Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Pengakuan Al-Quran Dan Hadis Soal Kalimat Allah

Para pakar Islam masih bingung soal siapakah Kalimat Allah/Kalimatullah. Mereka berbeda pendapat menjelaskan maknanya. Anehnya lagi, Al-Quran memberikan gelar ini hanya kepada Isa Al-Masih. Merenungkan kesaksian Al-Quran, Hadist dan Wahyu Allah, kita akan tahu siapakah Kalimatullah itu.

Kalimatullah Menurut Al-Quran dan Hadist

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Al-Quran menuliskan “. . . Sesungguhnya Al Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya, . . .” (Qs 4:171). Frase “yang diciptakan dengan” tidak ada dalam bahasa Arabnya. Yusuf Ali, dalam Al-Quran bahasa Inggris, menuliskan “Christ Jesus . . .  was . . . His Word . . .” Artinya “. . . Isa Al-Masih, . . . adalah . . . Firman-Nya [Kalimattullah] . . .”

Hadis juga menyaksikan “Isa itu sesungguhnya Roh Allah dan Firman-Nya” (Hadis Anas bin Malik hal.72). Pakar Islam terkenal, Seyyed Hossein Nasr menuliskan “The Word of God [Kalimatullah] . . . in Christianity it is Christ [dalam kekristenan adalah Kristus/Isa Al-Masih].

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan para pakar Islam masih bingung siapakah kalimat Allah/kalimatullah. Yang mereka maksud dengan pakar Islam itu siapa? Mengapa kafir Kristen pemuja Yesus tidak menyebutkan namanya sekalian?! Ketidakmampuan kafir Kristen pemuja Yesus dalam menyebutkan nama-nama para pakar Islam yang dimaksud adalah bukti kebohongan ucapan mereka. kalimat Allah/kalimatullah dalam Islam sudah sangat jelas. Tidak ada perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai kalimat Allah/kalamullah.

Al-Qur’an surah An-Nisa: 171 berisi peringatan Allah SWT terhadap ahli kitab termasuk kafir Kristen untuk tidak berlebihan-lebihan dalam beragama. Itulah sebabnya kafir Kristen pemuja Yesus mengutip ayatnya sepotong-sepotong untuk menyembunyikan kebenaran dengan maksud agar dapat menyesatkan banyak orang. Yang dapat mereka sesatkan tentu saja orang-orang Kristen awam yang tidak pernah membaca terjemahan Al-Qur’an. Sedangkan umat Islam, mereka tidak akan disesatkan dengan cara licik dan penuh tipu daya seperti itu.

Wahai Ahli Kitab, janganlah kalian melampaui batas dalam agama kalian, dan janganlah kalian mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al-Masih, Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang terjadi dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kalian kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kalian mengatakan, "(Tuhan itu) tiga," berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagi kalian. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Mahasuci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah untuk menjadi Pemelihara. (An-Nisa: 171).

Allah SWT melarang Ahli Kitab bersikap melampaui batas dan menyanjung secara berlebihan. Hal ini dilakukan oleh orang-orang kafir Kristen pemuja Yesus karena mereka melampaui batas sehubungan dengan Isa Al-Masih. Mereka mengangkatnya di atas kedudukan yang telah diberikan oleh Allah kepadanya, lalu memindahkannya dari tingkat kenabian sampai menjadikannya sebagai tuhan selain Allah yang mereka sembah sebagaimana mereka menyembah Dia.

Sesungguhnya Al Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. (An Nisaa': 171)

Sesungguhnya Isa Al-Masih itu hanyalah seorang hamba Allah SWT  dan makhluk yang diciptakan-Nya. Allah berfirman kepadanya, "Jadilah kamu," maka jadilah dia. Isa Al-Masih hanyalah utusan-Nya dan kalimat-Nya yang Allah sampaikan kepada Maryam. Isa Al-Masih dipanggil  “Kalimatullah” disebabkan oleh proses kejadian ‘Isa AS sendiri yang diciptakan dengan kalimat “kun” (jadilah) tanpa proses hubungan biologis pria dan wanita sebagaimana manusia lainnya. Proses kejadian ‘Isa adalah sama seperti kejadian Adam yang tiada berbapa atau beribu, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

Sesungguhnya misal (penciptaan) ‘Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah” (seorang manusia), maka jadilah dia. (Ali Imran: 59).

