Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Mengapa Isa Dinaikkan ke Sorga, Tapi Muhammad Dimakamkan?

Dalam kehidupan berkeluarga, sering kali kita mendengar perkataan-perkataan yang menanyakan keberadaan masing-masing anggota keluarga kita. Seperti keponakan saya, Sam, yang berumur enam tahun, sepulang sekolah, hampir setiap hari ia menanyakan kepada pengasuhnya, “Mana Ibu?”, “Mana Bapak?” atau “Mana Kakak?” Jika ia tidak mendapatkan jawaban, ia akan terus bertanya. Pertanyaan-pertanyaan tersebut membuat saya berpikir tentang keberadaan Isa Al-Masih dan Muhammad. Jika kita mengganti pertanyaan-pertanyaan di atas dengan: “Mana Isa Al-Masih?” atau ”Mana Muhammad?” Jawabannya adalah, “Isa ada di sorga!” Sementara Muhammad, “Ia sudah meninggal, ia ada di kuburan!” Alkitab dan Al-Quran pun sepakat dengan jawaban ini.

Isa Al-Masih Naik ke Surga

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Alkitab mengatakan, empat puluh hari setelah kebangkitan-Nya, Isa naik dan terangkat ke sorga. “. . . terangkatlah Ia . . . dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka [murid-Nya]” (Injil, Kisah Para Rasul 1:9). Peristiwa tersebut terjadi di bukit Zaitun, dekat kota Yerusalem. Para murid-Nya turut menyaksikan kenaikan Isa dengan mata kepala mereka sendiri. Mereka pun tercengang menyaksikan peristiwa tersebut. Al-Quran juga mencatat tentang kenaikan Isa Al-Masih ke sorga. Qs 3:55 mengatakan dari salib-Nya, Dia diangkat ke sorga.

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan bahwa Ali 'Imran: 55 menyatakan Nabi Isa AS di angkat ke sorga dari salib. Itu tidak benar. Karena Al-Qur’an justru membantah di salib dan terbunuhnya Nabi Isa AS. Yang mati terbunuh di kayu salib bukanlah Nabi Isa AS, melainkan orang lain yang wajahnya diserupakan dengan wajah Nabi Isa AS. Sedangkan Nabi Isa AS selamat dengan cara di angkat Allah SWT ke langit. Sebagaimana Allah SWT nyatakan dalam Al-Qur’an; dan karena ucapan mereka: "Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka (An Nisaa': 157). Ayat tersebut sekaligus menjadi jawaban dari pertanyaan kafir Kristen pemuja Yesus, mengapa Nabi Isa AS dinaikkan ke langit, yaitu untuk menyelamatkan Nabi Isa AS usaha pembunuhan orang-orang kafir.

(Ingatlah), ketika Allah berfirman: "Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan diantaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya." (Ali 'Imran: 55)

Izqolallahu ya'Isa Inni mutawaffika warofi'uka, Artinya adalah ”Ketika Allah berkata: “Wahai 'Isa, Sesungguhnya Aku akan mewafatkanmu dan akan mengangkat kamu kepada-Ku”. Qotadah dan ulama lainnya berkata, “ini merupakan kalimat dalam bentuk muqaddam dan muakhkhar (yaitu bentuk kalimat yang mendahulukan apa yang seharusnya ada di akhir, dan mengakhirkan kalimat yang seharusnya didahulukan). Kedudukan sebenarnya adalah Aku mengangkatmu kepada-Ku dan mewafatkanmu setelah itu. Mayoritas ulama berpendapat bahwa yang dimaksud kematian pada ayat tersebut adalah tidur, sebagaimana Al-Qur’an juga menggunakan kata “Tawaffa” dalam ayat Wahualladzi yatawaffakum billayli (Dialah yang memegang/menidurkan kamu di malam hari [Al-An’aam: 60]) dan ayat-ayat lainnya.

