Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Muslim Bisa Murtad Karena Janji Allah Bagi Nasrani?

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Ada hal yang merisaukan Muslim modern saat ini berkenaan dengan beberapa ayat-ayat Quran yang sedemikian eksplisit membela kaum Nasrani sehingga terkesan seolah kaum Muslim di “diskriminasikan” oleh Allah secara sengaja. Para Ulama Islam merasakan kegamangan menghadapi kenyataan ini, dan ini tampak dalam cara mereka menafsirkan ayat-ayat tersebut yang tidak memadai. Tantangan ada di depan mata, dan Muslim akan bertanya dua perkara tentang iman:

Apakah benar bahwa baik Muslim maupun Nasrani sama-sama bisa selamat, naik ke Surga, mengingat rujukan:

“Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin , siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati”. (QS.2:62)

Jawaban Saya: Muslim dan para Ulama tidak pernah risau atau gamang dalam beragama. Itu karena kami memahami ayat-ayat Al-Qur’an melalui kaidah-kaidah yang benar. Tidak seperti kafir Kristen pemuja Yesus yang berusaha memahami maksud ayat-ayat Al-Qur’an hanya melalui terjemahannya saja. Kafir Kristen pemuja Yesus juga hanya membaca beberapa ayat-ayat Al-Qur’an yang mereka anggap menguntungkan keyakinan mereka. Padahal jika mereka jujur dalam membaca terjemahan Al-Qur’an, mereka akan menemukan banyaknya celaan terhadap orang-orang Nasrani atau Kristen. Contoh ayat-ayat Al-Qur’an yang berisi celaan terhadap Yahudi dan Nasrani atau Kristen adalah sebagai berikut;

Dan mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata: "Sekali-kali tidak akan masuk surga kecuali orang-orang (yang beragama) Yahudi atau Nasrani." Demikian itu (hanya) angan-angan mereka yang kosong belaka. Katakanlah: "Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar." (Al Baqarah: 111)

Orang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putera Allah" dan orang-orang Nasrani berkata: "Al Masih itu putera Allah." Demikianlah itu ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah mereka , bagaimana mereka sampai berpaling? (At Taubah: 30)

Orang-orang Yahudi dan Nasrani mengatakan: "Kami ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya." Katakanlah: "Maka mengapa Allah menyiksa kamu karena dosa-dosamu?" (Al Maa'idah: 18)

Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah itu ialah Al Masih putera Maryam." Katakanlah: "Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak membinasakan Al Masih putera Maryam itu beserta ibunya dan seluruh orang-orang yang berada di bumi kesemuanya?." Kepunyaan Allahlah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya; Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Al Maa'idah: 17)

Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam", padahal Al Masih (sendiri) berkata: "Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu." Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolong pun. (Al Maa'idah: 72)

Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani) dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk. (Al Bayyinah: 6)

Kafir Kristen pemuja Yesus bertanya tentang sebuah ayat Al-Qur’an yang mereka katakan Muslim dan Nasrani atau Kristen sama-sama bisa selamat masuk surga.

Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Al Baqarah: 62) 

Ayat tersebut diturunkan berkenaan dengan teman-teman Salman Al-Farisi. Ketika ia sedang berbincang-bincang dengan Nabi SAW, lalu ia menyebutkan perihal teman-teman yang seagamanya di masa lalu, ia menceritakan kepada Nabi berita tentang mereka. Untuk itu ia mengatakan, "Mereka salat, puasa, dan beriman kepadamu serta bersaksi bahwa kelak engkau akan diutus sebagai seorang nabi." Setelah Salman selesai bicaranya yang mengandung pujian kepada mereka, maka Nabi Saw. bersabda kepadanya, "Hai Salman, mereka termasuk ahli neraka." Maka hal ini terasa amat berat bagi Salman.