Maka di sini jelaslah kepada kita bahwa Al-Qur’an tidak pernah menganggap ‘Isa Al-Masih itu adalah Allah, malah memandangnya sebagai seorang manusia biasa, sama seperti Adam AS. Jika kafir Kristen pemuja Yesus masih ngeyel mengatakan bahwa Al-Qur’an membenarkan doktrin sesat Kristen bahwa Isa adalah tuhan Allah, maka dengan menggunakan metodologi mereka sendiri, kita perlu menambah seorang lagi ke dalam doktrin Trinitas mengikut ayat di atas, yaitu Nabi Adam AS, karena beliau juga terjadi dengan “kalimat Allah”, yaitu “kun” (jadilah)!

Kalimat dalam kurung yang ada dalam terjemahan Al-Qur’an surah An-Nisa: 171 memang tidak terdapat dalam teks asli Al-Qur’an, itu adalah tafsiran penerjemah Al-Qur’an. Tujuan penerjemah menambahkan kata dalam kurung adalah untuk memperjelas kalimat agar umat Islam yang awam dapat memahaminya dengan benar. Apakah salah jika penerjemah Al-Qur’an menambahkan kata dalam kurung dengan kata “yang diciptakan dengan”? Sama sekali tidak. Karena dalam surah Ali Imran: 59 di atas, dengan jelas Al-Qur’an menyamakan penciptaan Isa Al-Masih dengan Adam AS.

Kafir Kristen pemuja Yesus mengutip kalimat yang mereka sebut hadits dari Anas bin Malik: “Isa itu sesungguhnya Roh Allah dan Firman-Nya”. Kalimat tersebut tidak dapat saya temukan dalam hadits mana pun. Al-Qur’an menyebut Isa diciptakan dengan jalan meniupkan roh ke dalam rahim Maryam (An Nisaa': 171). Penciptaan Isa yang seperti itu tidak berbeda dengan penciptaan manusia pada umumnya. Allah SWT berfirman; Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur. (As Sajdah: 9)

Hakekat Kalimatullah Menurut Injil Allah

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Wahyu Allah menegaskan bahwa Isa adalah Kalam Allah/Kalimatullah . . . Kalam itu bersama-sama dengan Allah dan Kalam itu adalah Allah” (Kitab Suci Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1). Isa adalah Kalimatullah yang sehakekat dengan Allah.

Jawaban Saya: Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah (Yohanes 1:1). Pernyataan “Firman itu adalah Allah” hanya dapat anda temukan dalam Injil Kristen. Sedangkan Al-Qur’an dan hadits shahih tidak pernah menyatakan demikian. Jika kafir Kristen pemuja Yesus berkeinginan agar umat Islam meyakini firman adalah Allah, seharusnya mereka kutip dalil dari sumber yang dipercaya oleh umat Islam, bukan mengambil sumber dari Injil Yohanes 1:1, yang sarjana Kristen saja meyakini ayat tersebut adalah ayat sisipan dan bukan kata-kata asli Yesus.    

Kalam Allah Sekekal Allah

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Allah dan Kalimat-Nya tidak terpisahkan dalam kekekalan. Keduanya adalah satu hakekat. Kitab Allah menyaksikan “Sejak semula Kalam itu bersama-sama dengan Allah” (Kitab Suci Injil, Rasul Besar Yohanes 1:2). Jika tidak memiliki Kalam, berarti Allah bisu, bukan?

Jawaban Saya: Ia (firman) pada mulanya bersama-sama dengan Allah (Yohanes 1:2). Ayat tersebut hanya ada dalam Injil Kristen, sedangkan Al-Qur’an dan hadits shahih tidak pernah menyatakan demikian. Kalam dalam Islam adalah salah satu dari sifat-sifat Allah SWT. Karena kalam adalah sifat Allah SWT, maka ia melekat pada Dzat Allah SWT. Tidak seperti dalam Injil Kristen yang antara firman dan Allah terpisah. Jika kafir Kristen pemuja Yesus berkeinginan agar umat Islam meyakini firman adalah Allah, seharusnya kafir Kristen pemuja Yesus mengutip dalil dari sumber yang dipercaya oleh umat Islam, bukan mengambil sumber dari Injil Yohanes 1:2, yang sarjana Kristen saja meyakini ayat tersebut adalah ayat sisipan dan bukan kata-kata asli Yesus.

