Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Kenapa Para Mukmin Takut Mati?

Umumnya orang takut mati. Mereka tidak mau terpisah dari sanak saudara dan dunia yang sudah lama mereka diami. Tetapi ini lain dari “takut” mati. Orang Islam takut mati. Walau menurut pengakuannya, “Islam adalah agama yang terbaik.” Sayangnya, agamanya tidak melepaskan mereka dari takut mati. Kenapa Muslim takut mati?

Nabi Islam Sendiri Tidak Yakin Masuk Sorga

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Dalam Qs 46:9, yang berhubungan dengan kematian, nabi Islam berkata, “. . . aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu . . .” Bisa jadi Mukmin takut mati karena nabinya sendiri tidak yakin akan masuk sorga!

Doa yang lazim di kalangan Muslim adalah “Shalawat Nabi.” Berulang kali umat Islam memanjatkannya agar Muhammad selamat. Para Mukmin bertanya, “Bila nabi saya saja tidak tahu apakah akan masuk sorga atau tidak, bagaimana saya bisa masuk sorga? Kalau nabi saya harus didoakan setiap hari oleh jutaan umat Islam supaya selamat, bagaimana mungkin saya sendiri akan selamat?”

Jawaban Saya: Firman Allah SWT, Katakanlah: "Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu. Aku tidak lain hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku dan aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan." (Al Ahqaaf: 9).

Tidak ada hubungan antara ayat di atas dengan kematian seperti yang dikatakan oleh kafir Kristen pemuja Yesus. Ketidaktahuan Nabi yang di maksud dalam Al Ahqaaf: 9 adalah ketidaktahuan atas nasib beliau di dunia, apakah beliau akan di usir atau akan di bunuh oleh orang-orang kafir. Mengenai nasib Nabi Muhammad SAW di akhirat sudah dapat dipastikan tempat kembali Rasulullah SAW adalah surga, karena Allah SWT telah melimpahkan rahmat-Nya kepada beliau. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW di dalam hadits shahih;

Telah menceritakan kepada kami Adam telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Dzi`b dari Sa'id Al Maqburi dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Salah seorang dari kalian tidak akan dapat diselamatkan oleh amalnya, " maka para sahabat bertanya; 'Tidak juga dengan engkau wahai Rasulullah? ' Beliau menjawab: 'Tidak juga saya, hanya saja Allah telah melimpahkan rahmat-Nya kepadaku. Maka beramallah kalian sesuai sunnah dan berlakulah dengan imbang, berangkatlah di pagi hari dan berangkatlah di sore hari, dan (lakukanlah) sedikit waktu (untuk shalat) di malam hari, niat dan niat maka kalian akan sampai." (Shahih Bukhari 5982).

Umatnya pun di jamin pasti masuk surga, selagi mereka beriman kepada Allah SWT dengan keimanan yang benar dan taat kepada Allah SWT dan Rasul-Nya, Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Sinan telah menceritakan kepada kami Fulaih telah menceritakan kepada kami Hilal bin Ali dari 'Atha bin Yasar dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Setiap umatku masuk surga selain yang enggan, " Para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, lantas siapa yang enggan?" Nabi menjawab: "Siapa yang taat kepadaku masuk surga dan siapa yang membangkang aku berarti ia enggan." (Shahih Bukhari: 6737). Lebih jelasnya anda dapat membaca tafsir Ibnu Katsir.

Firman Allah SWT, Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. (Al Ahzab: 56)

Pertanyaan mengenai shalawat Nabi seharusnya sudah tidak perlu dipertanyakan lagi, karena jawaban tentang hal tersebut telah banyak di jawab oleh saudara-saudara Muslim. Jadi, tinggal bagaimana umat Kristen mau atau tidak mencari jawaban dari pertanyaannya sendiri. Bagi kami sendiri, Shalawat yang selalu kami lakukan bukan bertujuan untuk mendoakan keselamatan Nabi Muhammad SAW, tidak sama sekali. Shalawat yang kami lakukan dimaksudkan sebagai salam penghormatan dan pujian kepada Nabi Muhammad SAW. Shalawat yang kami panjatkan akan kembali kepada kami sepuluh kali lipat, di hapus sepuluh kesalahan dan di angkat sepuluh derajat untuk kami, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW dalam hadits shahih; "Barang siapa bershalawat kepadaku satu kali, maka Allah akan mengucapkan shalawat kepadanya sepuluh kali, dihapuskan darinya sepuluh kesalahan, dan ia diangkat sepuluh derajat untuknya."  (Sunan Nasa'i: 1280).