Iman orang-orang Yahudi itu ialah barang siapa yang berpegang kepada kitab Taurat dan sunnah Nabi Musa AS, maka imannya diterima hingga Nabi Isa AS datang. Apabila Nabi Isa telah datang, sedangkan orang yang tadinya berpegang kepada kitab Taurat dan sunnah Nabi Musa AS tidak meninggalkannya dan tidak mau mengikut kepada syariat Nabi Isa, maka ia termasuk orang yang binasa.

Iman orang-orang Nasrani ialah barang siapa yang berpegang kepada kitab Injil dari kalangan mereka dan syariat-syariat Nabi Isa AS, maka dia termasuk orang yang mukmin lagi diterima imannya hingga Nabi Muhammad SAW datang. Barang siapa dari kalangan mereka yang tidak mau mengikut kepada Nabi Muhammad Saw dan tidak mau meninggalkan sunnah Nabi Isa AS serta ajaran Injilnya sesudah Nabi Muhammad SAW datang, maka dia termasuk orang yang binasa.

Singkat kata, siapa saja yang hidup sesudah di utusnya Nabi Muhammad SAW dan telah sampai dakwah Islam kepadanya, baik dia Yahudi atau Nasrani, maka wajib baginya mengikuti syariat agama yang di bawa oleh Nabi Muhammad SAW, karena Allah SWT sudah tidak lagi menerima agama selain Islam, sebagaimana firman-Nya; Barang siapa mencari agama selain Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) darinya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. (Ali Imran: 85).

Dalam sebuah hadis shahih Nabi Muhammad SAW bersabda; "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Jikalau Nasrani juga bisa sama naik ke Surga, maka tidakkah MUSLIM PINTAR akan memilih jadi Nasrani, ketimbang Islam, mengingat TIGA rujukan Quran di bawah ini?

Mari kita petikkan 3 ayat “paling rawan” (yang bisa-bisa menggoyahkan/memurtadkan iman Muslim) yang telah banyak dipertanyakan oleh orang-orang Muslim sendiri tapi tanpa solusi. Alhasil Muslim sepertinya dibiarkan untuk memilih sendiri mana tafsiran yang paling FAVORIT, menguntungkan, bagi setiap mereka terhadap janji-janji  Allah yang berbau “diskriminatif”.

“Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Bani Israil Al Kitab, kekuasaan dan kenabian dan Kami berikan kepada mereka rezki-rezki yang baik dan Kami lebihkan mereka atas bangsa-bangsa (pada masanya)”. (Qs.45:16)

Jawaban Saya: Seorang Muslim yang pintar justru tidak akan memilih menjadi Nasrani atau Kristen. Karena agama yang diterima oleh Allah SWT hanyalah agama Islam dan orang-orang yang memilih agama selain Islam akan merugi di akhirat (Ali Imran: 85). Agama Nasrani atau Kristen tidak akan dapat mengantarkan pemeluknya selamat masuk surga, kecuali jika mereka yang beragama Nasrani atau Kristen hidup sebelum Nabi Muhammad SAW di utus menjadi Nabi.

Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Bani Israil Al Kitab (Taurat), kekuasaan dan kenabian dan Kami berikan kepada mereka rezki-rezki yang baik dan Kami lebihkan mereka atas bangsa-bangsa (pada masanya). (Al Jaatsiyah: 16)

Kafir Kristen pemuja Yesus terlalu memaksa kalau menganggap ayat di atas sebagai jaminan kebenaran agama Yahudi atau Nasrani. Ayat tersebut sama sekali tidak menyinggung agama. Ayat tersebut menegaskan bahwasanya Allah SWT melebihkan bangsa Israel di atas bangsa-bangsa lainnya di dunia. Walaupun bangsa Israel diberikan kelebihan di atas bangsa-bangsa lain di dunia, jika orang-orang Israel tidak mau beragama dengan agama Islam, maka mereka akan merugi di akhirat.  

