Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Muhammad, Isa Al-Masih, Dan Orang Miskin

Ketika saya masih remaja, saya sering mendengar teman-teman Muslim berkata “Orang Kristen mengajak orang lain mengikuti agamanya dengan membagi-bagi mie instan.”  Kadang mereka juga mengatakan “orang yang menjadi Kristen adalah orang miskin yang butuh makan.”

Timbul pertanyaan dalam benak saya, mungkinkah seseorang rela menjual imannya demi sesuap nasi? Benarkah mereka yang menjadi Kristen hanya karena ekonomi, dan bukan karena benar-benar menerima Isa Al-Masih sebagai satu-satunya Juruselamat?

Hak Orang Miskin Menurut Al-Quran

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Sulit untuk mengerti bahwa orang Islam mau berpaling ke Kristen. Sebab Al-Quran mencatat beberapa hak istimewa bagi orang Islam yang miskin. Di antara keistimewaan yang dicatat Al-Quran terdapat dalam Qs 58:12, Ketika Muhammad di Medina, ada orang yang mau berbicara khusus dengannya. Muhammad menasihati, mereka wajib memberi sedekah pada orang miskin sebelum berbicara dengannya. Selain itu, bagi mereka yang tidak dapat menjalankan puasa harus membayar “fidyah”. Yaitu  memberi makan orang miskin (Qs 2:184).

Sedangkan bagi mereka yang “kafarat” atau yang melanggar sumpah, wajib memberi makan sepuluh orang miskin (Qs 5:89). Bahkan dalam urusan ketidak-sanggupan menahan hubungan suami istri saat berpuasa, wajib memberi makan sebanyak enam puluh orang miskin (Qs 58:4). Terakhir, rampasan dari hasil perang jihad juga diperuntukkan bagi orang miskin (Qs 8:41; 59:7). Selain hak yang diterima orang miskin tersebut, ada hak yang lebih istimewa lagi.  Yaitu hak anak yatim untuk menerima warisan dari umat Muslim lainnya yang dapat dimakan oleh orang miskin, “barang siapa miskin, maka bolehlah ia makan harta itu menurut yang patut” (Qs 4:6-8).

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus bertanya, mungkinkah seseorang rela menjual imannya demi sesuap nasi? Memang ada seperti itu! Orang-orang Kristen ada kalanya mendatangi orang-orang Islam yang miskin dan lemah imannya. Mereka mengiming-imingi sesuatu yang akan di terima jika mau ikut ke gereja. Pernah saya dengar dari tetangga yang mempunyai orang tua beragama Kristen, yang sebelumnya beliau adalah seorang Muslim. Tetangga saya ini membujuk orang tuanya untuk masuk Islam, agar ketika orang tua tetangga saya itu meninggal, akan ada yang mengurusnya karena tidak ada anak-anaknya yang beragama Kristen. Orang tua tetangga saya itu berkata bahwa dirinya tidak mau masuk Islam, karena selama menjadi Kristen, orang tua tetangga saya ini setiap bulannya memperoleh 300 ribu dari gereja. Itulah fakta lapangan yang saya temukan. Orang-orang Kristen juga terkadang membujuk anak-anak Muslim yang miskin dan lemah iman. Mereka berjanji akan membiayai pendidikan, membelikan baju-baju bagus, sepatu, dan uang jajan. Hal seperti itu juga sering terjadi. Jadi memang ada orang-orang Islam yang menjual imannya demi isi perutnya. Dan gereja pun tidak peduli dengan motivasi apa seseorang masuk Kristen. Yang penting bagi mereka jumlah orang Kristen menjadi semakin bertambah banyak.

