Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Sirath Islam Atau Isa Al-Masih, Manakah Jembatan Yang Pasti Ke Sorga?

Menarik memang mempelajari ajaran agama Islam tentang cara masuk sorga dengan melewati jembatan (sirath) setipis rambut. Jika orang Islam melewati “Jembatan Sorga” (sirath) dan orang Kristen melewati “Jembatan Keselamatan,” siapakah yang pasti sampai ke sorga? Semuanya bergantung makna dan kuasa jembatannya, bukan?  Dengan memahami kedua jembatan itu, kita akan mengerti manakah yang membawa ke sorga.

Jembatan Neraka (Sirath) Menurut Islam

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Sirath adalah jembatan setipis rambut dan setajam pedang, yang membentang di atas jurang neraka.Sirath ini menghubungkan Padang Mahsyar (tempat berkumpulnya semua makhluk Allah di akhirat) dengan pintu sorga.

“Dan Neraka Jahannam itu memiliki jembatan yang lebih tipis dari rambut dan lebih tajam dari pedang. Di atasnya ada besi-besi yang berpengait dan duri-duri yang mengambil siapa saja yang dikehendaki Allah… Dan para malaikat berkata: “Rabbi sallim … (”Ya Allah, selamatkanlah ….”) Maka ada yang selamat, ada yang tercabik-cabik lalu diselamatkan dan juga ada yang digulung dalam neraka di atas wajahnya.” (HR. Ahmad 23649).

Para Muslim akan melewatinya sesuai amal mereka. Ada yang melewatinya seperti sekejap mata, seperti angin, seperti kuda yang cepat, dengan berlari, dengan berjalan, dengan merangkak. Dan ada pula yang tersambar jeruji besi lalu dijatuhkan ke neraka.

Jawaban Saya: Shirath adalah semacam jalan yang Allah SWT bentangkan di atas neraka setelah semua manusia di hisab. Siapa pun yang ingin sampai surga, maka dia harus melewati Shirath, baik apakah dia Muslim ataukah dia kafir. Jadi amat salah kalau kafir Kristen Pemuja Yesus menganggap hanya Muslim yang akan melewati Shirath, sementara mereka tidak. Siapakah yang akan selamat melewati Shirath? Yang selamat melewati shirath adalah mereka yang beriman dan beramal saleh, serta tidak mencampuradukkan keimanan dengan kesyirikan kepada Allah SWT. Memang ada yang bependapat bahwa hanya orang beriman saja yang akan melewati shirath. Orang-orang beriman ada yang langsung masuk surga dan ada pula yang masuk neraka untuk membersihkan dosa-dosanya, sebelum kemudian di masukkan ke surga. Sedangkan orang-orang kafir, mereka akan langsung dilemparkan ke neraka, tidak akan di hisab dan tidak melewati shirath.

Muslim memang belum tentu selamat ketika melewati shirath tergantung amalnya masing-masing. Tetapi orang-orang kafir, seperti para pemuja Yesus pasti akan masuk neraka, jatuh tergelincir ke neraka ketika melewati shirath atau langsung di lempar ke neraka. Sekarang pilihan ada di tangan anda. Menjadi seorang Muslim yang masih ada harapan masuk surga atau menjadi seorang kafir Kristen yang sudah pasti masuk neraka.    

Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani/Kristen) dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk. (Al Bayyinah: 6)

Apakah Jembatan Neraka Menjamin Sorga?

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Al-Quran mengajarkan,“Dan tidak ada seorang pun di antara kamu yang tidak mendatanginya (neraka). Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu ketentuan yang sudah ditetapkan. Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa ...” (Qs 19:71,72). Ustadz Ashim bin Musthafa menjelaskan “... Semakin banyak amal shaleh seseorang di dunia, maka ia akan semakin cepat dalam menyeberanginya[sirath]. Allah Azza wa Jalla menyelamatkan orang-orang yang bertakwa kepada-Nya sesuai dengan amal mereka.”

Walau amal menolong melewati Jembatan Neraka, namun masih belum cukup untuk menjamin masuk sorga. Sebab Allah SWT-pun menyelamatkan kaum Muslim bergantung amal mereka. Amal kaum Muslim selalu kurang. Karena itu Qs 19:71-72 menjamin neraka, bukan sorga. Jadi berhasil melewati Sirath atau tidak, masih akan masuk neraka.

