Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Pemberian Zakat / Sedekah

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: QS 2:43 menyuruh “Dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku”. Demikianlah orang Islam wajib mengeluarkan zakat menjelang akhir bulan Ramadhan. Ini dianggap pelengkap ibadah puasa. Memberi zakat adalah rukun ketiga dari Rukun Islam. Hukum zakat wajib atas setiap muslim yang telah memenuhi syarat-syarat tertentu. Cara pemberian zakat diatur secara rinci dalam Al-Quran dan Sunnah. Isa Al-Masih menyuruh umatnya supaya jangan kamu memberi sedekah di hadapan orang supaya dilihat mereka. Sedekah perlu diberi secara tersembunyi supaya jangan dipuji orang (Injil, Matius 6:1-4). Dorongan memberi sedekah ialah mengingat kasih Kalimat Allah yang walaupun kaya, menjelma menjadi manusia untuk menyelamatkan kita yang miskin dan menderita dalam belenggu dosa.

Jawaban Saya: Ada perbedaan antara zakat dan sedekah dalam Islam yang sepertinya belum diketahui oleh kafir Kristen pemuja Yesus. Zakat adalah kewajiban mengeluarkan harta tertentu dengan syarat, alokasi dan waktu tertentu. Adapun sedekah atau shadaqah adalah mengeluarkan harta di jalan Allah tanpa ketentuan-ketentuan seperti yang ada dalam zakat. Bahkan dalam hadits shahih, Rasulullah SAW tidak membatasi sedekah hanya dari harta, sebagaimana sabda beliau;

"Bukankah Allah telah menjadikan berbagai macam cara kepada kalian untuk bersedekah? Setiap kalimat tasbih adalah sedekah, setiap kalimat takbir adalah sedekah, setiap kalimat tahmid adalah sedekah, setiap kalimat tahlil adalah sedekah, amar ma'ruf nahi munkar adalah sedekah, bahkan pada kemaluan seorang dari kalian pun terdapat sedekah." (Shahih Muslim: 1674)

Sebagaimana dengan Yesus yang mengajarkan agar beramal dengan ikhlas hanya karena Allah (Matius 6:1-4), Nabi Muhammad SAW juga mengajarkan kepada umatnya agar beramal dengan ikhlas, sebagaimana sabda beliau;

"Ada tiga orang yang mana Allah tidak mengajak mereka bicara pada hari kiamat: Orang yang suka memberi, dia memberi melainkan dengan menyebut-nyebutkannya (karena riya'), orang yang membuat laku barang dagangannya dengan sumpah palsu, serta orang yang melakukan isbal (memanjangkan) pakaian." (Shahih Muslim: 155)

Dalam Islam bersedekah harus karena Allah, bukan karena lain-lainnya, seperti ingin di puji orang (Riya) atau ingin di dengar orang (sum’ah). Orang yang bersedekah karena Riya dan Sum’ah, maka ibadahnya itu akan tertolak dan akan menjadi orang yang merugi kelak di akhirat. Bersedekah dengan merahasiakannya dari orang lain itu sangat baik untuk menjaga keikhlasan, tetapi itu bukan suatu keharusan. Memberi sedekah dengan dilihat orang lain adalah boleh, dengan catatan tidak ada niat dalam hati untuk menampak-nampakkan sedekahnya agar mendapat pujian. Yesus sendiri pernah bersedekah di hadapan orang banyak dengan roti dan ikan;

Lalu disuruh-Nya orang banyak itu duduk di rumput. Dan setelah diambil-Nya lima roti dan dua ikan itu, Yesus menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya membagi-bagikannya kepada orang banyak. (Matius 14:19)     

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Orang-orang tertentu berhak menerima zakat seperti misalnya orang miskin, orang yang mengumpulkan dan membagikan zakat, mereka yang baru masuk Islam dan membutuhkan bantuan, budak yang ingin memerdekakan diri, mereka yang kehabisan biaya di perjalanan dll. Orang kafir, yaitu orang yang bukan Islam, tidak berhak menerima zakat. Isa Al-Masih dan Injil mengajar agar sedekah diberi kepada semua orang, baik teman maupun musuh, baik orang percaya maupun orang kafir. Orang Kristen tidak boleh membeda-bedakan. Jikalau orang memerlukan bantuan orang Kristen wajib membantu dia sedapatnya. Inilah salah satu sebab negara Kristen membantu negara Islam pada waktu ada malapetaka.

