Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Benarkah Isa Al-Masih Hanya Untuk Bani Israil?

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Ada pepatah lama: “jika seseorang datang kepadamu dengan berlinangan air mata, jangan  menyimpulkan sesuatu sampai kamu melihat yang lain. Karena bisa jadi dia akan berlinangan air mata lagi.” Artinya jika kita tergesa-gesa dalam menyimpulkan masalah, kita akan menyimpulkan yang salah. Dalam Alkitab terdapat ayat yang berkata bahwa Isa hanya diutus kepada bangsa Israel. "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel”' (Injil, Rasul Besar Matius 15:24). Ayat ini memang terdengar klop dengan ayat Al-Quran,  “. . . . dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israil...” (Qs 3:49). Sehingga umat Muslim menyimpulkan bahwa Isa hanya diutus kepada bani Israil. Tetapi tunggu dulu! Karena terdapat ayat Alkitab lain berkata bahwa Isa diperuntukkan untuk bangsa-bangsa lain. “pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku . . . .” (Injil, Rasul Besar Matius 28:19).

Jawaban Saya: Injil Matius sebetulnya berakhir pada pasal 28 di ayat ke 15. Hal tersebut terlihat dari isi ayat 15 yang lebih mirip kata-kata penutup sebuah cerita; Maka tentara pengawal itu mengambil uang itu, dan melakukan seperti yang dipesankan kepada mereka. Oleh karena itu cerita itu masih tersiar di antara orang Yahudi sampai pada hari ini. (Matius 28:15). Ayat Matius 28:15 inilah sesungguhnya ayat terakhir dari Injil Matius. Sedangkan lima ayat berikutnya, Matius 28:16-20 adalah ayat-ayat yang baru ditambahkan oleh Gereja kemudian. Kepalsuan ayat-ayat dalam Injil Matius tersebut ternyata juga dibenarkan oleh sarjana-sarjana Kristen berikut ini;

Hugh J. Schonfield, nominator pemenang Hadiah Nobel tahun 1959, dalam bukunya The Original New Testament, hal. 124: “This (Matthew 28:15) would appearto be the end of the Gospel (of Matthew). What follows (Matthew 28:16-20) fromthe nature of what is said, would then be a latter addition”. “Ayat ini (Matius 28:15) nampak sebagai penutup Injil (Matius). Dengan demikian, ayat-ayat selanjutnya (Matius 28:16-20), dari kandungan isinya, nampak sebagai (ayat-ayat) yang BARU DITAMBAHKAN KEMUDIAN”.

Selanjutnya, Robert Funk, Professor Ilmu Perjanjian Baru, Universitas Harvard, dalam bukunya The Five Gospels, mengomentari ayat-ayat tambahan ini sebagai berikut: “The great commission in Matthew28:18-20 have been created by the individual evangelist… reflect the evangelist idea of launching a world mission of the church. Jesus probablyhad no idea of launching a world mission and certainly was not the institusion builder. (is) not reflect direct instruction from Jesus”. “Perintah utama dalam Matius 28:18-20… diciptakan oleh para penginjil….memperlihatkan ide untuk menyebarkan ajaran Kristen ke seluruh dunia. YESUS SANGAT MUNGKIN TIDAK MEMILIKI IDE UNTUK MENGAJARKAN AJARANNYA KE SELURUH DUNIA DAN (Yesus) SUDAH PASTI BUKAN PENDIRI LEMBAGA INI (agama Kristen). (Ayat ini) tidak menggambarkan perintah yang diucapkan Yesus”

Bani Israil Adalah Bangsa Pilihan Allah

Kafir Kristen pemuja Tuhan menulis: Menurut Wikipedia, Israel terdiri dari dua kata: “Isra” dan “El”. “Isra” berarti hamba/ teman dan “El” berarti “Tuhan”. Kitab Taurat dan Injil mengajarkan, bangsa Israel adalah bangsa pilihan Allah. “Sebab engkaulah umat yang kudus bagi TUHAN, Allahmu; engkaulah yang dipilih oleh TUHAN, Allahmu” (Taurat, Kitab Ulangan 7:6). Kitab Taurat dan Injil juga mengajarkan bahwa Allah ingin memberkati bangsa-bangsa lainnya melalui bangsa Israel. Maka Allah memulai pekerjaan-Nya melalui bangsa Israel.

