Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Asal-Usul Setan Menurut Islam Dan Kristen

Setan telah menggodai Wasito untuk hidup bertentangan dengan ajaran agamanya. Ia pernah mencuri amplifier masjid di desa kami. Agamanya memang Islam, namun ia tidak rajin sholat, bersedekah, dan jarang beribadah di Masjid. Memahami tulisan ini kita akan tahu asal-usul setan dan siapa yang sanggup mengalahkannya.

Perbedaan Asal-usul  Setan Menurut Islam dan Kristen

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Al-Quran mengajar bahwa Allah menciptakan iblis. “ . . . Menjawab iblis " . . . Engkau ciptakan saya dari api  . . ." (Qs 7:12). Allah SWT  juga “ . . . mengirim syaitan-syaitan itu kepada orang-orang kafir untuk menghasut mereka berbuat ma'siat . . .? (Qs 19:83). Jika Allah SWT menciptakan setan (iblis) yang menyebabkan dosa, maka Dialah penyebab utama manusia berdosa, bukan?

Sebaliknya Wahyu Allah mengajarkan bahwa setan (iblis) adalah malaikat yang memberontak kepada Allah.  Setan berkata  “Aku [setan] . . . hendak menyamai [Allah] Yang Maha Tinggi” (Kitab Nabi Besar Yesaya 14:14). Setan adalah malaikat yang tidak menaati Allah.

Jawaban Saya: Iblis dan Syaitan dibedakan dalam agama Islam. Iblis adalah sebutan untuk salah satu jin yang membangkang ketika Allah SWT memerintahkan sujud kepada Adam. Dalil bahwa iblis dari golongan jin adalah firman Allah yang artinya: Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turanan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (dari Allah) bagi orang-orang yang zalim. (Al-Kahfi: 50)

Sedangkan Syaitan bukanlah nama makhluk. Syaitan adalah sifat untuk menyebut setiap makhluk yang jahat, membangkang, tidak taat, suka membelot, suka maksiat, suka melawan aturan, atau semacamnya. karena syaitan itu sifat maka kata ini bisa melekat pada diri manusia dan jin. Sebagaimana penjelasan Allah Subhanahu wa Ta’ala bahwa ada setan dari golongan jin dan manusia.  Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman yang artinya: “Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan.” (Al An'aam: 112)

Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan bahwa Allah SWT adalah penyebab utama manusia berdosa karena Allah SWT yang menciptakan syaitan atau iblis. Sudah saya jelaskan di atas, iblis adalah sebutan untuk salah satu jin yang membangkang tidak mau sujud kepada Adam, sedangkan syaitan adalah sifat untuk menyebut setiap makhluk yang jahat, membangkang, tidak taat, suka membelot, suka maksiat, suka melawan aturan, atau semacamnya. Yang diciptakan Allah SWT dari api adalah Jin. Jin diciptakan dengan memiliki akal dan nafsu, sehingga memiliki kehendak bebas untuk melakukan dan tidak melakukan sesuatu. Jin menjadi Iblis atau syaitan itu karena kesalahan dari perbuatan mereka sendiri.

Tidakkah kamu lihat, bahwasanya Kami telah mengirim syaitan-syaitan itu kepada orang-orang kafir untuk menghasung mereka berbuat ma'siat dengan sungguh-sungguh? (Maryam: 83)

Apa yang menjadikan alasan Allah SWT “mengirim syaitan-syaitan” kepada orang-orang kafir? Jawabannya ada pada ayat Al-Qur’an lainnya, Barang siapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al-Qur'an), Kami adakan baginya setan (yang menyesatkan); maka setan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya(Az-Zukhruf: 36). Jadi yang menyebabkan Allah SWT “mengirim syaitan-syaitan” adalah karena sikap berpalingnya manusia terhadap pengajaran Tuhan. Yang di maksud Allah SWT mengirim syaitan di sini adalah dengan ketetapan-Nya. Siapa saja yang kafir dan berpaling dari pengajaran Tuhan, maka ditetapkan baginya syaitan-syaitan yang akan menjadi temannya. Jadi tidak benar tuduhan bahwa Allah SWT sengaja mengutus syaitan-syaitan agar mereka terus berdosa, buktinya banyak juga orang-orang kafir itu yang kemudian menjadi seorang mualaf. Tetapi jika anda memang masih ingin melihat bagaimana Tuhan bersekongkol dengan iblis untuk menggoda manusia, dapat anda baca ayat-ayat di bawah ini: 

