Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Mengapa Isa Al-Masih Tidak Membutuhkan Gelar Alaihi Salam?

Agama Islam menghormati Isa Al-Masih dengan memberinya gelar alaihi salam/a.s. Makna alaihi salam ialah semoga keselamatan dilimpahkan kepadanya. Sebagaimana tertulis dalam Al-Quran “Dan kesejahteraan dilimpahkan atas para rasul” (Qs 37:181). Gelar ini juga untuk para nabi, rasul dan malaikat. Tahukah Anda, Isa Al-Masih tidak membutuhkan gelar itu!? Penjelasan di bawah ini menjawab pertanyaan judul di atas.

Isa Al-Masih Di Sorga Sebelum Kelahiran-Nya

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Injil Allah menegaskan bahwa Isa Al-Masih “. . . adalah Firman [Kalimat Allah]; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1). Dalam The Noble Quran, Dr. M.Taqi-ud-Din Al-Hilali, menterjemahkan“. . . The Messiah 'Iesa (Jesus), . . . a Messenger of Allah and His Word”Artinya“. . . Mesias, Isa, (Yesus)     . . . seorang Utusan Allah dan Firman-Nya [Kalimat-Nya], . . .”(Qs 4:171). Pakar Islam, Sheikh Mohyi Addin Al-Araby, menegaskan “Firman itu . . . sama seperti Ke-Allah-an dan bukan yang lainnya.”

Isa Al-Masih adalah Kalimat Allah yang kekal di sorga, maka tidak membutuhkan gelar alaihi salam bukan?

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus masih saja gagal paham mengenai sebuatan kalamullah atau firman Allah untuk Nabi Isa AS. Nabi Isa AS memang adalah kalamullah atau firman Allah, hal tersebut dengan sangat gamblang disebutkan Al-Qur’an. Walaupun tanpa mengutip pendapat orang yang mereka sebut pakar Islam, umat Islam mengakui Nabi Isa AS adalah kalamullah atau firman Allah. Apakah karena Nabi Isa AS adalah kalamullah atau firman Allah kemudian boleh dijadikan sesembahan selain Allah? Pertanyaan itu yang harus di jawab. Yang harus menjadi perhatian, konsep kalamullah untuk Nabi Isa AS dalam Al-Qur’an dengan firman Allah untuk Yesus dalam Perjanjian Baru, itu sangatlah jauh berbeda. Masalah inilah yang hingga kini tidak pernah mau di pahami oleh kafir Kristen pemuja Yesus. Mereka menyamakan kalamullah untuk Nabi Isa AS dalam Al-Qur’an dengan firman Allah untuk Yesus dalam Perjanjian Baru, padahal keduanya memiliki perbedaan. Jika firman dalam Perjanjian Baru dinyatakan sebagai Allah (Yohanes 1:1), Al-Qur’an tidak pernah menyatakan kalamullah atau firman Allah adalah Allah. Allah itu Dzat sementara kalam itu sifat-Nya. Umat Islam menyembah Dzat-Nya bukan menyembah sifat-Nya.

Dari perbedaan tersebut muncul kesimpulan yang berbeda pula. Kafir Kristen menganggap Yesus adalah Allah karena Yesus adalah firman, sedangkan firman adalah Allah. Sementara itu, umat Islam tidak pernah menganggap Nabi Isa AS adalah Allah, karena Nabi Isa AS walaupun di sebut kalamullah atau firman Allah, tetapi kalamullah atau firman Allah bukanlah Allah. Kesimpulan umat Islam yang menganggap Nabi Isa AS bukan Allah, di dukung oleh banyak sekali ayat-ayat Al-Qur’an, di antaranya; Allah SWT menyebut kafir orang-orang yang menganggap Nabi Isa AS adalah Allah (Al-Maa’idah: 17,72), Allah SWT membantah konsep Trinitas (An-Nisaa’:171), Nabi Isa membantah dirinya adalah Tuhan (Al-Maa’idah:116), Nabi Isa AS menyatakan bahwa dirinya hanyalah hamba Allah SWT (Maryam: 30), penciptaan Nabi Isa AS tidak jauh berbeda dengan penciptaan Adam (Ali-'Imran: 59). Sementara itu, tidak ada satu pun ayat Al-Qur’an yang mendukung ketuhanan Yesus.