Jawaban Saya: Bangsa Israel memang di sebut bangsa pilihan, Al-Qur’an juga menyebut demikian. Akan tetapi status bangsa Israel itu tidak akan menghalangi Tuhan jika ingin menghukum mereka. Bible Perjanjian Lama dengan jelas bagaimana Tuhan menghukum bangsa Israel dengan menyerahkan mereka kepada bangsa-bangsa lain. Kerajaan Israel menjadi hancur dan semua penduduknya diangkut keluar dari Israel dan menjadi tawanan di Babel.  Umat Israel harus menyandang status sebagai orang-orang buangan. Jadi Tuhan tidak akan pernah pilih-pilih orang. Walaupun bangsa Israel yang bangsa pilihan Tuhan, jika mereka kafir dengan kenabian Muhammad SAW dan tidak beragama dengan agama Islam, mereka akan di siksa di neraka.

Dari Abu Hurairah dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, bahwa beliau bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Seorang Mesias Dari Bangsa Israel Untuk Membebaskan Belenggu Dosa

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Menurut Kitab Taurat dan Injil, dosa telah membelenggu umat manusia sejak Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa. Sejak jaman Nabi Ibrahim, Allah telah berjanji akan mengutus seorang Mesias dari bangsa Israel yang akan membebaskan umat-Nya dari belenggu dosa. “Aku [Allah] akan mengadakan permusuhan antara engkau [iblis] dan perempuan ini, antara keturunanmu [iblis] dan keturunannya [Isa]; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya" (Taurat, Kitab Kejadian 3:15).

Jawaban Saya: Taurat tidak pernah menyatakan umat manusia terbelenggu dosa. Adam dan Hawa memang berdosa karena melanggar larangan Tuhan, tetapi dosa tersebut hanya mereka yang menanggung, umat manusia anak cucu Adam tidak ikut menanggung dosa. Nabi-Nabi dalam Bible Perjanjian Lama tidak pernah mengatakan umat manusia berdosa akibat pelanggaran Adam, demikian juga Yesus. Yesus juga tidak pernah mengatakan umat manusia berdosa akibat dari pelanggaran Adam. Ajaran dosa asal yang menganggap semua manusia berdosa akibat dari pelanggaran Adam, ditemukan jauh dari sejarah Adam dan Hawa yang ada dalam Bible Perjanjian Lama. Ajaran dosa asal murni berasal dari Paulus, ucapan Paulus bukanlah firman Tuhan, tetapi hanya kata-kata orang bodoh yang ingin sombong; Apa yang aku katakan, aku mengatakannya bukan sebagai seorang yang berkata menurut firman Tuhan, melainkan sebagai seorang bodoh yang berkeyakinan, bahwa ia boleh bermegah. (2Korintus 11:17)

Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus. (1 Korintus: 5:22)

Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa. (Roma 5:12)   

Isa Al-Masih Disalibkan Dan Mati Untuk Menebus Hukuman Dosa

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Setelah Isa bangkit dari kematian, Ia berkata, “harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur" (Injil, Rasul Lukas 24:44). Isi utama dari kitab-kita tersebut adalah seorang Mesias yang mati dan bangkit untuk menebus umat-Nya dari hukuman dosa.

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan bahwa Yesus mengatakan nubuat mengenai dirinya dalam kitab Taurat, kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur harus digenapi. Di dalam Injil Lukas 24:46-47, dikatakan Yesus berkata; Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga, dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem.

Pertanyaan saya mengenai pernyataan Yesus tersebut, di kitab mana, pasal dan ayat berapa nubuat tersebut ada? Karena sangat sering pengarang Injil Kristen mengatakan dinubuatkan-dinubuatkan, tetapi tidak jelas tepatnya dinubuatkan di mana. Sebagai contoh, pengarang Injil Matius berkata bahwa tinggalnya Yesus di kota bernama Nazaret adalah untuk memenuhi nubuat yang disampaikan oleh nabi-nabi. Tetapi setelah saya cari, nama Nazaret tidak ada dalam Bible Perjanjian Lama.     