Shalawat dalam Islam juga tidak pernah dikhususkan kepada Nabi Muhammad SAW saja, tetapi kepada seluruh Nabi dan Rasul Allah SWT lainnya (Ash-Shaaffaat' :181), seperti kepada Nabi Ibrahim AS (Ash-Shaaffaat' :108-109), Musa AS dan Nabi Harun AS (Ash-Shaaffaat':119-120), Nabi Nuh AS (Ash-Shaaffaat':78-79), Nabi Ilyas (Ash-Shaffaat':129-130), Nabi Yahya (Maryam: 12-15) dan Nabi Isa AS (Maryam: 30-33). Bahkan dalam Bibel Perjanjian Baru Yesus juga di Shalawatkan, seperti pada ayat-ayat di bawah ini:

“Dan Aku berkata kepadamu: Mulai sekarang kamu tidak akan melihat aku lagi, hingga kamu berkata:DIBERKATILAH DIA yang datang dalam nama Tuhan!” (Matius 23:39)

“Sesungguhnya rumahmu ini akan ditinggalkan dan menjadi sunyi. Tetapi aku berkata kepadamu: Kamu tidak akan melihat aku lagi hingga pada saat kamu berkata: DIBERKATILAH DIA yang datang dalam nama Tuhan!” (Lukas 13:35)

“Kata mereka: “DIBERKATILAH DIA yang datang sebagai raja dalam nama Tuhan, damai sejahtera di sorga dan kemuliaan di tempat yang maha tinggi!” (Lukas 19:38)

Mereka mengambil daun-daun palem, dan pergi menyongsong Isa Al Masih sambil berseru-seru: “Hosana! DIBERKATILAH DIA yang datang dalam nama Tuhan, Raja Israel!” (Yohanes 12:13).

Hosana dalam kata Ibrani yang berarti: Berilah kiranya keselamatan, kami berdoa. Jadi Yesus juga di doakan agar dirinya selamat. Jika kita menggunakan logika kafir Kristen pemuja Yesus bahwa yang di doakan agar selamat belum pasti selamat, maka Yesus dapat dikatakan belum pasti selamat. Kalau Yesus belum pasti selamat, bagaimana mungkin dia bisa menyelamatkan manusia?


Ayat Al-Quran Menjadikan Mukmin Takut Mati

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: “Itulah satu pernyataan Allah-mu yang tidak terhindarkan dan pasti akan terjadi bahwa setiap [orang Muslim] akan dibawa ke neraka” (Qs. 19:71 – Terjemahan M. Sarwar dari Bahasa Inggris). Karena tidak dapat membaca Bahasa Arab, kebanyakan Muslim tidak tahu ada ayat seperti ini di Al-Quran. Ustadz tidak senang menjelaskannya. Kadang-kadang Ustadz menjawab, “Untuk mengerti ayat ini harus tahu bahasa Arab.” Atau, “Jangan mencurigai isi Al-Quran.”

Qs 19:71 sungguh menjadikan Mukmin takut mati!

Jawaban Saya: Dan tidak ada seorang pun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan(Maryam: 71). Ayat tersebut tidak pernah menjadikan seorang Muslim takut mati. Itu hanyalah tuduhan dan fitnah kafir Kristen pemuja Yesus. Jika kafir Kristen pemuja Yesus berusaha memahami ayat-ayat Al-Qur’an hanya bermodal terjemahan bahasa Inggris, tidak demikian dengan kami. Walaupun tidak semua umat Islam dapat berbahasa Arab, tetapi kami tidak berusaha memahami ayat-ayat Al-Qur’an hanya berdasar terjemahan saja, tetapi juga berdasarkan penjelasan-penjelasan para ulama. menurut para ulama, Makna dari “mendatangi” pada ayat tersebut adalah melintasi atau melewati, bukan memasuki seperti apa yang mereka katakan. Dalilnya terdapat pada hadits shahih di bawah ini;

