bin Malik; dia berkata; "Ada seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam; "Ya Rasulullah, siapa bapakku?" Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Bapakmu si Fulan." Kemudian turunlah ayat: "Hai, orang-orang yang beriman! Janganlah kamu bertanya sesuatu, yang apabila dijelaskan kepadamu, hal itu akan memberatkanmu……" hingga akhir ayat (Al Maidah, 5: 101) (Shahih Muslim: 4352).

Jawaban Ngeles Yesus

Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan Nabi Muhammad SAW kewalahan menjawab pertanyaan dari umatnya dalam banyak urusan agama, sudah saya buktikan bahwa tuduhan mereka tidak benar. Sekarang giliran saya mengkritik agama Kristen. Al-Qur’an yang melarang orang-orang beriman agar tidak menanyakan hal-hal yang menyusahkan diri sendiri jika di jawab, dikatakan oleh kafir Kristen pemuja Yesus Nabi Muhammad SAW kewalahan menjawab pertanyaan. Padahal Yesus sendiri sering tidak menjawab pertanyaan dengan baik, bahkan terkesan ngeles dari pertanyaan.

Suatu ketika imam-imam kepala serta tua-tua bangsa Yahudi bertanya kepada Yesus berasal dari mana kuasa yang dilakukannya. Yesus tidak menjawab pertanyaan tersebut, malah mengajukan pertanyaan (Matius 21:23). Pernah juga ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi datang kepada Yesus dengan membawa seorang perempuan yang tertangkap basah sedang berzina. Mereka bertanya kepada Yesus bagaimana seharusnya perempuan tersebut di hukum. Yesus berdiri dan menjawab pertanyaan mereka jawaban ngeles; "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu."

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Larangan Muhammad Agar Umat Muslim Jangan Banyak Bertanya"

Post a Comment

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik, seperti menjawab atau menyanggah isi postingan. Komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.