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Hanya garis keturunan Ya’qub. Sepertinya benar bahwa tak ada keturunan Ismail yang menyandang kenabian dan Kitab. Sekalipun Quran ada mengatakan bahwa Ismail itu nabi, namun secara historis tidak dikenal satu pun nabi yang muncul dari garis keturunan Ismail selama 2500 tahun (!) hingga kepada Nabi Muhammad seorang. Dan ini akan sulit masuk ke akal mengingat Nabi Muhammad juga mengatakan bahwa jumlah seluruh nabi di bumi adalah 124.000 orang yang terbagi-bagi ke semua negeri. Artinya tiap negara tentulah kebagian jatah SEJUMLAH NABI, dan ini tidak ada kejadiannya (tidak tercari dalam sejarah) bagi negara-negara dengan penduduk terbesar seperti Tiongkok, India, Jepang, Mesir, dan Indonesia misalnya.

Lebih dari pada itu, sejujurnya Ismail sendiri pun tidak pernah mendapat wahyu apapun dari Allah. Allah tak pernah berbicara kepadanya sebagaimana halnya dengan Ibrahim, ayahnya dan saudaranya Ishaq dll. Jadi bagaimana sejatinya ia bisa disebut NABI ALLAH? Apa definisi Nabi menurut Allah sendiri?

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus sejak dari dulu memang menganggap hanya keturunan Ya’kub yang memperoleh kenabian. Mereka alergi dengan Nabi Ismail AS yang menurunkan bangsa Arab. Itu karena Bible Perjanjian Lama yang kitab orang Yahudi menggambarkan Nabi Ismail AS dengan gambaran buruk. Mereka tahu kalau Nuh itu Nabi, padahal beliau bukan keturunan Ya’kub. Dalam Al-Qur’an ada nama Adam, Idris, Hud, Shaleh dan Luth. Mereka semua nabi-nabi Allah SWT dan mereka bukan keturunan Ya’kub. Al-Qur’an dengan sangat jelas menyatakan setiap umat memiliki seorang Rasul, sebagaimana firman Allah SWT; Tiap-tiap umat mempunyai rasul; maka apabila telah datang rasul mereka, diberikanlah keputusan antara mereka dengan adil dan mereka (sedikit pun) tidak dianiaya. (Yunus: 47)

Kafir Kristen pemuja Yesus juga mengatakan bahwa Nabi Ismail AS tidak pernah mendapat wahyu apapun dari Allah. Tentu saja karena yang mereka baca adalah kitabnya orang Yahudi yang dengki dengan bangsa Arab keturunan Nabi Ismail AS. Sedangkan Al-Qur’an dengan sangat jelas menyatakan Nabi Ismail AS memperoleh wahyu sebagaimana Nabi-nabi lainnya. Allah SWT berfirman; Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya, dan Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Isma'il, Ishak, Ya'qub dan anak cucunya, Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman. Dan Kami berikan Zabur kepada Daud. (An Nisaa': 163)     

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: “Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat dan Injil dan (Al Quran) yang diturunkan kepada mereka dari Tuhannya, niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas dan dari bawah kaki mereka [428]. Di antara mereka ada golongan yang pertengahan [429]. Dan alangkah buruknya apa yang dikerjakan oleh kebanyakan mereka”. (Qs.5:66)

[428]. Maksudnya: Allah akan melimpahkan rahmat-Nya dari langit dengan menurunkan hujan dan menimbulkan rahmat-Nya dari bumi dengan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan yang buahnya melimpah ruah.

[429]. Maksudnya: orang yang berlaku jujur dan lurus dan tidak menyimpang dari kebenaran.

Di atas adalah terjemahan dan tafsir dari Depag RI (dengan tanda kurung dan footnote). Segera tampak bahwa penambahan kata dalam kurung “(Al Quran)” adalah hal yang tidak benar karena tidak jujur. Tuhan Ahli Kitab tidak menurunkan kepada mereka Al Quran, melainkan Taurat, Injil dan Kitab-Nabi-Nabi Israel lainnya, total dalam 66 Kitab!