Kalimatullah dan Kebenaran (Al-Haqq)

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Al-Quran benar ketika menuliskan “. . . Isa . . . mengatakan perkataan yang benar, . . . (Qs 19:34). Sebab “. . . nama-Nya [Isa Al-Masih] ialah: "Kalam Allah" (Kitab Suci Injil, Wahyu kepada Rasul Besar Yohanes 19:13). Sebagai Kalimatullah Isa berkata dan berbuat benar. Dia tidak pernah berdosa.

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan bahwa Al-Qur’an benar ketika menyatakan Nabi Isa AS mengatakan perkataan yang benar. Jika benar begitu, mengapa mereka masih kafir terhadap kenabian Muhammad SAW, padahal Nabi Isa AS dalam Al-Qur’an telah mengatakan akan datangnya seorang Nabi setelahnya yang bernama Ahmad: Dan (ingatlah) ketika Isa ibnu Maryam berkata: "Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)." (Ash Shaff: 6).

Dan mengapa mereka masih menyembah Nabi Isa AS, padahal Nabi Isa AS telah membantah penyembahan atas dirinya: Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: "Hai Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: "Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?." Isa menjawab: "Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakan maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib." (Al Maa'idah: 116)

Kalimatullah Mencipta Dunia

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Dengan apa Allah menciptakan dunia? Dengan Kalimat-Nya,bukan? Kitab Allah menegaskan bahwa Isa, Kalimatullah menciptakan alam semesta. “ . . . di dalam Dialah [Isa Al-Masih] telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia [Isa Al-Masih] dan untuk Dia” (Injil, Surat Kolose 1:15).

Jawaban Saya: Jika kafir Kristen pemuja Yesus meyakini Allah menciptakan dunia, mengapa mereka tidak menyembah hanya kepada Allah yang telah menciptakan dunia, tetapi justru menyembah kalam yang hanya salah satu sifat-Nya. Kolose itu surat kiriman Paulus dan Paulus sendiri telah mengakui segala ucapannya bukan menurut firman Tuhan, tetapi ucapan seorang yang bodoh: Apa yang aku katakan, aku mengatakannya bukan sebagai seorang yang berkata menurut firman Tuhan, melainkan sebagai seorang bodoh yang berkeyakinan, bahwa ia boleh bermegah (2Korintus 11:17). Jadi tidak ada gunanya terus-terusan mempercayai ucapan Paulus.

Keunikan Isa, Kalimat Allah dalam Menyampaikan Wahyu

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Cara Isa menyampaikan wahyu berbeda dari para nabi lainnya. Isa langsung dalam berfirman, tidak menunggu Allah mewahyukan firman kepada-Nya. Ia juga tidak membutuhkan malaikat Jibril untuk membisikinya. Para nabi lainnya tidak memiliki kuasa menyampaikan firman Allah secara langsung. Begitu juga dengan nabi Islam. Keistimewaan ini membuktikan bahwa Isa melebihi para nabi. Menurut Anda jika bukan Kalimatullah, mengapa Isa dapat langsung berfirman?

Jawaban Saya: Jika kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan kepada anda bahwa Yesus langsung dalam berfirman, tidak menunggu Allah mewahyukan firman kepada-Nya. Yakinilah bahwa yang mereka ucapkan itu adalah bohong besar. Karena dalam Injil Yohanes jelas-jelas Yesus menyatakan memperoleh firman dari Tuhan dan menyampaikannya;

Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku; dan firman yang kamu dengar itu bukanlah dari pada-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku. (Yohanes 14:24)

Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. (Yohanes 17:8) 

Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. (Yohanes 17:14) 

Kalimatullah Menjamin Sorga

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Jadi Isa adalah Kalimatullah, sehakekat dengan Allah. Isa juga berkuasa mengampuni dosa dan menjamin hidup kekal di sorga.

Jawaban Saya: Dalam Injil Kristen Yesus berkata, Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa"  —  lalu berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu  — : "Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!" (Matius 9:6). Yesus menyatakan bahwa dirinya berkuasa mengampuni dosa, bukan berarti Yesus dapat mengampuni perbuatan dosa sebagaimana Tuhan mengampuni dosa manusia. Kuasa mengampuni dosa yang dimaksud oleh Yesus adalah kuasa Yesus yang dapat menyembuhkan penyakit. Karena pada masa itu bangsa Israel meyakini bahwa penyakit timbul akibat dosa yang dilakukan manusia. Oleh sebab itu setelah Yesus mengatakan dirinya berkuasa mengampuni dosa, dia membuktikannya dengan menyembuhkan orang lumpuh. Kuasa Yesus yang dapat menyembuhkan orang sakit bukan berasal dari kuasanya sendiri, tetapi kuasa dari Tuhan. Kuasa yang dimiliki oleh Yesus tidak dapat dijadikan alasan untuk memujanya sebagai Tuhan. Ayatnya masih terbaca dengan jelas sampai dengan sekarang.