Sesungguhnya Isa Al-Masih itu hanyalah seorang hamba Allah SWT dan makhluk yang diciptakan-Nya. Allah berfirman kepadanya, "Jadilah kamu," maka jadilah dia. Isa Al-Masih hanyalah utusan-Nya dan kalimat-Nya yang Allah sampaikan kepada Maryam. Isa Al-Masih dipanggil  “Kalimatullah” disebabkan oleh proses kejadian ‘Isa AS sendiri yang diciptakan dengan kalimat “kun” (jadilah) tanpa proses hubungan biologis pria dan wanita sebagaimana manusia lainnya. Proses kejadian ‘Isa adalah sama seperti kejadian Adam yang tiada berbapa atau beribu, sebagaimana firman Allah dalam Ali Imran: 59.

Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan bahwa Isa Al-Masih tidak membutuhkan gelar alaihi salam. Tetapi dalam Al-Qur’an Nabi Isa AS berdoa untuk kesejahteraan diri; Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali." (Maryam: 33)

Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan bahwa Yesus tidak perlu di doakan keselamatan, padahal Injil sendiri menyebutkan Yesus di doakan. Ayatnya ada di bawah ini:

Mereka mengambil daun-daun palem, dan pergi menyongsong Isa Al Masih sambil berseru-seru: “Hosana! DIBERKATILAH DIA yang datang dalam nama Tuhan, Raja Israel!(Yohanes 12:13).

Hosana dalam kata Ibrani berarti: Berilah kiranya keselamatan, kami berdoa. Jadi Yesus juga di doakan agar dirinya selamat. Jika kita menggunakan logika kafir Kristen pemuja Yesus bahwa yang di doakan agar selamat belum pasti selamat, maka Yesus dapat dikatakan belum pasti selamat. Kalau Yesus belum pasti selamat, bagaimana mungkin dia bisa menyelamatkan manusia?

Isa Al-Masih Hidup Suci

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Ketika turun ke dunia, Kalimat Allah/Isa Al-Masih menjadi manusia yang suci. Tepatlah Al-Quran menuliskan bahwa Isa adalah “. . . anak laki- laki yang suci” (Qs 19:19). Isa Al-Masih “. . . tidak berbuat kekerasan dan tipu tidak ada dalam mulutnya” (Kitab Nabi Besar Yesaya 53:9). Jadi kesucian Isa Al-Masih membuktikan keilahian dan kekekalan-Nya di sorga. Maka Ia tidak perlu didoakan supaya selamat.

Jawaban Saya: Al-Qur’an memang menyebut Nabi Isa AS sebagai anak laki-laki yang suci (Maryam: 19), tetapi itu bukan alasan untuk menjadikannya Tuhan. Karena pada ayat lainnya, Al-Qur’an juga menyebut Nabi Yahya AS sebagai anak yang suci dari dosa. Jadi bukan sesuatu yang istimewa Al-Qur’an menyebut Nabi Isa AS anak laki-laki yang suci. Jika kafir Kristen pemuja Yesus menjadikan Yesus sebagai Tuhan karena dia suci, harusnya Nabi Yahya AS juga mereka sembah sebagai Tuhan.