Jadi, kata “Tawaffa” dalam Al-Qur’an tidak selalu bermakna mati dalam arti sesungguhnya, namun juga berarti memegang atau menidurkan. Sekali pun kata “Tawaffa” dalam Ali ‘Imran: 55 diartikan mati atau wafat dalam arti yang sesungguhnya, tetap saja kafir Kristen pemuja Yesus tidak dapat menjadikannya sebagai dalil matinya Nabi Isa AS di kayu salib. Itu karena dalam ayat lainnya Allah SWT telah menyatakan Nabi Isa AS tidak mati di bunuh dan tidak disalibkan (An Nisaa': 157). Makna dari mati atau wafatnya Nabi Isa AS, jika kata “Tawaffa” dalam Ali ‘Imran: 55 diartikan mati atau wafat dalam arti yang sesungguhnya, adalah kematian atau kewafatan Nabi Isa AS secara wajar, yang terjadi setelah Nabi Isa AS diselamatkan oleh Allah SWT dari upaya pembunuhan dan penyaliban orang-orang Yahudi atau kematian atau kewafatan Nabi Isa AS setelah kedatangannya kelak di akhir zaman.

Kuburan Muhammad Ada di Tanah Arab

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Mengenai Muhammad, dari catatan-catatan Islam, ia wafat tahun 632. Menurut Hadits Bukhari 3.786, ia jatuh sakit setelah memakan daging kambing asap yang sebelumnya telah diracuni oleh orang-orang Yahudi yang membencinya. Berdasarkan Hadits Ibn Sa'd, halaman 263, ia berdoa kepada Allah untuk meminta kesembuhan. '“Sesungguhnya selama dia sakit, sang Nabi melafalkan "al-Mu'awwadhatayn" [Sura 113, dan 114], dan meniupkan udara ke atas tubuhnya sambil menggosok-gosok wajahnya. [Ini adalah usaha untuk sembuh]. Ya, kesembuhan ada di tangan Allah yang Maha Kuasa. Begitu pula dengan ajal manusia.  Muhammad hanyalah manusia biasa. Ia pernah berkata, “Demi Allah, walaupun saya Rasul Allah, saya tidak tahu apa yang Allah akan berbuat dengan saya” (Hadits, 5:266). Nabi umat Islam ini dimakamkan di Al-Masjid al-Nabawi, kota Madinah, tanah Arab.

Jawaban Saya: Tidak benar apa yang dikatakan oleh kafir Kristen pemuja Yesus bahwa Nabi Muhammad SAW wafat akibat memakan daging kambing yang telah dibubuhi racun. Nabi Muhammad SAW memang sempat mengunyah daging beracun tersebut, tetapi kemudian beliau memuntahkannya setelah daging kambing yang beliau makan berkata bahwa dirinya beracun. Sebagian sahabat yang makan bersama Nabi Muhammad SAW langsung meninggal di tempat setelah memakannya. Sedangkan Nabi Muhammad SAW masih hidup kurang lebih empat tahun setelah peristiwa tersebut terjadi. Nabi Muhammad SAW wafat dengan wajar setelah beberapa hari sakit. Riwayat tersebut terdapat dalam hadits shahih berikut ini;

Jabir bin Abdullah Radliyallahu'anhu menceritakan; Seorang wanita Yahudi penduduk Khaibar membubuhi racun pada daging kambing panggang dan menghadiahkannya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Nabi mengambil daging tulang hastanya dan memakannya, dan sebagian sahabatnya juga ikut makan bersamanya. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam kontan berkata kepada mereka: " Angkatlah tangan kalian." Kemudian beliau mengutus seseorang untuk menangkap wanita Yahudi tadi dan menginterogasi: "Kamu melumuri kambing tadi dengan racun?" Ia menjawab; "Ya, benar. " Si wanita bertanya; "Siapa gerangan yang memberitahukan kepada baginda?" Nabi menjawab: "Yang memberitahuku adalah yang ada di tanganku ini, " -maksudnya tulang sampil--Perempuan itu berkata, "Betul, memang kububuhi racun, " beliau bertanya, " Apa maksudmu melakukan hal itu?" ia menjawab, "Aku hanya ingin membuktikan, jika seorang Nabi niscaya tidak mencelakainya dan jikalau bukan, kami terbebas darinya. " Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memaafkannya dengan tidak menghukumnya, sedang sebagian sahabat lain yang memakan daging kambing tersebut meninggal dunia. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berbekam pada bagian atas punggung untuk menghilangkan racun yang dimakannya dari daging kambing tersebut. Beliau dibekam oleh Abu Hind, maula Bani Bayadhah, dengan tanduk dan parang, ia dari Bani Tsumamah yaitu daerah bagian dari kaum Anshar. " (Sunan Darimi: 68)