As Suddi berkata: Aku pernah bertanya kepada Murrah al Hamdany tentang firman Allah "Dan tidak ada seorangpun dari padamu melainkan mendatangi neraka itu." (Maryam: 71) lalu ia menceritakan padaku bahwa Abdullah bin Mas'ud mengisahkan kepada mereka, ia berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Manusia akan mendatangi neraka, kemudian ia melaluinya dikarenakan amalnya, adapun yang paling awal di antara mereka secepat kilat, lalu seperti angin, kemudian seperti larinya kuda, kemudian seperti seorang yang menunggangi tunggangan, kemudian seperti seseorang yang berlari, kemudian seperti (seseorang yang) berjalan." (Sunan Tirmidzi: 3084)

Dalam hadits Shahih Muslim: 267 disebutkan bahwa kelak di akhirat nanti Allah SWT akan membentangkan shirath di atas neraka. Untuk masuk surga, semua manusia –baik dia beriman atau kafir- akan melintasi atau melewati shirath tersebut. Kemudian Allah SWT akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa sesuai amal perbuatan mereka masing-masing, sementara itu orang-orang kafir dan pelaku maksiat dibiarkan oleh Allah SWT jatuh masuk ke dalam neraka. Sebagaimana firman Allah SWT yang menjadi kelanjutan ayat yang di kutip oleh kafir Kristen pemuja Yesus di atas;

“Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut.” (Maryam: 72)

Karena Amalnya Kurang, Mukmin Takut Mati

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Pada hari kiamat amal akan ditimbang. Kalau cukup, mungkin masuk sorga. Ada langkah lagi, harus menyeberang jembatan sirath. Akhirnya, Allah akan mengambil keputusan apakah masuk atau tidak. Karena ragu-ragu akan amalnya, tidak ada Mukmin yang yakin masuk sorga. Alhasil mereka hanya berkata, “mudah-mudahan” atau “belum tahu.” Sehingga, selama di dunia para Mukmin tidak yakin mengenai nasibnya sesudah mati. Satu-satunya cara seorang Muslim dapat yakin masuk sorga ialah dengan mati syahid. Demikian kalau ia meledakkan diri dalam usaha mengalahkan kafir, menurut ajaran banyak pakar Islam, ia akan masuk sorga. Sayang, satu-satunya cara boleh yakin masuk sorga ialah lewat mati syahid.

Jawaban Saya: Memang benar dalam Islam ada yang namanya mizan (timbangan amal) dan sirath. Setiap orang beriman akan di timbang amalnya dan akan melewati sirath. Seseorang yang di timbang amalnya di mizan dan melewati sirath adalah orang-orang yang berpeluang masuk surga. Tidak seperti mereka yang kafir seperti para pemuja Yesus. Mereka sama sekali tidak memiliki peluang untuk masuk surga. Kafir Kristen pemuja Yesus tidak akan di timbang amalnya dan tidak akan melewati sirath, mereka akan langsung dilemparkan ke dalam neraka dan abadi di dalamnya.

Seorang Muslim tidak perlu pesimis atau takut berlebihan tidak akan selamat melalui timbangan amal (mizan) dan sirath. Karena Nabi Muhammad SAW memberikan petunjuk cara untuk memperberat timbangan amal dengan amalan-amalan yang ringan.

Dalam hadits shahih Nabi Muhammad SAW bersabda; "Ada dua perkara yang jika dilakukan oleh orang muslim maka ia masuk surga. Kedua perkara tersebut ringan, namun jarang yang mengamalkannya." Abdullah bin 'Amru melanjutkan, "Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda lagi: 'Shalat lima waktu lalu setiap selesai shalat bertasbih sepuluh kali, bertahmid sepuluh kali, dan bertakbir sepuluh kali. Semua hal tersebut bernilai seratus lima puluh di lisan dan seribu lima ratus di mizan (timbangan amal di akhirat). Aku melihat Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam menghitung dzikir dengan jari-jarinya, lalu bersabda: 'Jika kalian hendak menuju kasur atau tempat tidur, hendaklah bertasbih tiga puluh tiga kali, bertahmid tiga puluh tiga kali, serta bertakbir tiga puluh empat kali, maka hal itu bernilai seratus kali di lisan dan seribu di mizan." (Sunan Nasa'i: 1331)