Hai Yahya, ambillah Al Kitab (Taurat) itu dengan sungguh-sungguh. Dan kami berikan kepadanya hikmah selagi ia masih kanak-kanak, dan rasa belas kasihan yang mendalam dari sisi Kami dan kesucian (dari dosa). Dan ia adalah seorang yang bertakwa, (Maryam: 12-13)

Kuasa Isa Al-Masih Sama Dengan Allah

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Isa Al-Masih, Kalimat Allah “. . . telah turun dari sorga, . . .”(Injil, Rasul Besar Yohanes 3:13) untuk melaksanakan rencana Allah. Yaitu menyelamatkan manusia dari hukuman kekal dosa melalui penyaliban, kebangkitan dan kenaikan-Nya kembali ke sorga. Ketika menjadi manusia, Allah memberi nama Kalimat-Nya itu Yesus [Isa] artinya Tuhan menyelamatkan. “ . . ., karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka” (Injil, Rasul Besar Matius 1:21). Karena itulah, Ia berfirman “Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia [Isa Al-Masih] berkuasa mengampuni dosa . . .” (Injil, Rasul Besar Matius 9:6). Isa rela mati disalib untuk menanggung hukuman dosa manusia. “. . . supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya[Isa Al-Masih] tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal [di sorga]” (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:16). Jika Isa Al-Masih adalah kalimat Allah, dan berkuasa menyelamatkan manusia dari hukuman neraka, maka makna alaihi salam tidak dibutuhkan, bukan?

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus mengutip ayat dalam Injil Kristen; Tidak ada seorang pun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia (Yohanes 3:13). Pengarang Injil Yohanes mengatakan dalam Injil yang dia karang bahwa hanya Yesus yang telah naik ke sorga. Rupanya dia tidak pernah membaca Bible hingga tidak tahu kalau ada orang lain selain Yesus yang telah naik ke sorga. Karena dalam Bible Perjanjian Lama, Elia juga naik ke Sorga dengan kereta berapi. Duh...malunya...  

Sedang mereka berjalan terus sambil berkata-kata, tiba-tiba datanglah kereta berapi dengan kuda berapi memisahkan keduanya, lalu naiklah Elia ke sorga dalam angin badai. (2Raja-Raja 2:11) 

Dalam Injil Kristen Yesus berkata, Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa"  —  lalu berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu  — : "Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!" (Matius 9:6). Yesus menyatakan bahwa dirinya berkuasa mengampuni dosa, bukan berarti Yesus dapat mengampuni perbuatan dosa sebagaimana Tuhan mengampuni dosa manusia. Kuasa mengampuni dosa yang dimaksud oleh Yesus adalah kuasa Yesus yang dapat menyembuhkan penyakit. Karena pada masa itu bangsa Israel meyakini bahwa penyakit timbul akibat dosa yang dilakukan manusia. Oleh sebab itu setelah Yesus mengatakan dirinya berkuasa mengampuni dosa, dia membuktikannya dengan menyembuhkan orang lumpuh.  

Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan bahwa Yesus dengan rela mati disalib untuk menanggung hukuman dosa manusia. Ketika sekarat di atas salib dan mau mati, dengan suara keras Yesus berkata; "Eli, Eli, lama sabakhtani?" Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? (Matius 27:46). Apakah itu kata-kata terakhir orang yang katanya rela mati di salib? Sepertinya tidak mungkin!


Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan bahwa Yesus menjamin pemujanya hidup kekal di sorga, tetapi di mana ayatnya? Yesus sama sekali tidak dapat menjamin keselamatan. Yang dilakukan oleh Yesus hanya dapat menyiapkan surga (Yohanes 14:2), bukan untuk menjamin pemujanya masuk surga (Matius 20:23). Yesus menyiapkan rumah di surga hanya untuk 144 ribu bangsa Israel (Wahyu 7:4), itu artinya hanya 144 ribu dari bangsa Israel yang mendengar dan melakukan perkataan Yesus (Lukas 6:47) yang akan masuk surga. Jadi bagi kafir Kristen pemuja Yesus yang hanya mendengar perkataan Yesus tetapi tidak melakukannya, apalagi kalau anda bukan dari bangsa Israel seperti kafir Kristen, bersiaplah kalian untuk gigit jari.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Mengapa Isa Al-Masih Tidak Membutuhkan Gelar Alaihi Salam?"

Post a Comment

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik, seperti menjawab atau menyanggah isi postingan. Komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.