Maka bertanyalah TUHAN kepada Iblis: "Dari mana engkau?" Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: "Dari perjalanan mengelilingi dan menjelajah bumi." Lalu bertanyalah TUHAN kepada Iblis: "Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tiada seorang pun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan." Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: "Apakah dengan tidak mendapat apa-apa Ayub takut akan Allah? Bukankah Engkau yang membuat pagar sekeliling dia dan rumahnya serta segala yang dimilikinya? Apa yang dikerjakannya telah Kauberkati dan apa yang dimilikinya makin bertambah di negeri itu. Tetapi ulurkanlah tangan-Mu dan jamahlah segala yang dipunyainya, ia pasti mengutuki Engkau di hadapan-Mu." Maka firman TUHAN kepada Iblis: "Nah, segala yang dipunyainya ada dalam kuasamu; hanya janganlah engkau mengulurkan tanganmu terhadap dirinya." Kemudian pergilah Iblis dari hadapan TUHAN(Ayub 1: 8-12)

Di ayat lain juga disebutkan bahwa Tuhan memiliki Roh Jahat yang mengganggu manusia, “Tetapi Roh TUHAN telah mundur dari pada Saul, dan sekarang ia diganggu oleh roh jahat yang dari pada TUHAN(1Samuel 16:14)

Allah SWT yang menciptakan setan (iblis) yang menyebabkan dosa, dikatakan oleh kafir Kristen pemuja Yesus bahwa Allah SWT yang menjadi sebab utama manusia berdosa karena Dialah yang menciptakan setan (iblis). Sementara menurut Kafir Kristen pemuja Yesus, setan (iblis) adalah Malaikat yang memberontak tidak taat kepada Allah. Nah, bukankah itu sama saja? Memangnya siapa yang menciptakan Malaikat pemberontak kalau bukan Allah! Jadi menurut agama Kristen, Tuhan itu penyebab utama manusia berdosa. Itulah mungkin sebabnya, Tuhan agama Kristen harus rela menjadi tebusan dosa manusia, karena Dialah penyebab utama manusia berdosa.  

Sementara menurut agama Islam, Allah SWT bukanlah penyebab utama manusia berdosa, walaupun Dialah yang telah menciptakan syaitan. Karena manusia berbuat dosa menurut kehendaknya sendiri. Syaitan tidak mempunyai kuasa untuk menjadikan manusia berdosa. Mereka hanya dapat membujuk dan menyuruh manusia untuk melakukan perbuatan dosa. Sebagian manusia tidak tertipu oleh bujuk rayu syaitan, sementara sebagian lagi tertipu dengan bujuk rayu syaitan untuk berbuat dosa. Ayat-ayat Al-Qur’an yang menjelaskan hal tersebut di antaranya adalah;

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah- langkah syaitan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan, maka sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar. Sekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorangpun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (An Nuur: 21)

Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala (Faathir: 6)

Dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: "Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamupun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu." Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih. (Ibrahim: 22)

Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan bahwa setan (iblis) adalah malaikat yang memberontak kepada Allah, mereka mengutip ayat; Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi! (Yesaya 14:14)

Untuk menjawabnya saya akan mengutip ayat di atas mulai dari ayat yang ke 12;

"Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa! Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu: Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah, dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara. Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi (Yesaya 14: 12-14)