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus bertanya, apakah jembatan neraka menjamin sorga? Pertanyaan tersebut terlontar dari orang yang tidak tahu apa itu shirath. Shirath itu hanya semacam jalan yang melintasi neraka. Setiap manusia akan melewatinya, baik dia Muslim ataukah dia kafir. Karena itu umat Islam tidak pernah menganggap shirath sebagai sesuatu yang dapat menjamin masuk surga. Jika dengan iman dan amal shaleh umat Islam tidak ada jaminan akan selamat, lantas bagaimana lagi dengan nasib kafir Kristen pemuja Yesus yang tidak beriman (kafir) dan tidak beramal shaleh?

Jadi sangat tidak tepat kalau kafir Kristen pemuja Yesus membanding-bandingkan shirath dengan Yesus. Sangat jauh bedanya.

Dan tidak ada seorang pun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan(Maryam: 71). Ayat ini sering kali di kutip dan dipahami secara serampangan oleh kafir Kristen pemuja Yesus. Makna dari “mendatangi” pada ayat tersebut adalah melintasi atau melewati, bukan memasuki seperti apa yang mereka katakan. Dalam hadits Shahih Muslim: 267 disebutkan bahwa kelak di akhirat nanti Allah SWT akan membentangkan shirath di atas neraka. Untuk masuk surga, semua manusia –baik dia beriman atau kafir- akan melintasi atau melewati shirath tersebut. Kemudian Allah SWT akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa sesuai amal perbuatan mereka masing-masing, sementara itu orang-orang kafir dan pelaku maksiat dibiarkan oleh Allah SWT jatuh masuk ke dalam neraka. Di ayat selanjutnya, Allah SWT berfirman: Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut. (Maryam: 72)

“Jembatan Keselamatan” Dan Isa Al-Masih

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: “Jembatan Keselamatan” ialah Isa Al-Masih sendiri. Ia adalah Firman Allah, “ ... dan Firman itu adalah Allah” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1). Ia memiliki kuasa sama seperti Allah. Karena itu “ . . . Ia [Isa Al-Masih] sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka” (Injil, Surat Ibrani 7:25). Isa Al-Masih menjadi Pengantara atau “Jembatan” sehingga manusia dari dunia sampai ke sorga dengan selamat.

Jawaban Saya: Injil Yohanes menyatakan firman adalah Allah, tetapi ayat itu bukan ucapan Yesus. Para sarjana Kristen menyatakan ayat tersebut adalah tulisan penyalin Injil, yang dimaksudkan sebagai pembukanya Injil Yohanes. Yesus dalam Injil Kristen tidak pernah menyatakan dirinya Allah atau menyatakan dirinya firman. Yesus menyatakan dirinya HAMBA penyampai Firman Allah:

Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki." (Matius 26:39)

Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. (Yohanes 17:8)

Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan bahwa Yesus memiliki kuasa yang sama dengan Allah, padahal Yesus sendiri menyatakan; Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri (Yohanes 5:30). Kalau pun Yesus dapat bermukjizat, mukjizat yang dilakukannya berasal dari kuasa Tuhan, bukan berasal dari kuasa dirinya sendiri; Kuasa Tuhan menyertai Dia, sehingga Ia dapat menyembuhkan orang sakit (Lukas 5:17). Jika Yesus tidak memiliki kuasa dari dirinya sendiri, masihkah ada keselamatan dari pemujaan anda kepada Yesus? Jika Yesus mempunyai Tuhan yang memberikannya kuasa untuk dapat menyembuhkan orang sakit, mengapa anda tidak menyembah Tuhannya Yesus saja?

“Jembatan Keselamatan” Dan Jaminan Sorga

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Melalui penyaliban-Nya, Isa Al-Masih mengampuni dosa manusia yang percaya kepada-Nya. Jadi, dengan salib Ia membuat “Jembatan Keselamatan” buat mereka yang percaya.

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan bahwa melalui penyaliban Yesus, dosa manusia yang percaya akan di ampuni. Padahal Yesus mengajarkan pengampunan dosa dengan bertaubat dan berdoa; dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami (Matius 6:12). Yesus juga mengajarkan kepada murid-muridnya untuk memperbanyak pahala dengan berbuat baik; Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya (Matius 6:20).

Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eli, Eli, lama sabakhtani?" Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? (Matius 27:46). Yesus sebelum mati di salib mengatakan: “Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku”. Menurut saya, ucapan tersebut tidak mungkin keluar dari mulut orang yang dengan suka rela menyerahkan nyawanya. Ucapan tersebut lebih pantas keluar dari mulut orang yang putus asa. Dengan demikian sulit rasanya percaya kalau salib Yesus dapat dijadikan “jembatan keselamatan”. 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Sirath Islam Atau Isa Al-Masih, Manakah Jembatan Yang Pasti Ke Sorga?"

Post a Comment

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik, seperti menjawab atau menyanggah isi postingan. Komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.