Pada suatu hari ketika Yesus mengajar, ada beberapa orang Farisi dan ahli Taurat duduk mendengarkan-Nya. Mereka datang dari semua desa di Galilea dan Yudea dan dari Yerusalem. Kuasa Tuhan menyertai Dia, sehingga Ia dapat menyembuhkan orang sakit. (Lukas 5:17)

Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan bahwa Yesus menjamin hidup kekal di sorga, tetapi di mana ayatnya? Yesus sama sekali tidak dapat menjamin keselamatan. Yang dilakukan oleh Yesus hanya dapat menyiapkan surga (Yohanes 14:2), bukan untuk menjamin pengikutnya masuk surga (Matius 20:23). Yesus menyiapkan rumah di surga hanya untuk 144 ribu bangsa Israel (Wahyu 7:4), itu artinya hanya 144 ribu dari bangsa Israel yang mendengar dan melakukan perkataan Yesus (Lukas 6:47) yang akan masuk surga. Jadi bagi anda yang hanya mendengar perkataan Yesus tetapi tidak melakukannya, apalagi kalau anda bukan dari bangsa Israel seperti kafir Kristen, bersiaplah kalian untuk gigit jari.

Subscribe to receive free email updates:

3 Responses to "Pengakuan Al-Quran Dan Hadis Soal Kalimat Allah"

  1. QS. Ali 'Imran: 45-46
    QS. Maryam: 30-33
    QS. al-Maidah: 110-111

    ReplyDelete
  2. Admin wrote '

    Sesungguhnya misal (penciptaan) ‘Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah” (seorang manusia), maka jadilah dia. (Ali Imran: 59).

    TANGGAPAN :

    Adam diciptakan dari TANAH :

    Keluarga 'Imran ('Āli `Imrān):59
    Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi AllAh, adalah SEPERTI (PENCIPTAAN) ADAM. Allah MENCIPTAKAN ADAM DARI TANAH, kemudian Allah berfirman kepadanya: "Jadilah" (seorang manusia), maka jadilah dia.

    Isa dari ROH ALLAH :

    Nabi-Nabi (Al-'Anbyā'):91
    Dan (ingatlah kisah) Maryam yang telah memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan ke dalam (tubuh)nya RUH DARI KAMI dan Kami jadikan dia dan anaknya tanda (kekuasaan Allah) yang besar bagi semesta alam.

    Wah... Sangat berbeda sekali bukan...?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sesungguhnya misal (penciptaan) ‘Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: “JADILAH” (seorang manusia), maka jadilah dia. (Ali Imran: 59).

      Nabi Adam AS dicipatakan Allah SWT melalui firman-Nya: "KUN" (JADILAH), sama dengan penciptaan Nabi Isa AS yang Allah SWT ciptakan melalui firman-Nya: "KUN" (JADILAH).

      Maryam berkata: "Ya Tuhanku, betapa mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-lakipun." Allah berfirman (dengan perantaraan Jibril): "Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya: "Jadilah", lalu jadilah dia. (Ali 'Imran: 47)

      Tuhan yang menciptakan Adam tanpa melalui ayah dan ibu, jelas lebih mampu menciptakan Isa. Jika ada jalan untuk mendakwakan Isa sebagai anak Tuhan, mengingat ia diciptakan tanpa melalui seorang ayah, maka terlebih lagi terhadap Adam.

      Allah SWT sengaja melakukan demikian dengan maksud untuk menampakkan kekuasaan-Nya kepada makhluk-Nya dengan menciptakan Adam tanpa kedua orang tua, dan menciptakan Hawa dari laki-laki tanpa wanita, serta menciptakan Isa dari wanita tanpa laki-laki, sebagaimana dia menciptakan makhluk lainnya dari jenis jantan dan jenis betina (melalui perkawinan keduanya).

      Delete

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik, seperti menjawab atau menyanggah isi postingan. Komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.