Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini baik Yahudi dan Nashrani mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak beriman dengan agama yang aku diutus dengannya, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka." (Shahih Muslim: 218)

Nabi Islam Dan Ide Bahwa Maryam Adalah Ibu Allah

Konsili gereja kota Efesus di Turki (431 Masehi) memberi nama “Theotokos” (yang mengandung Tuhan) kepada Siti Maryam karena ia melahirkan Isa Al-Masih. Akibatnya, sebagian orang Kristen mulai menyebut Maryam, “Mother of God” (Ibu Allah).

Nabi Islam Bukan Orang Terpelajar

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Nabi Islam tidak dapat membaca atau menulis.  “Dan kamu tidak pernah membaca sebelumnya (Al Qur’an) sesuatu Kitab pun dan kamu tidak (pernah) menulis suatu kitab dengan tangan kananmu . . . (Qs 29:48). Jadi nabi Islam bersandar pada orang lain untuk informasi. Ia tidak dapat mengadakan riset sendiri. Ia tidak bisa membaca Injil untuk melihat apakah istilah Theotokos (Ibu Allah) terdapat di sana atau tidak.

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus mengatakan bahwa Nabi Muhammad SAW tidak dapat membaca atau menulis. Dengan alasan itu mereka menyimpulkan Nabi Muhammad SAW memperoleh informasi dari orang lain. Pada dasarnya, orang Kristen pemuja Yesus memang kafir. Mereka tidak mempercayai kenabian Muhammad SAW. Oleh karena itu wajar kalau Al-Qur’an yang firman Allah SWT mereka anggap bersumber informasi orang lain. Tetapi walaupun Nabi Muhammad SAW dapat membaca, beliau tidak akan menemukan istilah Theotokos (Ibu Allah) dalam Injil. Karena istilah Theotokos adalah istilah yang baru setelah Konsili Efesus tahun 431 Masehi. Agama Kristen pada konsili Efesus tahun 431 Masehi, baru merumuskan Tuhan Bapak, Tuhan Ibu (Bunda Maria) dan Tuhan Anak, Roh Kudus belum dimasukkan ke dalam sistem Trinitas. Konsili di konstantinopel tahun 722 Masehi, gereja melengserkan Bunda Maria dalam sistem Trinitas, kemudian diganti dengan Roh Kudus.

Nabi Islam Menerima Informasi Salah Mengenai Isi Injil

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Muhammad berpikir bahwa: (1) Injil mengajarkan Allah mempunyai isteri; (2) Siti Maryam juga Tuhan; (3) Siti Maryam melahirkan Tuhan. “Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: "Hai 'Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: "Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?" (Qs 5:116, 5:72-75). “. . . Bagaimana Dia [Allah] mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai istri . . .” (Qs 6:101). Tidak ada orang Kristen percaya bahwa Maryam adalah ibu Allah atau Allah. Siapa yang percaya bahwa Isa Al-Masih ada hasil hubungan biologis antara Allah dan Maryam? Ide-ide ini tidak ada di Injil, Buku Allah!

Jawaban Saya: Kafir Kristen pemuja Yesus menuduh Nabi Muhammad SAW menerima informasi yang salah mengenai Injil karena Al-Qur’an menyatakan dalam ayatnya;

1.  Dia Pencipta langit dan bumi. Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai isteri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu. (Al An'aam: 101)

Kafir Kristen pemuja Yesus menganggap ayat di atas salah karena menurut mereka, agama Kristen tidak pernah mengajarkan Allah mempunyai seorang istri. Pada ayat tersebut, Allah SWT membantah bahwa diri-Nya mempunyai anak dengan argumentasi yang mudah dipahami oleh akal manusia. Karena pada umumnya manusia tahu kalau anak itu ada sebagai akibat dari hubungan biologis suami-istri. Kafir Kristen pemuja Yesus tahunya yang menganggap Tuhan memiliki anak hanyalah mereka. Padahal orang-orang Musyrik Mekkah juga memiliki keyakinan Allah memiliki anak. Ayat tersebut tidak secara spesifik menyinggung agama Kristen, cuma kafir Kristen saja yang kemudian keGRan merasa ayat tersebut tertuju pada mereka.       

2.  Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: "Hai Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: "Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?." Isa menjawab: "Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakan maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib." (Al Maa'idah: 116)

Pada ayat di atas, Allah SAW berfirman kepada Nabi Isa AS di hari kiamat di hadapan orang-orang yang menjadikan dia dan ibunya sebagai dua tuhan selain Allah. Di balik kalimat ini terkandung ancaman yang ditujukan kepada orang-orang Nasrani (Kristen), sekaligus sebagai celaan dan kecaman terhadap mereka di hadapan semua para saksi di hari kiamat. Kafir Kristen pemuja Yesus menganggap ayat di atas salah karena orang Kristen dalam pandangan mereka tidak pernah menganggap Maryam sebagai Tuhan. Dalam kekristenan yang mereka percaya mungkin benar mereka tidak pernah menyembah Maryam, tapi bagaimana keyakinan dalam sekte-sekte Kristen lainnya? Bukankah Kristen mempunyai banyak sekte?!  