Nabi Muhammad SAW memang hanya manusia biasa, itulah sebabnya mengapa beliau dapat meninggal dunia, tidak jauh berbeda dengan manusia lainnya, termasuk Nabi Isa AS sekalipun. Nabi Isa AS memang telah diselamatkan Allah SWT dengan cara di angkat ke langit, tetapi tidak akan selamanya Nabi Isa AS hidup di langit. Beliau kelak di akhir zaman akan turun kembali ke dunia untuk menghancurkan salib, membunuh Dajjal, hidup empat puluh tahun di dunia dan meninggal sebagai seorang Muslim. Perhatikan hadits shahih berikut ini;

Dari Abu Hurairah bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak ada Nabi antara aku dan dia -maksudnya Isa-. Sungguh, kelak ia akan turun, jika kalian melihatnya maka kenalilah. Ia adalah seorang laki-laki yang sedang (tidak tinggi ataupun pendek), berkulit merah keputih-putihan, mengenakan kain berwarna kekuningan. Seakan rambut kepala menetes meski tidak basah. Ia akan memerangi manusia hingga mereka masuk ke dalam Islam, ia memecahkan salib, membunuh babi dan membebaskan jizyah (pajak). Pada masanya Allah akan membinasakan semua agama selain Islam, Isa akan membunuh Dajjal, dan akan tinggal di dunia selama empat puluh tahun. Setelah itu ia meninggal dan kaum muslimin menshalatinya." (Sunan Abu Daud: 3766)

Isa Al-Masih Hidup Selamanya

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Isa Al-Masih tidak ada di kuburan. Ia ada di sorga! Ia memang pernah mati dan dikuburkan. Tetapi, pada hari yang ketiga, Isa bangkit dari antara orang mati. Kematian-Nya adalah bagian dari rencana penebusan umat manusia dari hukuman dosa. Tetapi, Isa adalah Tuhan! Menurut Kitab Allah Ia bangkit dari kubur dan membuktikan kemenangan atas kuasa maut.  “Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?... ” (Injil, Surat 1 Korintus 15:55). Alkitab mencatat, tidak akan ada kematian yang kedua kali bagi-Nya. Isa hidup selamanya! (Injil, Surat Ibrani 7:24). Ia akan datang untuk kedua kalinya untuk membawa semua umat yang percaya kepada-Nya ke sorga. Ia menginginkan mereka tinggal bersama-Nya, selamanya, di tempat-tempat yang telah Ia sediakan (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:1-3).

Jawaban Saya: Ya, untuk saat ini Nabi Isa AS memang tidak ada di kuburan, beliau berada di langit, tetapi itu bukan untuk selamanya. Nabi Isa AS kelak akan kembali ke dunia. Wafat dan di kubur di dunia setelah beliau hidup empat puluh tahun, baca kembali hadits shahih dari Sunan Abu Daud: 3766 yang saya kutip di atas. Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan bahwa Yesus memang pernah mati dan dikuburkan, tetapi pada hari ketika dia bangkit. Jika Yesus memang Tuhan seperti yang mereka katakan, dia tidak akan pernah mati dan hidup abadi selama-lamanya. Kematian Yesus adalah bukti bahwa dia bukanlah tuhan sesungguhnya. Yesus hanyalah manusia biasa yang di pertuhan oleh orang-orang sesat. Dalam Injil Kristen memang dikatakan Yesus bangkit dari kubur, tetapi bukan hanya Yesus yang bangkit dari kubur pada waktu itu, orang-orang kudus juga bangkit dari kubur (Matius 27:52). Kafir Kristen pemuja Yesus menganggap diri mereka umatnya Yesus, padahal kelak setelah Yesus turun ke dunia, dia akan mengusir orang-orang Kristen (Matius 7:21-23).

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Mengapa Isa Dinaikkan ke Sorga, Tapi Muhammad Dimakamkan?"

Post a Comment

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik, seperti menjawab atau menyanggah isi postingan. Komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.