Jawaban Saya: Pernyataan Kafir Kristen pemuja Yesus yang mengatakan orang kafir tidak berhak menerima zakat adalah pernyataan yang salah. Mereka tidak tahu apa itu zakat, tapi berani bicara masalah zakat. Memang betul yang berhak menerima zakat hanyalah 8 golongan; fakir, miskin, amil zakat, mu’allaf, budak, orang yang berhutang dan orang yang dalam perjalanan, tetapi tidak ada keharusan yang boleh menerima zakat hanya seorang Muslim. Selagi masuk golongan fakir, miskin, budak, orang yang berhutang atau orang yang dalam perjalanan, orang kafir juga berhak menerima zakat. Dapat dilihat faktanya ketika pembagian zakat, orang fakir atau miskin walaupun dia kafir tetap memperoleh zakat. Saya pernah menjadi amil zakat dan saya sendiri pernah membagikan zakat itu langsung kepada orang kafir Kristen yang fakir atau miskin.         

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Zakat berfaedah karena akan mendekatkan pemberi kepada Tuhan dan juga mendapat pahala besar yang berlipat ganda “Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah” (QS: Al Baqarah: 276). Zakat juga merupakan sarana penghapus dosa. Demikian dengan memberi zakat seorang berharap menambah amal untuk hari kiamat. Pemberi sedekah tidak menambah amal. Orang Kristen Injili tidak diselamatkan oleh amal, ia diselamatkan oleh anugerah (Injil, Surat Efesus 2:7-8). Demikian pemberian sedekah tidak mendekatkannya kepada Allah. Karena Allah adalah Bapanya, ia memberi sedekah sebagai tanda terima kasih kepada Allah dan dengan hati penuh sukacita (Injil, Surat II Korintus 9:7).

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus dalam setiap tulisannya memang selalu menafikan amal sebagai sarana seseorang untuk dapat masuk surga. Tujuannya tidak lain agar setiap orang (terutama Muslim) tidak bergantung pada amal saleh sebagai salah satu upaya dalam mencapai keselamatan, sehingga dengan mudah kafir Kristen pemuja Yesus dapat menjerumuskan seorang Muslim ke neraka dengan mengikuti jejak mereka sebagai pemuja Yesus.

Mungkin Paulus menyatakan bahwa manusia diselamatkan bukan karena amal, tetapi tidak dengan Yesus. Yesus dalam Injil Kristen justru menyatakan keselamatan dapat diperoleh dengan beramal. Sebagaimana seseorang yang bertanya kepada Yesus tentang perbuatan baik yang dapat mengantarkan pada hidup yang kekal, Yesus mengatakan bahwa perbuatan baik yang dapat mengantarkan seseorang pada hidup yang kekal itu adalah menuruti perintah hukum Taurat (Matius 19:16-20). Menuruti perintah hukum Taurat adalah perbuatan baik atau amal Soleh yang dapat mengantarkan seseorang pada hidup yang kekal. Dalam ayat lainnya, Yesus juga mengajarkan kepada murid-muridnya untuk mengumpulkan pahala . Dalam Injil Kristen Yesus berkata: "Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. (Matius 6:19 -20)

Kafir Kristen pemuja Yesus lebih percaya dengan ucapan Paulus dibanding ucapan Yesus sendiri. Mereka bukanlah pengikut Yesus seperti klaim mereka selama ini. Mereka sebenarnya pengikut Paulus yang mengaku-ngaku pengikut Yesus. 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pemberian Zakat / Sedekah"

Post a Comment

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik, seperti menjawab atau menyanggah isi postingan. Komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.