Isa Al-Masih Untuk Segala Bangsa

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Jadi kesimpulannya adalah, bahwa Isa Al-Masih bukan hanya untuk bangsa Israel, tetapi juga untuk orang Cina, Amerika, Indonesia, dan lain-lain. Ia menginginkan bangsa-bangsa lain menerima-Nya sebagai Juru Selamat yang menebus dosa umat manusia. Kami juga mengundang Anda untuk datang kepada-Nya dan menerima penebusan dosa dari Isa Al-Masih!

Jawaban Saya: Tidak dapat disimpulkan demikian karena ayat yang kafir Kristen pemuja Yesus gunakan adalah ayat-ayat palsu (Matius 28:16-20) dan juga berasal dari nubuat yang tidak jelas ada di mana (Lukas 24:46-47). Jika anda yang bukan dari bangsa Israel merasa akan dapat selamat dengan menjadi Kristen, silakan saja. Tapi cobalah sekali-kali anda pikirkan mau lewat pintu mana untuk masuk surga. Karena dalam Bible Perjanjian Baru pintu surga hanya tertulis nama ke dua belas suku-suku Israel (Wahyu 21:12), anda yang bukan dari bangsa Israel tentu tidak akan dibiarkan masuk surga. Selain itu, surga yang ditawarkan oleh Yesus itu hanya untuk 144 ribu orang Israel (Wahyu 7:4, Wahyu 14:1). Jadi menurut Bible Perjanjian Baru, tidak ada peluang bagi orang-orang selain dari bangsa Israel yang akan masuk surga.

Subscribe to receive free email updates:

2 Responses to "Benarkah Isa Al-Masih Hanya Untuk Bani Israil?"

  1. Admin wrote :

    Adam dan Hawa memang berdosa karena melanggar larangan Tuhan, tetapi dosa tersebut hanya mereka yang menanggung, umat manusia anak cucu Adam tidak ikut menanggung dosa.

    TANGGAPAN :

    Admin sok tahu...

    Silahkan baca dan plototin tulisan Daud ini :

    Mazmur 51:5 (51-7)
    Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, DALAM DOSA AKU DIKANDUNG IBUKU.

    Ayub juga mengatakan:

    Ayub 15:14
    Masakan manusia bersih, MASAKAN BENAR YANG LAHIR DARI PEREMPUAN?

    Bahkan kitab sucimu mengakui kalo semua nabi berdosa:

    • NUH BERDOSA (QS 11:47 )

    Nabi Hud:47
    Nuh berkata: Ya Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari memohon kepada Engkau sesuatu yang aku tiada mengetahui (hakekat)nya. Dan sekiranya Engkau TIDAK MEMBERI AMPUN KEPADAKU, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang merugi".

    • IBRAHIM BERDOSA (QS 26:82; 14:41 )

    Penyair (Ash-Shu`arā'):82
    dan Yang amat kuinginkan akan MENGAMPUNI KESALAHANKU pada hari kiamat".

    Nabi Ibrahim ('Ibrāhīm):41
    Ya Tuhan kami, beri AMPUNLAH AKU DAN KEDUA IBU BAPAKU dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)".

    • MUSA BERDOSA (QS 28:16)

    Cerita (Al-Qaşaş):16
    Musa mendoa: "Ya Tuhanku, sesungguhnya AKU TELAH MENGANIAYA DIRIKU SENDIRI karena itu ampunilah aku". Maka Allah mengampuninya, sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

    • HARUN BERDOSA (QS 20:92-93)

    Ţāhā:92
    Berkata Musa: "Hai Harun, apa yang menghalangi kamu ketika kamu melihat mereka telah sesat, (sehingga) kamu tidak mengikuti aku? Maka apakah kamu telah (sengaja) MENDURHAKAI perintahku?"

    • DAUD BERDOSA (QS 38:24 )

    Şād:24
    Daud berkata: "Sesungguhnya dia telah berbuat zalim kepadamu dengan meminta kambingmu itu untuk ditambahkan kepada kambingnya. Dan sesungguhnya kebanyakan dari orang-orang yang berserikat itu sebahagian mereka berbuat zalim kepada sebahagian yang lain, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh; dan amat sedikitlah mereka ini". Dan Daud mengetahui bahwa Kami mengujinya; maka ia MEMINTA AMPUN kepada Tuhannya lalu menyungkur sujud dan bertaubat.