Menurut informasi Ibnu Patrick, seorang sejarawan dan padri Kristen, menjelang Konsili Nicea 325 M dari jumlah peserta keseluruhan 2.048 orang terdapat sebagian peserta dari mahzab Mariamites dan Remitim yang berpendapat bahwa Yesus dan Ibunya adalah 2 (dua) Tuhan selain Bapa. Selain itu terdapat aliran Ebionit yang secara jelas juga memuja Maria sebagai Tuhan Ibu. Penganut aliran Ebionit dikenal sebagai aliran yang para penganutnya menggunakan bulu domba sebagai pakaian. Bulu domba tersebut dikenakan agar mereka dapat hidup dalam kesederhanaan. Jadi tidak ada yang salah ketika Al-Qur’an menyebutkan Nabi Isa AS dan Maryam sebagai Tuhan selain Allah.

Kafir Kristen pemuja Yesus juga mempermasalahkan Al-Qur’an ketika mengkafirkan orang-orang yang menganggap Nabi Isa AS atau Yesus sebagai Allah dan mengkafirkan orang-orang yang menganggap Allah adalah salah satu dari yang tiga (Al Maa'idah: 72-73). Saya menilai keberatan kafir Kristen pemuja Yesus tersebut sebagai bentuk penyangkalan akan kesesatan mereka. Tidak ada yang salah ketika Al-Qur’an menyebutkan kesesatan-kesesatan Nasrani (Kristen). Al-Qur’an bermaksud memukul kesesatan semua sekte-sekte Nasrani (Kristen) dalam hal ketuhanan mereka. 

3.  Terakhir kafir Kristen pemuja Yesus menuduh Nabi Muhammad SAW menerima informasi salah mengenai isi Injil, karena Al-Qur’an mengajarkan Maryam melahirkan Tuhan. Mereka tidak mengutip satu pun ayat Al-Qur’an dan saya tahu tidak ada ayat Al-Qur’an yang menyebutkan Maryam melahirkan Tuhan. Penyebutan Maryam melahirkan Tuhan justru muncul dari ajaran dalam Kristen. Dalam kepercayaan orang-orang kafir Kristen, Nabi Isa AS atau Yesus adalah Tuhan. Oleh karena Maryam melahirkan Nabi Isa AS atau Yesus yang dalam keyakinan Kristen adalah Tuhan, maka Maryam dapat dikatakan telah melahirkan Tuhan. Jika penyebutan Maryam melahirkan Tuhan di anggap tidak benar oleh kafir Kristen pemuja Yesus, harusnya mereka tidak menjadikan Nabi Isa AS atau Yesus sebagai Tuhan. Jika kafir Kristen pemuja Yesus bersikeras tetap menjadikan Nabi Isa AS atau Yesus sebagai Tuhan, maka mereka harusnya menerima kalau Maryam dikatakan melahirkan Tuhan atau dikatakan Maryam adalah ibu Allah.      

Maryam Bukan Tuhan, Bukan Isteri Allah, Bukan Ibu Allah!

Kafir Kristen pemuja Yesus menulis: Sayangnya Nabi Islam tidak dapat membaca. Sama seperti Suleiman Kanuni, ia mendasarkan pengertiannya pada informasi palsu. Akibatnya, sampai saat ini orang Islam salah paham mengenai apa yang Injil katakan tentang Siti Maryam. Sebetulnya Al-Quran setuju dengan Kitab Allah mengenai siapa Siti Maryam, Ibu Isa Al-Masih. Lagi bahwa Siti Maryam adalah ibu Kalimat Allah. Kalimat Allah kekal, tidak berpermulaan. Waktu di dunia Ia mempunyai nama Isa Al-Masih. Menurut Injil dan ahli-ahli ilmu sejarah Kalimat Allah tersalib dan bangkit kembali. Kejadian ini memungkinkan keselamatan dari dosa untuk umat manusia. Bukankah itu kerinduan kita semua?

Jawaban Saya: Tidak ada yang salah ketika Al-Qur’an menyebut orang Nasrani (Kristen) menyembah Maryam sebagai Tuhan selain Yesus dan Bapa. Karena penyembahan kepada Maryam memang betul-betul pernah terjadi. Juga tidak ada yang salah ketika Al-Qur’an membantah Allah SWT mempunyai anak dengan alasan Allah SWT tidak memiliki istri, orang kafir Kristen saja yang keGRan menyangka ayat tersebut ditujukan kepada mereka. Al-Qur’an tidak pernah menyebut Maryam sebagai ibu Allah. Penyebutan Maryam sebagai ibu Allah justru muncul karena keyakinan sesat kafir Kristen yang menganggap Nabi Isa AS atau Yesus adalah Allah. Kesalahan ada apa keyakinan kafir Kristen pemuja Yesus sendiri, tetapi dituduhkan kepada Islam. Di sini kafir Kristen pemuja Yesus menyebut Maryam adalah ibu kalimat Allah, tetapi tidak mau kalau dikatakan Maryam adalah ibu Allah, padahal dalam keyakinan mereka kalimat Allah atau firman Allah adalah Allah. Betapa munafik dan rusaknya akal mereka.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Nabi Islam Dan Ide Bahwa Maryam Adalah Ibu Allah"

Post a Comment

Pastikan komentar anda tidak keluar dari topik, seperti menjawab atau menyanggah isi postingan. Komentar di luar itu tidak akan pernah ditayangkan.