Di dalam hadits shahih lainnya Nabi Muhammad SAW bersabda; Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa'id telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Fudhail telah menceritakan kepada kami 'Umarah bin Qa'qa' dari Abu Zur'ah dari Abu Hurairah menuturkan; Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Ada dua kalimat yang ringan di lisan, berat di timbangan, dan disukai Arrahman, Subhanallah wabihamdihi dan Subhaanallahul 'azhiim." (Shahih Bukhari: 6188)

Rupanya kafir Kristen pemuja Yesus tidak tahu kalau Nabi Muhammad SAW mengajarkan suatu amalan kepada umatnya untuk memperberat amal di timbangan amal (mizan). Itulah sebabnya mereka berusaha menakut-nakuti umat Islam ketika nanti amalnya di timbang dan harus melewati sirath.

“Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezki.” (Ali 'Imran: 169)

Ayat di atas selain menjadi jawaban bagi ucapan orang-orang munafik yang enggan berperang, juga merupakan kabar gembira kepada orang-orang beriman bahwa Allah SWT akan menempatkan ruh-ruh orang yang mati syahid pada perut seekor burung yang terbang di taman-taman surga sampai hari kiamat. Jihad memang amal yang paling utama dalam Islam, tetapi tidak benar jika hanya jihad satu-satunya jalan supaya dapat masuk surga, seperti dikatakan oleh kafir Kristen pemuja Yesus. Karena di dalam hadits shahih, Rasulullah SAW menyatakan bahwa siapa saja yang beriman kepada Allah SWT, menegakkan shalat, berpuasa di bulan Ramadhan, pasti Allah SWT akan memasukkannya ke dalam surga, baik dia berjihad atau tidak berjihad. Perhatikan hadits shahih di bawah ini:

Telah bercerita kepada kami Yahya bin Shalih telah bercerita kepada kami Fulaih dari Hilal bin 'Ali dari 'Atha' bin asar dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barang siapa yang beriman kepada Allah, menegakkan shalat, berpuasa bulan ramadhan, maka sudah pasti Allah akan memasukkannya ke dalam surga, baik apakah dia berjihad di jalan Allah atau dia hanya duduk tinggal di tempat di mana dia dilahirkan"(Shahih Bukhari: 2581)

Apakah pelaku bom bunuh diri adalah mujahid (orang yang berjihad)? Saya tidak tahu. Karena hanya Allah SWT saja yang mengetahui apakah seseorang benar-benar berjihad di jalan-Nya atau tidak.  Tetapi menurut sebagian besar ulama menyatakan pelaku bom bunuh diri bukanlah mujahid (orang yang berjihad). Mereka berdosa besar karena membunuh diri mereka sendiri.

Tanpa Keselamatan Agama bukan Agama

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Sultan Muhammad Khan dari Afghanistan menulis, “Keselamatan adalah nafas terpenting agama dan pondasi agama.Tanpa keselamatan agama bukan agama.”

Jaminan keselamatan terpenting dalam ajaran agama. Anda ragu-ragu mengenai apa yang terjadi sesudah mati? Ada dua pilihan, neraka atau sorga. Jikalau tidak yakin ke sorga, Anda pasti takut. Al-Quran menjamin para Mukmin ke neraka. Nabi sendiri pun tidak yakin ke sorga. Juga tidak seorang Muslim pun yakin ke sorga. Maka, apa manfaatnya beragama?

Jawaban Saya: Menurut Sultan Muhammad Khan (saya tidak tahu siapa dia, mungkin hanya murtadin palsu) bahwa tanpa keselamatan agama bukan agama. Anggaplah pernyataan Sultan Muhammad Khan ini benar, maka tidak ada halangan bagi siapa pun untuk menganggap Islam sebagai sebuah agama karena dalam Islam terdapat kepastian akan keselamatan. Hanya Islam agama yang benar (Ali 'Imran: 85) dan hanya Islam agama yang di diridhai oleh Allah SWT (Ali 'Imran: 19). Telah bersabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam: "Baru saja datang kepadaku utusan dari Rabbku lalu mengabarkan kepadaku" atau Beliau bersabda: "Telah datang mengabarkan kepadaku bahwa barang siapa yang mati dari ummat ku sedang dia tidak menyekutukan Allah dengan suatu apapun maka diapasti masuk surga". Aku tanyakan: "Sekalipun dia berzina atau mencuri?" Beliau menjawab: "Ya, sekalipun dia berzina atau mencuri". (Shahih Bukhari: 1161). Apakah Yesus pernah menjamin umatnya pasti masuk surga sebagaimana Rasulullah SAW menjamin umatnya pasti masuk surga? Saya yakin tidak pernah.