    • SULAIMAN BERDOSA (QS 38:35 )

    Şād:35
    Ia berkata: "Ya Tuhanku, AMPUNILAH aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang juapun sesudahku, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi".

    • YUNUS BERDOSA (QS 21:87 )

    Nabi-Nabi (Al-'Anbyā'):87
    Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: "Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya AKU ADALAH TERMASUK ORANG-ORANG YANG ZALIM".

    Bahkan nabi islam yang termulia juga berdosa:

    • MUHAMMAD BERDOSA (QS 48:2; 47:19).

    Kemenangan (Al-Fatĥ):2
    supaya Allah memberi ampunan KEPADAMU,(MUHAMMAD) TERHADAP DOSAMU yang telah lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan nikmat-Nya atasmu dan memimpin kamu kepada jalan yang lurus,

    Muĥammad:19
    Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan, tuhan) selain Allah dan MOHONLAH AMPUNAN BAGI DOSAMU (MUHAMMAD) dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat kamu tinggal.

    Jadi Semua nabi berdosa bukan....???

    Nah, sekarang jelaskan apa maksud dari tulisanmu ini :

    " umat manusia anak cucu Adam tidak ikut menanggung dosa...???

    ReplyDelete
    Replies
    1. Adam dan Hawa memang berdosa karena melanggar larangan Tuhan, tetapi dosa tersebut hanya mereka yang menanggung, umat manusia anak cucu Adam tidak ikut menanggung dosa. Allah SWT dalam Al-Qur'an tidak pernah menyatakan anak cucu Adam akan ikut menanggung dosa perbuatannya, demikian juga Tuhan dalam Bible, sama sekali tidak pernah menyatakan dosa Adam akan ditanggung oleh anak cucunya. Dosa asal hanya benar-benar muncul dalam surat kiriman Paulus (Roma 5:12-18), yang di imani oleh kafir Kristen sebagai firman Tuhan. Padahal Paulus sendiri mengatakan yang diucapkannya bukan firman Tuhan (2 Korintus 11:17).

      Mazmur 51:5 (51-7) sama sekali tidak ada pernyataan dosa Adam akan ikut ditanggung oleh anak cucunya. Selain itu ayat-ayat di atas bukanlah Firman Tuhan, tetapi hanyalah nyayian/doa/munajad Daud yang merasa sangat berdosa karena telah men-zinah-i Batsyeba (2 Samuel 11:4) dan membunuh suaminya, Uria dengan cara mengirimnya ke medan perang, ditempatkan di barisan terdepan dan dalam kondisi mabuk (2 Samuel 11:15). Khusus ayat 5 yang menjadi sanggahan Kristen, ayat tersebut adalah ungkapan kerendah-dirian Daud di hadapan Tuhan agar Tuhan berkenan mengampuni dosa Daud. Coba bandingkan dengan Roma 5:12-18 yang dengan sangat jelas menjelaskan tentang dosa Adam. Singkatnya, ayat tersebut tidak bisa dijadikan bukti kebenaran adanya dosa asal.

      Ayub 15:14 juga tidak berisi tentang penyataan tentang dosa Adam yang ditanggung oleh anak cucunya. Ayat tersebut merupakan perkataan seseorang yang bernama Elifas, bukan merupakan firman Tuhan. Coba bandingkan ayat tersebut dengan Roma 5:12-18 yang sangat jelas menyebutkan dosa asal. Singkatnya, ayat di atas tidak bisa dijadikan bukti kebenaran adanya dosa asal.

      Ayat-ayat Al-Qur'an yang kamu kutip juga tidak menunjukkan apa-apa. Itu semua hanya permohonan ampun para Nabi kepada Tuhannya. Para Nabi pada ayat-ayat tersebut memohon ampunan kepada Allah SWT karena kesalahan yang mungkin pernah mereka perbuat. Bukan dosa dan kesalahan yang pernah diperbuat oleh Adam.

      Terlihat kamu hanya asal copas ayat tanpa mnegerti maksud dari ayat yang kamu copas.

      Delete

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik, seperti menjawab atau menyanggah isi postingan. Komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.