Orang Kristen Miskin Wajib Memberi Sedekah

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Melihat beberapa hak istimewa yang diterima oleh orang miskin di atas, masihkah ada orang miskin yang rela meninggalkan Islam? Dari sekian ayat Al-Quran yang berbicara tentang orang miskin, tidak satu pun dari ayat tersebut yang bicara tentang kewajiban orang miskin membayar zakat. Sebaliknya, orang-orang miskin berhak atas zakat Muslim lainnya. Hal ini sangat kontras dengan apa yang diajarkan Isa Al-Masih dalam Injil. Walau Injil mengingatkan untuk selalu membantu orang miskin (Injil, Surat Yakobus 2:14-17). Tetapi orang miskin juga diwajibkan memberi sedekah.

Jawaban Saya: Ada perbedaan antara zakat dan sedekah dalam Islam yang sepertinya belum diketahui oleh kafir Kristen pemuja Yesus. Zakat adalah kewajiban mengeluarkan harta tertentu dengan syarat, alokasi dan waktu tertentu. Adapun sedekah atau shadaqah adalah mengeluarkan harta di jalan Allah tanpa ketentuan-ketentuan seperti yang ada dalam zakat. Zakat pun ada yang namanya zakat mal dan zakat fitrah. Untuk zakat mal mungkin orang miskin belum memiliki kewajiban untuk mengeluarkannya, tetapi untuk zakat fitrah saya rasa berbeda. Karena orang yang wajib membayar zakat fitrah adalah mereka yang memiliki kelebihan makanan di luar kebutuhannya ketika hari raya, sekalipun dia bukan orang kaya yang memiliki kelebihan harta. Jadi orang miskin pun memiliki kewajiban untuk mengeluarkan zakat fitrah. Sekarang masalah sedekah. Sedekah dalam Islam sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan kaya atau miskin. Orang kaya atau miskin dapat bersedekah tentu dengan kadar kesanggupan masing-masing. Bahkan dalam hadits shahih, Rasulullah SAW tidak membatasi sedekah hanya dari harta. Sedekah dapat dilakukan dengan mengucap kalimat tasbih, takbir dan tahmid, sehingga orang miskin yang tidak memiliki uang sepeser pun dapat bersedekah. Perhatikan hadits di bawah ini:

"Bukankah Allah telah menjadikan berbagai macam cara kepada kalian untuk bersedekah? Setiap kalimat tasbih adalah sedekah, setiap kalimat takbir adalah sedekah, setiap kalimat tahmid adalah sedekah, setiap kalimat tahlil adalah sedekah, amar ma'ruf nahi munkar adalah sedekah, bahkan pada kemaluan seorang dari kalian pun terdapat sedekah." (Shahih Muslim: 1674)

Orang Miskin Dalam Injil

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Suatu hari, ketika Isa Al-Masih berada di rumah Allah, Dia memperhatikan bagaimana jemaat memberi sedekah. Isa Al-Masih melihat seorang janda miskin memberi sedekah sebesar satu duit, atau senilai harga makanannya satu hari penuh. Kemudian, Isa Al-Masih berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti sedekah” (Injil, Rasul Markus 12:43). Dengan kata lain, setiap pengikut Isa Al-Masih, baik kaya maupun miskin, wajib memberi sedekah. Dengan membaca penjelasan di atas, masihkah orang miskin tertarik menjadi Kristen?

Jawaban Saya: Seperti yang sudah saya jelaskan, Islam tidak melarang orang miskin untuk tetap dapat bersedekah. Dalam Islam sedekah justru memiliki makna lebih luas. Kafir Kristen pemuja Yesus saja yang tidak mengerti apa itu zakat dan apa itu sedekah dalam Islam, sehingga kemudian membandingkan zakat dalam Islam dengan sedekah dalam Kristen. Itu perbandingan yang tidak tepat. Jika mereka mau adil, bandingkanlah sedekah dalam Kristen dengan sedekah dalam Islam, bukan dengan zakat. Karena tidak ada zakat dalam Kristen.