Ayat-ayat di atas sesungguhnya bukanlah menceritakan kejatuhan malaikat seperti anggapan Kristen. Tidak ada nama Malaikat yang di sebut dalam ayat-ayat tersebut. Jika anda membaca mulai dari ayat 4, maka anda akan tahu yang dimaksud dengan bintang timur adalah raja Babel yang bernama Heylel bin Syakhar, tetapi ada juga yang mengatakan Nebukadnezar. Kafir Kristen sebenarnya mengetahui bahwa yang di maksud Bintang Timur pada ayat di atas adalah raja Babilonia, tetapi oleh karena Bapa Gereja mengajarkan ayat tersebut juga untuk menjelaskan pemberontakan sejumlah malaikat terhadap Tuhan, maka tidak ada pilihan lain selain mengimani saja ajaran bapa Gereja tersebut. Jadi keyakinan kafir Kristen pemuja Yesus yang menganggap Iblis adalah Malaikat yang memberontak adalah keyakinan sesat yang tidak memiliki dasar.

Godaan Setan Kepada Manusia Menurut Al-Quran dan Alkitab

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Al-Quran menuliskan bahwa pekerjaan setan adalah menipu manusia. “Syaitan itu memberikan janji-janji  . . .  angan-angan kosong . . . syaitan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka” (Qs 4:120). Wahyu Allah juga mengajarkan “Iblislah  . . . pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. . . ia berkata dusta, . . . atas kehendaknya sendiri, . . .”(Injil, Rasul Besar Yohanes 8:44).

Jawaban Saya: Tidak ada dalam sejarah ada manusia yang mati di bunuh oleh Iblis. Iblis dan Syaitan hanya ingin menyesatkan manusia untuk dapat menemani mereka di neraka, bukan untuk membunuh manusia. Jika Injil Yohanes menyatakan Iblis pembunuh manusia sejak semula, maka keterangan tersebut sangat diragukan kebenarannya.

Muhammad atau Isa Yang Mengalahkan Setan?

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Islam dan Kristen mengakui bahwa manusia tidak mungkin dapat mengalahkan setan. Bukankah manusia sering kalah oleh tipu daya setan sehingga berbuat dosa? Al-Quran menasihatkan “Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan . . . Dari kejahatan (bisikan) syaitan . . .” (Qs 114:1, 4). Sayangnya, Nabi Islam tidak pernah mengalahkan setan. Sebaliknya, Isa beberapa kali mengalahkan setan. Ketika turun ke dunia, Isa Al-Masih membuktikan kuasa ilahi-Nya dengan mengusir setan/iblis. Suatu kali Isa bertemu dengan seorang gila karena dirasuk banyak setan. “Lalu setan-setan itu memohon kepada Yesus [Isa Al-Masih], supaya Ia jangan memerintahkan mereka [setan-setan] masuk ke dalam jurang maut [neraka]” (Injil, Rasul Lukas 8:31).

Jawaban Saya: Iblis memang tidak berhasil mencobai Yesus, tetapi Iblis mampu membawa Yesus sampai ke Yerusalem dan menempatkan dia di bubungan bait Allah (Matius 4:5, Lukas 4:9). Yesus mungkin berhasil mengalahkan godaan Iblis, tetapi Yesus tidak mampu mengalahkan Iblis. Berbeda dengan Nabi Muhammad SAW yang selain dapat mengalahkan godaan setan, Beliau juga mampu mengalahkan setan sehingga tidak sampai dibawa setan seperti Yesus. Jika Yesus yang mampu mengalahkan godaan iblis disebut melebihi manusia biasa, Nabi Muhammad SAW yang mengalahkan setan beserta godaannya dapat dibilang melebihi Yesus donk?! Perhatikan hadits shahih dibawah ini;

Telah bercerita kepadaku Muhammad bin Bassyar telah bercerita kepada kami Muhammad binJa'far telah bercerita kepada kami Syu'bah dari Muhammad bin Ziyad dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam: "Sesungguhnya 'Ifrit dari bangsa jin baru saja menggangguku untuk memutuskan shalatku namun Allah menjadikan aku dapat menundukkannya lalu aku tangkap dan hendak mengikatnya pada tiang di antara tiang-tiang masjid hingga tiap orang dari kalian dapat melihatnya. Namun aku teringat akan do'a saudaraku, Nabi Sulaiman 'Alaihissalam; ("Ya Rabb, anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak akan dimiliki oleh seorangpun setelah aku"). (QS. Shad ayat 35). Maka kulepaskan kembali setan itu dalam keadaan hina(Shahih Bukhari: 3170)

Kalau cuma mengusir setan, bukan hanya Yesus saja, Nabi Muhammad SAW juga pernah melakukannya. Tetapi kafir Kristen pemuja Yesus tidak akan pernah mengakuinya sebagaimana mereka mengakui Yesus ketika dapat mengusir setan.