Tentang tuduhan kafir Kristen pemuja Yesus yang berkata Nabi Muhammad SAW tidak yakin masuk surga sudah saya jawab bahwa itu tidak benar. Perkataan mereka bahwa Muslim takut mati karena tidak yakin masuk surga hanyalah klaim. Kalau orang kafir pemuja Yesus yang telah Allah SWT pastikan masuk neraka saja dapat merasa tidak takut mati dan yakin dapat masuk surga, bagaimana kami umat Islam lebih tidak takut mati dan tidak lebih yakin akan masuk surga? Kalau pun ada sebagian umat Islam yang merasa takut mati karena tidak tahu nasibnya nanti di akhirat, ketakutannya itu akan menjadi cambuk bagi dirinya agar memperbanyak amal-amal shaleh dan menjauhi sedapat mungkin perbuatan-perbuatan dosa, bukan malah murtad menjadi seorang pemuja Yesus yang Allah SWT telah menjamin mereka akan menjadi penghuni neraka.    

Dapatkah Seorang Menjadi “Pasti Selamat”?

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Ayat suci Injil: “Tetapi kepada orang-orang yang menerima-Nya diberi-Nya hak untuk menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya kepada nama-Nya” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:12). Orang yang menerima Isa Al-Masih sebagai Juruselamatnya menjadi “anak Allah.” Sebagai anak-Nya, pasti hidup selama-lamanya di surga!

Jawaban Saya: Klaim kafir Kristen bahwa hanya mereka saja yang akan masuk surga telah di jawab oleh Allah SWT empat belas abad yang lalu dengan firman-Nya, Dan mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata: "Sekali-kali tidak akan masuk surga kecuali orang-orang (yang beragama) Yahudi atau Nasrani." Demikian itu (hanya) angan-angan mereka yang kosong belaka. Katakanlah: "Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar." (Al Baqarah: 111). Pada ayat ini Allah SWT menjelaskan ketertipuan orang-orang Yahudi dan Nasrani oleh apa yang ada pada diri mereka, di mana setiap kelompok dari keduanya (Yahudi dan Nasrani) mengaku bahwasanya tidak akan ada yang masuk surga kecuali yang memeluk agama mereka. Allah SWT menyebut klaim mereka itu sebagai angan-angan kosong belaka.

Kafir Kristen pemuja Yesus yakin pasti masuk surga. Siapa pun boleh yakin akan masuk surga, termasuk mereka yang kafir Kristen, toh itu bukan jaminan mereka akan dapat masuk surga. Masuk surga atau tidak masuk surga bukan ditentukan apakah anda yakin masuk surga atau tidak yakin masuk surga. Agar masuk surga, seseorang harus menuruti perintah Allah (Matius 19:17), salah satu perintah Allah adalah tidak menyembah selain diri-Nya (Keluaran 34:14). Kafir Kristen pemuja Yesus yang yakin diri mereka masuk surga, tetapi justru menyembah selain Allah dengan menjadikan Yesus sesembahan selain Allah. Padahal Yesus cuma utusan Tuhan (Matius 10:40) yang bertugas menyampaikan firman Allah (Yohanes 17:8). Selain itu, surga yang ditawarkan oleh Yesus itu hanya untuk 144 ribu orang Israel (Wahyu 7:4, Wahyu 14:1). Pintu surganya pun tertulis nama-nama suku Israel (Wahyu 21:12), yang artinya hanya orang Israel yang dapat masuk surga. Tidak mungkin jumlah 144 ribu yang di sebut Wahyu 7:4 dan Wahyu 14:1 hanyalah kiasan, karena penjelasannya yang demikian detail menyebut jumlah orang yang masuk surga dari tiap-tiap suku Israel. Jadi kalau kafir Kristen pemuja Yesus yakin diri mereka masuk surga, dari sekarang coba pikirkan mau masuk surga lewat pintu yang mana? Itu saja! 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kenapa Para Mukmin Takut Mati?"

Post a Comment

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik, seperti menjawab atau menyanggah isi postingan. Komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.