Sedekah Dan Ucapan Syukur

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Menurut Al-Quran, tujuan bersedekah supaya “Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu” (Qs 2:271). Sebaliknya menurut  ajaran Isa Al-Masih, bersedekah bukan untuk menghapus kesalahan. Bersedekah adalah bentuk ucapan syukur atas keselamatan yang diterima. Keselamatan ini lebih bernilai dari apa yang ada padanya, sekalipun ia hanya mempunyai “satu duit.”

Bila bersedekah bertujuan untuk menghapus kesalahan, alangkah sedihnya orang miskin yang tidak bersedekah, karena kurang mendapatkan penghapusan atas kesalahan-kesalahannya.

“Dan tidak ada seorang pun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan” (Qs 19:71) Mungkinkah ayat ini ditujukan hanya bagi umat Muslim yang miskin?

Jawaban Saya: Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Al Baqarah: 271)

Sedekah dalam Islam tidak harus dilakukan dengan harta. Sedekah dapat dilakukan dengan mengucap kalimat tasbih, takbir dan tahmid, sehingga orang miskin yang tidak memiliki uang sepeser pun dapat bersedekah. Oleh karena itu orang miskin dalam Islam tetap dapat memperoleh penghapusan dosa dari Allah SWT melalui pahala sedekah. Lagi pula bukan hanya sedekah saja yang Allah SWT memberi pahala dengan penghapusan dosa. Ada banyak amal-amal dalam Islam yang jika dilakukan akan menghapus dosa atau kesalahan-kesalahan. Salah satunya adalah shalat lima waktu sebagaimana dalam hadits shahih Rasulullah SAW bersabda:

"Bagaimana pendapat kalian seandainya ada sungai di depan pintu rumah salah seorang dari kalian, lalu dia mandi lima kali setiap hari? Apakah kalian menganggap masih akan ada kotoran (daki) yang tersisa padanya?" Para sahabat menjawab, "Tidak akan ada yang tersisa sedikit pun kotoran padanya." Lalu beliau bersabda: "Seperti itu pula dengan shalat lima waktu, dengannya Allah akan menghapus semua kesalahan." (Shahih Bukhari: 497)

Dan tidak ada seorangpun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan (Maryam: 71). Ayat ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan topik yang kita bicarakan. Makna dari “mendatangi” pada ayat tersebut adalah melintasi atau melewati, bukan memasuki seperti yang sering dikatakan oleh kafir Kristen pemuja Yesus. Dalam hadits Shahih Muslim: 267 disebutkan bahwa kelak di akhirat nanti Allah SWT akan membentangkan shirath di atas neraka. Untuk masuk surga, semua orang-orang beriman baik dia kaya atau dia miskin, akan melintasi atau melewati shirath tersebut. Kemudian Allah SWT akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa sesuai amal perbuatan mereka masing-masing, sementara itu orang-orang fasik dan pelaku maksiat dibiarkan oleh Allah SWT jatuh masuk ke dalam neraka. 

Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan bahwa sedekah dalam Kristen adalah bentuk ucapan syukur atas keselamatan yang diterima. Tetapi ayatnya mana? Mengapa kafir Kristen pemuja Yesus tidak menuliskannya?

Yang Kaya Menjadi Miskin Supaya yang Miskin Menjadi Kaya

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: “Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin [menderita tersalib], sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya” (Injil, II Korintus 8:9). Isa Al-Masih rela menjadi miskin dan mati di kayu salib untuk menyelamatkan manusia.  Satu-satunya jalan untuk orang miskin menjadi kaya dalam dunia akhirat ialah dengan menerima Sang Juruselamat!

Jawaban Saya: Kaya yang di maksud dalam 2 Korintus 8:9 adalah kiasan, bukan kaya dalam arti memiliki banyak harta. Ayat yang dikutip kafir Kristen pemuja Yesus tersebut sama sekali tidak ada hubungannya dengan sedekah.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Muhammad, Isa Al-Masih, Dan Orang Miskin"

Post a Comment

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik, seperti menjawab atau menyanggah isi postingan. Komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.