Telah mengabarkan kepada kami Ubaidullah bin Musa dari Isa bin Abdul Malik dari Abu Az Zubair dari Jabir Radliyallahu'anhu, ia berkata; saya keluar bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam satu perjalanan...lalu seorang perempuan bersama bayinya mencegat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, ia berkata; wahai Rasulullah sesungguhnya anak saya ini selalu diganggu syaitan setiap hari tiga kali. Jabir berkata; lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengambil bayi tersebut dan meletakannya di depan kendaraannya lalu beliau berkata; pergilah hai musuh Allah! saya adalah Rasulullah. Rasul mengucapkannya sebanyak tiga kali. Kemudian beliau mengembalikannya kepada perempuan tersebut. Tatkala kami kembali dari perjalanan, kami melewati jalan semula, dan seorang perempuan bersama anaknya telah mencegat kami bersama dua domba yang digiringnya. Kemudian ia berkata; "Wahai Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam terimalah hadiah dari saya ini, demi Dzat yang mengutus baginda dengan benar sungguh syaitan itu tidak datang lagi." (Sunan Darimi: 17)

Mengapa Isa Berkuasa Mengalahkan Setan?

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Karena Isa Al-Masih adalah Kalimat Allah, Sumber Kebenaran. Firman-Nya “. . . "Akulah [Isa Al-Masih] . . . kebenaran dan hidup (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6). Isa berkuasa mengalahkan setan karena Dialah Kebenaran (Al-Haqq). Bukankah Kebenaran adalah sifat Allah? Jadi, karena Isa bersifat ilahi, Ia dapat mengalahkan Setan!

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan bahwa Yesus dapat mengusir setan karena dia bersifat ilahi. Itu bohong! Karena Yesus sendiri berkata bahwa dirinya dapat mengusir setan dengan kuasa Allah, bukan kuasa dari dirinya sendiri. Jika Yesus dapat mengusir setan hanya dengan kuasa Allah, itu artinya yang memiliki sifat ilahi adalah Allah, bukannya Yesus.

Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu. (Lukas 11:20)

Bagaimana Kita Mengalahkan Setan?

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Setan adalah malaikat yang memberontak kepada Allah. Ia mengodai manusia dengan dusta untuk memberontak kepada Allah. Dengan mempercayakan diri kepada Isa Al-Masih, Al Haqq, kita akan menang atas segala godaan setan. Mengapa? Karena Isa Al-Masih bersifat ilahi, lagi Juruselamat dunia. 

Jawaban Saya: Keyakinan kafir Kristen pemuja Yesus yang menganggap Iblis atau setan adalah Malaikat yang memberontak adalah keyakinan sesat yang tidak memiliki dasar. Anda dapat membaca kembali penjelasan saya di atas. Mempercayakan diri kepada Yesus tidak akan membuat kita menang atas segala godaan setan. Mengapa bisa demikian? Karena Yesus sendiri tidak memiliki kuasa untuk mengalahkan setan. Buktinya Yesus sampai dapat di gondol setan sampai ke Yerusalem dan menempatkannya di bubungan bait Allah (Matius 4:5, Lukas 4:9). Dan kalau pun Yesus dapat mengusir setan, itu dilakukannya dengan kuasa Tuhannya Yesus, bukan kuasa Yesus sendiri (Lukas 11:20). Jika demikian, alangkah baiknya jika kita mempercayakan diri hanya kepada Allah.  

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Asal-Usul Setan Menurut Islam Dan Kristen"

Post a Comment

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik, seperti menjawab atau menyanggah isi postingan. Komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.