Jawaban Saya: Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat dan Injil dan (Al Quran) yang diturunkan kepada mereka dari Tuhannya, niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas dan dari bawah kaki mereka. Di antara mereka ada golongan yang pertengahan. Dan alangkah buruknya apa yang dikerjakan oleh kebanyakan mereka. (Al Maa'idah: 66)

Ayat tersebut adalah janji Allah SWT kepada orang-orang Yahudi. Seandainya mereka mengamalkan kandungan kitab-kitab yang ada di tangan mereka dari nabi-nabi mereka dengan apa adanya tanpa penyimpangan, pergantian, dan perubahan, niscaya mereka akan terbimbing untuk mengikuti kebenaran dan mengamalkan apa yang sesuai dengan risalah yang diturunkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad SAW. Karena sesungguhnya di dalam kitab-kitab mereka tertulis pernyataan yang membenarkan risalah Nabi Muhammad dan perintah untuk mengikutinya secara tegas tanpa ada pilihan lain. Mereka akan diberi banyak rezeki yang turun kepada mereka dari langit dan yang tumbuh dari tanah.

Ali ibnu Abu Talhah mengatakan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan firman-Nya: niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas mereka. (Al-Maidah: 66) Yakni niscaya Kami akan turunkan hujan dari langit kepada mereka. Dan dari bawah kaki mereka. (Al-Maidah: 66) Yaitu akan dikeluarkan dari bumi keberkahan yang ada di dalamnya. (Tafsir Ibnu Katsir)

Itulah tafsir yang benar mengenai ayat tersebut. Tidak seperti kafir Kristen pemuja Yesus yang menafsirkan ayat tersebut agar sesuai dengan apa yang mereka inginkan. Kafir Kristen pemuja Yesus menafsirkan “makanan dari atas” sebagai kepuasan surgawi atau spiritual, itu tafsiran yang ngawur. Seandainya tafsiran mereka benar sekalipun, orang-orang Yahudi harus terlebih dahulu benar-benar menjalankan Taurat, Injil dan Al-Qur’an. Bukankah pada ayat tersebut hanya menyebut hanya Taurat dan Injil, tidak terdapat kata “Al-Qur’an”? Ya, kalau dibaca berdasarkan teks Arabnya memang tidak disebut kata “Al-Qur’an”. Tetapi dalam Al-Qur’an ada frase kalimat yang sengaja dilupakan oleh kafir Kristen pemuja Yesus. Frase kalimat itu adalah “yang diturunkan kepada mereka dari Tuhannya”. Yang dimaksud dari frase kalimat tersebut adalah kitab Al-Qur’an, karena Al-Qur’an juga di dakwahkan Nabi Muhammad SAW kepada orang-orang Yahudi berdasarkan firman Allah SWT; Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Berimanlah kepada Al Quran yang diturunkan Allah," mereka berkata: "Kami hanya beriman kepada apa yang diturunkan kepada kami". Dan mereka kafir kepada Al Quran yang diturunkan sesudahnya, sedang Al Quran itu adalah (Kitab) yang hak; yang membenarkan apa yang ada pada mereka. Katakanlah: "Mengapa kamu dahulu membunuh nabi-nabi Allah jika benar kamu orang-orang yang beriman?" (Al Baqarah: 91).

Jadi seorang Muslim yang pintar tidak akan murtad karena janji Allah SWT bagi Nasrani atau Kristen. Karena orang-orang Nasrani atau Kristen jika mereka tidak beriman dengan kenabian Muhammad SAW dan beragama dengan agama Islam, maka Allah SWT menjanjikan mereka masuk neraka jahanam dan kekal di dalamnya.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Muslim Bisa Murtad Karena Janji Allah Bagi Nasrani?"

Post a Comment

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik, seperti menjawab atau menyanggah isi postingan. Komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.